Des 012014
 
Panglima TNI Jenderal Moeldoko (photo:Kompas.com)

Panglima TNI Jenderal Moeldoko (photo:Kompas.com)

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko tak main-main dalam upayanya menindaklanjuti permintaan Presiden Joko Widodo untuk menenggelamkan kapal illegal fishing. Jenderal bintang empat ini meminta KSAL Laksamana Marsetio untuk membuat rencana matang terkait hal itu.

“Kita rencanakan untuk penenggelaman kapal illegal fishing. Saya perintahkan KSAL untuk disiapkan perencanaan dengan baik,” ujar Moeldoko usai membuka Latgab Detasemen Penanggulangan Teror (Gultor) dan Paskhas di Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (1/12/2014).

Perencanaan yang matang, kata Moeldoko, sangat diperlukan karena jangan sampai malah menjadi kontraproduktif untuk Indonesia di mata internasional. Namun kata dia, sikap tegas Indonesia harus tetap ditunjukkan.

“Jangan sampai kita masuk dalam situasi kecaman global yang harus diwaspadai. Tapi sikap tegas harus kita tunjukkan sesuai perintah presiden,” ujar Moeldoko.

Jokowi dalam kesempatan sebelumnya menyatakan dalam upaya penenggelaman kapal illegal fishing itu, para awak kapal harus diselamatkan terlebih dahulu. Senada dengan itu, Moeldoko menekankan perlunya kehati-hatian.

“Jangan seolah itu kapal yang ada manusianya ditembak pesawat tempur. Nanti kita sampaikan, kesannya kapal yang masuk wilayah kita ditempak pesawat tempur. Jangan sampai begitu,” ujar Moeldoko. (Detik.com).

  87 Responses to “Rencana Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Disiapkan”

  1.  

    Semoga mbah bowo cepet mati aamiin, daripada jadi antek malay yang maling ikan mending doa in mati, tenggelamkan saja semua kapal maling jangan ragu, jangan kayak jaman pak beye, di biarin maling berkeliaran di laut

  2.  

    Mbah bowo sak jane koe ikisopo toh?

  3.  

    Mbah bowo kenapa sih paranoid banget dengan pla ? Kita kan punya kopassus. Kita kan punya sukhoi baru, sub marine, rudal lapan

  4.  

    NGEBET mah bahasa betawi, bukan bahasa malon, PE’A luh

  5.  

    Mbah bowo oh mbah bowo ,,
    sejak di zaman Sriwijaya,Majah Pahit,Mataram
    NKRI , Nusantara Kesatuan Repoblik Indonesia ,,
    Berlambang Garuda, ber Bendera Merah Putih , dengan kandungan Arti Merah berani, Putih suci ,
    Nusantara ini tidak akan GENTAR oleh siapapun musuh di depan , baik itu portugis,belanda,japan,nica sekali pun . Dan pasukan dri negri china sekalipun . !!
    Kami akan hadapi bila mereka mnginjakan kaki di Negri ini dengan ke angkuhan . NKRI Merdekaaa !!!
    Maaf di sini bukan tempat orang orang pengecut seperti mbah ,, ingat Mbah kematian yg indah adalah kematian yg sllu membela Negara nya !!! JIHAD sbillilah.

  6.  

    Omogan simbah ad benarnya , ini bukan masalah berani atau tidak. Kita perlu berhitun g sebelum gelut. Cina itu punya 1000 peswat tempur, puluhan submarine, rudal antar benua ribuan km., nuklir, tentara 2 jt, penduduk 2 m. Lahhh kita pesawat cuma ketengan, submarine itungan jari , rudal yakhont palin g banter 300 km.