Mar 252019
 

Evakuasi ranpur infanteri BMP-1 Ukraina yang hancur terkena ranjau © RusVesna.su

JakartaGreater.com – Militer Ukraina mengatakan bahwa salah satu kendaraan tempur infanteri BMP-1 telah hancur total ketika terkena ranjau dekat Donbass, seperti dilansir dari laman RusVesna.su pada hari Minggu.

Peristiwa itu terjadi tanggal 23 Maret, di wilayah Donbass, di dekat pemukiman Avdiivka, akibat sebuah ranjau anti-tank yang menewaskan seorang tentara, dan 2 tentara lainnya terluka dengan luka bakar serius, kendaraan tempur tentu saja hampir rusak seluruhnya.

Menurut pengumuman resmi dari agensi pers Brigade Infanteri ke-93, militer Ukraina: “Pada malam 23 Maret, kru kendaraan tempur infanteri BMP-1 yang dipimpin oleh Sersan Sergei Valakh dikirimkan ke garis depan untuk menyerang pasukan separatis di Donbass.

Proses evakuasi ranpur infanteri BMP-1 Ukraina yang hancur terkena ranjau © RusVesna.su

Sayangnya, saat bermanuver itu menabrak ranjau anti-tank. Komandan ranpur infanteri BMP-1 menderita luka bakar cukup parah setelah ledakan, Valakh menderita luka bakar tingkat empat dan meninggal di rumah sakit. Sementara dua anggota kru lainnya masih selamat, tetapi menderita luka bakar dengan berbagai tingkat.

Diketahui bahwa BMP yang hancur itu adalah salah satu ranpur BMP-1 Ukraina yang baru saja menyelesaikan upgrade menjadi BMP-1UMD dengan banyak perubahan canggih yang mengoptimalkan kemampuan serangan di medan perang.

Paket upgrade itu termasuk menggantikan menara BMP-1 dan dilengkapi dengan meriam utama 2A28 73 mm, senapan mesin koaksial PKT 7,62 mm dan juga rudal anti-tank 9M11 Malyutka dipasang di atas laras meriam utama dan dikendalikan dengan remote kontrol.

Evakuasi ranpur infanteri BMP-1 Ukraina yang hancur terkena ranjau © RusVesna.su

Meriam utama 2A28 73 mm memiliki daya tembak yang sangan tinggi, juga sistem reload otomatis, daya rusakannya relatif baik, tetapi tanpa stabilizer (mobil harus berhenti untuk melakukan penembakan).

Peluncuran rudal anti-tank 9M14 Malyutka (AT-3) juga mengharuskan BMP-1 itu berhenti total saat menembak. Peluncur AT-3 yang dipasang di luar turretnya juga dapat membuat penggantian amunisi tidak memadai di medan perang. Rudal AT-3 memiliki jangkauan efektif antara 500 – 3.000 meter dengan penetrasi armor setebal 400 mm.

Ada kemungkinan bahwa Ukraina hanya meningkatkan kemampuan menyerang BMP-1 tetapi tidak benar-benar memperkuat kemampuan defensif sehingga ranpur infanteri itu dengan mudah berubah menjadi besi tua setelah terkena ranjau.

Bagikan