Aug 272017
 

Disain Roket Pengorbit LAPAN (istimewa)

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang P Soemantri Brodjonegoro mengatakan riset yang dikembangkan Indonesia harus mampu menciptakan teknologi.

“Riset dan pengembangan yang kita ingin kembangkan adalah yang bisa jadi pencipta bukan hanya sekadar perakit atau ‘assembler’ saja,” ujar Bambang di orasi ilmiahnya dalam Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture (SML) Tahun 2017 di Jakarta, 23/8/2017.

Ia mencontohkan Samsung yang dengan melakukan riset dan pengembangan yang kuat bisa mengembangkan telepon pintar sendiri dan bisa bersaing dengan teknologi dari negara lain.

“Yang dilakukan Korea Selatan juga luar biasa, yang awalnya hanya meniru kini menjadi negara yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Dengan kesadaran riset dan pengembangan yang tinggi perusahaan seperti Samsung kini bisa menjadi pesaing berat Apple,” ujar Bambang, dirilis Antara, 24/8/2017.

Iptek, menurutnya tidak hanya mendorong orang Korea menjadi “sophisticated” tapi bisa mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) maju dan berdaya saing.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Arah Kebijakan Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa”, Menteri PPN juga mencontohkan Swedia yang berhasil menjalankan “triple helix” untuk mengembangkan iptek yang berujung pada penciptaan inovasi dan memberi nilai tambah.

Lund University, lanjutnya, mampu melakukan kerja sama dengan dunia bisnis yang menyerap hasil penelitian perguruan tinggi dengan difasilitasi Pemerintah. Iptek yang sangat komersial muncul dan menjadi produk yang sangat akrab di telinga penduduk dunia yakni bluetooth dan Skype.

Jika merujuk pada pengalaman sejarah bangsa-bangsa di dunia, baik pada abad-abad lampau maupun abad modern, ia mengatakan kemajuan suatu peradaban antara lain tercermin pada pencapaian di bidang iptek. Peradaban tinggi suatu bangsa ditandai oleh penguasaan iptek yang memberi banyak manfaat, baik ekonomi, politik, maupun keamanan.

Suatu bangsa yang mampu menguasai iptek niscaya memiliki “political leverage” yang bagus di antara bangsa-bangsa lain, iptek juga dapat menjadi pilar utama untuk menopang kekuatan pertahanan suatu negara, iptek juga berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi bangsa. Sangat jelas, iptek dapat dimanfaatkan untuk mendorong percepatan pembangunan nasional, yang berorientasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ujar Kepala Bappenas, Bambang P.S. Brodjonegoro.

  13 Responses to “Riset yang Dikembangkan Indonesia Harus Ciptakan Teknologi”

  1. Ya sudah, silakan langsung saja dimulai……

  2. Persentase rudal buatan malaysia bocor di youtube terkait benar tidaknya kita jgn anggap enteh negara sebelah seperti layaknya sepak bola, indonesia jgn mw kalah…. R-han hrs segera menjadi rudal.

    https://m.youtube.com/watch?v=hismAOWwG04

  3. Harus itu…biar ga sia2 riset nya !!!

  4. NKRI itu ngr besar jadi sdh wajar apabila bangsa ini hrs bs mmbuat semua alutsista yg dibuat ngr lain krn bhn bakunya dah ada disini.

  5. Makanya karya anak bangsa jangan di sia-sia kan lagi, beri mereka kesempatan untuk mencoba karya mereka..!! Ini termasuk bidang IPTEK kan???

  6. pemerintah sebaiknya memberi insentif kpd pelaku industri swasta/bumn utk menyerap jurnal2 ilmiah menjadi sebuah produk

  7. Yg terpenting jauhkan urusan iptek dari politisasi negatif. Supaya fokus.
    Sdm dalam negeri sebetulnya mumpuni. Tinggal kehadiran pemerintah kita untuk sinergi

  8. Jadi inget pak dahlan dg keinginan mobil listriknya…..

    Yang tabah ya pak

  9. poto pelucur nya dari dulu ini terus yah,.. yang terbaru mana ? di umpetin ?

 Leave a Reply