Mar 092018
 

Jet tempur F-15C Eagle yang bermarkas di Kadena, Jepang. © Lukegetsno via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pejabat Jepang menginginkan agar militer AS dapat memberikan informasi tentang antena yang jatuh dari jet tempur F-15C Eagle berbasis Okinawa pada akhir bulan lalu, seperti dilansir dari Stars and Stripes.

F-15C AS dari Pangkalan Udara Kadena kehilangan bagian dalam sebuah penerbangan tanggal 27 Februari, menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang. Antena itu memiliki ukuran sekitar 15 inci x 6 inci dan beratnya sekitar 3 kilogram.

Ketika ada benda terjatuh dari pesawat militer AS yang berbasis Okinawa, AS biasanya menginformasikan kepada Kementerian Pertahanan melalui Biro Pertahanan prefektur, kata Menteri Pertahanan Itsunori Onodera kepada wartawan pada hari Rabu. Itu tidak terjadi dalam kasus ini sampai Senin atau hampir seminggu kemudian.

Pejabat Jepang ingin tahu dari mana bagian tersebut jatuh, apakah sudah pulih jika ada kerusakan.

“Kami telah mengatakan kepada pihak AS agar memastikan memberi tahu kami”, kata Onodera, menurut juru bicaranya.

Pasukan AS di Jepang (USFJ) mengatakan kepada Stars and Stripes dihari Rabu bahwa bagian tersebut kemungkinan mendarat di laut dan “tidak menimbulkan ancaman bagi orang atau properti di lapangan”.

“USFJ bekerjasama dengan unit tersebut untuk menentukan alasan penundaan pelaporan. Begitu kejadian itu dilaporkan ke USFJ, kami memberitahu Pemerintah Jepang pada waktu yang tepat”, menurut keterangan USFJ.

Sejumlah rentetan kecelakaan pesawat baru-baru ini, termasuk tiga pendaratan darurat oleh helikopter Marinir pada bulan Januari, mendapat teguran yang langka dari pejabat Tokyo, yang mengirim spesialis perawatan pesawat dari Angkatan Bersenjata Jepang ke Stasiun Udara Korps Marinir AS di Futenma bulan lalu untuk mendapatkan pengarahan mengenai isu-isu tersebut.

Pada tanggal 13 Desember, jendela helikopter CH-53E Super Stallion telah jatuh serta mendarat di lapangan olah raga sekolah dasar yang berdekatan dengan pangkalan Futenma. Lebih dari 50 anak sekolah sedang bermain saat itu, dan seorang anak laki-laki sedikit terluka akibat kerikil melayang saat terjadi benturan.

Pada 7 Desember, sebuah bagian plastik yang diduga berasal dari helikopter militer AS ditemukan di atap sebuah sekolah perawat di Okinawa.

Pada bulan Oktober, sebuah helikopter CH-53E Super Stallion melakukan pendaratan darurat di ladang petani di luar Area Pelatihan Okinawa Utara setelah terbakar dalam penerbangan. Pesawat tersebut hampir terbakar total.

Pada bulan Agustus, pesawat MV-22 Osprey yang berbasis di Okinawa jatuh di lepas pantai Australia selama latihan, dan menewaskan tiga Marinir AS. Namun militer AS tidak sendirian mengalami kecelakaan terkait dengan penerbangan di Jepang.

Helikopter CH-47J Pasukan Bela Diri Jepang yang ditugaskan menuju Naha Air Base Okinawa menjatuhkan sebuah pintu kargo belakang saat melaksanakan latihan, Selasa malam di prefektur Kagoshima, menurut pernyataan JASDF. Tidak ada luka.

Dua tentara Jepang terbunuh bulan lalu, pada saat sebuah helikopter AH-64 Apache menabrak sebuah rumah di prefektur Saga. JASDF dan Maritime SDF kehilangan tujuh awak kapal dalam dua kecelakaan helikopter di laut pada bulan Agustus dan Oktober tahun lalu.

Bagikan: