Mar 152014
 
RKX-200 EDF Lapan (photo: 8ptrkendali.com)

RKX-200 EDF Lapan (photo: 8ptrkendali.com)

Lapan kembali berhasil menerbangkan pesawat Electric Ducted Fan atau EDF di Landasan Pesawat, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, tanggal 5 Maret 2014. Setelah keberhasilan ini, pengembangannya akan berlanjut ke Roket RKX-200 Turbo Jet (TJ). Fungsinya akan digunakan untuk pengembangan roket kendali atau rudal jarak pendek, baik untuk pertahanan atau teknologi antariksa.

Awalnya kondisi jelajah diperkirakan pada 180 km/jam, tapi saat uji coba hasilnya sangat membanggakan, yaitu 200 km/jam. Uji terbang sendiri sudah dilakukan sejak 2013.

Penggunaan EDF dikarenakan kemudahan pengoperasian motor, ekonomis, dapat dipergunakan berulang kali (budget terbatas), kehandalan dan kemudahan dipasaran.

โ€œUntuk pesawat RKX 200 TJ, tahun ini Lapan mengembangkan EDF dengan mesin jenis turbo jet yang direncanakan terbang menjangkau kecepatan 250 km/jam,โ€ ujar Kepala Program EDF dan Turbo Jet, Herma Yudhi Irwanto, M. Eng. Meski belum autopilot, menurut Herma Yudhi, target tersebut dapat terpenuhi pada pengujian perdana ini.

RKX-200 EDF Lapan (photo: 8ptrkendali.com)

RKX-200 EDF Lapan (photo: 8ptrkendali.com)

Bentuknya memang agak aneh tidak seperti rudal-rudal yang banyak kita lihat maklum, baru pengembangan. Nah untuk pembuatannya menggunakan geometri pesawat model F-18 (RC F-18). Kenapa? Karena RC F 18 mudah didapatkan di pasaran dan juga karena manuver pesawat F 18 sangat bagus.

Spesifikasi :
Massa total : 18 kg
Diameter : 20 cm
Panjang : 2,2 meter
Luas sayap : 0,75 m
Aerofoil ekor : NACA seri 4 (simetri)
Aerofoil sayap : NACA seri 5

Selain itu, saat dihubungi, salah seorang ahli roket dan rudal PT. Pindad mengaku siap untuk menancapkan hulu ledak. Menurutnya saat ini pembuatan hulu ledak sudah seluruh komponennya asli buatan dalam negeri.

“Sudah itu semua dalam negeri, itu sama saja dengan meriam atau peluru itu hanya campuran. Berapa ukuran berapa itu tergantung dibuatnya,”

Selain RKX 200 EDF, ada juga kakaknya yaitu RKX 300 EDF yang bentuknya sudah lumayan. Proses keberhasilan ini menjadi catatan yang membanggakan bagi Lapan. Pencapaian ini menjadi langkah maju bagi lapan untuk menerapkan teknologi roket yang lebih besar, seperti rencana R-Han 320, 450, atau 520.

Mudah-mudah pengembangannya berjalan lancar. Harapan untuk mempunyai Rudal Jarak Jauh dari darat ke darat atau udara semoga segera tercapai. Salut untuk Lapan meski anggarannya miris. Amin. (by Jalo).
Sumber : Lapan.go.id

  115 Responses to “RKX-200 EDF, Kemajuan Teknologi Rudal Nasional”

  1. Minyak tanah ๐Ÿ˜€

  2. mini tomahawk! mantap.

    bung @Jalo, apa artinya LAPAN sudah mulai menerapkan system guidance untuk rudal?

    • Nah system guidance sekarang sedang dikembangkan oleh tim Lapan yang kemarin belajar di Ukraina. Untuk RKX-300 TJ, direncanakan akan menggunakan Autopilot. Yang sekarang masalah adalah anggaran dan SDM, tim ini harus berbagi pikiran dengan roket balistik dan juga pengembangan Roket dengan kode RKN.

      • Sorry RKX-200 TJ

      • untuk guidnya sndiri sistemnya menggunakan apa bung jalo?
        GPS, Termal, or apa?

      • @jalo : arah pengembangan roket dgn turbo jet ini berarti diarahkan menuju roket SSM ya bung..saya pribadi masih bingung dengan road map pembuatan roket riset Lapan ini..

        • Arahnya untuk pemenuhan alutsista, tergantung perkembangannya bisa2 mengarah ke ICBM, hehehehe -IMHO

          Road Mapnya agar negara kita bisa menguasai teknologi peroketan. Seperti kita ketahui untuk pembuatan Peluru kendali itu ada macam2 pendorong, seperti Mesin jet (jet engine), Ramjet, Turbo propeller, Turbofan, Solid Propelant, Electric Ducted Fan. Jadi ada tahapan kenapa EDF, karena anggaran tipis. Ada tulisan diatas tentang nilai EDF.

          Saat ini yang kita tahu cuman propelant, nah turbo jet ini menggunakan booster. Kalau propelant pengembangan sudah dilakukan kode roketnya RKN atau Roket Kendali Nasional

          • ohh i see, jadi masing2 kode roket yang sedang dibuat itu dibedakan berdasarkan tenaga pendorongnya ya bung..semoga semakin maju untuk LAPAN ditengah minimnya dana yang ada..

    • desainnya mantab, ternyata ilmuan qt top markotop

    • RKX = Roket Kendali Experimental? Moga2 dugaan saya selama ini bahwa negara ini sudah mulai menguasai teknologi guidance memang betul. Salam NKRI.

  3. telat

  4. Miris Mendengar kata budget tipis..

    Tak disangka dan dinyana, meski dengan tipisnya anggaran NKrI, masih bisa mewujudkan berbagai macam prototype yg tak kalah saing.

    menggunakan mesin turbo jet …berarti fase ke III bisa langsung meluncurkan dg ramjet dtanpa banyak cincong langsung kembali ke produksi masal.,bisa jadi rhan dan Rx kedepan nya bila di tambah anggaran yg wahh akan segera meluncurkan RX 1000 dengan mesin ramjet.. Yg siap melahap singasi dan ausil ,,

    Good job lapan n pindad…

    • setuju bung patech, dgn bugdet minimalis tapi hasil maksimalis he he he

    • Bung gue@ coba ketika uji coba di pamenhpeuk pak beye di ajak sekalian, biar ada nambahin on top ataupun APBN, KAlau udah tau dg hasil yg memuaskan ๐Ÿ˜€

    • Bosen mendengar istilah Budget Tipis…. Serius nggak sih ya, Kalo Si Bowo jadi Presiden, urusan pertahanan pasti beres (nggak ada urusannya dg politik loh ya…..) IMHO

    • sory bung diego, OOT dikit
      –BUDGET TIPIS–
      emang mantra sakti inilah yang selalu membuat anak bangsa mengeluarkan segala potensi luar biasanya ibarat mission impossible.

      masih jelas terekam di memori kita bagaimana dua ilmuwan kita membuat produk radio isotop yang membanggakan dengan BUDGET TIPIS.
      setali tiga uang di bidang cinematography, film The Raid, laris manis dipasaran luar negeri dan menuai banyak pujian dan bahkan story line-nya di copy dalam film DREDD.

      terakhir ya RKX-200 ini! mau buat anak bangsa jadi kreatif? kasih dana terbatas, maka mereka akan berfikir jutaan kali untuk membuat sesuatu yang membanggakan. catatannya kudu merah putih banget di hati dan otak mereka

  5. Wow, mantap..! Minta izin nih mau saya pamerin sama teman-teman dari beberapa negara Asean. Kebetulan perusahaan kami sedang menghelat pameran pariwisata Malaysia/MATTA FAIR 2014 di PWTC Kuala Lumpur. Selain itu juga Bung Jalo, mau tanya nih. Maksud kondisi jelajah 180km/jam sampai 200km/jam itu apa ya? Kecepatan roket itu yang 180km/jam sampai dengan 200km/jam, atau jangkauannya yang bisa mencapai jarak antara 180km sampai dengan 200km? Terima kasih atas pencerahannya. Maaf OOT dikit, hehehe..!

    • Pengujiannya untuk mencari kecepatan suara bung Yayan..

      Contohnya kecepatan terbang jelajah 180 km/jam atau 55 m/deh sama dengan 0,25-0,3 mach.

      Silahkan bung Yayan….

      • Maksudnya 55 m/dtk

        • Bung, kalau saya selidiki dari kecepatannya, roket ini termasuk sangat lambat. Kebetulan, tadi sewaktu saya mau pulang, highway sedang kosong, saya coba tancap gas sampai 180km/jam. Saya tidak merasakan perbedaan pandangan mata saya, normal dan tidak merasakan kecepatan yang ekstrim. Saya pikir, semestinya kecepatan roket harus bisa lebih dari itu, paling tidak sama dengan Rhan yang udah bisa melaju dengan speed 1,8mach, yang artinya Rhan bisa melaju kencang lebih dari 2000km/jam, dengan patokan bahwa 1.0mach=1220km/jam. Dengan kecepatan ini, Rhan yang berdaya jangkau 20km, akan mampu menjangkau sasaran maksimalnya hanya dalam waktu 0,6detik. Rhan sudah tergolong roket supersonic. Dan dalam komen bung Jalo di bawah, ada menyebutkan bahwa Lapan memiliki tim yang menargetkan untuk bisa membangun ICBM hingga 2025, dimana roket tersebut memiliki kecepatan hingga 7mach. Setiap kecepatan di atas 5mach, maka kecepatannya sudah hypersonic. Setahu saya yang sangat minim pengetahuan tentang peroketan, hingga saat ini belum ada negara yang memiliki roket hypersonic. US masih dalam tahap penelitian. Jadi jika 2025 nanti kita memiliki ICBM Hypersonic, betapa besarnya lompatan teknologi yang telah dilakukan oleh Lapan. Tentu akan menjadi suatu kebanggaan. Pertanyaan yang muncul di benak saya adalah, sebenarnya teknologi darimana sih yang sedang kita kembangkan? Apakah ini yang kita dapatkan dari Rusia sebagai offset atas pembelian skuadron flanker kita? Thanks bung Jalo.

          • DF21 Bung Yayan

          • Bung Yayan, maaf saya tidak bisa menjawab semua.
            Bener 200 km/jam itu masih terkesan lambat dibanding R-han.
            Roket balistik dan roket kendali berbeda bung Yayan, roket balistik menggunakan ketinggian untuk memperoleh kecepatan. Roket balistik hanya dapat dikendalikan dalam tahap peluncurannya saja. Untuk sasaran harus diukur lagi melalui tabel tembak, dan kalau gak salah ada ratusan titik.

            Berbeda dengan roket kendali atau yang disebut dengan misil. Karena sistemnya otonomous atau sistem kontrolnya berdiri sendiri jadi lebih difokuskan dulu ke target atau sasaran secara otomatis, Dengan sistem autopilot untuk menjaga arah terbang peluru agar tetap pada yang rute telah ditentukan sebelumnya.

            Jadi misil ini harus pelan-pelan pengembangannya tidak langsung ke kecepatan karena ditakutkan dengan kecepatan yang tinggi membuat sasaran melenceng. Pernah kejadian pada tahun 2010, yakni RKN-200 Double stage, karena kesalahan pada perhitungan kecepatan akhirnya 2 orang terluka. RKN atau roket kendali nasional ini masih menggunakan teknologi propelan.

            Kalau RKX ini menggunakan Electric Ducted Fan dan Turbo Jet. Untuk Turbo Jet diprediksi bisa mencapai kecepatan 2 mach. Untuk motor roketnya menggunakan Booster dan saat ini pengembangan masih pada tahapan kecepatan Subsonic.

            Untuk Rusia, ada rapat interdep yang dilakukan Lapan dan Rusia pada tahun 2009.

            Maaf kalau ada kekurangan ya Bung Yayan, semoga bisa dimengerti… hehehehehehe

            otonomous atau sistem kontrolnya berdiri sendiri

          • Mohon koreksi atau ada tambahan dari bung2 lainnya…

          • Enjoy bung Jalo..! Jangan merasa terinterogasi. Relax aja. Anyway, apa yang saya dapatkan dari ulasan anda kali ini cukup memberikan kebanggaan berbangsa dan bertanah air. Selamat berkarya, sukses selalu bung..!

          • Siap bung Yayan, kita sama2 belajar. saya juga suka dengan tulisan2 bung Yayan. Sukses juga untuk Bung Yayan beserta keluarga disana.

          • Maaf bung Yayan dan bung Jalo,

            Kalo saya baca di artikel di atas, yang baru mencapai kecepatan 200 km/jam itu Pesawat EDF. Di alinea berikut baru ada kutipan dari pejabat LAPAN yang menyebutkan bahwa; ‘tahun ini akan dikembangkan RKX 200 dengan mesin turbo jet’. Jadi kalau saya tidak salah tangkap maka mesin pesawat EDF ini belum tentu mesin jet atau roket, karena tidak disebutkan dg jelas dalam artikel. cmiiw

  6. kalo gitu berarti teknologi turbo jet sudah dikuasai dong,kalo di instal di rx bisa gak ya?kalo bisa kan bisa menjadi peluncur tahap 2 setelah solid rocket habis,jadi lebih jauh gitu jangkauannya,kyk exocet mm40 blk 3 gitu,hehe

    salam kenal om sesepuh…:)

  7. Budgetnya perlu ditambah, supaya bisa mempercepat penguasaan teknologi tsb. Alokasi apbn utk riset strategis hrs diprioritaskan, perlu dibentuk tim khusus utk ini. Tim ini akan membuat roadmap dan control atas schedulenya spy bisa berjalan sesuai yg direncanakan dan memberi masukan kpd pemerintah berapa besar alokasi anggaran utk riset strategis ini. Tim khusus ini hrs yg capable, jujur, dan bertanggungjawab pd tugasnya.

    • Tim khusus sudah ada bung Ihsan namanya Konsorsium roket yang terdiri dari Kemenristek, Lapan, PT. Pindad, PT. DI, PT. Dahana, dll. Mereka punya target bikin roket balistik (ICBM) sampai 2021.

      Uppsss, keceplosan… ๐Ÿ™‚

      • tambah lagi araknya bung ๐Ÿ˜†

      • Ada RKN 320 yg dikembangkan bersama TNI AU. Ini saudara RKX, -IMHO

        Tambah gelasnya, Hehehehehe.

        • Saya tuangin bung araknya…teler teler dah
          Tanya lagi bung nowy, biar keluar semua rahasianya..hahaha

          • kalo diancam ga bakal keluar info, kasih arak mah bocor ๐Ÿ˜€

            Bung Jalo itu tau lebih banyak dari yang dia sampaikan, tapi jika infonya diperoleh dalam kondisi off the record ya ga bakal dibocorin bung, jangan sampai sepelekan clues, seperti mengenai KS ๐Ÿ˜‰

          • Hehehehehehe, off the record itu penting untuk melindungi dan menjaga persahabatan dengan narsum…

            Saya gak banyak tahu juga bung Nowy tentang roket, ๐Ÿ™‚

          • tentu bung Jalo ๐Ÿ˜€ hubungan dengan narasumber sangat penting untuk dijaga. kakak saya dulu reporter sebelum jadi presenter, tapi setelah menikah hanya jadi IRT

        • Wah keluarga Paparaji juga, hehehehehehe…

      • Terima kasih infonya bung jalo. Senang juga mendengar, senyap2 tapi pasti demi kemajuan bangsa

      • setuju skali teknokogi ICBM adalah target Indonesia dalam kemandirian alusista. tapi ini masuk strategis.., paling ntar kita analisa saat kita telah berhasil meluncurkan satelit. naah dari tekno roket satelit kmungkinan langsung cepat di aplikasikan dengan techno rudal yg skrng dipelajari jadi peralihan itu akan sangat cepat. yg pasti kmungkinan ngak lama. yg penting dana risteknya ditambahi dunk..:D

  8. Bung Jelo@
    tolong bilanin ke LAPAN kecepatannya minta di tambah 2500km/jam jadi kira2 2700km/jam terus jankaunnya kira2 nyampai ke amerika ๐Ÿ˜€

    • Wkwkwkwkwkwk, targetnya.langsung ke Amerika ya.

      Penambahan kecepatan terus dikembangkan bung golput, target 7 mach. Jadi pelan2 nambah terus.

      • wo target Mach.7,berarti sdh pake teknologi ramjet dong bung!?
        masuk akal juga proyeksinya sampai 2021.
        krn klo turbojet bisa smp Mach.2…masih lama ya (tahapannya) klo diurut dari target 250 km=mach 0.2

      • bang kalo bentuknya seperti itu kira2 bisa dipasang hulu ledak sampe berapa kilo tuh bang

      • waduh… bisa2 Indonesia sebagai negara ancaman dong bung Jalo bagi negara2 raksasa ๐Ÿ™‚ (Y) (Y) (Y)

      • yup btul tu sarannya bung@golput tlong di sampein ke LAPAN bung@jalo ya…….jng korut sama iran aja yg bisa mengancam amrik, indonesia jg harus….he….he…sorry over ambisius.

      • @Bung Beny : nah untuk sampai ramjet harus ada tahapan. Lama? karena sudah saya tulis diatas ada masalah anggaran dan SDM kurang. Para peneliti tidak hanya fokus ke RKX aja tapi juga untuk R-Han, RX, dan RKN. Jadi susah untuk fokus, tapi target 2025 mudah2an tercapai.

        @Bung Bangjo : Nah untuk warheadnya ini tergantung ukuran massa total, seperti R-Han 122b itu menggunakan warhead 15 kg. Kalau saya maunya sih diisi dengan Depleted Uranium, ๐Ÿ™‚ (maaf cuman kemauan pribadi)

        @Bung Golput : Semua negara pasti ingin menjadi raksasa, begitu juga kita. Kalau sudah bisa ICBM pasti alasannya untuk antariksa.

        @Al : Kan kita negara Zero enemy Thousand Friend ๐Ÿ™‚

      • Bung Jalo, LAPAN sudah punya kemampuan ya untuk mengembangkan nya ke 7 mach? Kabar nya Pak Habibie punya disertasi tentang hitungang2an kecepatan 20 match di jerman dulu.. ya mbok disumbangin ke LAPAN ilmu nya hehe…

    • iya dunx..harus begitu ..sampe di benua asu.
      setuju dah.

  9. Thanks bung Jalo. Ulasan anda sedang saya pamerkan ama teman-teman di KL. Komen mereka luar biasa. Kebetulan saya juga udah dua hari ini menerima kedatangan Datuk Syeikh Muzafar, kosmonot Malaysia pertama yang mengangkasa bersama Soyuz Rusia. Ada hal yang sangat mengejutkan dari ucapan dia. Dulu dia pernah berkunjung ke ITB, LIPI, BATAN dan LAPAN. Ternyata dia sudah mengetahui semua ini pada saat kunjungan dia beserta Menristek Malaysia saat itu, Datuk Seri Dr. Maximus Ongkili. Dan sejak saat itu pula, secara pribadi dia berkeyakinan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang berhasil meluncurkan roket ruang angkasanya. Dia menganalogikan keberhasilan ini seperti kita mau menanam pohon. Indonesia punya bibit(bisa biji atau berupa anakan), tanah yang subur, iklim yang baik dan penanam yang tekun dan terampil. Dia bilang, perbedaan yang paling kentara antara Malaysia dan Indonesia dalam bidang sains adalah, bahwa di Indonesia, ide datang dari masyarakat. Pemerintah hanya berperan sebagai pendukung. Sedangkan di Malaysia, kerajaanlah yang terlebih dahulu melemparkan ide, kemudian meminta masyarakat untuk mewujudkannya. Usaha ini menjadi lebih berat, karena kerajaan harus menanggung semua kebutuhan dari A to Z nya. Sekali lagi, terima kasih bung Jalo. Selamat berakhir pekan..!

    • Waduh, jadi sampai ke astronot ya. Hehehehehe,

      Saya dan teman-teman warjag yang harus berterima kasih karena sudah memamerkan hasil karya anak bangsa ke tetangga sebelah.

      Selamat berakhir pekan juga bung Yayan.

    • bang yayan tolong posting komentar dari orang yang laenya donk. aye pengen tau gimana reaksi mereka hehehe

      • Baiklah bung Bangjo, saya akan penuhi permintaan anda. Tadi sampai di rumah, teman akrab saya yang asli Malaysia dan sangat nasionalis ini, sudah menunggu saya di Starbuck Cafe yang ada di sudut Assembly Hall, gak jauh dari ruang lobby, tempat saya keluar masuk rumah. Biar terasa special, saya akan ungkap identitas dia. Perkenalan saya di mulai sejak sepuluh tahun lalu di Jakarta. Saya diperkenalkan oleh seorang pengusaha perempuan dari Malaysia. Saya memanggil perempuan itu, Puan Noni. Hai, ini anak mantu saya, begitulah awal pertemuan kami, sembari memperkenalkan sosok pemuda hitam manis, tinggi, kekar, gagah, tampan dan selalu mengukir senyuman. ‘Khairy. Seronok jumpa awak. How are you?’ ucapnya sembari mengulurkan tangannya. Jujur, waktu itu saya bingung, karena gak ngerti bahasa Malaysia. Saya cuma ngerti how are you saja. Hehehe..! Lama kelamaan persahabatan kami menjadi kian akrab. Hingga setiap kali ke Jakarta, saya selalu mengundangnya untuk menginap di rumah. Dia sangat menyukai suasana rumah saya yang katanya sangat Indonesia, dan selalu memuji foto-foto di dinding rumah sebagai sebuah maha karya sejarah pribadi. Saya masih memampang foto bersama teman-teman ketika kami baru belajar demonstrasi ke Seoul, Tokyo, Osaka, Yokohama, Tiananmen, Toronto, Swiss, Kopenhagen, Wina, Muenchen dan California. Tentu saja saya juga memampang foto tragedi berdarah Jakarta di akhir rezim Orba. Dia sangat menikmati rentetan kisah itu. Dia sangat ingin belajar berdemonstrasi. Suatu hari dia bilang ingin mengenalkan saya pada mertuanya yang tidak lama lagi akan berkunjung ke Indonesia. Akhirnya hari yang ditunggupun tiba. Saya di bawa ke sebuah hotel mewah di Jakarta. Betapa kagetnya saya, ketika kemudian saya bertemu orang-orang itu. Pengusaha perempuan yang bernama puan Noni itu ternyata adalah adik dari mertua kawan saya, dan mertua kawan saya adalah Abdullah Ahmad Badawi, yang tak lain adalah PM Malaysia saat itu. Hahaha..! Saya berteman dengan mantu PM Malaysia. Faktor ini pulalah yang mendorong saya untuk menerima tawaran kerja dari sebuah perusahaan Jepang untuk turut mengelola unit bisnisnya di beberapa negara Asean. Khairy Jamaludin, kawan saya itu kemudian terpilih menjadi Ketua Pemuda UMNO(KNPI di era Soeharto), sedangkan wakilnya dijabat oleh anak dari mantan PM Mahathir Muhammad. Sebuah persahabatan dua negara yang sangat luar biasa. Sekarang, Khairy Jamaludin, tak lain adalah Menpora dalam Kabinet PM Najib Tun Razak.
        Tadi di cafe kami bicara tentang MH370, terorisme, olah raga, ekonomi dan militer. Sampai pada satu kesempatan, saya tunjukin artikelnya bung Jalo tentang RKX. Ternta dia juga gak kaget, karena dia sudah banyak mengetahui tentang kemampuan militer Indonesia dari berbagai kalangan. Dia berujar, ‘itulah sedapnya Indonesia, orang boleh buat apa pun yang di nak. Mimpi pun boleh jadi nyata’. Kali ini saya udah ngerti bahasa Malaysia, jadi saya gak bingung lagi. Saya yakin, apresiasinya akan bangsa Indonesia,bukan sekedar apresiasi dari seorang teman, tapi juga merupakan apresiasi dari seorang menteri. Hehehe..! Kali ini saya puas dsn bangga.

    • Wah jadi inget forum jiran yang bilang dulu tim angkasawan Malaysia touring/muhibah ke Indonesia banggain program-program angkasa lepasnya. Tapi trus kaget melihat perkembangan yang ada di Lapan dan PTDI. Lupa dimana artikel itu yah, mungkin sesepuh yang lain ada yang masih punya link-nya?

      • ralat Lapan dan LIPI

      • Program antariksawan malaysia itu didapatkan dari Rusia sebagai imbalan (ofset) pembelian satu skuadron sukhoi Su 30 MKM
        Itu lucunya malaysia mereka tidak mengambil opsi TOT mengembangkan industri pertahanan mereka ,misalnya TOT membuat komponen sukhoi atau Hardepo pesawat itu sendiri untuk menunjang Readynes sukhoi dalam mendukung kesiapan operasi.
        Malah memilih program antatiksawan,,harapannya mereka ingin nasionalisme terangkat dan pamor keberhasilan pembangunan pemerintah berhasil.
        Pola seperti itu pernah kita alami saat Orba.

        Sekarang ini Readynes pesawat Sukhoi malaysia sangat lah rendah ,Teknisi mereka sangat menggantungkan tenaga ahli dari rusia,kadang untuk pemeliharaan yang sepele saja mereka harus menunggu enginer rusia ,sampai Pejabat militer mereka geram kepada teknisi depohar mereka yang gak becus dan malas,
        Disaat ekonomi malaysia yang melemah sangat terasa biaya pemeliharaan yang begitu tinngi karena semua dilakukan oleh orang asing,.
        Mig 29 mereka dalam atraksi terakhir sampai terlihat mengeluarkan asap hitam,usut punya usut ternyata jadwal service berkala tidak dilakukan maksimal karena cekaknya anggaran ,sampai teknisi dari rusia jengkel dan lepas tangan dengan kondisi Mig 29 mereka yang tergolong masih baru,mereka malah ingin menggantinya,

        Kalau Mig 29 itu milik kita pasti masih sehat walafiat kondisinya dengan ketrampilan personil Koharmatau yang sudah teruji disaat kena program embargo,

        Kadang keterbatasan anggaran dan keterbatasan kondisi menjadikan manusia itu terjepit sehingga keluar ide ide briliant untuk tetap bertahan dan berkarya
        IMHO

        • Like.
          Seandainya faceb*** sy cukup njempol aja di warjag ini …. ๐Ÿ˜€

          • Sy suka dua bait terakhir…indonesia banget. Sayang belum bisa untuk berkembang ke RnD sehingga bisa melompat dr negara yg pinter “ngakal” ke negara yg pinter “njiplak”/copy paste kaya china…..baru selanjutnya ke inovasi fitut dikiiit tambah ini itu…..baru naik lagi ke negara inovasi produk

        • like..:D

        • Betul bung Satrio, kemampuan para teknisi kita memang bisa dibilang berada diatas kemampuan rata-rata teknisi negara lain, terutama Malaysia. Hal ini pernah diungkapkan oleh Brigjen Bambang Sudibyo, dulu menjabat posisi atase pertahanan di Kedubes RI Kuala Lumpur. Bahkan untuk pemeliharaan pesawat sipil pun, perusahaan maintenance pesawat mereka masih menyewa tenaga ahli dari PT DI atau GMF di Jakarta. Data ini saya dapatkan dari Konjen RI untuk Malaysia dulu, Bapak Tatang Budi Razak, sekarang udah menjabat Dirjen Ketenagakerjaan di Kemenlu.

        • sengsara membawa nikmat ๐Ÿ˜€ (bagi yang beda generasi http://en.wikipedia.org/wiki/Sengsara_Membawa_Nikmat)

        • sa’at di embargo sukucadang ASU dan kroconya..
          teknisi Indonesia kanibalisasi sukucadang agar pesawat tetep bisa terbang..

        • Saya jadi teringat uji coba SAM Malaysia yang dilaporkan sukses, padahal sebenarnya meleset jauh dari sasaran. Pemerintah Malaysia saat ini memang mirip sekali Orba, penuh propaganda. Bahkan mirip masa Sukarno yang menggunakan politik mercusuar, biar papa asal bergaya. absolute power corrupts absolutely.

  10. TONGGAK SEJARAH YG MEMBANGGAKAN. LANJUTKAN…!!!

  11. Kompor gas.. top markotop bin mantabs surantabs..

  12. @bung jalo : tolong infonya soal PT DAHANA yg bekerjasama dengan lapan yg akan membuat rudal Penangkis Serangan Udara (PSU) yg bisa mencapai jarak 24 – 45 km..

  13. apresiasi yg mendalam buat para ilmuan yg dg keterbatasan sarana dan prasarana ditambah dg biaya riset yg ala kadarnya,tapi mampu menujukan kemampuan yg luar biasa,..lanjutkan karena kita masih dibawah negara2 maju lainya(jangan berpuas diri)… …kita adalah trah dari keturunan kejayaan MAJAPAHIT DAN SRIWIJAYA YG MELEBUR DALAM BINGKAI “NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA”

  14. Ikut salut dan hormat saya buat semua teknisi Anak Bangsa yang masih mau setia bekerja di negrri ini demi membangun kebanggaan Bangsa. Salam hangat juga buat sesepuh dan warjagers.

  15. kalo diliat liat jadi inget V1 jerman hehe

  16. 2 tahun lagi INDONESIA akan menjadi negara yg makmur serta hadirnya teknologi canggih yg ga di sangka2 sebelumnya …!!!

  17. Ini buat tambahan aja, mungkin ada teman-teman yang belum melihat RKX-300 ini ada fotonya.

  18. OOh yang ini, kan pernah saya tulis bung di artikel warjag sebelumnya. Ini link-nya,
    http://jakartagreater.com/tni-au-kembangkan-penangkis-serangan-udara-jarak-sedang/

  19. Wah makin hari tambah hebat nih lapan moga2020 nkri jd pengusa kawsan
    Sayang ane gagal masuk Tni heeeheee

  20. Biasanya akan ada nick yang mencemoh keberhasilan dan proyek proyek Papan Jati (LAPAN)
    Yang di sinyalir orang dalam oleh bung Danu ,,kalau gak salah nick nya ahmad yaa cmiiw

    Kalau bung ahmad memang tau kondisi riil didalam tubuh Lapan apa saja yang harus dibenahi dan diganti untuk mewujutkan percepatan kemandirian monggo dibabarin disini
    Mungkin teman teman Warjag bisa mengasih solusi dan pandangan untuk kebaikan LAPAN kedepan,

    • baru abis dari forum sebelah,ditrit pembahasan yg sama,koment2 disana kok beda sekali yah sama yg disini, disini terlihat begitu apriciate dengan kemajuan bangsa sekecil apapun,dan selalu mampu membangkitkan semangat nasionalisme,nah diforum sebelah kok selalu saja mencari2 alasan untuk underestimate kemajuan bangsa sendiri, selalu hal2 negatif yg dimunculkan dan ditonjolkan.

    • mungkin bisa ditiru pola LEN yang membentuk LEN Industri (membuat stasiun bumi, sinyal KA dsb), KAI dengan Inka, Batan dengan Batan Teknologi,
      atau dulu AD dengan Pindad, AL dengan PAL, AU dengan Lipnur, tapi ketiga anak kandung ini lalu diadopsi orang lain…

      keuntungan ‘anak usaha’ yang lebih komersil ini antara lain dapat digunakan untuk meningkatkan penghasilan para peneliti di ‘induk’ -nya

  21. Seandainya infotainment menyiarkan update perkembangan teknologi Indonesia seperti roket LAPAN, isotop BATAN , panser medium tank Pindad , pesawat PT DI , perkapalan PT PAL dan lain-lain , maka masyarakat umum akan terbuka wawasannya kalau Indonesia itu mampu untuk menguasai teknologi tinggi dan menghasilkan produk yang diakui dunia internasional . Hal ini dengan sendirinya akan menimbulkan kebanggaan dan kecintaan , lebih dari sekedar slogan “cintailah produk-produk dalam negeri “.
    Bung Jalo dan rekan-rekan, jangan pernah lelah untuk memberitakan kemajuan bangsa ini .
    Sampaikan salam juga buat narasumber-narasumber Anda untuk pantang menyerah berkarya.
    Mungkin saya atau masyarakat awam tak bisa membantu terjun secara langsung, negara pun mungkin tidak dapat memberikan imbalan yang layak dibanding negara lain , namun saya atau masyarakat yang cinta Tanah air sangat-sangat menghargai dan mendukung mereka . Mereka dan ilmuwan-ilmuwan merupakan pahlawan-pahlawan Indonesia masa kini .Merdeka!!

  22. Meskipun masih jauh, selain peluru kendali mudah2an ini akan menjadi cikal bakal mesin jet buatan asli Indonesia. Kebayang ga sih.. IFX nanti nya 100% lokal? Hehe.. mimpi dulu..

    Selamat Buat LAPAN, semoga makin sukses.

  23. Bung makro

    Singaporn itu peswat nya ada dimana2, kabar nya di standby kan di Thailand, Taiwan dan Australia. Hehe..

  24. Perkembangan rudal Indonesia benar-benar luar biasa cepat dan membanggakan. sudah sangat mengidamkan bisa produksi sebanyak mungkin KCR-60 dengan menggotong 4 sampai 8 rudal dalam negeri.

  25. menurut saya LAPAN seharusnya bisa lebih lagi daripada ini.

  26. maju terus teknologi indonesia, saya yakin pasti akan membanggakan dan bermanfaat bagi nkri

  27. Salutt buat karya bangsaku,
    Analisa dan komen yg membuat jantung berdegap dan bergelora akan jiwa Indonesia ku.

    Salam

  28. Kemajuan Lapan dalam hal propulsi roket dan mini jet engine harus dibarengi dengan kemajuan teknologi sensor dan penginderaan .kerjasama dengan negara mana saja tentu diperlukan untuk mempercepat pencapaian tujuan..adopsi teknologi belarus mengapa tidak? tentu saja patut
    .http://www.indelauav.com/eng_lang/product_RIZ.html

  29. Maju terus Indonesia !

  30. @bung Jalo : mau tanya mengenai perkembangan HSFTB yang mengarah pada kendali roket apakah kemajuannya signifikan? Mohon infonya bung Jalo … trims

 Leave a Reply