Reinkarnasi Kapal Dagang Menjadi Mesin Perusak

13
332
060715-N-4104L-015 Java Sea (July 15, 2006) - The Indonesian frigate KRI Karel Satsuit Tubin (KST 356) operates with USCG Cutter Sherman (WHEC 720) during a maneuvering event as part of the at-sea phase of exercise Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) Seven U.S. and Indonesian Navy ships are operating together. CARAT is an annual series of bilateral maritime training exercises between the United States and six Southeast Asia nations designed to build relationships and enhance the operational readiness of the participating forces. U.S. Navy photo by Senior Chief Mass Communication Specialist Melinda Larson (RELEASED)

Kapal Frigat adalah kapal yang dirancang untuk mempertahankan kapal induk dari serangan kapal selam. Biasanya kapal ini memiliki bobot yang tidak terlalu berat, hanya berkisar 3000 ton. Bahkan, kapal frigat milik Angkatan Laut Inggris hanya berbobot kurang dari 3000 ton.

Untuk persenjataan, kapal ini dilengkapi dengan rudal antipesawat, senjata, meriam otomatis, rudal kapal selam dan torpedo. Frigat juga membawa peralatan sonar untuk melacak kapal selam.

Namun siapa sangka pada awal abad ke-16 dan 17 frigat merupakan kapal dagang yang ramping dengan sistem penggerak layar atau dayung. Baru pada akhir tahun 1600, Angkatan Laut Inggris mengadopsi frigat dan dirubah menjadi kapal perang dengan dilengkapi 30 sampai 50 senjata.

Pada tahun 1855 lahirlah frigat bermesin uap yang dibuat oleh Inggris dan diberinama kapal escort. Tidak mau kalah, Angkatan Laut AS akhirnya juga membuat sejumlah kapal frigat dengan bentuk yang lebih besar. Tahun 1975 nama kapal frigat kemudian digunakan secara internasional.

13 COMMENTS

  1. @ Bung Prayo: gak usah nguatirin gambar peta pengguna 3M54. Nggak ada bukti atw statment baik langsubg atwpun enggak dari pihak Rusia & Malaysia. Tuh rudal cuma dipamerin di MAKS Air Show aja. Lagian mw diluncurin darimana org Malon gak pny platfomnya kok. panjang 3M54 aja 8 m lebih. Diangkat pake Su30MKM masih lum bisa, KD Lekiu class juga gak muat. Itu juga bukan rudal pertahanan pantai macam Bastion P aka Yakhont gitu. Andai bisa beli sekalipun kalo gak bisa make ya sama aja. Kecuali kalo dia dah beli kilo 636,3 atw Gepard atw Su34 baru ane percaya mereka bisa beli dan bisa make. Jangan samakan Indonesia/India yg segala platfom sama senjatanya bisa dipadu blok barat dan timur.

  2. Lah terus kapan dong calon KRI pengganti KRI kelas Ahmad Yani seperti gambar diatas (KRI Karel Satsuit Tubun (356)) akan ditambah, sudah 35 tahun KRI kelas Ahmad Yani TNI-AL berdinas menjaga kedaulatan Laut NKRI ini saatnya perlu Regenerasi dan Reinkarnasi KRI Fregat baru lainnya

  3. Alutsista tni sepertinya hampir semua unsur dalam posisi “darurat” …. jadi perlu dtangani dengan segera oleh pemerintah yang disertai dengan dukungan politik anggaran yang kuat dari parlemen di senayan. Legislatif semestinya mendorong agar pemerintah mempercepat proses peremajaan dan modernisasi alutsista milik tni

LEAVE A REPLY