Des 252016
 

Permukiman Israel di Jerusalem Timur (Reuters/ Ronen Zvulun)

Gaza – Suara dukungan besar pada Jumat (23/12/2016) di Dewan Keamanan (DK) PBB bagi resolusi yang mengutuk permukiman Yahudi di Wilayah Palestina adalah kemenangan besar buat diplomasi Palestina, kata bebera pengulas.

Mereka percaya Resolusi baru 2334, yang mendapat 14 suara dukungan dan satu suara abstein, selama sidang khusus DK PBB yang diselenggarakan di New York, akan mendorong rakyat Palestina untuk melakukan tindakan lain guna menuntut Israel di berbagai lembaga dan mahkamah internasional.

Pemungutan suara mengenai resolusi itu dilakukan atas permintaan empat negara –Venezuela, Senegal, Malaysia dan Selandia Baru– cuma 24 jam setelah Mesir, yang memimpin kelompok Arab, tiba-tiba memutuskan untuk menarik resolusi anti-permukiman yang mulanya akan diajukan ke DK PBB pada Kamis.

“Suara yang mendukung resolusi itu adalah kemenangan bagi kebijakan diplomasi Palestina dan bagi kebijakan Presiden Mahmoud Abbas,” ujar Nabul Abu Rdeinah, Juru Bicara Presiden Palestina. Ia menambahkan, “Itu memperkuat visi penyelesaian dua-negara dan mengutuk semua tindakan yang telah dilakukan Israel di tanah Palestina.”

Ahmed Ragiq Awad, penulis dan pengulas politik yang berpusat di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, mengatakan kepada Xinhua tak ada keraguan bahwa resolusi tersebut “adalah kemenangan besar diplomatik bagi rakyat Palestina, dan dikeluarkan di tengah ketidakseimbangan parah kekuasaan dengan Israel –yang telah berlangsung selama bertahun-tahun”.

“Resolusi tersebut dipadang sebagai kemenangan bersejarah bagi Palestina sebab resolusi itu dikeluarkan setelah 37 tahun sejak resolusi terakhir dikeluarkan oleh DK PBB yang menentang permukiman Israel,” kata Awad. Ia menyatakan, “Resolusi itu juga menyeru Israel agar menghentikan pembangunan permukiman.” Pengulas tersebut juga mengatakan suara dukungan besar di DK PBB “berarti sangat banyak buat rakyat Palestina, sebab mereka tidak memiliki alat yang memadai untuk melawan pembangunan permukiman, kecuali melalui lembaga internasional”.

Ia menyatakan rakyat Palestina telah banyak bertaruh dalam mengajukan konsep anti-permukiman ke DK PBB sebelum Presiden AS Barack Obama meninggalkan Gedung Putih. “Saya percaya rakyat Palestina berhasil dalam masalah ini,” katanya.

Pembangunan Permukiman Israel adalah salah satu masalah rumit utama dalam konflik antara Israel dan Palestina, dan itu adalah alasan utama bagi terhentinya perundingan perdamaian yang ditaja AS yang sempat berjalan selama sembilan bulan dan terhenti pada April 2014.

Hani El-Masri, pengulas politik yang berpusat di Ramallah, mengatakan kepada Xinhua, suara yang mendukung resolusi itu dan kenyataan bahwa Amerika Serikat tidak memvetonya “menunjukkan masalah Palestina adalah masalah keadilan”. Ia menambahkan, “Resolusi tersebut secara politik dan hukum penting, dan rakyat Palestina dapat mengembangkan strategi masa depannya mengenai itu.”

Antara/Xinhua-OANA

  16 Responses to “Resolusi PBB Tentang Permukiman Israel, Kemenangan Bagi Diplomasi Palestina”

  1.  

    Terus tinggal eksekusi…mau gak ya israel..

  2.  

    Sptnya israel bakal ditinggal amerika nih, jika benar, maka yahudi tdk akan memiliki sekutu lg, dan saat itulah, indonesia bs hancurkan israel dgn mudah..krn indonesia tdk ada hubungan diplomatik dgn israel, jadi kita bs bebas bombardir israel dgn jet2 tempur kita …kasian deh yahudi dtinggal sekutu terkuat nya…

  3.  

    indonesia diwakilkan malon yg paling jaguh dunia akirat…

  4.  

    jangan bilang iindonesia tdk punya andil ya.. coba cek konferensi anggota OKI maret 2016 di jakarta itu dulu lg bahas apa? jgn cuma bisa nyinyir ya.. kl bisa doa in palestina ya doain aja itu lebih baik dr pada nyinyir

  5.  

    Venezuela, Senegal, Malaysia dan
    Selandia Baru adalah anggota Tidak tetap DK PBB jadi wajar memiliki suara dalam forum tersebut dan memang harusnya seperti,

    indonesia itu tdk mnjadi anggota DK,jadi susah

  6.  

    allhamdulillah ya

  7.  

    ko bisa bisa nya indonesia yg suka ngirim pasukan ke pbb gak punya duta tidak tetap dk pbb

    •  

      bro anggota dewan keamanan pemilihan, jdi ga ada perwakilan tiap negara, cm ada 15 negara. klo sdh abis msa keanggotaan nanti pemilihan lagi. ga ush tensi klo indonesia ga bersuara di dk pbb, krna ga punya hak suara.

  8.  

    indonesia 3 kali jadi anggota tidak tetap DK PBB : 1974, 1995 dan 2007,

    sekarang RI mencalonkan diri untuk rentang waktu 2019 – 2020, bersaing dengan MALDIVES …