Nov 072014
 

Jakarta – Dalam Indo Defence 2014, PT Pindad meluncurkan Kendaraan taktis militer Komodo 4×4 versi Reconnaissance yang dilengkapi body antipeluru yang mampu menahan tembakan senjata mesin 7.62 mm. Rantis Komodo ini telah digunakan oleh Kopassus dan Brimob.

Komodo versi Recon ini berbasis chasis truk Sherpa Renault yang dilengkapi transmisi otomatis dengan mesin Renault 4 silinder yang menghasilkan 230 HP dengan kecepatan maksimal 80km /jam.

Dengan kapasitas tanki 165 liter, Komodo varian Recon ini memiliki kemampuan jelajah maksimum 450 km. Selain dilengkapi dengan body anti peluru, Komodo juga menggunakan kaca anti peluru 38mm. Dengan berat 7,5 ton kendaraan taktis ini mampu menampung beban maksimal 1,5 ton untuk membawa 5 orang prajurit dengan peralatan tempur lengkap.

Rantis Komodo bisa dipasang turret senjata mesin 7,62 mm atau 12,7 mm. Kendaraan Komodo varian Recon memiliki panjang 5,4 m, lebar 2,3 m dan tinggi 2,2 m. Saat ini TNI AD memesan 40 kendaraan yang 8 diantaranya telah dikirim.

TNI juga tampaknya tertarik dengan Komodo varian mobile artillery command post dan telah menandatangani kontrak pengadaan 56 unit. Pesanan akan dikirim tahun 2015, dilengkapi platform peluncur rudal anti-serangan udara Mistral buatan MBDA. (Armyrecognition)

jakartagreater.com

  37 Responses to “Rantis Komodo Varian Recon”

  1.  

    Pertamax… mudah-mudahan

  2.  

    ini yg d pake kopassus itu yah…mantaff

  3.  

    Selamat Malam

  4.  

    Mantap buat daerah perbatasan neh …

  5.  

    Cakep bingitttttt….
    Ayo borong… siapa lagi yg mau… barang bagus nih.

  6.  

    Keren Broo0.. Gagah..
    Mantap. Maju terus pindad..

  7.  

    bentuknya bener2 bagus rantis komodo ga kalah dengan produk asing meski ngambil blueprint sherpa perancis tapi hebat lahhhh …..

  8.  

    klo sipil… boleh ga yaa… beli yg ini….. pasti mantap… klo dibawa… off road…

  9.  

    Mine resistant ngga nich?! Coba diledakin di atas ranjau …selamat ngga crewsnya?

  10.  

    Komodo terbukti kuat waktu dipake brimob menuju ke sasaran target operasi di poso karena ada laporan 2 ledakan keras .. tiba2 di berondong AK47 dengan kaliber 7.62mm … bolong2 bekas tembakan mulai kaca dan body tapi tidak tembus ke dalam tidak ada yg terluka … grill pelindung mesin pun ada bekas tembakan tapi mobil tetep jalan .. hebat ( bisa dicari berita dan gambarnya di google )

  11.  

    Pesan yang banyak utk membentuk batalion mekanis di seluruh Indonesia. Prioritaskan utk daerah rawan konflik, demi keselamatan prajurit. Lanjutkan.

  12.  

    Eduuun….!!!!

  13.  

    Buat yg banyak..

  14.  

    ayo diperbanyak jangan cuma kopassus yang dikasih satuan lain juga harus pake, ketika rame perang lampung- bali, marinir di angkut pake rantis tua, truk tua mogokan lagi,umur kendaraanya dengan yang bawa tiga kali lipat tua mobilnya, gemana kalo perang….. !?

  15.  

    ga juga bung, indonesia ingin jd negara produsen bkn cm konsumen semata,,makanya ada uu inhan,,kl rusia pelit tot mending lirik yg lain,,yg bermanfaat tuk kemajuaan inhan

  16.  

    Betapa bangganya kita punya TNI terlebih saat bertugas sebagai pasukan PBB dilengkali alutsusta made in dewek…muanteb puuoooll

  17.  

    hebat pisan

  18.  

    Tiada hari tanpa berita alutsista produk dlm negeri.

  19.  

    Humvee indonesia πŸ˜€

  20.  

    Pagi indonesia khususnya indonesia bagian Timur , sudah 3 Hari Makassar Demo terus , MuLai dari jaLan ALAUDDIN , PETTARANI , sampai Perintis kemerdekaan , kepada teman2 warjager berdomisiLi di makassar jangan Lewati titik ini , ngomong2 Rantis komodo Varian Recon ini termasuk MRAP bukan yaah kayak BUSHMASTER sampai CASPIR Afrika SeLatan ?! πŸ™‚

  21.  

    Yang sipil lebih suka beli rubicon. πŸ˜€

  22.  

    kemaren sempet lihat dan megang langsung..
    bentuknya memang manteb
    armornya juga lumayan tebel

  23.  

    ilfil liat kaca spionnya aja kaya mobil jadul..sisanya keren neh mobil.bravo Pindad! hidup Persib =)

  24.  

    Percuma kalo kemandiriannya belum seratus persen, pindad kalo diumpamakan buat mobil kaya karoseri. buat body tapi mesin masih impor. Bayangkan kalo sewaktu-waktu indonesia kena embargo luar negeri, luluh lantak ntu kendaraan gk bisa kepake. Menurut ane sudah sepatutnya kemandiriian indonesia di mulai dari dasar, pemanfaatan bahan tambang sampai menjadi bahan baku, bahan baku sampai menjadi produk, itu baru namanya mandiri 100%.