Jan 112014
 
Kapal Selam Kilo buatan Rusia

Kapal Selam Kilo buatan Rusia

Indonesia pernah menjadi Negara yang memiliki kekuatan angkatan laut terbesar kedua di Asia. Kekuatannya berintikan Kapal Penjelajah kelas Sverdlov, KRI Irian, yang berbobot 16.640 ton dan berawak 1.270 orang termasuk 60 perwira memiliki 12 meriam raksasa kaliber 6 inci.

Indonesia juga pernah memiliki 12 Kapal Selam (KS) kelas Whiskey, Kapal Tempur kelas Fregat. Sedangkan di udara hadir pembom torpedo Il-28T, heli Mi-4 Anti KS, serta AS 4 Gannet. Namun sayangnya, kondisi Alut Sista saat ini jauh dari kebutuhan untuk menjaga dan mempertahankan Negara.

Kekuatan TNI AL khususnya, kapal perang sebagai inti kekuatan laut saat ini memang menunjukkan jumlah yang cukup besar. Namun, menjadi pertanyaan apakah sudah memenuhi postur pertahanan Negara yang dibutuhkan?

Kapal Republik Indonesia (KRI) berjumlah 132 kapal, KRI, dengan kekuatan utama berupa kekuatan pemukul (Striking Force) terdiri dari 40 KRI yang memiliki persenjataan strategis. Utamanya dua KS jenis Cakra, sejumlah Fregat dan Korvet.

Kapal pemukul TNI AL secara jumlah masih kurang memadai. Apalagi, pada umumnya merupakan kapal hasil refit dan rearm atau diganti mesin penggerak dan persenjataannya, kecuali 4 Korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) yang dibeli dalam keadaan baru. Ada juga beberapa Kapal Cepat Roket maupun Kapal Cepat Torpedo produksi dalam negeri yang kecil, dengan kelaikan laut terbatas.

Membangun Kembali Kekuatan TNI-AL
Pembangunan kekuatan pertahanan Negara perlu terus dilakukan untuk menghadapi hakikat ancaman dengan memperhatikan perkembangan lingkungan strategis, kondisi geografis serta tugas pokok. Pada akhirnya mengarah pada penggelaran dan pengerahan kekuatan untuk efek penangkalan serta pada saat diperlukan untuk memenangkan pertempuran dalam mempertahankan keutuhan serta menjaga keamanan Negara RI.

Salah satu isu yang mengemuka saat ini adalah tentang pembelian KS untuk memperkuat kemampuan tempur laut TNI. Pilihan terhadap penambahan KS cukup masuk akal. Ini mengingat kemampuannya sebagai senjata strategis yang memiliki daya tangkal yang memang sangat dibutuhkan di tengah sikap arogan Negara-negara sekitar kita saat ini.

KS merupakan alutsista yang memiliki kerahasiaan tinggi, khususnya terhadap misi yang dijalankan, komposisi, disposisi, serta dalam aspektaktis, kesulitan lawan dalam menentukan posisi tepat KS untuk melakukan tindakan peperangan anti KS.

Ada beberapa tugas yang dapat dikerjakan oleh KS. Antara lain: pengendalian laut, anti KS dan kapalatas air, pengintaian, pendaratan pasukan khusus di pantai lawan, Search and Rescue, intelligence, surveillance, and reconnaissance, dukungan terhadap gugus tempur laut, peperangan ranjau, angkutan barang dan orang yang sangat berharga serta serangan terhadap sasaran di pantai lawan dengan menggunakan peluru kendali.

Beberapa pilihan silih berganti muncul kepermukaan. Beberapa diantaranya adalah jenis Scorpen buatan Prancis, Kilo buatan Rusia, U-209/ 1400 buatan Jerman dan Changbogodari Korea Selatan. Bahkan, tiga KS jenis Changbogodari Korea Selatan akan tiba mulai tahun 2014 atau 2015.

Menjadi pertanyaan, apa jenis dan berapa jumlah KS yang masih kita butuhkan untuk menambah kekuatan yang telah ada saat ini?

Dilihat dari kondisi hidrografi, Indonesia bagian barat berupa perairan dangkal, sedangkan wilayah timur merupakan perairan dalam. Dengan demikian, KS yang dibutuhkan adalah jenis sedang, yang mampu beroperasi di perairan pantai. Di saat sama, juga mampu beroperasi di laut dalam pada wilayah yang cukup jauh dari pangkalan, sekitar 200 mil sampai Zona Ekonomi Eksklusif.

Terdapat 51 negara di dunia yang memiliki KS. Di Asia Tenggara sendiri ada Singapura (Challenger dan Archer), Malaysia (Scorpen), dan untuk kawasan Asia lainnya ada RRC, Jepang, India (Foxtrot, U-209, Kilo, Scorpen, Akula, dan sedang mengembangkan Arihant yang merupakan KS berpeluru kendali dengan tenaga pendorong nuklir).

Kini, ada juga tawaran hibah dari Rusia, yakni dua buah KS jenis Kilo, yang merupakan KS disel listrik. Rencananya, angkatan laut Federasi Rusia akan menggantikan KS kelas Kilo dengan KS Kelas Lada, namun proyek ini ditunda karena ditemukan banyak kelemahan. Menurut buku β€œJane’s Fighting Ships 2011-2012”, sebanyak 18 KS Kelas Kilo masuk dalam jajaran kekuatan angkatan laut Federasi Rusia, mulai tahun 1981 sampai 1994.

Artinya, KS kelas Kilo yang paling baru pun sudah dipakai selama sekitar 20 tahun. Dan, kita tidak pernah tahu bagaimana kondisinya saat ini mengingat KS sangat dirahasiakan keadaan dan keberadaannya.

Masih menurut publikasi tersebut, desain badan kapal kelas Kilo walaupun sudah lebih baik dibandingkan kelas Tango yang sudah tidak dipakai lagi oleh Rusia sejak tahun 2010, namun masih ketinggalan (fairly basic) dibandingkan dengan KS desain Barat. Selain itu, diingatkan juga dalam publikasi di atas mengenai baterai kelas Kilo yang telah menjadi sumber masalah dalam operasi di perairan hangat seperti di Negara-negara Asia. Ekspor terbanyak KS kelas Kilo adalah ke India yaitu, sebanyak 10 buah.

Senjata yang Diawaki
Sistem senjata angkatan laut memiliki keunikan, yaitu bukan manusia yang dipersenjatai, melainkan senjata yang diawaki. Dengan demikian, pendidikan awak kapal baik untuk operator maupun mekanik selalu panjang, bertahap, berjenjang dan berlanjut untuk memperkuat kemampuan individu dan terutama mengasah kerjasama tim. Pendidikan calon awak kapal selam lebih lama dibandingkan kapal atas air mengingat faktor kesulitan pengoperasian dan pemeliharaannya.

Di sisi lain, sudah sejak tahun 1970 TNI AL tidak lagi menggunakan KS kelas Whiskey dari Rusia. Dan, sejak tahun 1981 mulai menggunakan KS kelas U 209/ 1300 buatan Jerman. Sistem pendidikan awak KS merupakan faktor utama dalam kesiagaan sistem senjata, dan sudah sejak tahun 1980-an didesain untuk mengawaki KS Negara Barat.

Hibah dua buah KS kelas Kilo rasanya tidak akan menjadikannya sebagai tulang punggung kekuatan kapal selam TNI AL sehingga pendidikan awaknya pun akan mengalami kesulitan. Belum lagi kendala bahasa bagi para awak kapal yang lebih terbiasa dengan bahasa Inggris.

Kemampuan awak kapal merupakan ukuran kesiapan atau readiness, selain tentunya kesiapan teknis. Ditambah dengan kemampuan taktik dan kemampuan alat deteksi dan tingkat modernisasi persenjataan akan merupakan ukuran efektifitas, bahkan efisiensi kekuatan laut. Dengan demikian, selain masalah pelatihan, kesiapan teknis KS Kilo nantinya akan menjadi pertanyaan besar mengingat usia kapal yang rata-rata sudah di atas 20 tahun.

Kita perlu memperhitungkan kesediaan suku cadang yang diperkirakan akan langka dalam hitungan beberapa tahun serta bengkel dan teknis pemeliharaan kapal yang tentunya membutuhkan peralatan dan keahlian tersendiri serta kemungkinan modernisasi mesin pendorong, alat deteksi dan persenjataan, yang walaupun masih memungkinkan secara teknologi diperkirakan akan lebih mahal daripada membeli baru.

Dengan pemikiran di atas, kiranya pemerintah perlu mempertimbangkan kembali pengadaan KS kelas Kilo, yang walaupun merupakan hibah tentunya untuk perbaikan dan modernisasi sensor dan persenjataannya akan menggunakan APBN.

Mungkin program U-209/ 1400 buatan Jerman atau Changbogo Class dari Korea Selatan lebih feasible dalam jangka panjang, terutama bila mesin penggerak dan pendorongnya dikembangkan untuk menggunakan air-independent propulsion(AIP) serta dengan mengupayakan adanya transfer teknologi dalam pemberdayaan indutri kapal nasional.

Dengan pengadaan 12 KS yang relatif sejenis, maka masalah logistik akan menjadi lebih mudah dan murah, serta menjadi kekuatan penangkal yang diperhitungkan.

Rosihan Arsyad * Penulis adalah Laksamana Muda TNI (Purn), Gubernur Sumsel 1998-2013, President United in Diversity Forum, anggota Institute for Maritime Studies danAdvisory Board Member Conservation International Indonesia. (shnews.co /Sinar Harapan)

  74 Responses to “Review Pengadaan Kapal Selam Kilo”

  1. Pertamax

  2. Menurut saya berita di atas kok kurang relevan ya,bukannya hibah yg di tawarkan 10 buah ya,kok di atas cuma di bilang 2 buah aja,di atas cuma di singgung 2 kili class saja ,padahal ada tawaran ks amur juga kan,lagian pak pur kan bilang ada dua opsi beli bekas retrofit apa beli baru,tim nya aja batu brangkat ke rusia akhir januari ini,kok berita di atas udh seolah2 mengarahkan bahwa tidak usah ambil ks rusia,berita di atas berbau unsur barat,ini hanya opini saya

  3. Gw termasuk yg gak setuju dgn Kilo bekas ini, knp.? Jwb nya simpel aja, kapal buatan Sovyet dan blok timur cenderung kurang baik, seadanya. Liat aja kondisi Parchim sekarang. Bandingkan dgn Fatahilah buatan Belanda ato Mandau yg buatan Korsel, kedua nya lebih tua tp lbh bagus kondisinya. Kilo bekas ini uda tua bgt, setahu gw blm pernah di upgrade apapun. Cakra kita lbh tua tp uda 2x upgrade (pertama di PT.PAL, kedua di Korsel). Fokus aja degh dgn Changbogo, tehnologi kapal Korea gak kalah dgn German.

  4. better prepare than sorry….

    pembelian Kilo menurut saya lebih kepada efek detterent dan stopgap sambil menunggu CangBogo siap dan kita dapat memproduksinya sendiri daripada tidak sama sekali

    proyeksi 12 kapal selam kalau hanya menunggu CangBogo keempat sampai selesai terlalu lama dan terlalu berisiko untuk keamanan kedaulatan kita, disamping mempertimbangkan perkembangan kawasan terutama peremajaan armada kapal selam Singapura dan Australia….CMIIW

  5. Bukan kah upgrade juga bth waktu.? Gak mungkn kan dateng, liat, setuju trus barang lgs dikirim. Cakra kita berapa lama tuh upgrade nya, setahun lbh klo gw gak salah inget. Bukan kah 2015 changbogo pertama udah melaut juga. Klo memang mau beli yg baru sekalian, tp nunggu juga tow 2015 ato 2016 bru datang. Pun benar, Kilo bakal jadi satu2nya kapal russia di TNI akan membuat sedikit kerepotan perawatan nya.

  6. Saya rasa memilih KILO bekas/baru adalah langkah yang kurang tepat !!! Karena menurut saya usia produksi kapal selam ini sudah tua, Rusia pun sudah berniat untuk menggantinya walaupun ada sedikit masalah, jadi buat apa kita beli barang yang sudah tidak relevan walaupun memiliki daya deterenc yang tinggi. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa petinggi TNI & Kemenham sepertinya tidak tertarik dengan Kapal Selam Jerman yang lain ex : U 212, U 214. Kapal selam ini tidak buruk menurut saya bahkan bisa mengungguli Scorpen, Archer, & Collins di kawasan sambil menunggu KS Amur sempurna seperti yang diharapkan. Bahkan ada yang mengatakan Collins Aus akan dapat dengan mudah megirim KILO Indonesia ke dasar laut :p

    NB : Kalau ingin ALUTSISTA yang memiliki tingkat deterenc tinggi maka belilah ICBM berhulu ledak Nuklir πŸ˜€

    • hehe klw nuklir ntar kawasan tambah panas..,, kita sudah mengasai tekno nuklir listrik dan untuk pengayaan kita juga bisa klw mau siih..,, dan kitapun pertama di asia yg produksi radioisotop yg dipakai untuk kedokteran, bahkan kita export(baca di ulasan web BATAN). tapi kita tidak ingin punya senjata nuklir, malah kita pengennya senjata nuklir dilucuti smua dari planet bumi ini.

      • Betul tuh bung,pengamat luar negeri aja meyakini klo emang NKRI punya niat bikin senjata nuklir udh dr dulu bikin,yg jelas indonesia secara tekhnologi udh bisa bikin,cuma sayangnya indonesia blom menguasai tekhnologi guidance missile,,,

        • gak usah pakai misil bawa pakai pesawat aja dijatuhkan kayak jaman dulu, tapi jangan sndirian harus dikawal pakai jet tempur juga.hehe. tapi mending janganlah, ini kayak pengecut habis bom lari trus bisa menang war. (menurutku siih..:D, piece)

    • Kalo minat….saya yakin minat, tapi ada penghalang yg kuat yang menghalanginya. Yang diantaranya adalah : 1. harganya terlalu tinggi 2. Type tertentu TIDAK AKAN DIJUAL ke TNI. 3. Jika dijual maka tidak disertai dg SEMUA persenjataannya, biasa hanya torpedo. Spt Chang bogo ternyata nantinya senjata yg ditenteng hanya torpedo, tidak bisa meluncurkan RUDAL.
      Sedangkan KILO, mampu membawa torpedo, Yakhont dan S Club. … dan harganya relatif lebih miring….apalagi kalo belinya borongan…..

      • wahh…wah…mas pakai beli borongan segala yaa..hehehee persis banget sama beli barang lusuhan aja.gitu bunyinyakan..????

        • Cara pemasaran “borongan” dapat discount tidak melulu terjadi pada “barang lusuhan” ,contohnya bisa dilihat pada kasus upaya pemasaran Rafale ke India, atau Pakfa Russia-India, Gripen NG ke Brasil atau JSF F35.

    • beli matahari aja bung,biar kuat panasnya..hehe…

  7. mana nich para suhu warjag. di tunggu analisnya. bung danu, bung new, bung diego, bung dexter bung-bung yang lain. bung satrio lagi ijin mou nangkap ikan kayaknya met bertugas semoga pulang membawa lebih dari yang di incar…. salam NKRI untuk bung semua

    • Yang boleh diperdebatkan itu, kalau barangnya belum ada.
      Kalau barangnya sudah masuk kalender…tidak perlu diperdebatkan πŸ˜€

    • Paling males menanggapi ulasan orang dalam, tapi gak ada hal baru, malah menampilkan argumen seadanya/mengada2, bahkan separo kebenaran (half truths).

      Yang half truth misal;

      > Selain itu, diingatkan juga dalam publikasi di atas mengenai baterai kelas Kilo yang telah menjadi sumber masalah dalam operasi di perairan hangat seperti di Negara-negara Asia. Ekspor terbanyak KS kelas Kilo adalah ke India yaitu, sebanyak 10 buah.

      Iran reportedly had turned to India in 1993 to help develop batteries for the three Kilo-class submarines Iran had bought from Russia. The submarine batteries provided by the Russians were not appropriate for the warm waters of the Persian Gulf, and India had substantial experience operating Kilos in warm waters (GlobalSecurity.org). Berarti ada solusi, yang ditampilkan hanya separo, problem.

      > Masih menurut publikasi tersebut, desain badan kapal kelas Kilo walaupun sudah lebih baik dibandingkan kelas Tango yang sudah tidak dipakai lagi oleh Rusia sejak tahun 2010, namun masih ketinggalan (fairly basic) dibandingkan dengan KS desain Barat.

      Kita ‘kan bukan mau balapan KS (platform) ? Bobotnya lebih besar pada senjata, apakah mampu menembakkan rudal dari bawah laut (submerged launch) ?, bagaimana dengan rudal yang dibawa, mana yang unggul dalam jangkauan dan berat hululedak?

      >Dengan pengadaan 12 KS yang relatif sejenis, maka masalah logistik akan menjadi lebih mudah dan murah, serta menjadi kekuatan penangkal yang diperhitungkan.

      Akan lebih mudah dan murah jika kita hanya makan nasi, di dapur hanya perlu 1 alutsista, rice cooker. Tapi anak SD-pun tahu tentang menu 4 sehat 5 sempurna.

      Mengada2;

      >Belum lagi kendala bahasa bagi para awak kapal yang lebih terbiasa dengan bahasa Inggris.

      TNI-AU dengan Sukhoi-nya lancar2 aja tuh…

      >Dengan demikian, selain masalah pelatihan, kesiapan teknis KS Kilo nantinya akan menjadi pertanyaan besar mengingat usia kapal yang rata-rata sudah di atas 20 tahun.

      Kan sudah dijelaskan, akan dipelajari dulu taraf upgrade/refurbishment yang dibutuhkan dan dihitung biayanya?

      >Kita perlu memperhitungkan kesediaan suku cadang yang diperkirakan akan langka dalam hitungan beberapa tahun serta bengkel dan teknis pemeliharaan kapal yang tentunya membutuhkan peralatan dan keahlian tersendiri serta kemungkinan modernisasi mesin pendorong, alat deteksi dan persenjataan, yang walaupun masih memungkinkan secara teknologi diperkirakan akan lebih mahal daripada membeli baru.

      Tergantung tingkat upgrade seperti apa, makanya ditinjau dulu.
      Keberadaan program upgrade / refurbishment / SLEP (service life extension program) yang tidak hanya di TNI tapi juga di negara2 maju membuktikan bahwa itu bisa lebih murah daripada membeli baru.
      .
      >Dengan pemikiran di atas, kiranya pemerintah perlu mempertimbangkan kembali pengadaan KS kelas Kilo, yang walaupun merupakan hibah tentunya untuk perbaikan dan modernisasi sensor dan persenjataannya akan menggunakan APBN.

      Kan sudah dijelaskan, akan dipelajari dulu taraf upgrade/refurbishment yang dibutuhkan dan dihitung biayanya?

      • Setuju dgn bung @Danu

        Armchair Analyst selalu berusaha terdengar lebih faham dari user, bahkan walau beliau sendiri adalah mantan user. TB. H dari komisi 1 sering terdengar serupa (walau tidak selalu).

      • setuju dgn bung @danu seperti argumennya maksa dan menyudutkan si “ehemm”

      • > Masih menurut publikasi tersebut, desain badan kapal kelas Kilo walaupun sudah lebih baik dibandingkan kelas Tango yang sudah tidak dipakai lagi oleh Rusia sejak tahun 2010, namun masih ketinggalan (fairly basic) dibandingkan dengan KS desain Barat.

        Kita β€˜kan bukan mau balapan KS (platform) ? Bobotnya lebih besar pada senjata, apakah mampu menembakkan rudal dari bawah laut (submerged launch) ?, bagaimana dengan rudal yang dibawa, mana yang unggul dalam jangkauan dan berat hululedak?

        Ditanggapi Menhan nih:

        β€œApa yang akan menjadi game changer bukanlah kapal selam kilo, tetapi rudal jelajah Club- S yang diangkut kapal selam tersebut,” ujar Purnomo. Ia menambahkan bahwa rudal itu bisa mencapai target sejauh 400 km.

  8. eh maaf salah ketik bung surya maksudnya yang sedang bertugas menangkap ikan…

  9. apa aja boleeh..yg penting realisasinya,jgn cm jd wacana dan perdebatan,masak kalah sm vietnam..
    Vietnam ga ba bi bu,tau2 black hole sdh di perairannya!

    • sudah lumrah bung .mulut bangsa kita…….barang belum pasti,mungkin juga bisa gagal.beli peralatan perang ,bukan sama dengan rencana beli hp/pakaian.gak kayak vietnam,diam2 udah punya black hole.sementara bangsa kita ini,ribut2 gak ada apa ,sudah ramai bagaikan di landa perang…..

      • bangsa kita ini hanya pinter berikan kata semangat,memuji,..perasaan mindernya tebal banget……dumana-mana media bilang bahwa ekonomi indonesia saat ini sangat baik dan bahkan termasuk yg terbaik.tapi kenapa masih kalah sama vietnam yg pertumbuhan ekonominya di bawah indonesia…bikin kapal prigate siluman,beli perelatan perang sepertinya lebih mampu dari negara kita…..apakah memang kita ini cuma jago ngomomg doang…? kalau kita yg jago ngomong katanya patriotic,semangat juang,,tapi kalau negara tetangga ngomong karena bangga dengan peralatan perangnya,kita bilang besar bacot..lalu siapa sebenarnya yg besar bacot..??

        • Tidak perlu emosional seperti itu bung robert.
          Ingat…kita pernah menjadi negara terkuat ke dua di asia untuk angkatan bersenjatanya pada era presiden Soekarno. Kondisi itu dapat terwujud diakibatkan keinginan yg kuat untuk mempertahankan Irian Jaya dari cengkeraman Belanda pada waktu itu. Sehingga negara kuat seperti Amerika pun akhirnya membisikkan kepada Belanda untuk keluar dari Irian Jaya dan menyerahkannya kepada Indonesia.
          Saat ini kondisi negara dalam tingkat keamanan yg stabil walaupun ada riak2 kecil, namun tidak mempengaruhi kondisi perekonomian negara yg semakin meningkat. Banyak sektor yg harus dibangun merata keseluruh tanah air, agar tidak terjadi ketimpangan antara daerah dng pusat, jawa dan luar jawa.
          Meningkatnya perekonomian akan meningkatkan belanja negara (termasuk belanja pertahanan). Sehingga daya beli masyarakat meningkat juga. Tentu kita tidak ingin pemerintah lebih memfokuskan anggaran untuk belanja militer saja yg akan berakibat rakyat menderita (contohnya Korea Utara).
          Namun jika negara dalam keadaan terancam perang (seperti negara Iran, Israel dan Suriah), maka pemerintah dengan sendirinya akan memprioritaskan anggaran untuk kepentingan militer.
          Negara kita bukan tidak punya uang untuk belanja alutsista (dana2 non budgeternya sangat banyak lho…), tapi negara tidak ingin terjadi perlombaan senjata dikawasan ini yg berakibat pada meningkatnya ancaman keamanan.
          Saat ini negara sedang dalam program peremajaan alutsistanya (MEF 1), sehingga dalam beberapa tahun kedepan paling unggul dikawasan ASEAN (MEF 2…jika pemerintah yg akan datang tetap komitmennya). Jadi mari kita tunggu dan buktikan janji negara itu di 2020….semoga kita masih diberi panjang umur utk menyaksikannya…..salam SUKHOI…

  10. Changbogo baru satu di tahun 2014, mungkin kapal selam tambahan yang dipilih juga ga datang di tahun 2014 karena klo yang dibeli baru ya belum ada barangnya, klo beli yg bekas perlu di upgrate ?.
    pelan-pelan para pelaut !

  11. Opini yang paling jujur, profesional dan dapat dipertanggung-jawabkan mengenai rencana akuisisi KS Kilo dari seorang mantan PATI TNI-AL yang paham benar atas apa yang terjadi selama ini ….

    Jangan lakukan sesuatu hanya karena faktor provokasi …. tetapi harus betul-betul dikaji secara cermat dengan target-target yang jelas 10 – 30 tahun ke depan —-

    Ingat rencana perakitan unit ke 3 KS DSME 209 di PT PAL hingga kini masih belum jelas …..eh sekarang sudah melompat ke KS lainnya …

  12. Menurut ane, lebih baik TNI AL hibah ks rusia di ambil yaitu 5 kiloklav dan 5 amurklav lalu beli baru 2 ks lada, itu saja sudah cukup bikin negara persemakmuran asia tenggara aus, malas dan sing sakit kepala. kalau perlu petinggi2 TNI AL tambah kapal jenis KRI IRIAN dan DESTROYER dari bung rusie biar negara persemakmuran di asia tenggara tambah semakin semaput. diplomasi TNI ke bung rusie kembali seperti era 60an.

  13. lho kog cuma dua saja yg di hibahkan.bukan kah kemaren ada sekitar 5 lebih yg akan di hibahkan .
    Kog turun jadi dua buah. Apa hanya akal”an saja. Mengelabui rakyat. Scr Ks hanya sileent killer. Dan tidak di publikasikan scr umum.

    Wach ada yg tak beres dg killo.. Apa ada tambahan dr segi punuk. Atau thypon

  14. Hanya pendapat seorang LAKSAMANA MUDA PURNAWIRAWAN yang sudah lama tidak aktif…..MAYJEN PURNAWIRAWAN TB yg katanya orang KAVALERI juga aneh dg gigih menentang LEO.
    Saya setuju dg rekan yg posting di warung mang K****S sebelah…YANG LAKSAMANA PENUH dan masih aktif saja begitu ngebetnya dg KILO sampai mengirim utusan ke Rusia….dan pasti lebih tahu kebutuhan TNI AL saat ini…
    Dah selesai….case closed

  15. Setuju dengan pak Rosyihan Arsyad, memang selayaknya Indonesia menjauhi alutsista Rusia dan berpaling ke Amerika dan Eropa Barat, seperti yang sudah mulai dilakukan TNI AD sekarang ini (jatuhnya Mi-17 berkali-kali, telah menyadarkan TNI AD untuk mengadakan 16 Black Hawk dan 3 Chinook untuk tahun anggaran 2013-14 ini, alhamdulillah). Apalagi dalam pengadaan kapal selam, jika memang anggaran pertahanan sudah meningkat drastis, Indonesia seharusnya mengadakan kapal selam dari Empunya kapal selam yaitu Jerman dengan U-214 yang dilengkapi AIP, ketibang Kilo yang berbodi gendut dan sangat boros dalam operasionalnya.

    • Bagi TNI harus ada keseimbangan antara Barat-Timur. Sebagai negara non blok yang disorot issue HAM Indonesia masih retan ancaman embargo, terutama pada alutsista strategis seperti pesawat tempur atau kapal selam. Dan pembelian alutsista tidak sepenuhnya berdasarkan kebutuhan teknis (fungsi, kualitas dll) tapi pada kenyataannya adalah keputusan berdasarkan berbagai sudut pandang, termasuk juga kemampuan pendanaan, kesempatan/tawaran, strategi jangka panjang dan politik.

      Saya berpendapat kemungkinan embargo semakin kecil, tapi bukan berarti aman. Pada skenario terburuk ketika kembali ada embargo, alutsista yang kualitasnya “minim” tapi operasional tetap lebih baik daripada alutsista kualitas tinggi tapi grounded.

    • Kualitas berbanding lurus dengan anggaran. Emang anggaran kita berapa sih, itupun harus dibagi tiga angkatan. Jangan protes klo bisanya beli yg murah karena kebutuhan banyak nggak 1,2. U-214 itu harganya berapa trus dengan anggaran minim bisa dapet berapa. Dengan seluruh U-214 yg dibeli (1? 2?) bisa nggak mengamankan seluruh choke point yg kita miliki. Klo ngomong pingin mah ane juga pingin sama nih barang, tapi kembali lagi jumlah kebutuhan dan anggaran. Moga aja ntar setelah MEF tercapai keinginan agan Liosiun dapet tercapai juga, ane juga pingin kekuatan bawah laut kita disegani seluruh kawasan.

      Masalah kecelakaan barang Ruskie apa emang karena kualitas rendah apa human error. Lagian nggak ada hubungannya masalah kecelakaan dengan beli blackhawk chinook. Emang kebijakan kita kombinasi Timur-barat, udah sering kok diulas dimari. Bisa dibaca dikomennya gan Nowyoudont..

  16. bener mas, ada satu kata yg dilupakan oleh penulis yaitu EMBARGO..
    bahkan ada isu yg mengatakan mengapa Changbogo tidak bisa meluncurkan rudal subharpoon karena yg punya tidak mau menjualnya ke indonesia (embargo secara halus). g tau info ini bener apa g..

    • Indonesia membeli C802, namun mungkin juga terus berusaha mendapatkan Harpoon. Jika Harpoon gagal didapat, rudal C802/5 bisa melakukan tugas Harpoon. Semakin kurang ketergantungan pada pihak/produk tertentu semakin baik

  17. Tak masalah karena cuman sekedar opini. Meskipun banyak kekeliruan dari opini beliau, hal mengenai ketakutan trouble barang bekas pakai masih wajar karena memang belum jelas kondisinya sampai saat ini. Menurut hemat ane, lebih baik menunggu rilis resmi dari Tim yg diberangkatkan ke Ruskie dulu mengenai kelayakannya, daripada asumsi yg belum tentu benar. Tim nanti pasti sudah punya standar tentang layak tidaknya bekasan KILO, sehingga bisa diputuskan ambil bekas apa seluruhnya baru.

    Mengenai kelemahan dibanding Jerman teknologi, murni ini asumsi dan tidak didukung data2 yg valid sehingga lemah dalilnya. Dari syarat yg diberikan Kemenhan tentang “bisa meluncurkan Ashm dan Lacm dari bawah permukaan air”, dan kenapa mengambil Kilo/Amur, sudah jelas kok itu kelebihannya dibanding DSME-209 dan U-209. Ane bukan fans KILO, mereka (kemenhan) pasti sudah merumuskan kebutuhan dan anggaran. Klo barang murah, deterjen yahud dan bisa meluncurkan Land attack missile kenapa nggak diambil? Kombinasi U-boat Jerman dan Ruskie akan jadi duet ampuh yg saling melengkapi satu sama lain…

  18. Opini di atas tidak fair krn tidak di ulas kelebihan dan kekurangannya.

  19. sebenarnya mungkin hrs ada salah satu angkatan yg mendapat prioritas pengadaan alutsista sementara yg lain dipending dl..
    apakah belanja alutsista udara dulu atau laut dulu,yg pasti darat kemudian!
    Mungkin dgn cara begini setiap angkatan bs lbh maksimal memilih alutsista yg mumpuni..mungkin loh!

    • Sepertinya memang ada rencana jangka panjang, tapi juga flexible jika ada faktor yang membutuhkan penyesuaian (contohnya MBT Leopard). Beberapa tahun ini kita liat alutsista banyak yang dialokasikan untuk matra darat, sementara matra lain juga tetap kebagian walau porsinya beda. Ke depan perbandingan porsi ini akan bergeser hingga semua matra mencapai MEF-nya masing2

      Ini memang konsekuensi keterbatasan anggaran dan kebutuhan yang besar. Ke depan jika sudah merata maka modernisasi semua matra akan bisa ditingkatkan bersama secara berimbang. Melihat gegap gempita alutsista hanya dgn anggaran anggaran pertahanan 0.8-0.9% GDP saya cukup optimis akan masa depan TNI dgn adanya rencana mencapai anggaran pertahanan ideal (1.2-2% GDP). Indonesia kembali menjadi kekuatan regional hanyalah masalah waktu, estimasi saya 2-5 tahun untuk kawasan Asia Tenggara dan 5-10 Tahun jika menyertakan Australia

      Cerita masih panjang @frans, sedang kita baru di bab pembukaan.

  20. Opini di atas saya kira terlalu subyektif. Kyknya terlalu “ke barat2an”. Mosok faktor bahasa jg diungkap sbgai kelemahan. Kelihatan tendensisus and sentimen bngt dgn produk Rusia (bnr kata Bung Danu, Sukhoi dan Alutsista lain lancar aja tuh jd milik Indonesia). Klopun benar KS Kilo memiliki kelemahan2 sprti yg dipaparkan di atas, semestinya dipaparkan juga kelebihannya dong. Toh Tim baru akan meninjau, menganalisa, mengkalkukasi jika toh hrs upgrade ataukah hrs beli baru. Kemenhan dan TNI serta jajaran TNI AL saya kira sudah menghitung dan mempertimbangkan dgn masak dan seksama. So, yg paling obyektif adl kita tunggu hasil kunjungan Tim ke Rusia trkait KS Kilo…!!!

  21. Mungkin ini “TAKTIK” pak panglima atas pembiaran kemarin ya ?

    • makanya para warjager jangan grusa grusu dulu mencela TNI nya
      Sekarang kita yang memegang kartu dan bisa memainkannya untuk keuntungan strategis kita

    • bukti bahwa panglima kita cerdik dalam menentukan sasaran. Satu peluru utk 2 sasaran, Sasaran pertama tepat menghujam ke OZ sehingga jd sorotan PBB, sasaran kedua DPR yg akan datang. Semoga MEF 2 lancar….salut buat panglima TNI.

      • Apa yang terlihat lemah di media, kita tidak tahu apa yg sebenarnya terjadi.. ya ini jadi urusan seseorang yg harus berpikir bagaimana mengemas informasi.
        Apa yg terlihat hebat di publik, yaitu salah satu capres gembel dengan NOL prestasi.. ya ini memjadi urusan sekelompok orang untuk menggagalkan rencana dia dan kelompoknya.

  22. Kalau saya punya BERUANG, saya pengen beli Ferari atau Lamborghini (asal bukan Porsche Carrera GT)………………..

    Tapi….ya….nasib………..Hanya bisa beli SEPEDA MOTOR,………BEKAS lagi,

    Wak sib……..wak sib………………

    Tapi terima saja lah, yang penting Barokah…………amin………

  23. Ada anekdot lucu…. Dulu ada guyonan sebelah ….. Dari tawaran Russia ……

    Apabila kalo KS baru kita nanti ada ekornya kayak pesawat maka itu amur 950 …..

    Tapi klo nanti kita dikasih yang ekornya kayak mirip EA-6B………. Berarti itu…. lada 1650 , ha ha ha

  24. akibat amerika di era soeharto kekuatan TNI di pecundangi. kasus timor timur alutsista TNI di embargo amerika dan sekutunya. era megawati indonesia ingin beli pesawat amerika di tolak sehingga megawati marah dan melirik rusia, sejak itulah kekuatan TNI di mulai ketika pesawat shukoi menjadi penjaga langit indonesia. awal kecemasan australia dan amerika. ingat TNI sudah familiar dengan alutsista rusia juga hanya alutsista rusia ANCAMAN bagi amerika dan sekutunya serta NATO. indonesia mampu membeli kapal induk sekalipun.

    • @yudhagiz

      betul karena embargo…

      jaman sukarno…..indonesia macan asia……..tumbang (pada tau lah )
      jaman suharto…..indonesia macan asia………tumbang.
      masuk real fregart 6 buah..,39 kapal perang ex jerman timur, f 5, sky hawk mk 53,hawk 100/200 rudal exocet,harpon,sea cat,tank scorpion ,amx 13.. dll….dll…
      apakah setiap bilang indonesia macan asia…….kenapa sepertinya harus tumbang….hanya tuhan yang tau…??.nah kalau yang sekarang bukan tumbang tetapi memang sudah 2x menjabat..

      BRO.yudhagiz yang ingin beli pesawat amric f16 block c/d itu bukan jaman megawati……TAPI JAMAN SUHARTO embargo di mulai dari jaman pak harto

      jaman megawati hanya (4 buah) melanjutkan dari pesanan 12 buah su 27/30 yang tertunda dari jaman pak harto…
      ITUPUN KARENA ADA KASUS BAWEAN..

      indonesia mampu membeli tetapi tak mampu merawat..,

      • Siapa bilang tak mampu merawat..??? …Buktinya Tank PT-76 dan BTR 50 masih beroperasi dengan baik sampai datangnya BMP-3.

        Kalo merawat ente memang gak ada yg sanggup & gak ada gunanya…hehehe…..obat cacingnya masih laku..?… πŸ™‚

        • @diego

          tuh sih ruski mulai ngejek duluan..! nanti sy dikroyok lagi…aq balas ya,…thx

          @ rusky cacingan

          Oohhhhh… ia yah…..itu sisa thn 60.an….pt 76 dan btr…ITU KALAU ANDA INGIN DIAMBIL ALUTSISTA LAMA…..tapi bagai mana dengan yang lainnya..?
          kapal selam 12 biji, kri irian, rudal, MIG 15, 17, 21, TU 16….DLL….? KOK HILANG….? jangan jadi alasan klasic…(di embargo sm rusia) atw kanimbal sparepart. BAHKAN…jaman om harto,..mana jet sabre,hawk mk 53,..dll..dll.

          Katanya bisa merawat…? seperti pt 76 dan btr..,kalau bisa…tak perlu donk ganti pesawat tempur jaman om harto…seperti hawk mk 53, mk 100/200,f5e, dan pesawat latih dll…berarti masih bisa aktif donk.

          Juga dengan f 16 kemarin juga masih bisa aktif donk tampa jangan nunggu embargo di cabut USA….contoh iIRAN pesawat tempur f4 atw ,f14 masih OK.

          Tuh..kan lo mulai duluan…nonjok…..!
          obat cacing…?? ohhh yahh…masih….! sepertinya anda perlu..!

        • Peningkatan Alutsista TNI Tak Diiringi Penguasaan Teknologi
          —————————————————————————————————————
          Jakarta ? Memasuki tahun 2014 ini, TNI optimistis bisa meningkatkan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) karena diberi anggaran besar. Namun demikian, proses alih teknologi kepada Indonesia ternyata masih butuh waktu lama.

          “Tahun ini ada peningkatan anggaran cukup signifikan. Alokasinya Rp 86 triliun,” kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

          Moeldoko menyatakan prosentase anggaran untuk pembangunan TNI, termasuk Alutsista, sebesar 48 persen. Sementara untuk pendanaan rutin sebesar 52 persen.

          “Sehingga (pembangunan alutsista) akan semakin baik,” ucap Moeldoko.

          Namun untuk masalah penguasaan teknologi dari Alutsista yang dibeli dari luar negeri, Indonesia masih harus menunggu. Untuk perawatan Alutsista saja, Indonesia masih harus mengirim personel untuk belajar ke Rusia atau pun Vietnam

          “Alutsista yang canggih, kita masih memiliki ketergantungan dengan negara pembuatnya. Alih teknologi perlu waktu yang cukup panjang,” tandas Moeldoko.

          ? detik

  25. rusia tidak percaya di era soeharo dan pada era megawati shukoi bisa terealisasi. rencana TNI beli 12 ks kilo sudah dari tahun 1997 lagi2 amerika dan sekutunya bikin ekonomi indonesia ambruk (krismon). warjager smua, kenapa amerika ngasih alutsista ke TNI slalu bekas.??? hibah 24 unit f16 bekas, 8 heli apache bekas, TNI beli alutsista amerika pasti bekas deh. ane pro alutsista rusia sbagai penyeimbang kekuatan di kawasan.

  26. Saya kira Bangsa Indonesia sudah banyak pengalaman, dan hendaknya itu dijadikan pelajaran. sampai saat ini juga sejujurnya para pemimpin dan bahkan rakyat jelatapun tau kalau Indonesia sellu/masih dalam tekanan, dan strategi yang palling masuk akal adalah dengan mengkombinasikan alutsista blok barat/timur. berdasarkan pengalaman pula saya pribadi kepinginnya kombinasi ini di komposisikan untuk alut utama/strategis bisa ngambil dari Rusky baru selanjutnya dari blok mana saja. dan saya yakin petinggi kita adalah orang-orang yang cerdas. mari kita semua berdoa untuk kebangkitan bangsa dan kekutan militer kita. Amiin..

  27. Yang jelas Indonesia sudah kenyang dikerjain, sebodoh bodohnya orang jika sudah pernah merasakan dikerjain tentu akan melawan, hanya orang dungu saja yang akan mengulangi kesalahan sama πŸ™‚

    Komentar saya thd komen Laksda diatas rasanya cuma decoy saja

  28. Yang nulis aja selama jadi gubernur sumsel tidak ada kemajuan di sumsel, Sok kebaratan. Sama seperti TNI yg ada di DPR sudah tidak berguna alias pensiun kerjaannya merecokin melulu, tidak adil terus mencari kelemahan dari ks kilo Rusia,Tapi tidak mau mengakui keunggulan2 produk tsb yg membuat musuh kita takut. Mau produk barat ya nunggu 10th lagi baru datang kan susah negara, terus diembargo, kualitas selalu dibawah produk yg di beli tetangga. Ini jangan2 sales produk barat dibayar berapa.. Kita butuh TNI yang kuat sakarang titik. Pandangan orang semacam ini perlu dipertanyakan.

  29. “Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (6/12), mengumumkan, pemerintah Indonesia sudah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Rusia untuk pengadaan kapal selam kelas Kilo. Kerja sama dengan Rusia ini merupakan bagian dari rencana pembangunan armada kapal selam secara besar-besaran. Keberadaan kapal selam sangat dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan Indonesia yang lebih dari dua pertiga meliputi lautan”.

    SUDAH SEPAKAT, BERARTI SUDAH TANDATANGAN 06/12/2013.
    YANG 877 DATANG SEBELUM 5 OKT BUAT PAMER, SAMA SEPERTI LEO, ASTROSS & CAESAR.

    ( sorry niy, biar gak galau untuk yang nungguin…hihihi..)

  30. TNI AL akan jemput KS KILO, kan pangkalan KS di palu sudah rampung

  31. maaf pertanyaan awam.. dari sisi teknologi, ks kilo berapa generasi sebelum kapal selam Severodvinsk / yasen class? link dibawah. thanks admin

    http://englishrussia.com/2014/01/21/nuclear-cruiser-of-new-generation/

  32. buat yg ngarep ktnye kilo kita dah punya….saya tegasin blom ada…saya mungkin bukan di ranah militer tapi sangat tau berapa ks kita ….tapi percayalah walu udah tua di banding ama ks dari barat prajurit tni bisa merawat dgn baik msh kinclong tinggal tambah lg yg abal3 kaya chang usin yg mau dateng tp persanjataan di kloning spt cakra&nenggala yg punya sub walau jarak medium range

  33. @ graham belex

    ohhh jadi belum yahhh bang…? jadi pada mimpi semua yah bro..??

    agar maklum adanya.

    he he he
    santai aja bro

  34. dari pada kita berdebat mnding kita berdoa dan mndukung tni al kita.saya yakin mereka lebih tahu dan faham apa yg kita butuhkan.karena mereka yg langsung berada di medan perang dari pada kita yg sekedar analisa. mau kelas kilo,armur,atau scorpen.. yang jelas para petinggi al lebih faham spesifikasi dan plus minusnya.

    so tetap berjuang dan jaya tni al. kami percaya, anda semua bisa mempertahankan perairan nkri kita.
    jales viva jaya mahe..

  35. Pengadaan kapal selam adalah bagian strategi pertahanan, komentar juga ya ke blog saya http://www.goocap.com

 Leave a Reply