Sep 112017
 

Osaka, Jepang

Osaka – Etnis Korea yang tinggal di Jepang resah menyaksikan peningkatan ketegangan terkait Korea Utara dan mencemaskan dampaknya terhadap komunitas mereka karena sikap Pyongyang.

Sekalipun antipati publik terhadap etnis Korea ternyata tidak melonjak tajam dalam kaitannya dengan reaksi atas uji coba terbaru nuklir dan peluru kendali Korea Utara, masyarakat Korea sudah menjadi target perundangan nasionalis Jepang sesudah kejadian yang sama di masa lalu.

Jepang mensahkan undang-undang anti kebencian tahun lalu, yang dapat mengurangi aksi pelecehan terhadap komunitas itu, tapi isu ini masih diamati, kata Gyeong-su Moon, Profesor kajian etnis Korea di Universitas Ritsumeikan di Kyoto.

“Ketika Korea Utara meluncurkan peluru kendali atau melakukan uji coba nuklir, sebagai contohnya, sekolah Korea menjadi sasaran empuk untuk perundangan dan tuduhan di Jepang,” tambah Gyeong-su Moon.

Korea Utara melaksanakan uji coba nuklirnya yang paling kuat minggu lalu , dan di akhir Agustus 2017 menembakkan sebuah Rudal balistik di atas Hokkaido di Utara Jepang dalam aksi unjuk kekuatan baru.

Di kota bagian Barat Jepang, Osaka – tempat tinggal bagi populasi terbanyak etnis Korea di negara itu hanya sedikit yang bersedia untuk berbicara tentang Korea Utara, dan mereka yang bersedia memberikan pandangan beragam mengenai aksi Pyongyang.

Pu Kyon Ja, pemilik toko yang menjual pakaian tradisional Korea dan generasi kedua warga Korea di Jepang, mengatakan bahwa ia merasa usaha Korea Utara membangun persenjataan nuklir adalah reaksi alami untuk mengatasi ancaman Amerika Serikat. “Saya tidak bisa menjelaskan ini dengan terbuka, tapi saya diam-diam dan merasa itu bagus,” katanya tentang usaha Korea Utara membangun program nuklir.

Korea utara berada “di bawah tekanan tinggi dari masyarakat internasional, yang saya pikir harus berakhir. “Saya mengamati situasi sekarang ini dengan harapan besar,” kata Pu Kyon Ja. Di sisi lain, Chung Kap-su, seorang etnis Korea keturunan kedua yang lain di kota itu, mengatakan dia berharap Korea Utara menghentikan provokasi lebih lanjut dan mencari penyelesaian yang damai melalui dialog dengan Korea Selatan.

“Korea Utara tidak dapat mengalahkan Amerika Serikat, mudah mudahan mereka mengubah sikap.” Sekitar 453.096 orang warga Korea Selatan dan 32.461 orang warga Korea Utara tinggal di Jepang tahun lalu , menurut data pemerintahan. Banyak yang dipaksa untuk pindah ke sana selama pendudukan Jepang di Semenanjung Korea sebelum dan selama perang dunia II. (Antara/Reuters).

  2 Responses to “Reaksi Warga Korea di Jepang Atas Rudal Korea Utara”

  1. Tenno Heika Banzaii… Tenno Heika Banzaii… Banzai… Oretachi wa Ichiban. Sekai no Ichiban… Amerika korosh !!!!

  2. Banzaiii… Bantaii… Pantai…. xixixixi

 Leave a Reply