JakartaGreater.com - Forum Militer
Nov 112014
 

kfx-engine

Bagaimana jalan dan peluang Indonesia dalam mencipta pesawat tempur buatan dalam negeri ?. Kita sudah sering mendengar rencana itu, tapi kita belum familiar dengan seperti apa rencana detil dari turunan rekayasa pesawat tempur tersebut. Ada baiknya pemerintah mulai mengeluarkan listing, daftar teknologi yang sudah dikuasai dan yang belum.

Kalau perlu dibuatkan satu gedung di Monas dengan daftar list komponen Indonesia Fighter Xperiment sehingga setiap orang bisa mengakses informasinya.


Rekan Antonov pun tergelitik, untuk mendalami item-itemnya:

ToT pesawat tempur Gen 4+, berbeda jauh dengan pesawat transport semacam NC-212 atau 235.

Fuselage + sayap: Mulai dari plat baja, plat aluminium, atau plat carbon fibre yang diperlukan, rivet-nya dan lem-nya, alat sambungnya rivet atau lem, alat tekuknya, untuk kulit dan rangkanya, serta alat jig untuk merangkai semuanya. Semua dari bahan mentah sampai dengan rivet dan lemnya, termasuk peralatan pemasangnya harus diimpor, karena kita belum mampu produksi sendiri, sebab semuanya tersebut di atas harus tahan momentum, gaya, temperatur pada kelincahan dan kecepatan supersonik pesawat tempur.

Engine: ini mutlak masih harus diimpor.

Radar dan avionik: semua harus diimpor. Sudahkah kita punya pabrik semi konduktor ?.

Instrumentasi : kita belum punya industri instrumentasi untuk aviasi. Masak kita mau pasang instrumentasi analog mobil di pesawat?

Software: semua pespur gen 4+ sudah memakai teknologi fly-by-wire yang diatur oleh software. Justru di sini kita punya banyak ahlinya, tetapi pertanyaannya apakah akan diterima secara utuh plus izin pengembangannya?

Jenis peralatan yang “biasa”: ban+roda, dan fuel tank. Apakah kita sdh sanggup produksinya? Ban punya persyaratan kusus take off/ landing; fuel tank punya persyaratan harus ringan dan punya proteksi kebakaran. Jangan-jangan untuk ban NC-212 pun masih impor.

Walhasil pada akhirnya kita tetap menjadi “penjahit” saja, karena industri belum menunjang. Sekarang misalnya kita jadi ambil ToT pespur 4+ dengan investasi yang sangat besar. Yang beli cuma pemerintah sebanyak 1 atau 2 skadron saja, selanjutnya mandek. Lantas investasi mau dikemanakan, jadi besi tua? Perusahaan bisa kolaps karenanya, dan ini pernah terjadi (hampir).

Khusus untuk ToT pespur, jalan yang logis adalah mulai dulu dengan MRO, kemudian pelan-pelan secara bertahap mulai dengan perakitan dan selanjutnya produksi. Kita lihat contoh NC-212 dirakit diproduksi dan dikembangkan jadi NC-219, itupun butuh waktu 3 dekade. Tapi industri pendukungnya sendiri masih belum berkembang. Lihat pula contoh China.

Sekarang kita lihat ToT KFX/IFX. Mumpung masih ada waktu, perlu dibuat road map pengembangan industri pendukungnya. Banyak cara antara lain dengan lisensi, kerjasama dll. Kalau bagian “sotware” kita punya banyak ahli, tetapi bagian “hardware” inilah yang paling susah. (by: Antonov).

Berbagi

  107 Responses to “Indonesia Fighter Xperiment (Road Map)”

  1.  

    sptnya jarak antara dua mesin harus diperlebar agar dapat menampung banyak senjata dan bisa untuk trust vectoring

    •  

      pugacev cobra…pugacev…pugacev cobra…pugacev

    •  

      ahhhh gk juga
      pngalaman ane di gmf ya

      rivet ada yg udah di pasaran tp ada yg engga trgantung diameter
      yg diameter besar itu yg gk ada
      knp impor?
      memang standarnya dri prusahaan

      tangki kita bisa desain sndiri
      ane liat yg dpsawat komersil ada kmponen lokalnya
      tp ada juga yg impor

      plat logam, peleg ada yg lokal

      mnurut ane 20-30% lokal
      yg bikin gk lokal adalah ini psawat blm dproduksi di dlm negri
      klo udh dproduksi di dlm negri kita bkal beli alatnya
      skrng untuk apa bikin sistem kontrol psawat tmpur klo psawat produksinya gk ada?

      smua bisa dplajari dngan teote

      santai bung kita bisa blajar
      cuma dananya yg gk ada

      •  

        wah msh ada harapan.. Bagus bung masukannya jadi msh bisa diwujudkan dong.. Tiongkok dulu sebelum bisa bikin pesawat tempur apa gak sama nasibnya kek kita..

        •  

          sama lah bro
          tp kan mreka dah punya industri psawat yg terholong maju
          jd mau buat apa alatnya dah siap

          hankok klo dsiruh buat ban khusus psawat juga bisa kok
          kan ada pbriknya di INA

          kita sbnrnya bisa bikin apa aja
          ampe mesin mobil juga bisa
          cuma dananya itu loh
          logikanya vespa thun 70an bisa mnang lwan satria
          haha

          klo mslh ngoprek mah gampang lah

        •  

          Bagus bung @Love Ina, saya mendukung cara berpikir anda, saya jadi teringat kisah sukses Bpk. Fadel muhammad, ketika pertama kali, menerima order belalai gajah untuk pesawat komersial (namanya kalau nggak salah girbarata), waktu ditawari projek, tersebut, kondisi PT.bukaka, (pembuat girbarata), hanyalah bengkel las kecil, yg sekelas bengke las, pinggir jalan, lalu disuatu kesempatan di sebuah restoran kecil,ditawari.; “bisa nggak kamu buat belalai untuk pesawat ke bandara, (dari air side ke land side)???.
          Tampa pikir panjang dia bilang “bisa,” jadilah seperti sekarang
          bukaka menjadi satu-satunya dan bahkan pertama kali yg bisa membuat belalai pesawat di dunia kala itu. sehingg penumpang tidak perlu berpanas-panas ketika turun dari pesawat.

          “Yang ingin saya samapaikan adalah, Kalau kita berpikir kita bisa, maka apapun itu akan menjadi mudah dan bisa dilaksanakan.”

          KHUSUS UNTUK BUNG @DIEGO, MOHON MAAF ARTIKEL YG DITAMPILKAN SEBAIKNYA JUGA BERTUJUAN UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BANGSA, MEMBANGUN OPTIMISME, DAN MENGAJAK UNTUK KEBAIKAN, ANDA SEBAGAI PEMILIK FORUM BERTANGGUNG JAWAB UNTUK ITU.,

  2.  

    EF typhoon + Grippen Saab + DasauLt RAFALE dijamin Mantap he he he 😉 :mrgreen:

    •  

      KaLau untuk Air Frame , DuLu kita mempeLajari bahan Air framenya Bung JaLo pernah menceritakan bahwa saLah satu perguruan tinggi kita mempelajari Air frame bahkan eLektronika atau Avioniknya berikut juga waktu PT.DI saat itu Lagi mempeLajari komponen Soko GhaLeb , BeLum Lagi saat kita meng Akusisi F16 di-ERA jaman Pak Harto kita mendapat OFF SETT 30 % , Dari situ kita sudah punya dasar waLaupun sedikit , Tapi sy kurang tau HasiL kita kerja sama untuk IFX dan KFX berapa persentase yg kita dapatkan , dan juga iLmu penerapan nya buat kita , KaLau memang mengaLami pemunduran dan hanya mengandung unsur poLitis mending dibataLkan , Lebih baik dananya kita meng Akusisi EF typhoon dan Saab Grippen . Maaf ini peniLaian dan AnaLisa Seorang SaLes MobiL dan Motor , (KaLau untuk HoaXnya tanya Sesepuh yang bersangkutan 😉 :mrgreen: )

      •  

        Bagus buat beli tahu

      •  

        Iya iya saya minta maaf dah nyampah ,saya cuman mbayangin pensiun rumah dinas di tarik ,rumah sendiri belum punya kira kira saya boleh ikut bantu bantu anda ngga bung jualan coto macasar,saya tambahin menu mendoan,gethuk sokaraja karo lengger banyumasan…

        •  

          Assalamualaikum wr.wb.
          ini yang sering di hadapi oleh pegawai negeri sipil, TNI dan POLRI kita.
          sering mereka tidak bisa memiliki rumah sendiri dan bahkan tinggal di rumah dinas, saat rumah dinasnya mau ditarik mereka jadi menggelandang.
          ini benar-benar terjadi lo dan banyak.

          kalau salah ya maaf 😀
          maaf oot 😀

        •  

          kalau gak salah dulu ada yang namanya perum asabri,jadi pemerintah membolehkan anggauta tni/polri untuk memiliki rumah dengan cara kredit yang uang mukanya dijamin pemerintah.tapi kalau sekarang gak tahu jg?!!

    •  

      Bagus bung [email protected] salah satu ciri orang bugis,mudah meminta dan menerima maaf/lapang dada.Dan ini salah satu sebab knp dua adik ipar saya orang bugis semua.
      Btw opini anda selalu wajib saya baca di warjag selain rekan2 yg senior lainnya.salam bung PCM

    •  

      Hmmm…

    •  

      He he he Bung Lek U_Mar bisa aja , Ga’ Semua Org Bugis Makassar begitu semua , SeLama saya merantau sifatnya sama semua Ada yg baik dan ada yg jahat , oh iparnya Buk Lek U_Mar org Bugis yah , SaLam sama keLuarga disana insya ALLAH “Katte baji’2 tonjaki’ ” 🙂

    •  

      Assalamualaikum wr.wb.
      bukan begitu bung saya cuma menyampaikan keadaan sebenarnya karena keluarga saya juga ngalami 😉
      selain itu memang begitu keadaan sebenarnya orang tua saya dan juga temen-temennya saja ngos-ngosan buat beli rumah namun sekarang sudah punya walaupun ukurannya tidak seberapa seinget saya cuma 10mx15m itu sudah ahamdulillah banget dan tidak bertingkat lo, alias paling beruntung di antara yang lainnya.
      itu realita yang terjadi bung dan itu tidak di dapet hanya dalam tempo 1 atau 2 tahun bung itu dalam tempo puluhan tahun seperti orang tua saya yang kurang lebih 20 tahunan XD

    •  

      ALhamduLiLah bagusLah KaLau begitu Bung Wong Ndeso , Salam dengan Org tua dan KeLuarga di sana yg senasib dengan OMA saya 🙂

    •  

      50 F-16 skenarion upgrade jilid dua Bung. He he he. Tak kasih tau yo, daripada sampeyan nanti malah nangis nangis ngarep yg gak mugkin 😀
      Catat!

    •  

      Ajib…….nggak sabar….jadinya…..

  3.  

    Keliatanya proyek gagal ini# harap n sedih

  4.  

    lanjutkan… kita pasti bisa.

  5.  

    seperti apa pun jalannya ifx tetap menjadi top program pemerintah yang harus terlaksana with or without korea.

    percayakan saja. anda percaya kami pasti bisa.

  6.  

    Ah mboh lah,,,

  7.  

    Jualannya niru AS dong, bikin panas suatu kawasan terus suplier senjta kita masuk kesana dan menawarkan produk terbaru, terupdate

    Kalau tidak ada kawasan yg panas penjualan senjata menurun, suruh saja kapal patroli atau pesawat tempur tetangga nyelonong masuk terus di mediakan nah nanti DPRD ketok palu untuk menelurkan anggaran pertahanan, anggaran ada dibuatlah IFX banyak-banyak, industri berjalan.

    Bukankan industri israel, korsel bisa maju dikarenakan dikawasan sekitar mereka panas dengan dalih keamanan negara mereka memproduksi senjata sebanyak-banyaknya.

    Seperti lagu gigi :
    Banyak yg cinta damai tetapi perang semakin ramai…
    Wahai kau anak manusia ingin aman dan sentosa
    Tapi Kau Buat senjata Biaya Berjuta-juta

  8.  

    Ya sudah lah,,, udah siang,, mimpi nya udah selesai, tinggal bekerja keras, mewujidkan mimpi agar jadi nyata,,,

  9.  

    Optimis saja semoga cepat teralisasi karena negara sudah banyak ngeluarin biaya diprogram ini jgan sampai terhenti krna ad kpntingan asing. Yakinlah kita lebih hebat dari yg kita tau

  10.  

    Perusahaan avionik lokal

    http://www.infoglobal.co.id/en/

  11.  

    Jadi intinya, artikel ini mnganggap pesimis kemandirian Indonesia dalam mengembang pesawat tempur sendiri?

  12.  

    “Pengalaman adalah ilmu yang paling berharga”kapan kita akan tahu teknologi pembuatan jet tempur kalau kita tidak pernah mencoba.bangsa Indonesia mencoba untuk lepas landas mengelilingi dunia dengan gagah,memberitahu pada dunia bahwa bangsa indonesiapun bisa,bangsa yang besar,sebuah bangsa yang harus dihormati dan di segani.salam nkri

  13.  

    Asal ada Niat, Tekat, kerja keras, doa …. pasti kita bisa …

    Lanjut PT.DI ………

    Salam Nusantara Agung

    •  

      Satu lagi bung “modal”
      Sebenarnya ga begitu susah juga untuk modal dengan mengakomodir pengemis di setiap perempatan ,satu pengemis 500reben per hari di kali 30 hari dikali berapa juta jumlah pengemis wuiiiih banyak bung…cukup buat beli tuh …jujur aja gaji saya kalah ma pengemis…jadi pengen ngajuin pensiun dini…ditengah situasi pemerintahan yangdi goreng terus…seharusnya executive jangan koar koar dulu mau naik kan minyak,lha sekarang gara gara pemerintah ngomongin minyak terus suasana pasar jadi panik harga jadi kaget kagetan naiknya,dan nanti pas nanti dah ketok palu harga ikut kaget lagi,jadi harga naik 4-5×,baik sebelum maupun sesudah ketok palu,jeas ini ngga adil,apa saya harus setiap kali pulang bawa baju ganti yang untuk nongkrong di perempatan…..

      •  

        pasar nggak panik, itu spekulan yg main, macem spekulan di bei, konflik dinegara antah berantah kok bisa2 bisanya mempengaruhi rupiah disini.

        •  

          Kok ke spekulan yang jadi biangnya bung karna coba anda cermati lagi,semua kebutuhan pokok naik dan bahkan yg bukan bahan pokok atau bahan penunjang lainnya juga ikut naik,sederhananya gini aja bung silahkan saja naik harga minyak menjadi sama seperti di negara lain tapi PDB di negara kita juga harus sama dengan negara lain yang menjadi patokan negara ini contohnya harga minyak sama dengan australia apakah pemerintah mampu menaikkan umr baik swasta maupun negri sama seperti penghasilan warga di australia ataupun negara negara lainnya yang akan menjadi acuan,ga mungkinlah rakyat mampu bertahan dengan harga minyak yang tinggi dan pasti menaikkan harga bahan baku lainnya…jika gaji seorang tukang sampah di australia adalah aus$4000-$6000/bulan mampukah pemerintah kita menggaji tukang sapu di DKP sama dengan mereka yg berada di sana..jika harga minyak di mari mau di samakan dengan harga bbm di sana

  14.  

    Klo dilihat perkembanganya, pernyataan Eang Habibie ada benarnya juga..ragu dg proyek KFX/IFX

  15.  

    Pasti Kita Bisa

  16.  

    mbuat kapal selam aja sebanyak2nya sama rudal, pesawat no.2 sambil jalan

  17.  

    ..dilema,tapi mmg harus dimulai dari skarang hanya pemerintah harus punya rencana cadangan. plan dgn korea ttp brlanjut tapi urusan dana,gantung dulu… Siapkan plan B,plan C.. Mngkn kita hrus blajar buat puspur lama dulu dgn cara membongkar dan mempelajari F5 yg akan dipensiunkan. Pelajari semua detilnya. Basic kita adalah pesawat angkut baling2 namun kita pasti bisa mnghasilkan pesawat brmesin jet.. Copot sana,copot sini..uji.. Analisa,uji lagi.. Tdk ada keberhasilan yg instant,tapi dgn tekad kuat,kita pasti bisa..~ semangat indonesiaku,indonesia menuju lepas landas.

  18.  

    kata bung lare sarkem?
    Lancroootkan……!!!!
    Tetap optimis dengan para Ahli dalam negeri.

  19.  

    komen jd artikel bung diego lg neh …
    semua argumen bung antonov ada benernya tuh …
    hanya saja ente blm tahu kemampuan anak bangsa yg selama ini blm dibabar,

    airframe alias struktur body pesawat penumpang spt NC212 NC235 N250 dsb. standar safety nya hrs lebih kuat dari fighter
    krn hrs mampu jaga safety puluhan nyawa penumpang (musti & kudu & wajib lulus uji FAA reg), kalo fighter posisi pilot lbh
    aman krn pake ejection seat, pswt penumpang kalo mogok di langit trus penumpangnya hrs kemana ? loncat ke awan ?
    jadi anak bangsa sdh jamin mampu buat airframe fighter.

    fly by wire utk fighter prinsip kerja nya sama dg N250 buat kendali flap sayap dpn/blkng/kemudi sdh terbukti bisa dibuat
    termasuk software nya murni buatan anak bangsa

    instrument system, digital LCD msh impor, tapi software bisa
    buat disini, avionik sdh pengalaman penuh utk instalasinya, landing gear + ban memang msh impor. kelak industri lokal jg akan mampu buat, step by step lah, kagak ada yg instan tuh …

    kagak perlu ragu ma kemampuan kita buat mandiri bikin fighter, selain PTDI msh ada dislitbang AU, skadron teknik AU, ITB, LEN, LAPAN, dll dsb dst yg bisa kolaborasi wujudkan cita cita ini.

    oke kita contoh Rusia bikin sukhoi family, skrg sdh mulai dg pola produksi open source, komponen terbuka utk diisi dg produk negara lain …

    Yakin kita bisaaa …….. !!!

    •  

      Ya, Pak Habibie pernah bicara bahwa membuat pesawat sipil relatif sulit karena aspek keamanannya tinggi sekali karena menyangkut nyawa puluhan bahkan ratusan penumpang yang tak bisa difasilitasi oleh ejection seat. Kalau Pak Habibie memilih produksi pesawat penumpang karena faktor bisnis. Bisa digoogling.

  20.  

    Yah lumayanlah dibanding dengan malon. Untuk kapal perang Gowind class aja cuma kebagian ngecat. Tidak sesuai dengan rencana awal dikarenakan SDM yang IQ jongkok.

  21.  

    yg udah keluar dana tot dgn korsel aja terkatung2, ini mau di tambah lagi tot dgn ef or saab, di kadalin lagi aahhh

  22.  

    Sama seperti orang mau berwiraswasta terlalu banyak studi kelayakan bisnisnya ujungnya gak jadi berbisnis enakan jadi buruh sudah jelas perbulan gaji sekian….jadi seumur umur jadi buruh…ya resiko gagal pasti ada tapi kalo takut sama resiko ya gak usah mimpi bikin pespur beli aja udah jelas bisa dipake kalo gak bisa beli cash ya kredit…gampangkan???

  23.  

    Janganlah kita membatasi kemampuan kita sendiri bulatkan tekad, kerja keras…itu kuncinya mana semangat arek arek suroboyo saat mengusir sekutu yang adalah pemenang pd 2 dengan modal senjata ala kadarnya…

  24.  

    Salam kenal para sesepuh

    Positif thinking aja sih & Anggap aja artikel ini sebagai pemacu para enginer kita untuk mewujudkan cita2 bangsa indonesia dalam kemandirian pespur…kami yakin semakin dikritik semakin sempurna apa yg diimpikan. Maju terus bangsaku.

  25.  

    Lanjutkan pt.di kami mendukung kerja kerasmu.

  26.  

    tes

  27.  

    kalau nggak dimulai dari sekarang mau kapan lagi. semuanyaaaaaaaa butuh proses, salam untuk semuanya…………

  28.  

    Dalam pembuatan pesawat tempur tentu lebih sulit dan lebih komplek komponennya, apakah kita sudah menyiapkan komponen2 pespur tersebut? Hal yang krusial, seperti mesin, radar, electronic, dan banyak lagi lainya.. apakah bisa tercipta pesawat trmpur made in Indonesia dengan local content 100% made in Indonesia hanya dalam 1 dekade? Semua manufakture membutuhkan proses dari desain, produksi, prototype, uji coba hingga benar benar operasional di TNI AU, kenapa kita tidak mencontoh korsel, pertama buat pesawat latih baling baling, setelah itu baru beranjak ke mesin jet. Kemandirian adalah suatu keharusan, dan tidak bisa ditawar lagi, kenapa kita tidak mencoba membuat komponen pesawat selain airframe, misal avionic, sehingga saat IFX terbang, kita hanya butuh mesin saja yang masih impor selain itu sudah made in Indonesia, urusan senjata belakangan.

  29.  

    Tanpa mengurangi rasa hormat thd semua warjag, termasuk kontributor, sesepuh, apa boleh buat semua tentang IFX biarpun dibolak balik gimanapun dpt dirangkum scr pendek..Indonesia belum mampu.!!

    •  

      Maaf bung PKB, salamm kenal Kenyataan di dunia banyak ketidak mampuan, kegagalan, kebuntuan….. Tapi Bilaa berhenti sampai disitu saja makaa namanya KEGAGALAN….. NAmun saya yakin, apapun tantangan dan permasalahannya, Indonesia Akan terus Membangun IFX.. one way or another…. Karena saya yakin Kita tidak berhenti di “ketidakmampuan” kita… Jaya Indonesia.

      •  

        Iya benar. Belum mampu tp semoga suatu saat jd lebih dr skdr mampu. Sering kli jg sy komen ttg harapan Indonesia suatu saat jd produsen alutsista kelas dunia.

        Salam kenal jg..

        •  

          Kita Optimis aja bung…apapun hasilnya nanti mudah2an sesuai harapan…dinegri ini terlalu banyak yg berkepentingan agen asing bnyk dimana2..yg slalu merongrong..menurut saya itu namanya LSM – LSM dibubarkan aja..krna bnyaknya merongrong bkn memberi solusi..

          maaf pikiran tukang ledeng

  30.  

    IFX/KFX mungkin akan sangat sulit terwujud…
    Korea bukan ahli dalam pesawat tempur tapi satu jalan buat RI untuk melangkah maju dalam percaturan itu.
    mungkin project ini akan berakhir dengan kolabarasi justru di luar dgn korea..
    ilmu itu memang mahal..

  31.  

    tetap optimis

  32.  

    Kejadian Lucu.Tentara Malaysi Suruh Menembak
    Pasukan Sulu Malah Nagis. Hahahaha

  33.  

    kalau memang mau benar2 mandiri dan kuat. harusnya tot difokuskan pada pembuatan mesin pesawat. mau sejago apapun keahlian membuat pespur, kalo pengeraknya masih tergantung negara lian, bila diembargo tu pespur cuma kerangka tak berguna.

  34.  

    Merebut kemerdekaan jauh lebih sulit daripada membuat pesawat tempur bung! Tetap optimis, maju terus pantang mundur.

    Saya benci dg mental pesimis. Jangan memandang rendah dan hina bangsa sendiri. Singapore adalah bangsa yang mendidik warganya untuk menjadi keras kepala, tak mau kalah dan kadang sok tahu.

    Suka atau tidak, negri kecil ini jauh lebih Makmur dari negri kita. Mungkin mental seperti diatas perlu kita miliki. Mental pesimis dan senang menghina bangsa sendiri harus dibuang jauh-jauh.

    Salam Nusantara

  35.  

    Lihat disini :
    http://www.airforce-technology.com/news/newsindonesia-and-south-korea-agree-to-continue-kfx-ifx-fighter-development-4431858

    Komentar :
    Tahap selanjutnya adalah : engineering and manufacturing development (EMD),
    – Dananya disiapkan.
    – Industri pendukungnya disiapkan, mungkin masih lisensi, nggak apa2.

    Production development (PD) phase: ini mungkin masih jauh,
    – flight tests of six aircraft di Korsel, tapi kita mesti ikut dong, tes pilot kombinasi pilot skill + engineering degree.
    – Indonesia will be actively involved in the production process of first and sixth aircraft throughout the flight test programme. It has also agreed to establish the final assembly production line and build the aircraft at its own expense.
    – mesti disiapkan dananya’
    – mesti disiapkan lokasinya.
    – mungkin pada akhir pem. Pres Jokowi 2019.

    Imho.

  36.  

    Kepada Bung Brotosemedi (dimana saja)
    Tolong Bung, mohon balik kemari, kita masih sangat perlu pencerahan dari anda.
    Terima kasih dan salam hormat.

  37.  

    @dicky terimakasih telah membaca artikel di JKGR..karena artikel di blog”buatan orang”se habitat dg kamu isinya aneh”..teruslah baca artikel di JKGR ato di blog militer Indonesia yg lain..saran sy baca JKGR sambil diatas pohon enak tuh

  38.  

    eehh ada bung dicky… pngen bljr jg y d jkgr?
    mari bung, ni jg dh ane siapin pisang buat anda..
    jgn d atas pohon terus gt donk..hhheeee

  39.  

    memang membanggakan dan menggairahkan klo industri strategis nasional mampu membuat alutsista hitech spt pesawat tempur shngga mampu mendongkrak prestige negara di panggung dunia. Meski bnyk tantangan, niatan ke arah kemandirian ttp wajib terus berjalan, pndangan pribadi, sukseskan dahulu upaya industri dlm negeri membuat pesawat perintis dan penumpang (N-219 / R-80/ N2130 ). Apabila PT DI sudh berhasil bersaing dg perusahaan skls Embraer, niscaya hnya tinggal menungg momen tpat utk beradu dg Locheed Martin..

    Selesaikan dan sukseskan proyek kebanggaan nasional yang sempat tertunda ini..

  40.  

    Kesian malon nyari pesawat segede gajah aja ga ketemu…

  41.  

    yah………

  42.  

    Saudara [email protected] sering2 singgah dimari yah? Kalau bisa ajak rakan2mu semua belajar disini,jangan khawatir biayanya gratis.Tapi kalau belajar itu jangan nakal2 yah? Nanti bisa2 ada meja melayang.

  43.  

    Saudara [email protected] bisa dikatakan anda ini murid baru tapi degil dan nakal.Tapi tidak mengapa anda tetap bisa belajar disini,gratis kok.Kami tahu kawan malaysia cuma inggris,sebenarnya kami kasihan dengan rakyat malaysia.
    Jakarta greater ibarat university yang brilliant untuk mengasah otak2 tumpul seperti saudara.
    Sering2 kuliah disini yah?

  44.  

    Welcome back bung [email protected] ditunggu artikel dan pencerahannya.salam

  45.  

    Bisa diberikan LINKnya bung [email protected] biar tak kelihatan seperti serangan pribadi,salam.

    •  

      terlalu banyak ntar link2 yang harus dikasihkan….
      mau tahu N250…. gunakan google image, dg kata kunci n250, PT DI (ntar pada bermunculan gambar2 N250)..terus tuh klik aja.

      mau tahu soal NMX? sama gunakan google image.
      mau tahu ttg N219 gunakan juga google image.

      mau tahu ttg avionic2 buatan PT infoglobal, gunakan google image juga.

      kalau soal mesin dari hanibie itu aku tahu nya dari celetukan forum sebelah. itu juga masih misteri karena biayanya itu gede. mungkin biayanya dari pangeran brunei kale….
      jadi jangan harap jadi berita resmi…dari suatu link.

      yah mirip2 omongan dari kang jalo tentang mesin2 yang dibuat oleh indonesia.

  46.  

    itu dongeng bung Reog. seperti halnya kalo kita buat kopi susu sendiri mulai dari nol. Dimana kita tanam sendiri pohon kopinya sampai panen terus kita sangrai sendiri, tebu kita tanam terus panen kita buat gula sendiri, sapi kita peras susunya sendiri, terhitung 5 tahun baru bisa kita merasakan kopi susu buatan sendiri, dan jerih payah sendiri. itu hanya kopi susu…..
    kalo pesawat ceritanya seperti yg di atas.

    •  

      Ijin like

      •  

        Numpang izin like juga… Entah sampai kapan saya bisa minum kopi susu buatan sendiri.. Saya yakin koki terhandal di dunia pun susah mau buat hanya sekedar kopi susu…
        NKRI HARGA MATI

    •  

      Aroma kopi yg terkenal cita rasanya di dunia masih dipegang indonesia lho he he he he
      kemandirian bgs indonesia di bidang ks, roket, rudal, tank, panser, kcr sd frigat, pespur, satelit, drone, dll hrs terus kita suport lwt warjag ini. Permasalahan utama memang dana, klo soal sdm insyaallah indonesia berlimpah untuk orang2 pintar. Tinggal
      kemauan, kerja keras, jujur, kreatig inovatif, semangat, dukungan aturan hukum , dukungan dana .

  47.  

    anda mulai buka aib tahun 2005? di perbatasan kalimantan? berapa tank yang hancur punya ATM? berapa parajurit ATM yang tewas? berani ga cerita peristiwa tahun itu kala tentara malaysia banyak yang tewas oleh TNI? berani ga? BACOD doank lu.

  48.  

    betul bung, dan jangan sampai proyek in digagalkan oleh pihak luar karena kalau sukses, akan mengurangi pangsa pasar mereka, bahkan akan menggerogoti bisnis bidang pesawat tempur. Maka maju terus pantang mundur untuk INDONESIA JAYA.

  49.  

    Pasti bisa dan sukses!!,,,IFX adalah cita cita NKRI bukan demi kepentingan segolongan orang…

  50.  

    Saya kira analisa bung antonov ini supaya bisa menjadi koreksi…..kalo mau bikin alutsista harus totalitas….tot bukan hanya sekedar pencitraan yang wah…tp hasilnya kosong….kalo mau tot harus dengan perjanjian yang serius ketat….bila negara yang diajak mitra menghentikan sepihak atau mengembaro dan mencampuri urusan kedaulatan harus dituntut..di blacklist….Indonesia negara besar kok dari menguprek f5 aja pasti bisa membuat……intinya jangan muluk muluk…tapi tetap bekerja….iran aja bisa bikin pesawat padahal diembargo..pakistan bisa bikin……indonesia kenapa tidak…..apakah nunggu ada tot baruu bisa…….

    Yang perlu dbangkitkan adalah jiwa patrionalisme….jiwa Memiliki bangsa…karena orang indonesia itu pintar pintar tetapi enggan mau berbagi keahlian….malah banyak yang bekerja di perusahaan asing…

    •  

      Bung NKRI dulu pernah saya angkat soal permasalah ToT. COba baca disini :
      http://jakartagreater.com/anda-percaya-kami-pasti-bisa-jilid-iii/

      Jadi begini sebelum, untuk sampai ke program Transfer of Technology kita harus punya yang namanya Road Map Penguasaan Teknologi. Yang pertama yang harus tahu adalah Basic Knowledge, lalu Self Improvement dan yang terakhir adalah Acquired. Awalnya kita mengukur sebearapa besar basic knowledge kita, lalu kemudian dengan sdm, fasilitas, dll kita ukur Self Improvment, dan akhirnya muncul Acquired atau pengetahuan yang akan kita cari dari ToT.

      Saya sudah baca sejumlah program ToT termasuk tawaran perakitan dan apa yg kita dapat dari perakitan pesawat tempur ini. Dalam pesawat itu ada ribuan core komponen, dari sini kita harus ngitung lagi sejauh mana kemampuan kita dan apa yg harus dikembangkan. Dari situ, mana yg tidak bisa, lalu kita tawarkan. Dalam Airframe ada berapa banyak komponen, mana yg gak bisa kita tawarkan kerjasamanya.

      Contohnya dari airframe ada 100 core, yg kita bisa sekitar 50 core. Lalu pihak yg kita ajak kerjasama mau berbagi 30 core, sisanya kita harus punya yang namanya pengetahuan yang dikembangkan sendiri atau nantinya bisa berlanjut ke program life time dengan pihak produsen tersebut maupun sub-con yg lain. Jadi gak segampang yang kita bayangkan. Itu baru airframe, nantinya kita juga harus memikirkan komponen2 lainnya.

      Dulu waktu negara kita kembangkan pesawat CN-235, banyak yg menolak menjual beberapa komponen yg dibutuhkan termasuk negara yang pesawat tempur yg anda idolakan itu. Akhirnya, EADS yg membantu melalui sub-con mereka, padahal mereka menjual nama mereka kalau project pengembangan ini gagal nama mereka akan hancur, makanya produsen2 lain tidak berani.

      Itu baru ToT yang diatas masuknya rencana induk jangka menengah, disini termasuk didalamnya masalah :

      – Program penyiapan dan integrasi Teknologi (peningkatan Local content, kandungan lokal serta menguasai berbagai aspek organisasi dan manajemen QCD (quality, cost, delivery) produksi, jaringan vendor dan industri pendukung, pemasaran, penjualan dan layanan purna jual, dll)

      – Program Pengembangan Fasilitas
      – dan Program Pengembangan SDM

      Nah nanti masuk ke Program Jangka Panjang, disini termasuk didalamnya Desain sendiri dan R&D.

      Jadi smeua sudah dipikirkan, masalah embargo, peingkatan komponen lokal biar gak di cap tukang jahit saja silahkan baca UU Nomer 16 Tahun 2012 tentang Inhan, mungkin bisa dilihat di Bagian Ketujuh terkait Pengadaan, Pemeliharaan, dan Perbaikan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan. Masalah totalitas, itu buktinya dari CN-235 nanti lahir N-245.

      •  

        Saya setuju anda bung Jalo..ilmuan kita pasti bisa bikin pesawat…walaupun buat pesawat ga semudah bikin kacang goreng apalagi pesawat tempur…saya juga ga anti pesawat blok barat dan timur…….tp melihat perkembangan kawasan dan politik saat ini saya menilai indonesia harus punya alutsista unggulan…dan potensi musuh utama kita dari blog barat …dan kroni kroninya…tot harus jalan tp dengan tidak melemahkan pertahanan bangsa…so saya sementara ini tetap berpendapat alusista timur yang paling bagus buat pertahanan bangsa kalo bisa ya dapat tot kalo tidak ya dibeli dulu sambil cari tot lain…..

        •  

          Iya bener bung NKRI, bikin pesawat tidak semudah bikin kacang goreng. Apa yg anda lihat bahwa Indonesia harus punya alutsista kuat itu bersandar pada pandangan tradisional. Ingat kekuatan nasional itu ada yg namanya Hard Power dan Soft Power. Memang dasar pandangan tradisional ini juga tidak boleh dikesampingkan. Tapi saat ini perang tujuan utama lagi, tapi tujuan akhir.

          Sekarang kembali kepada kita menjadi bangsa “kuat” atau “pintar”…

          •  

            Mantap bung jalo…namun kepintaran harus dsertai keberanian….diplomasi kuat tidak disertai hard power …tidak akan mempan diplomasi…masih ingat perundingan KMB…tanpa kekuatan gerilnya mustahil belanda mau berunding…masih ingat rengas dengklok….tanpa keberanian ga mungkin proklamasi didendangkan…

            Kesimpulannya…kepintaran penting tapi keberanian bertindak itu lebih utama…..bangsa yang maju bukan hanya kepintaran saja..tapi yang berani bertindak …perubahan …..mengatakan yang dimau…melaksanakan tujuan…kepintaran bisa dipelajari…tapi keberanian…hanyayang bermental baja yang bisa…..

            Saya cuma ingin indonesia sadar bahwa lambang Negara garuda…ga mungkin ia akan terus hidup bersama ayam…walaupun dicokoki makanan..karena makanannya sejatinya beda….lama lama ia akan mati kelaparan….kalau ia garuda terbanglah seperti garuda…..

          •  

            Kan yg saya sebutkan itu soal “kuat” dan “pintar”, kuat juga butuh keberanian begitu pula “pintar”. Itu 2 definisi yg berbeda.

            Konsepsi Trisakti yg dicetus oleh Bung Karno, didalam konsepsi itu ada 3 faktor yang diutamakan yakni Ekonomi, Politik dan Budaya. Kenapa militer tidak masuk? Mungkin anda bisa cari referensinya.

            Untuk masalah ayam mungkin bisa melihat artikel bung STMJ disebelah.

    •  

      saya kok punya keyakinan…bahwa kopian F5 buatan Iran…(ekor ganda). itu sesungguhnya
      buatan putra2 indonesia yang bekerja disana. dulu tahun 90 an…aku sempat lihat rancangan F5 kopian PT DI, tapi karena krisis proyek nggak jelas kabarnya.

      tahu2 Iran yang malah mengeluarkan F5 kopian dg ekor ganda.
      dan disana banyak sekali engineer2 jebolan PT DI kalao gak salah.

  51.  

    Justru dari kita mencoba kita akan tau sampai di mana level kita.
    dengan begitu kita bisa memetakan masalah dan dari mana cari solusinya.

    kita tidak boleh kalah sebelum mencoba, pesimis harus jauh jauh dari jiwa NKRI.
    tidak ada yang sia sia dari sebuah proses belajar. sekalipun biaya besar harus amsyongg tak berbekas.

    Saya percaya kita memang masih jauh untuk mandiri membuat pespur. cuma itu hanya masalah waktu. tidak ada yang tidak mungkin.

    kita juga mesti sadar bahwa musuh bukan hanya tetangga nakal sebelah tapi juga dari sifat malas dan pesismis.

    YAKIN KITA PASTI BISA

  52.  

    klo gitu bikin lagi saja artikel yg utuh bung antonov, dengan data2. hehe bung diego suka maksa nih.

  53.  

    kalau teringat tentang kandasnya n 250 memang sangat di sayangkan, moga kita dapat belajar dari kegagalan masa lalu yang di sebabkan bukan oleh penguasaan teknologi tapi oleh politik

  54.  

    Sbnrnya msh banyak skali komponen yg sudah bisa di buat di dalam negri oleh para ahli kita. Kembali lg pd pemerintah yg kurang perhatian dan maryarkat yg cenderung kurang percaya kpd produk buatan dalam negri

  55.  

    Klo di Kasii yaa alhamdulillah…tpi jgn mau di Kasai truss yaa..?

  56.  

    Klo di Kasii yaa alhamdulillah…tpi jgn mau di Kasii truss yaa..?

  57.  

    Klo di Kasii yaa alhamdulillah…tpi jgn mau di Kasii truss yaa..?

  58.  

    Iya bung Arya jawa , Kami mohon berikan Ling yang bersangkutan yg menyatakan akan membuat mesin jet ComersiL . Terima Kasih 🙂

  59.  

    Tentara asing kok dibanggakan….
    Emang ga pede sama kekuatan sendiri?

  60.  

    Nah kan makanya ini nih yang saya khawatirkan.. Transfer teknologi nya tidak beserta pembuatan mesinnya..
    berarti sebenarnya membeli pesawat rusia tanpa TOT bukanlah pilihan yang buruk.. menurut saya, Pemerintah Harus lebih dewasa memilih partrner Alutsista TNI, jangan hanya terpaku Perjanjian TOT tapi pas di ujung unjung Hanya untuk menjahit saja tanpa Transfer teknologi Mesinnya.. dengan iming2 TOT menjahit Uang USD 5 milyar melayang… padahal saya yakin kalau hanya sekedar Menjahit PT DI Jauh lebih dari BISA, Sungguh disayangkan Coba 5 milyar USD itu semuanya dibeli ke Sukhoi PAK-FA / Su-35 sepertinya udah dapat Banyak pesawat Dengan Efek Deteren Mumpuni 🙁 🙁 🙁

    •  

      Maaf sebelumnya tapi kalo beli terus tidak baik juga, masa mau beli selamanya. nanti klo pas barang yg tersedia jelek gimana?

      TOT memang tidak mungkin semuanya, tak mungkin ada negara yang mau kasih TOT dari nol sampe jadi lahh mereka aja masih ada beberapa bagian yg lisensi dari perusahaan lain kok.

      jadi memang sedikit2 satu satu, terus kita belajar nyulam klo masih blum ok di situ tugas kita untuk menyempurnakan.

      Mungkin kira2 begitu.

  61.  

    Pesimis amat sih bung dengan Indonesia. Masalah komponen pesawat nya sebagian masih kita impor itu wajar bung. Yang penting teknologi nya kita sudah kuasai, tinggal kita kembangkan lagi kedepan agar seluruh komponen pesawat bisa kita buat sendiri.
    SSJ nya Russia aja sebagian komponen nya juga impor, Sukhoi pun juga begitu. Russia loh ini bung masih impor jg…
    Bagaimana dengan Indonesia? Ya kita start dari sekarang belajar nya. Kalau gk start dari sekarang, kapan bisa nya kita?
    Yang jelas menurut pendapat pribadi saya, kita harus tetap optimis dgn IFX ini.

    Tapi 1 hal yg lebih penting, jgn terlalu fokus juga dengan program IFX dan melupakan ancaman2 uang sudah nyata, sambil mnunggu program IFX kita kelar dan sukses, untuk sementara jika anggaran mencukupi kita akuisisi pespur yg setidaknya bisa mengimbangi pespur milik tetangga dan musuh potensial, baik itu pespur yg mereka sudah mikiki, maupun pespur yg akan segera mereka miliki.

    Cuma pendapat awam, maaf jika keliru.
    Salam

  62.  

    Bung-Bung semuanya,

    Ma’af nanya nih, gambar pesawat yang dipertontonkan ke pelajar di formil sebelah dengan judul “Pesawat Tempur TNI AU Dipamerkan ke Pelajar” itu pesawat tempur jenis apa yah?
    Ma’af oot…

  63.  

    otak orang malyesia…emang cuma segini ya…?
    memalukan. orang dunia.

 Leave a Reply