Rancangan Jet Tempur Gen 5 Lapan

84
1389

image

Bogor – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Indonesia diam-diam pernah merancang pesawat jet tempur canggih generasi 5. Teknologi ini setara dengan teknologi pesawat tempur stealth atau ‘siluman’ F22 milik Amerika Serikat (AS).

Pengembangan konsep pesawat tempur ‘siluman’ diberi nama Lapan Fighter Experiment (LFX) sejak 2 tahun lalu.

“Lapan Fighter Experiment dirancang mulai tahun 2012. Kita lakukan riset. Dasarnya diminta oleh Kemhan (kementerian pertahanan),” kata Peneliti Utama LAPAN Sulistyo Atmadi saat diskusi penerbangan di Kantor Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Rumpin, Bogor, Kamis (19/3/2015).

LAPAN saat itu mengusulkan 2 jenis jet tempur LFX. Saat ini, tahap pengembangan baru masuk ke fase awal.

“Kalau pengembangan jet tempur harus ada beberapa design,” sebut Sulistyo sambil menunjukkan model LFX di Kantor Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN.

image

Namun program tersebut terpaksa dibekukan karena keterbatasan biaya. Apalagi LAPAN memiliki fokus mengembangkan pesawat terbang sipil, seperti N219, apalagi pengembangan N219 membutuhkan dana tidak sedikit. Saat ini N219 sudah tahap finalisasi pembuatan prototipe oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jawa Barat.

“Lama pengembangan seharusnya 10 tahun. Seharusnya dilanjutkan tahun berikutnya. Tahun kedua nggak ada dana,” sebutnya.

Meski demikian, pengembangan awal tersebut bisa menambah kompetensi LAPAN. Apalagi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bersama PT Dirgantara Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sedang mengembangkan jet tempur KFX/IFX bersama Korea Selatan. LAPAN siap membantu pengembangan program KFX/IFX.

“Tujuan kita bukan sampai bikin pesawat. Kita siapkan sumber daya manusia untuk mampu dukung KFX/IFX,” ujarnya. (Finance.Detik.com).

84 KOMENTAR

  1. Semoga dengan bergabungnya ristek dan dikti, bisa menampung kreativitas dan ide2 segar dari mahasiswa yang tdk mengikuti pakem. Bukti ide segar adalah penemuan material peluru yang pecah ketika mengenai sasaran oleh mahasiswa metalurgi its.

  2. maaf bung Admin, saya kurang setuju judulnya. jika pengertian dari generasi 5 itu artinya harus ada satu dua dan seterusnya hingga sampai empat, baru ada lima. hehe
    saya lebih setuju jika (LAPAN kembangkan Fighter siluman setara f22)
    wow.. gerenasi satu pastinya, dan kedepan dikembangkan gederasi berikutnya…

  3. Buat saya..ini pswt tempur generasi pertama/generasi satu…

    Tapii..

    Generasi pertama ini udh setara generasi lima negara lain..
    Bayangin jk lapan bikin generasi dua..tiga..empat..pasti melampaui generasi lima mereka..

    Ngombe kopi meneeh..

  4. Ga bisa dipungkiri faktor dana memang jadi kendala, dan untuk bikin pesawat tempur stealth begini anggarannya pasti luar biasa. Bisa dibayangkan, kalau untuk “sekedar” bikin N-219 aja risetnya udah cukup mahal (untuk ukuran Indonesia), gimana untuk pesawat sekelas F-22 gini?

    Juga selama kita belum ada teknologi untuk bikin mesin, avionik, dan rudal sendiri pasti kita bakal kesulitan. Berkaca ke pengalaman Taiwan dan Jepang waktu mau bikin pesawat tempur sendiri, jalannya memang cukup “terjal”

    • Seandainya dana riset LAPAN cukup, itupun sebenernya baru memecahkan 1 masalah bung yaitu dari aspek desain. Dari aspek produksi bagaimana? Okelah kita ada PT DI, jadi ga masalah dalam hal pembuatan body pesawat (walaupun mungkin sebagian bahan baku material harus impor). Tapi apa ada industri dalam negeri yang bisa bikin mesin pesawat, avionik, missile? Kalaupun kita mampu beli, pasti dikasihnya juga bukan yang teknologi terbaru…

    • PROEK LAPAN manded terus,,gimana bisa lanjut terus,,bangsa sendiri tidak menghargai Pemerintahannya seneng beli kenegara lain,,beli produk indonesia nga dapet ceperan korupsinya

      saya sarankan sinergikan elemen semuanya,,biar bisa beriringan pasti bisa sukses BUMN PT DI,PT PINDAD,PT PAL,LAPAN,dan yang lainya.
      walau nanti ada aja yang kelupaan atau nga mau beli produk buatan negeri sendiri,,soalnya lagi sibuk korupsi berjemaah,,
      kalo udah dalam rangka undang undang aman udah ada SOP’nya
      saya yakin pasti bisa jadi next rusia diasia tenggara,,NO intervensi dari negara NATO, NO EMBARGO

  5. Jangan terlalu banyak bikin proyek yang ujung2nya cuma menghabiskan anggaran dan mencari ceperan, proyek selasai masuk laci,masa bodo jadi atau tidak. ayo move on. saatnya berkarya utk bangsa dan negara. Focus saja pada roket nasional sampai bisa diproduksi masal utk rhan dng jangkauan 500km,syukur2 sampai dng kendalinya. Focus saja pada pesawat tanpa awak, syukur2 sampai dng drone yang bisa terbang 24 jam nonstop dng radius 1000km dan dapat membawa senjata meskipun mungkin baru ffar. ngimpi.com