Jan 232017
 


Layanan pers State Foreign Trade Enterprise “Spetstehnoeksport” mengonfirmasi bahwa ranpur BTR-4M Ukraina berhasil diuji di iklim tropis di Indonesia.


Dalam tes ini, BTR-4M menjalani uji kemampuan amfibi lapis baja di laut, uji penembakkan yang dilakukan di daerah pegunungan dan berkarakteristik, dan terbukti bahwa kendaraan tempur ini mampu berjalan di medan sulit.


Direktur “Spetstehnoeksportu”, Paul Barbul, mengatakan bahwa tes dilakukan komite teknologi Ukraina, termasuk perwakilan dari berbagai departemen Kementerian Pertahanan Indonesia. Realisasi kontrak ini dimungkinkan oleh interaksi perusahaan pertahanan Ukraina yang efektif dan Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia.


Lima unit kendaraan militer Ukraina dikirim ke Korps Marinir Indonesia sebagai bagian dari kontrak yang ditandatangani pada awal 2014 antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan SE “Spetstehnoeksport”, yang merupakan bagian dari SC “Ukroboronprom.”

Sumber: www.ukrmilitary.com

  19 Responses to “Ranpur Amfibi BTR-4M TNI Angkatan Laut Jalani Pengujian”

  1.  

    Semoga lancar aza

    •  

      Selanjutnya borong 100 units saja…… kemudian datangkan BTR82AM Russia untuk sementara 10 units saja buat, buat uji kelayakan medan Indonesia ….. 😆

      •  

        wah bung colibri dari kemarin btr82 mulu
        udah ada si perawan bumerang yg masih malu2 malah minta yg tante2

        •  

          Masalahnya BTR 80 dan keturunannya sudah botol pulpen sejak taun 1986 bung.

          Hampir semua medan perang era Soviet dan Russia, bisa dipastikan selalu melibatkan kendaraan tempur BTR80 dan turunannya.

          Ibarat cewe….. kalo yg lain baru bisa bedakan, BTR 80 malah udah terima rias pengantin…. 😆

          •  

            haha botol pulpen tapi nyawa prajurit meregang, saya percaya kemampuan amfibinya yg mumpuni namun perlindungan btr80 setara anoa bang ditambah lagi kerumitan pintu rampnya yg di samping yg menjadi kendala ketika kendaraan tersebut FUBAR alias mulai terbakar setelah ditembak rpg maupun yg lain.
            tentara rusia sendiri lebih suka naik diatas daripada masuk d dalamnya lantaran takut terjebak, terpanggang didalam saat ambush dan lebih muda dismount alias turun mencari perlindungan, sejak perang chechnya sampe suriah pun masih begitu diliat dari video2 dan foto2 berita.
            kalau ga percaya silahkan baca2 buku atau artikel memoir waktu perang chechnya terutama buku one soldier war in chechnya oleh Arkady Babchenko yg saya jamin warjagers disini bakal trauma setelah baca tuh buku.

          •  

            Ini cukup 50 unit aja totalnya bung colibri..Sama Digenepin 100 unit BMP 3fnya..Kelihatannya ini fungsinya sebagai anti udara ringan pas BMP 3F diturunkan dilautan..Jadi dicampur Ama BMP 3F,oh iya bung anu..Bukannya dichennya pas perang kota ya..Kalo perang kota strateginya beda lagi dech..Utk sekarang..Kalo masalah kulit..Tinggal dilapisi..Jangan salah ini juga turunan BTR 80,tapi hanya dimodif..Kalo ada BTR 80 2nd kemungkinan besar bisa dibeli Kog Ama TNI..Xizixxiix..Setahu saya ya…Mengapa ruang bawa tentara BtR 80 sempit,karena fungsinya yg sebenarnya hanya mengantarkan pasukan dari kapal ke pantai dengan waktu yg cepat dan kenapa rampnya kesamping?..Karena setelah turun kesamping BTR akan belok memalang sebagai pelindung pasukan yg turun Dr samping,kan beda Kalo turun kepantai pasti musuh sudah standby…Beda fungsi dari barat kebanyakan besar dan nyaman..Karena sekalian utk kelilingan sebagai patroli…Mungkin BTR 4M kita moncongnya dipertebal..Karena pintunya dibelakang..Jadi depan harus kuat dan gak mungkin memalang..Sekali lagi ini hanya pendapat saya..Silahkan dikoreksi Kalo salah..

          •  

            (Mengapa ruang bawa tentara BtR 80 sempit,karena fungsinya yg sebenarnya hanya mengantarkan pasukan dari kapal ke pantai dengan waktu yg cepat dan kenapa rampnya kesamping?..Karena setelah turun kesamping BTR akan belok memalang sebagai pelindung pasukan yg turun Dr samping,kan beda Kalo turun kepantai pasti musuh sudah standby…Beda fungsi dari barat kebanyakan besar dan nyaman..Karena sekalian utk kelilingan sebagai patroli…)

            nah bung indo elite fungsi pintu ramp samping ini memang seperti yg bung jelaskan masalahnya pintu ramp samping di nilai sudah usang bisa dilihat dari mulai ditinggalkannya ranpur apc dan ifv berpintu samping karena medan tempur abad 21 yg cenderung asimetris dg berbagai ancaman dari pihak lawan seperti mudahnya memperoleh dan menggunakan hulu ledak rpg tandem, ied dan vbied sehingga kendaraan tempur infanteri butuh fungsi multiperan dgn tambahan armor pelindung.
            kita sudah punya ranpur pengangkut infanteri(apc) yaitu anoa yg punya fungsi sama seperti btr 80

            rusia sendiri mulai mengadopsi teknik barat yg mengutamakan keselamatan kru(yg sering minus di kendaraan tempur infanteri soviet) dgn penciptaan modular hull armata untuk t-15, kurganet dan bumerang yg berpintu ramp belakang dan menolak mengakuisisi btr-90(versi modern btr 80), memilih meng upgrade btr 80 sampai ranpur baru siap produksi massal

  2.  

    tinggi amat kayak rumah atau anggota tni nya yg mungil hehe
    armor pelindungnya level stanag berapa yah?

  3.  

    Katanya uji berenang nya aja yg kurang gagah ya…selebihnya top keren hasilnya…Dan tni ad pun ta mau kalah…beli pandur 8×8…hehehe

  4.  

    Katane kecewa ma barang ini ?.
    Minta ToT sebetulnya anoa dikembangin kesini kan bisa

    •  

      yg ini sudah diperbaiki lagi bang di indonesia setelah gagal uji pertama . kenapa di pilih ini karna harga bersaing alias lebih murah hihihihi . punya cita rasa russia , dan pindad mengejar ilmu panser versi 8×8 nya tentang sistem pengeraknya rodanya . 🙂

      •  

        Kenapa gak sekalian TOT mesinnya sekalian! Karena kelemahan Indonesia adalah belum bs buat mesin, baik tuk kendaraan lapis baja, kaprang apalagi pespur. Klu sudah bisa buat mesin baru bs mandiri alutsista!

  5.  

    hebat mana dibandingkan si pandur yg masih dilirik tni ad

  6.  

    mmm

  7.  

    BTR4 untuk marinir,pandur dan tata untuk TNI AD,semua ini untuk TOT panser platform 8×8,mantap

  8.  

    Kadang heran juga ya, semua sibuk tot, kenapa TOT Permesinan dan Metalurgi tidak digalakkan jg demi kemandirian bangsa!