Aug 272015
 

rizal ramli

Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mempunyai cara untuk mengatasi mafia yang ‘bermain’ di Tanjung Priok. Rizal menunjuk Panglima Armada Barat Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman.

Taufiq ditunjuk untuk menertibkan mafia dalam masa tunggu bongkar muat (dwell time) di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepastian penugasan Taufiq diperoleh setelah Menko Rizal Ramli berbicara langsung dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi, Selasa (25/8).

“Tugas task force dwell time sangat berat. Antara lain karena pasti akan berhadapan dengan banyak mafia yang selama ini ‘bermain’ di pelabuhan Tanjung Priok. Karena itu saya ingin task force diisi orang-orang yang mengerti persoalan dan berani. Pak Taufiq adalah figur yang tepat. Nanti Beliau akan menjadi deputi ketua task force,” ujar Rizal dalam rilis dari Humas Kemenko Kemaritiman dan Sumber Daya, Rabu (26/5/2015).

Taufiq dikenal jujur, berani, dan memahami masalah. Perjalanan kariernya juga diisi dengan sejumlah prestasi gemilang. Antara lain, dia pernah menumpas perompak Somalia dan menangkap perampok di Pelabuhan Belawan, Medan.

Dwell time di Tanjung Priok mencapai 5-6 hari. Bahkan pada Januari 2015, masa tunggunya mencapai 6,33 hari. Bandingkan dengan Singapura yang hanya 2 hari dan Malaysia yang 3 hari.

Panjangnya dwell time telah memantik kemarahan Presiden Jokowi. Dia pun secara khusus menugaskan Menko Maritim dan Sumber Daya untuk memperpendek waktunya menjadi maksimal 4 hari sampai akhir Oktober 2015 ini.

Rizal Ramli menjawab penugasan itu dengan segera menggelar rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L). Rakor menghasilkan tujuh gebrakan untuk membenahi Tanjung Priok. Ketujuh gebrakan itu memperbanyak importir masuk jalur hijau, meningkatkan tarif penumpukan barang, membangun jalur rel kereta api ke pelabuhan, meningkatkan sistem teknologi informasi, menambah kapasitas crane, dan memangkas perizinan.

Belakangan ada tambahan langkah lain yaitu membangun buffer zone bagi barang-barang bermasalah di lini dua pelabuhan. Buffer zone juga dilakukan dengan memanfaatkan Pulau Damar untuk barang-barang berbahaya. Rakor juga membentuk ‘Task Force Dwell Time’.

Pembentukan gugus tugas ini sangat penting, guna memastikan semua yang diputuskan dalam rakor bisa dieksekusi di lapangan. Task Force diketuai Ronnie Higuchi Rusli, guru besar, dosen tetap, dan penguji S3 FE UI. Di situ ada juga Laksamana (Purn) Marsetio (mantan KSAL) dan Agung Kuswandono (mantan Dirjen Bea dan Cukai) yang masing-masing menjabat sebagai penasihat. Sedangkan Taufiq akan menjadi deputi ketua.

“Selain Pak Taufiq, saya juga ingin ada jenderal bintang dua angkatan darat dan jenderal bintang dua Polri. Kehadiran para jenderal aktif tersebut sangat diperlukan, agar task force dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang ingin menghambat arus barang. Ini persoalan ekonomi bangsa. Kita tidak ingin main-main,” kata Rizal tegas.

News.detik.com

  28 Responses to “Rizal Ramli Tunjuk Panglima Armabar Perkuat Task Force Dwell Time”

  1. 2

  2. Buat menangani “Oknum Berseragam”

  3. Mafia di bidang lain banyak

  4. shalat 2 rakaat dulu biar pikiran adem

  5. semua petugas di pelabuhan adalah para pegawai yg dibayar negara tapi kenapa selalu harus ada kelompok kelompok kerja lagi untuk menyelesaikan bukan kah sudah ada dirjen, pengawas dan kepala pelabuhan bahkan setiap brng yg kelur masuk jg ada bea cukai, lalu dimana kerumitan itu terjadi, hampir semua tempat selalu ada kerumitan kita sebagai rakyat tidak mengerti
    maaf pendapatnya rakyat biasa salam sejahtera salam Indonesia

  6. mapia pelahuhan .tarik ulur barang…ingin lebih cepat. berangkat ngasih duit

  7. Dengar mafia,preman dll hati bencinya minta ampun..sampah msyarakat hapuskan saja,bila perlu tembak senyap..slam NKRI

  8. jangan tanggung2, kerahkan semua kekuatan pemerintah/TNI/POLRI untuk membasmi sampai tuntas semua unsur2 mafia di pelabuhan terutama pel. Tj. Priok, dari boss mafia berdasi dan berkursi empuk sampai kroco2 …………… !!!

  9. Mdh2an ini adalah langkah awal utk mereformasi birokrasi pelabuhan yg dmulai dari T.Periuk…dan plabuhan lainnya di Indonesia. Perlu ada langkah berani dn kongkrit dari Pemerintah khususnya Kementerian terkait.

  10. Klu bongkar muat barang mau cepat yo wani piro..mental pejabat spt yg menghambat perekonomian rakyat,barang dipasaran mahal stock tdk ada krn belum dibongkar dr kapal..hadeh buenci aq sm ular” berwujud preman&mafia

  11. JLTV bakalan gantiin Humvee

    investor.oshkoshcorporation.com/m/#/Press_Releases/4508eff4-a53b-4276-9e72-0b53b6f51c88

  12. Itu baru tj priok, belum daerah lai nya, bahkan di hampir semua lini ada mafia,… mental udah rusak, pantaslah miskin rakyatnya mental korup pejabat, uang hasil korup di kasih anak bini, anaknya jadi pejabat korup lagi, dan anehnya. Bangga

  13. Jawabannya gampang pecat semua pegawai pelabuhan di pensiun dini kemudian ganti dengan pegawai outshourcing. Pegawai baru ini lebih mudah di kontrol klo lelet dikit tinggal pecat ganti sama yg baru

  14. Pecat semua mafia pelabuhan ganti dgn tenaga kontrak,tak sesuai kontrak kinerjanya tinggal pecat ganti org lain

  15. ganti orag2 yg gak kompeten…

  16. antrian pelabuhan itu 11-12 samalah dengan antrian penyambungan listrik baru…klo mau cepat bisa asal tau dirilah

  17. selama 10th lalu Dwell time bagaimana…..kok adem ayem aja….!

  18. berantas semua samapai ke akar2 nya,

    • Jaman dulu mafia minyak, beras, daging, pelabuhan, senjata, kelautan, tambang pada merdeka bos, soalnya gak ada yg utak utik, mungkin bapak besar nggak tahu atau nggak paham atau …..baru si kurus yg mulai berani buka,…. Dikit dikit gak papa yg prntinh hrs di mulai

  19. SBY 10 tahun amburadul negara…HA HA HA HA HA HA….HA HA HA HA HA HA……di banding 10 bulan sedang Bersih Bersih, KPK-POLRI/POLDA-KEJAGUNG berantas KORUPSI MAFIA KARTEL ekonomi. Jalan Mulus, Internet sudah 4G 2019 5G. 10 tahun BAPAK BESAR BADAN BESAR Buang Buang Waktu. PRAJURIT di Ciptakan untuk Menghancurkan Negara bukan Membangun Negara.

  20. bukannya ini harusnya tugas polisi ????, Panglima Armabar ditunjuk menteri untuk penugasan????
    Jangan tarik2 militer ke ranah sipil dan penegakan hukum, ada polisi buat apa mereka digaji ????

 Leave a Reply