Des 222018
 


F-16 Angkatan Udara Singapura (foto : Murray Wilson/Stuff)

Pada bulan September 2017 pesawat tempur F-16 milik Angkatan Udara Singapura berlatih selama empat minggu di pangkalan udara Akehakea, Selandia Baru

Saat itu ada optimisme satu skadron F-15 Singapura dapat ditempatkan di pangkalan udara itu.
Namun karena kekurangan infrastruktur, penempatan tersebut kemungkinan akan ditolak.

Menteri Pertahanan Ron Mark mengatakan kedua belah pihak menyimpulkan proposal (penempatan F-15 Singapura) tersebut tidak dapat dilanjutkan, karena tanpa anggaran yang besar, bandara Ahakea tidak dapat menjadi markas skadron F-15 Singapura.

Mark mengatakan konsep sebenarnya telah mendapat dukungan kuat dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dan dirinya kecewa dengan hasil akhirnya.

Mark sudah memperhatikan saran resmi tentang berbagai aspek dari proposal Singapura setahun ini, namun menempatkan jet tempur di sana dalam jangka panjang akan membuat tekanan berat pada kapasitas lapangan terbang dan wilayah udara di atasnya. Menurutnya “Singapura juga menyimpulkan bahwa persoalan anggaran adalah faktor (penyebabnya).”

Wilayah udara Singapura yang sempit, dan terjepit diantara Malaysia dan Indonesia membuat penerbangan pesawat tempur dan militernya sangat terbatas.

Selain rencana untuk menempatkan satu skadron F-15 di Selandia Baru, Singapura sudah menempatkan armada pesawat tempurnya diluar negeri seperti di Prancis, Amerika Serikat dan Australia Barat.

Stuff

Bagikan
 Posted by on Desember 22, 2018