Apr 232019
 

dok. BMP-3F Marinir

Jakarta, Jakartagreater.com   —   Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Sarana Pertahanan Kemhan bersama dengan JSC Rossoboronexport Rusia melakukan penandatanganan kontrak pengadaan (MoU) Tank BMP-3F dan kendaraan tempur (Ranpur) atau tank angkut personel BT-3F di kantor Baranahan Kemhan, Jakarta, Senin, 22-4-2019 dirilis situs Kemhan RI.

Penandatanganan kontrak dilakukan PLT Kabaranahan Brigjen TNI Bambang Kusharto, S.Sos., M.M dengan Advisor of General Director JSC Rossoboronexport Konstantin V. Suetin dan Kiriil S Karev dengan disaksikan Sekjen Kemhan Laksdya TNI Agus Setiadji, S.A.P., M.A.

Saat menyaksikan penandatanganan MoU, Sekjen Kemhan mengungkapkan penandatanganan ini merupakan bagian yang cukup strategis bagi kedua pihak karena terkait dengan pemenuhan Renstra demi mewujudkan kemampuan Marinir yang disegani baik lokal, regional maupun global.

Tidak menutup kemungkinan ke depan pihak Indonesia akan masih melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan pihak Rossoboronexport tetapi kata kunci bagi Indonesia bahwa setiap pengadaan barang dan jasa harus melibatkan industri dalam negeri sebagai counterpart dalam proses ToT.

Seperti halnya Sekjen Kemhan, PLT Kabaranahan mengatakan bahwa ini merupakan bukti pemerintah Indonesia khususnya TNI AL menaruh kepercayaan terhadap produk-produk Rusia dalam hal ini penyediaan tank atau Ranpur.

Kontrak pengadaan 22 unit tank BMP-3F ini merupakan pengadaan ketiga kalinya sedangkan untuk 21 unit pengadaan Ranpur atau tank angkut personel BT-F merupakan yang pertama dan ini merupakan desain dari marinir.

Melalui kontrak ini, pemerintah Indonesia yakin bahwa pemerintah Rusia khususnya JSC Rossoboronexport akan mengerahkan segenap kemampuan untuk menghasilkan produk berupa tank BMP-3F dan tank atau ranpur BT-3F dengan kualitas dan kemampuan yang mewadahi.

PLT Kabaranahan berharap seluruh pekerjaan dapat diserahkan tepat waktu tanpa mengabaikan sisi kualitas sesuai Opsreq dan Spektek pada kontrak. Adapun nilai kontrak tersebut masing-masing untuk tank BMP-3F senilai USD 108 juta dan tank/Ranpur personel BT-3F senilai USD 67.200 juta.

Pengadaan yang dibiayai dari pinjamam luar negeri Renstra 2015-2019 ini merupakan bagian dari modernisasi alutsista TNI sesuai dengan perencanaan strategis pertahanan negara guna memenuhi Program Minimum Essential Force (MEF) tahap 2 (dua) pada Renstra 2015-2019.

Sebagai ungkapan rasa syukur diakhir acara dilakukan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Sekjen Kemhan yang diberikan kepada PLT Kabaranahan dan Advisor of General Director of JSC Rossoboronexport.

  20 Responses to “RI-Rusia Teken Kontrak Pengadaan Tank BMP-3F dan BT-3F”

  1.  

    Kenapa tidak sekalian Kontrak pembelian Tank T14 Armata ??? paking ga T90s untuk AD biar makyus gitu !

  2.  

    Baru juga akan masuk priode ke 2 dah baut utang baru lagi, selesaikan secepatnya pembelian SU35 jgn lagi di tunda tunda

  3.  

    BT-3F Tracked Amphibious Armoured APC
    BT-3F APC memiliki berat tempur 18,5 ton, diawaki tiga orang dan dapat membawa 14 pasukan bersenjata lengkap. “Kendaraan ini berlapis baja di Level 4 STANAG 4569, menyediakan perlindungan penuh terhadap peluru 14.5×114 mm yang ditembakkan dari senapan mesin berat KPVT pada jarak 200 m. Lambung dari BT-3F memiliki panjang 7.000 mm, lebar 3.300 mm, dan tinggi 3.000 mm. APC ini didukung oleh mesin diesel UTD-29M dengan daya 500 hp dan dengan kecepatan 70 km / jam di jalan yang mulus, kecepatan renang 10 km / jam, dan rasio power-to-weight 26,7 hp / t. BT-3F memiliki jangkauan operasional sejauh 600 km…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/11/bt-3f-tracked-amphibious-armoured-apc.html

  4.  

    beli salah , ga beli tambah salah lagi.

  5.  

    semoga ada tambahan duit buat marinir beli 30 sprut + 30 sosna …

  6.  

    Semoga jumlahnya bertambah terus dari tahun ke tahun, terlalu panjang perbatasan negara kita, setuju sekali marinir diperbanyak kendaraan tempur lapis baja nya yg ri gan lincah dan kuat. Dengan adanya 5 pangkalan asing yg mengelilingi negara kita jumlah 500 ranpur pun mungkin belum cukup untuk antisipasi manakala terpaksa terjadi pertempuran yg berlarut larut. Kedepan semoga jenis ranpurnyapun lebih bervariasi utamanya yang mampu hadapi serangan udara dari pesawat tempur dan heli serbu yg bersenjatakan bom dan rudal anti tank selain yang mampu eliminir ranpur lapis baja lawan

  7.  

    Mendingan memperbanyak rudal jarak sedang dan jauh….paling tidak itu dulu.

  8.  

    Yang penting tot nya jelas..kalau bisa kt buat sendiri minta lisensi dari mereka jd jgn impor utuh gitu aja..aku setuju dgn fajr rudal jarak menengah dan jauh kalau bisa di usahakan diadakan sebagai efek gentar

  9.  

    Setuju sekali @Fajr masalahnya rudal jarak sedang dan jauh saat ini masuk kategori barang super mewah bakal membebani APBN makanya blm masuk program pengadaan, NASAM yg sudah teken kontrakpun dengar2 ternyata baru peluncurnya saja utk amunisi rudal harus rembugan sendiri lagi kontraknya kalaupun bsk datang paling cuma berapa gelintir (maaf bukan menghina TNI) ini realita yang memprihatinkan bagaimanapun pembangunan negeri harus diutamakan makanya penambahan arsenal persenjataan terpaksa bertahap itu sudah lebih baik dari pada tidak sama sekali, dan TOT wajib masalahnya kita tidak bisa kaku harus selalu memaksa negara produsen bisa ndak dapat senjata kita, semua harus bertahap dan berproses…

  10.  

    Ntar bayarnya pake apa nih, pake Ciu oplosan gitu?? Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  11.  

    Hendak Yang paling rentang dan di dahulukan adalah pertahan udara yg otomatis bisa mendeteksi dan melumpuhkan serangan. Buat angkatan darat Pansir angkatan laut s400 dan angkatan laut Pansir me. Karena sehebat apapun tank leopar n t90, kapal perang kita,jet tempur kita kalao semua bakal hancur sebelum sempat di gunakan. Ketika tank di gudang hancur d tembak rudal,jet tempur d hangar d hajar rudal, kapal perang di dermaga di rudal. balajar dr kejadian pearharbor sbyk apapun kapal pernag, pesawat tempur semua hancr karena serangan dadakan.

    . apakah pembelian masam tidak di pertimbangan terlebih dahulu egk kapok d embargo amerk LG, jelas2 rudal nasam dr Amerika. SDH d tawari s400 Mlh pilih skyheld, startrek n nasam.

    •  

      Kapan Indonesia ditawari S-400? Kayaknya gak pernah deh. Kalo S-400 bisa dibayar pake permen Yupi sih gpp. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh