Jun 292016
 

Menurut seorang sumber yang hadir dalam ajang Trade Media Briefing 2016 yang diselenggarakan oleh Airbus Defence and Space di Munich, mengatakan bahwa Pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan untuk membeli jet tempur Dassault Rafale atau Eurofighter Typhoon. Tiga faktor utama dipilihnya dua jet tempur itu adalah karena keduanya sudah combat proven, bermesin ganda, dan pihak pabrikan masing-masing menawarkan skema kerja sama, termasuk dalam hal perawatan pesawat.

Saat ditanya, apakah Malaysia tidak ingin membeli Su-35 atau penempur lainnya karena sudah memiliki Sukhoi Su-30MKM sebanyak 18 unit lengkap dengan persenjataannya? “Bisa saja, tapi saat ini arah yang paling kuat adalah kepada Rafale atau Typhoon,” ujar sumber itu.

Namun, ia tidak dapat menjamin 100% karena politik di Malaysia sangat berperan besar dalam memilih salah satu Alutsista yang akan dibeli. Ramai dibicarakan A, bisa jadi pemerintah tiba-tiba membeli B. “Itulah gambaran di Malaysia,” tambahnya.

Jika pemerintah Malaysia jadi mendatangkan Rafale atau Typhoon, maka sama dengan menghadirkan pisau baru ke kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Perimbangan kekuatan di kawasan regional akan makin terasa.

Singapura mengandalkan F-15SG dan F-16C/D yang sedang melakukan upgrade radar ke AESA.

Indonesia mengandalkan Su-27/30, F-16A/B, dan F-16C/D, Thailand mengandalkan F-16A/B dan Gripen C/D, Vietnam mengandalkan Su-27/30, Malaysia mengandalkan Su-30MKM dan F/A-18D.

Sementara, Australia mengandalkan F/A-18A/B, F/A-18E/F, EA-18G, dan F-35.

Dari sisi persenjataan, pesawat-pesawat yang disebut hampir semua dapat membawa rudal-rudal mutakhir. Sementara, pesawat Rafale maupun Typhoon sudah disiapkan mampu membawa rudal-rudal mutakhir andalan Eropa produksi MBDA seperti ASRAAM, MICA, Meteor, Brimstone/ SCALP EG, dan lainnya.

Negara-negara lain tak hanya telah melengkapi kekuatannya dengan pesawat tempur, tetapi juga dengan pesawat misi khusus (AEW&C) yang akan memandu pesawat tempur di medan pertempuran.

Mereka juga telah membeli satu paket pesawat tempur lengkap dengan persenjataan dan suku cadangnya untuk beberapa tahun ke depan. Tidak “ngeteng” dan membiarkan penempurnya menjadi macan ompong terlebih dahulu selama bertahun-tahun.

Kehadiran berbagai jet tempur modern di kawasan yang saling berdekatan akan membawa pengaruh signifikan. Intersepsi antarpesawat akan sering terjadi dengan alasan utama adalah menjaga dan mengamankan kedaulatan udara masing-masing. Selain itu, diplomasi dari sisi kekuatan senjata juga akan meningkat tajam.

Sumber: Roni Sontani/Majalah Angkasa

  41 Responses to “Rencana Pemerintah Malaysia untuk Membeli Rafale atau Typhoon”

  1. Ada duitnye…?

  2. Bagus itu…xixixi

  3. Indonesia cukup fa50 korea dan super tukino

  4. Duite sopo?
    Hahahahaha

  5. Koq nasibe podo…
    Iseh rencana….mboh sido…mboh ora….

  6. mantapppp…malaysia memang Ok baget..pemerintahnya ngak terlalu banyak mikir..segera beli aja refale atau typhon 18 unit..murah cuman $ 130 juta per unit ..malaysia negara kaya..jangan kalah dengan indonesia yang baru rencana..analisa..menimbang..memutuskan..evaluasi lagi…mikir mikir2…dipertimbangkan lagi…tunda dulu nanti aja kalau sudah mau perang baru beli…sekarang ngak mungkin ada perang..mending duitnya beliin dulu semen dan besi untuk bangun infrastruktur…

  7. Malay beli pesawat yg paling jaguh,yg bisa eject ka hanggar kah..kah..kah..

  8. Pertempuran pespur sdh dgn rudal yg jaraknya puluhan km. Yg radarnya bisa ngendus musuh duluan punya kesempatan ngluncurin rudal lebih dulu dgn syarat rudalnya bisa menjangkau sesuai jangkauan radar pespur tsb.

    Dari darat harus di dukung dgn sam biar makin ketat celah yg akan di tembus.

    Su35 dah pasti kita akan punya.
    Tiphoon dan rafale kita jg perlu mendptkannya.

    Grippen.. hmm.. terserah dephan aja deeh..

    • yang bagus itu adalah su 27 skm ++.
      pada bingung deh..
      ha ha ha

    • Dalam perang BVR One Vs One bahwa kemampuan Jamming, RWR, serta ECM masing masing pesawat akan sangat berguna
      Namun realitanya perang BVR biasanya bukan hanya melibatkan satu pesawat lawan satu pesawat, tetapi banyak pesawat berserta pendukungkungnya menhadapi pesawat lawan.
      Disini tentunya selain taktik dan kemampuan pilot, peran pesawat peringatan dini AWACS sangat berperan besar.

      Dalam perang BVR One Vs One, Sukhoi Indonesia sudah cukup bisa memberikan perlawanan dengan pesawat tetangga. Namun dalam kemampuan radar, masih kalah dengan F-15 SG, Su-30 MKM dan F-18 Super Hornet. Sedangkan dengan pesawat lain seperti F-16 Block 52, Grippen C/D dan F-18 Hornet masih relatif seimbang. Radar Sukhoi baru bisa menang dari radar F-16 MLU Thailand.

      Sukhoi Indonesia Tidak “Ompong”!

  9. Bukan “Rafale atau Typhoon”.
    Tapi “Rafale dan Typhoon”.
    Kedua-dua pesawat akan dibeli oleh Malaysia (tentunya dengan utang kesana-kesitu).
    Rafale 1 skuadron dan Typhoon 1 skuadron.
    Maka Indonesia harus mengantisipasinya dengan membeli:
    1 skuadron Su-35
    1 skuadron Rafale
    1 skuadron Gripen NG.
    Typhoon nggak usah dibeli. Patih nggak suka Inggris yang suka ngembargo.
    Gripen rawan embargo juga, namun kita memang butuh itu pesawat. Tapi tawaran ToT nya yang membangkitkan gairah itu nggak usah terlalu dipercaya.

  10. ayo malaysia beli yg banyak rafale atau typhoon.. Setelah itu klaim dan rebut salah satu pulau diindonesia.. Biar pjbt nkri bener 2 bangun dr tidur pnjgnya.. Bnr 2 memperkuat militer dan tdk hanya sekedar wacana, rencana dan mimpi doang..

  11. Lanud yg di prioritaskan kemhan sedang di bangun atau dikembangkan:
    1 natuna : su 35 (16unit )
    2 saumlaki : rafale (24 unit *8 di madiun,16 di mesir)
    3 biak : 32 gripen NG ( Proses 2016-2019)

  12. HEHEHEHE…ADA YANG PERCAYA BERITA INI??? MACAM TAK TAHU KEKUATAN KEWANGAN DAN EKONOMI MALAYSIA SAJA. BIARKAN SI MALAY BERKHAYAL SETINGGI LANGIT…..HEHEHEHE

  13. Sak karepmuuu…..!

  14. Ngimpi bro…. bangun……

  15. pasti dalam hati yg suka ngehujat ni negara berbicara” LHO…SEBENARNYA YG KAYA NEGARA KITA ATAU MEREKA YA?????….WKkwkwkwkwwkwk

  16. Palingan ujung2nya nyewa pesawat..Hahaha..

  17. perlu diakui dalam urusan pertahanan pjbt malaysia lebih paham dan gesit.. Respon sm situasi dan gak setengah setengah dlm pembelian alutsista.. Beda sm indonesia … Mau beli sukro 8 biji saja wacana sejak duluuu kalaa…

  18. Rafa dan typon udah ada…

  19. Nanti dikira goib lagi …. kalau saya bilang su family ada 2 skd…pada bingung..

  20. SARAWAK SEMAKIN BERGEJOLAK, SEMOGA CEPET MERDEKA,,,,,
    bung diego,,,, klo mo kirim foto gimana caranya?

  21. Dan akhirnya setelah menimbang memikir memperhitungkan maka diputuskan untuk membeli KFC / IFC….hahahhahaha…buat buka puasa…weeek

  22. tahniah pesanan malon telah datang 12rafale 16tiphoon….kalo indonesia lagi dipertimbangken..
    edisi nyiyir… :'(

  23. gengsi mungk salah satu faktor yg buat negara2 asean berlomba moderenisasi alutsista AU , klo malaysia pnya rafa atw typon psti negara tetangga ngak mau kalah trmasuk Ri jdi positf aja..

  24. sewa ajalah ya lon ya

    bayarnya jangan pake pisang atau nunggak tapi he he he

  25. Percaya la…malaysia tidak akan membeli pesawat tempur sampai tahun 2020 karena mereka sdg krisis ekonomi.mmg benar TUDM menginginkan pesawat tempur baru tapi menteri keuangan bilang uang tak ada…tak percaya?ayo kita lihat nanti..mrk depisit terus tiap tahun apalagi skrg harga minyak dunia udah jatuh sedangkan ekonomi nya selama ini sangat bergantung dari hasil penjualan minyak nya..

  26. duitnya udh abis kagak jadi beli hehehe….

  27. Biar aja si malon beli,, biar makin sengit dlm perlombaan pembelian senjata di asia tenggara.. biar pemerintah ga telat mikir…

  28. Imagine all the ‘people’ living life in peace…

  29. Program mrca malasya tidak akan terwujud sebelum Indonesia menentukan pilihan pespur kelas beratnya.

  30. Komen terakhir lebih logis…

  31. yuupp.. saling intip2 pan , jika si polan milih jenis A, maka si poltak milih ai B utk anti dot nya. makanya bagi mek yg awam, kesannya lama dan sprt di goreng2 trs, sampai gosong. 😀

  32. Typhoon sudah lama ada, rafale sudah pernah dog fight di laut selatan dekat banten selat sunda nyungsepin Australia punya…..

  33. Malon pengen rafale tapi takut ama majikan yg udah nyodorin typhoon duluan

 Leave a Reply