Agu 042018
 

Jet tempur multiperan Su-35S Flanker-E Angkatan Udara Rusia. © Russian MoD via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah Indonesia tampaknya masih menunggu sinyal dari Amerika Serikat terkait sanksi embaro atas rencana pembelian 11 unit jet tempur Su-35 dari Rusia.

Menko Polhukam Wiranto menggelar rapat koordinator khusus bersama dengan Menhan Ryamizard Ryacudu, serta perwakilan dari Mabes TNI tentang kelanjutan pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35. Wiranto mengatakan bakal membentuk tim khusus untuk menyelesaikan pengadaan pesawat tempur tersebut.

Rakorsus tersebut berlangsung di kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018). Sementara dari Mabes TNI diwakili Irjen TNI Letjen Muhammad Herindra, sedankan dari TNI AU diwakili oleh Wakil KSAU Marsda Wieko Syofyan.

“Indonesia saat ini dalam posisi menunggu Amerika membebaskan sanksi tersebut”, kata Menko Polhukam Wiranto, saat menggelar rapat koordinasi khusus menyangkut pengadaan Su-35 serta program pengembangan jet tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX-IFX), dirilis Antara, 3/8/2018.

Presiden AS Donald Trump bulan Agustus 2017 telah menandatangani UU Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Regulasi tersebut mengatur pemberian sanksi kepada negara-negara yang membeli peralatan militer dari Rusia.

Namun, pada bulan Juli 2018 Menteri Pertahanan AS James Mattis telah mengambil sikap dengan meminta kepada Kongres AS untuk memberikan keringanan atas sanksi yang diberikan.

Ada pernyataan bahwa sangat besar kemungkinannya bahwa ada tiga negara yang bisa dilepaskan dari sanksi tersebut, seperti Indonesia, India dan Vietnam. Makanya sekarang Indonesia masih menunggu.

“Jangan sampai press conference mendahului apa yang belum jelas. Makanya saya hati-hati untuk menjelaskan hal-hal yang belum pasti kepada publik, sehingga tidak membuat kegelisahan”, ujar mantan Panglima TNI kepada Antara.

“Saya bentuk tim kecil untuk secara detail, secara teknis bisa melakukan kajian-kajian sehingga menghasilkan suatu perencanaan yang sistematis terutama kita kaitkan dengan keadaan negeri ini”, kata Wiranto.

Wiranto menyatakan bahwa tim tersebut nantinya akan mengkaji pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 dari berbagai aspek. Dia ingin pengadaan Sukhoi tersebut menguntungkan Indonesia.

Lebih jauh Wiranto menyebut bahwa itu yang dikaji masalah anggaran, termasuk yang mengatur masalah tipe-tipe dan kelengkapan yang nanti akan di dapatkan. Juga adanya keinginan dari Indonesia untuk dapat memasarkan Su-35 dan bagaimana teknologinya.

“Pembelian alutsista ini ternyata tidak semudah seperti kita membeli barang. Banyak sekali hal-hal sampingan yang perlu kita tinjau lebih detail, juga bagaimana kita mendapatkan keuntungan dari proses-proses pembelian,” sambung Wiranto.

Selain itu, rapat tersebut juga membahas kerjasama Indonesia dengan Korea Selatan soal pengembangan jet tempur Korea Fighter eXperiment dan Indonesia Fighter eXperiment (KFX dan IFX). Tim kecil yang dibentuk itu juga untuk mengkaji kerja pembuatan KFX dan IFX.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Kemenhan, sudah menandatangani kontrak pengadaan 11 unit jet tepur Sukhoi Su-35 dan direncanakan tiba di Indonesia tahun ini.

Sementara itu, untuk program KFX dan IFX rencananya mulai diproduksi tahun 2022. IFX akan diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia. Prototype IFX diharapkan bisa diuji coba mulai tahun 2020.

Bagikan:

  48 Responses to “Ragu, Pengadaan Su-35 Masih Menunggu Sinyal Amerika”

  1.  

    rak tenan

    •  

      Terlalu banyak hutang…plus corrupt.
      Sehingga kurang berdaulat Dan lemah sekali..
      Suka nya dengan pencitraan Dan publikasi …
      Akhir nya jadi begini….
      Wajar sekali kalau USA mengatur pemerintah NKRI…
      Semoga Allah melindungi Bangsa Dan rakyat NKRI …

  2.  

    Klo beliau yg ngomong sih, saya yakin ….

  3.  

    rencananya kan oktober sudah datang 2 buah toh? mosok mundur lagi.

    katanya untuk menangkal kekuatan cina di LCS, yang menggunakan SU35, kenapa pembelian SU35 oleh indonesia di hambat hambat?

  4.  

    semakin sering di kenakan sangsi dan embargo maka akan semakin menjauh dan semakin muak dikiranya kalau kita di embargo lalu kita beralih ke meraka membeli barang mereka?? oh tidak. malah semakin muak

  5.  

    Mending USD 1140 juta itu dibelikan :

    F16 Viper, bisa dapat 12 – 16 unit.

    Atau

    FA-50, menurut harga Irak, bisa dapat 24 unit.

    Atau

    FA-50, menurut harga Filipina, bisa dapat 32 unit.

    Kalau saya, cenderung beli yang murah tapi bukan murahan, dan dapat banyak. Yang penting pilotnya bisa terus berlatih terbang siang dan malam, bukannya berkebun.

    •  

      Kenapa tidak ambil F-35 sekalian bung TN? kan harganya cuma beda tipis aja, lagian laju pertumbuhan ekonomi RI kan sangat bagus di Asia Tenggara, penerimaan pajak juga besar, subsidi sebagian besar sudah dicabut, pembangunan infrastruktur lancar jaya, angka kemiskinan turun drastis (menurut klaim penguasa)

      Jadi buat apa F-16 Viper klo dananya ada dan harga F-35 semakin turun tiap tahunnya?
      Cuma ya apa kira-kira AS mau F-16 Viper ditukar dengan karet dan CPO dari kita? 😆 wkwkwkwk

    •  

      “Kalau saya, cenderung beli yang murah tapi bukan murahan, dan dapat banyak.”
      —————————————————————-

      Untung aja dan bersyukur bukan ente (memang mustahil…weeekkkk) jd nda dicekokin mimpi sang gendeng perang terus….wkkkkkkkkk

    •  

      FA 50 itu bukan murah tapi mahal di banding pesawat sejenis… lagian kalau bicara murah yah sudah pasti itu produk cina dong bung Tn ini gimana sih xixixi… Dan Korsel bukan satu2nya negara yg merubah jet latih T -50 jadi multirole FA 50, Cina juga punya FTC 2000 dan yg sedikit lebih baik itu L-15 b soal harga so pasti murah meriah dibanding FA-50.

  6.  

    aneh,..kok msh aja akan dibahas tipe n prlengkapan yg akan didapat?..bukanya deh jelas soal itu,…lebih aneh lagi, kok indonesia pngen ikut memasarkan su35?…wiranto lg mimpi apa ya?…ampe kiamat jg rusia gak bakalan ngasih.

    dah lah,..gak usah berbelit2,..bilang aja, pmerintah dah gak mampu,..lg fokus pemilu 2019…
    make alasan yg gak2,…alasan nunggu keputusan amrik sgala laah…liat tuh india,..turki..gak takut digertak2…

  7.  

    pemerintah berbelit belittt… ruwettt.. mending jaman SBY biar kelihatan lambat tapi pasti g panasan di tata yg baik keluar MEF terus dilaksanakan..sumpek lama lama liat yang sekarang.. gitu kalo pencitraannya kelewat batas.. udah ok, pending, udah ok mundur lagi.. nyari apa sih..
    sekarang statemen g masuk akal.. urusan apa amerika sama kedaulatan Indonesia.. urusan apa klo sampe beli tapi dilarang amerika jadi kita g dapet keuntungan.. maksudnya apa..

  8.  

    sukro….sukro….
    memang klo urusan pesawat tempur, bagi negara berkembang, cocoknya beli sukro, dr kualitas memang unggul. tpi sayang harus lewati berbagai uji coba utk membelinya.

    sebagai negara berkembang klo mau cepat, ya belinya sama amrik, walo harga mahal, paketan banyak yg dikurangin, tpi walo ada minusnya, plusnya juga ada….

    klo gw pribadi mending beli sama amrik saja, klo udah beginikan puyeng sendiri, tho…..

  9.  

    Kenapa ya america ngatur ngatur kita, padahal kita bukan negara bawahannya, bukan NATO, bukan sekutunya. Kita negara non block jadi punya hak dong buat beli alutsista dari mana aja.

  10.  

    Para Jamaah Rusia Merapatlah Ke Super Hero Marvel, Sdh Nonton Ant-man & Wasp Seru bkn ? Bgi Agan2 yg tdk terima di dikte silahkan protes atau caci maki di facebook Embassy US Indonesia, Sy Jamin Sampeyan d Jemput K manax ?

  11.  

    di Blog Indomiliter byk yg ngeluh SU-35, Sy Curiga Adminx Indomiliter Adalah org dlm Kemenhan & TNI

  12.  

    menurut saya gak seribet itu ya masalah, selain masalah lama di negosiasi karena kemampuan anggaran oemerintah hanya sebagian, sebagian lagi karet. kemudian memang menunggu keputusan kongres karena ancaman sanksi kepada negara negara yang bertransaksi dengan russia (dan hal ini pun kongres masih terus dilobi oleh pentagon supaya kita mendapatkan pengecualian), karena bagaimanapun masih banyak perlatan buatan as (terutama c 130 hercules) yang akan sangat berbahaya kalau diembargo sucadnya.

  13.  

    Kalau mau bodoh dekati aja Amerika, terbukti puluhan tahun tidak bisa bikin rudal dan pespur sendiri

    😎

  14.  

    MAKANYA BSK PILIH YG LAIN
    BIAR LEBIH BAIK
    LEBIH JAYA
    LEBIH MENSEJAHTERAHKAN RAKYAT YG KURANG MAMPU.
    CONTOH KECIL
    UTK TDL YG 2 R.RAKYAT PD MENJERIT.BEGITU DI TANYA KE BELIAU NYA GA BS JAWAB.ADA LINK NYA DI KAMUTUBE.

    •  

      Blom tentu yg lain lebih baik mbroo. Kalo acuannya hanya masalah TDL, sang lawanpun blom tentu mampu nurunkan. Yg mempengaruhi kenaikan itu banyak faktor bung, antaranya bbm, nilai tukar rupiah yg mempengaruhi impor barang terutama permesinan.
      Lebih baik kasi kesempatan dua periode. Jelas programnya.

  15.  

    https://youtu.be/aYadrwBw_JQ

    berikut link nya

  16.  

    itu cm sedikit cerita dari rakyat kecil

    bagi yg berduit mngkn gpp.

    tp utk rakyat kecil beda ceritanya.

    semoga para warjager memahami.

  17.  

    begini lho brow, asal tahu saja, di dunia ini ada 2 tipe orang, yaitu orang baik,,,good guy …. and the bad guy….

    good guy nya amrik,,,,dan bad guy nya ruski.

    nah kita harus pintar mencari teman.
    dan di dunia ini klo ga cari teman pasti dikucilkan….
    klo saya sendiri sih pilih teman yg baik aja….

  18.  

    Itulah kenapa amerika harus dijauhi karena dia bad guy

    😎

  19.  

    Saya kira inti permasalahannya ada pada faktor kesiapan bangsa & negara kita bilamana terjadi sanksi dan embargo dr US bila kita mengabaikannya. Banyak faktor yang akan terkena imbasnya. Contoh : Bagaimana maintenance & sparepart alutsista kita yg buatan US? F-16 kita bakal mangkrak lagi di hanggar. Belum lagi resesi ekonomi yg mungkin bisa terjadi lagi. Ini hanya pemikiran dari kaum ilalang…

  20.  

    Hhhhhhhhhh….. Dibilangin juga apa. Mending batalin aja tuh Su-35, ganti sama F-35. Sama sama belakangnya 35 aja gpp kok. Hhhhhhhhhh

  21.  

    Bener tuh bang boomerang dr sejak jaman sukarno sampe sekarang proyek nuklir indonesia hanya sebatas formalitas karena amerika ikut membantu program itu, ujung2nya ya kepentingan yahudi.
    Padahal nuklir hemat biaya daripada harus beli banyak pesawat super

 Leave a Reply