Resimen Artileri 3 Marinir Pasmar 3 Gelar Latihan Perorangan Kesenjataan di Sorong Papua

Latihan

Resimen Artileri 3 Marinir (Menart 3 Mar) Pasmar 3 melakukan Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan prajurit sebagai pengawak material tempur.

Latihan digelar di wilayah Kelurahan Katinim, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong Papua Barat, Senin, 23 Agustus 2021. LPK Resimen Artileri 3 Marinir kali ini, menggunakan 1 pucuk meriam Howitzer 105 mm dan 1 pucuk RM 70 GRAD MLRS. Adapun rangkaian latihan yang dilaksanakan di antaranya, orienter Bousolle dan Director, penjajaran Howitzer 105 mm, penjajaran RM 70 GRAD MLRS, serta prosedur komunikasi dengan satuan kawan yang sedang melaksanakan manuver.

Baca Juga:

Senapan Mesin Ringan PPK-20 Kalashnikov Khusus untuk Pilot
Kalashnikov Pamer Karbin Baru dengan Barel Dapat Diganti di ARMY-2021
TNI AL Pecahkan Rekor MURI Memasak Rendang Peserta Terbanyak

Kegiatan LPK ini membutuhkan kesiapan yang baik agar drill yang dilakukan dapat maksimal mulai dari masuk daerah steling, melakukan penjajaran, sampai pada posisi sikap tempur, dan siap untuk menembak.

Komandan Resimen Artileri 3 Marinir (Danmenart 3 Mar) Letkol Mar Idha Mochammad Basri SE.,M.M mengatakan, walaupun LPK tersebut hanya simulasi diharapkan seluruh personel agar serius melaksanakannya, karena sewaktu-waktu jika di terjunkan ke medan sebenarnya sudah siap.

Baca Juga:

Pasukan Khusus Gabungan TNI AL Latihan di Situbondo
Kisah Annisa Rizkika Menangis Haru Direstui Panglima TNI Jadi Prajurit
KRI Golok-688, Kapal Perang Trimaran yang Perkuat Striking Force TNI AL

Selanjutnya Letkol Mar Idha Mochammad Basri menyampaikan, agar seluruh personel tetap mengutamakan Zero Accident dalam melaksanakan setiap problem yang diberikan oleh pelatih di lapangan, dengan tujuan untuk mengasah dan mempertajam kemampuan dalam mengawaki kesenjataan yang merupakan tugas pokok prajurit Artileri Korps Marinir.

“Lebih baik dipersiapkan senjata ini tapi tidak dipakai, daripada dipakai tapi meriam Howitzer 105 mm dan 1 pucuk RM 70 GRAD MLRS tidak siap,” kata Danmenart 3 Marinir Letkol Mar Idha Mochammad Basri.

Leave a Reply