RCV-L, Prototype Kendaraan Tempur Darat Tak Berawak AS

RCV-L, Prototype Kendaraan Tempur Darat Tak Berawak AS. (@Qinetiq.com)

JakartaGreater – Perusahaan QinetiQ dan Pratt Miller Defense telah menyerahkan prototipe pertama dari Kendaraan Tempur Robotik – Ringan (RCV-L) ke Pusat Sistem Kendaraan Darat (GVSC) Komando Pengembangan Kemampuan Tempur Angkatan Darat AS (CCDC), dirilis situs Qinetiq.com, 11-11-2020.

RCV-L adalah kendaraan tempur darat tak berawak hybrid-electric (UGCV) yang dikembangkan dengan integrasi teknologi dari kedua perusahaan.

Dikirim ke GVSC pada tanggal 5 November 2020, kendaraan tempur darat tak berawak hybrid-elektrik (UGCV) yang dibuat khusus adalah yang pertama dari empat sistem yang akan dibangun di bawah kontrak mulai Maret tahun ini.

Selain UGCV ringan, tentara juga sedang dalam proses memperoleh RCV menengah dan berat. Empat prototipe RCV medium akan dikirimkan oleh Textron.

“Unit ini adalah yang pertama dari empat kendaraan yang dikembangkan untuk mendukung Eksperimen Operasi Prajurit Tim Tak Berawak (MUM-T), yang direncanakan untuk tahun 2022, dan merupakan tonggak penting untuk program tersebut,” Michael Rose, ujar Kepala Cabang untuk platform tempur robotik , GVSC Ground Vehicle Robotics.

“Tim GVSC sekarang berencana untuk menambahkan Autonomous Mobility serta Government Furnished Software untuk paket Tethered UAS Multi-Mission Payload dan CROWS-J Lethality.”

RCV-L, Prototype Kendaraan Tempur Darat Tak Berawak AS. (@Qinetiq.com)

RCV-L adalah UGCV hybrid-elektrik yang dibuat khusus, mengintegrasikan kendaraan otonom modular ekspedisi (EMAV) Pratt Miller dan sistem kontrol robotik modular open system architecture (MOSA) QinetiQ.

Proyek prototipe RCV-L diberikan kepada QinetiQ Amerika Utara pada Maret 2020 melalui National Advanced Mobility Consortium. Perjanjian tersebut mencakup pengiriman dan dukungan empat platform RCV-L dengan opsi pengadaan hingga 16 sistem RCV-L tambahan.

Prototipe UGCV ringan dan menengah akan membantu layanan menentukan kelayakan mengintegrasikan kendaraan tak berawak ke dalam operasi tempur darat, dengan RCV ringan dan menengah yang akan mengambil bagian dalam eksperimen tingkat perusahaan pada akhir 2021.

Berbagai tes dan Eksperimen akan memungkinkan Angkatan Darat AS untuk membuat keputusan tentang bagaimana melanjutkan kendaraan tempur robotik pada tahun 2023.

Tinggalkan komentar