Oct 172018
 

Jerusalem. (commons.wikimedia.org)

Jakarta, Jakartagreater.com – Indonesia meminta Australia mendukung upaya perdamaian Palestina dengan Israel, menyusul rencana pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Selasa, 16-10-2018, dirilis Antara.

Dalam pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Palestina Riad al Maliki di Gedung Pancasila, Retno menjelaskan bahwa masalah Yerusalem adalah salah satu dari enam persoalan, yang harus dirundingkan dan diputuskan, sebagai bagian akhir dari pencapaian perdamaian menyeluruh.

Upaya perdamaian Palestina dengan Israel harus dilakukan untuk dicapai “penyelesaian dua negara”, yang juga sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan serta Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Oleh karena itu, Indonesia meminta Australia dan negara lain terus mendukung upaya perdamaian Palestina dan Israel sesuai dengan yang sudah disepakati, tidak mengambil langkah yang dapat mengancam upaya perdamaian serta keamanan dunia,” kata Retno.

Ia menyatakan sudah menghubungi Menlu Australia Marise Payne terkait masalah itu dan menegaskan keberpihakan Indonesia kepada Palestina dalam perjuangan mencapai kemerdekaan sejati. “Dukungan Indonesia kepada Palestina adalah amanat konstitusi”, kata Retno.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan kemungkinan pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem dan menyebut rencana tersebut sebagai hal “yang masuk akal”.

Morrison berpendapat “status quo” dalam hubungan Israel dengan Palestina gagal membuat kemajuan dan bahwa penyelesaian dua negara belum berjalan baik. Kesepakatan dunia menyatakan bahwa kedudukan Yerusalem sebagai kota suci tiga agama, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi, harus diselesaikan melalui kesepakatan perdamaian.

Pada 1967, pasukan Israel menguasai bagian timur Yerusalem, yang dianggap Palestina sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Dubes Australia: Tetap Komitmen Pada Solusi Dua Negara

Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan menyatakan negaranya tetap berkomitmen pada “solusi dua negara” untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Kemlu RI, Jakarta, Selasa, menyusul pengumuman Perdana Menteri Australia Scott Morrison tentang wacana pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Saya meyakinkan dia (Menlu RI) tentang apa yang PM Morrison katakan secara terbuka bahwa Australia belum mengambil keputusan apapun mengenai hal-hal yang memengaruhi Yerusalem,” kata Dubes Gary.

Namun, ia melanjutkan, pernyataan PM Morrison juga menunjukkan bahwa Australia mencermati situasi dan mencari opsi-opsi berbeda untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Pemerintah Australia tidak menentukan jangka waktu tertentu untuk implementasi wacana ini, dan PM Morrison akan terus mengkaji keputusan paling tepat terkait status Yerusalem. Konsensus internasional menyatakan bahwa status Yerusalem sebagai kota suci tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi harus diselesaikan melalui kesepakatan damai.

Pada 1967, pasukan Israel menguasai bagian timur Yerusalem, yang dianggap Palestina sebagai ibu kota negara masa depan mereka. “Komitmennya (PM Morrison) terhadap ‘solusi dua negara’ benar-benar tidak berubah. Australia sangat mendukung ‘solusi dua negara’ yang memungkinkan Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai dan aman,” kata Gary.

Sebelumnya, PM Australia Scott Morrison mengumumkan wacana memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pengumuman tersebut dibuat setelah Morrison bertemu dengan kandidat Partai Liberal untuk Wentworth yang juga mantan duta besar untuk Israel, Dave Sharma.

Menurut Morrison, wacana tersebut penting untuk dipertimbangkan mengingat “solusi dua negara” belum berjalan dengan baik dan tidak banyak kemajuan telah dibuat, meskipun ia menyatakan tetap berkomitmen terhadap resolusi tersebut.

“Anda tidak melakukan hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda,” katanya seperti dikutip dari ABC News. PM Morrison membantah bahwa pengumuman tersebut dibuat menjelang pemilu sela di seluruh negara bagian Australia pada 20 Oktober mendatang.

Hampir 13 persen pemilih di Wentworth adalah warga Yahudi, dan pemerintah yang berkuasa dari Partai Liberal saat ini perlu memenangi kursi untuk mempertahankan posisinya di senat.

Pertimbangan Morrison berkebalikan dengan sikap mantan perdana menteri Malcolm Turnbull, yang menyatakan keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak akan mengubah posisi Australia di wilayah tersebut.

  6 Responses to “RI Minta Australia Dukung Upaya Damai Palestina-Israel”

  1.  

    Yang pasti .. semua apa Kata nya Yahudi Dan USA .. Australia tentu nya menurut pada apa Kata USA..
    Kalau NKRI ini Bebas hutang …tentu nya kita akan sepenuhnya berdaulat…tidak akan didikte Pihak asing …Baik itu dari USA China Australia Belanda Singapore Dan Israel.

  2.  

    Mengapa masalah palestina israel sulit berakhir?
    Mengapa solusi 2 negara sulit terealisasi?

 Leave a Reply