JakartaGreater.com - Forum Militer
Nov 212014
 

image

Kapisa – US Army Special Forces dan pasukan komando lokal melakukan operasi pembersihan di sebuah desa di provinsi Kapisa, Afghanistan pada bulan Mei 2014.

Pasukan ini bertemu dengan unit pasukan Taliban beberapa kali, dan pada satu titik anggota pasukan komando lokal terluka. Pasukan ini setidaknya menewaskan satu anggota Taliban. Saat mereka mulai meninggalkan area pertempuran menyeberangi area terbuka, mereka kembali mendapatkan tembakan.

Berbagi

  13 Responses to “Raid Pasukan Komando di Kapisa 2014”

  1.  

    test

  2.  

    Nyimak

  3.  

    Apakah di setiap misi pertempuran mamarika selalu ada cameraman?

    •  

      di helmnya dipasang kamera bung, supaya secara real time dapat di monitor oleh ruang komando pusat. coba lihat di helmnya ada semacam tripod untuk dipasng kamera

      •  

        Iya memang betul untuk memonitor dan sekaligus untuk dokumentasi. Saya pikir pengambilan video ini sudah wajib dilakukan karena sudah menjadi salah satu protocol perang mereka. Itulah sebabnya ketika terjadi bencana di USS Forrestal saat perang Vietnam, pihak markas pusat bisa mengevaluasi penyebab bencana. Monggo kalo mau lihat ulasan dokumentasinya di http://www.youtube.com/watch?v=6g6l_gjxXM4. Pada menit 8.10-8.21 kita akan tahu bahwa ada cameraman yang bertugas khusus.

  4.  

    Setidaknya taliban telah memberi pelajaran pada kita bahwa dominasi pasukan udara amrik,bhkn pasukan daratnya sekalipun dan dgn keroyokan pula tdk mampu mengalahkan kegigihan dan kesabaran dlm berperang.Faktanya mereka akan hengkang dari afghan dgn menunduk malu,pdhl taliban adalah pasukan yg tdk punya banyak senjata.
    Trnyta kehebatan pasukan amrik itu cm hebat dlm propaganda dan adu dombanya.
    Gitu kok sok mau ngajarin si anak laut utk menjaga lautannya.
    Jayalah tniku!

    •  

      Setuju bung [email protected], dengan sistem keamanan rakyat semesta yang di anut oleh NKRI, tidak mudah menaklukan INDONESIA, TNI + Rakyat = INDONESIA KUAT.

    •  

      Hmmm….saya pikir lebih kepada kesalahan taktik yang digunakan AS dimana mereka bertindak seperti “penjajah” dengan membangun markas dan pos militer yang jauh dari pemukiman masyarakat. Seharusnya mereka berbaur dengan masyarakatnya dan merangkul pemimpin-pemimpin kelompok masyarakatnya, sayangnya mereka terlambat menyadarinya dan baru mulai melakukan hal tersebut di kemudian hari, masyarakat Afghanistan yang sebetulnya tidak terlalu suka dengan Taliban juga tidak senang dengan kehadiran AS dan sekutunya.

      Cara lain yang lebih mudah adalah menerapkan “total war” dimana perang dilancarkan secara masif tanpa memandang bulu baik sipil maupun tentara. Rakyat sipil dikumpulkan dan diisolasi kemudian semua tempat sisanya dihancurkan habis. Cara ini lebih mudah namun akan mendapat perlawanan yang keras dari rakyat AS sendiri dan komunitas internasional.

      Melihat kondisi saat ini, Afghanistan nantinya akan menjadi seperti Irak pasca ditinggalkan pasukan koalisi.

  5.  

    asu menang d film doang tuh…

  6.  

    Sy dengar2 memang ASU Tentaranya seperti Arisan sama kayak Singsangsingsueng bin sing porn , makanya di sana ada wajib miLiter , hanya sebagian dan jabatan tertentu mereka jadi tentara tetap , makanya tidak heran waktu perang di Vietnam banyak yang jatuh korban karna mereka rakyat biasa jadi tentara yang dilatih jadimiliter bahkan tidak heran ada yg terpaksa dijadikan tentara padahaL daLam jiwa mereka tidak semuanya mau jadi tentara atau dilibatkan di MiLiter , ya karna panggiLan negara dan diLibatkan jadi program wajib miLiter mau tidak mau mereka jadi tentara , persis kayak Arisan he he 😉 :mrgreen: (jadi ingat ELvis presLey jadi miLiter he he :-). )

  7.  

    Benar, bung Joe Djawa!
    Maaf ga bisa naroh komen persis dibawah komen anda. Jadi ga asyik nih. Hehehe!

  8.  

    bung freddy, tolong sebutkan satu persatu tentara kita yg gak punya jiwa militer…..

 Leave a Reply