Robot Militer Rusia Ditanggapi Dingin oleh Putin

17
125
Robot Militer Rusia
Presiden Putin saksikan Robot Militer Rusia

Ketika seseorang menggambarkan mesin sebagai “robot tempur,” Anda mungkin akan membayangkan sesuatu yang mirip dengan Terminator atau bahkan mungkin Boston Dynamics BigDog. Mungkin itu sebabnya Presiden Rusia Vladimir Putin tidak terlihat terkesan ketika disajikan prototipe robot tempur terbaru negaranya – karena bukannya datang tatap muka dengan Robocop, namun ia hanya bertemu kawan yang lemah dan tampak membungkuk pada ATV.

Putin baru-baru ini mengunjungi Central Scientific Research Institute of Precision Engineering Tochmash di Moskow (DARPA Rusia), di mana ia menyaksikan robot yang dengan hati-hati mengemudi di sebuah track layaknya seperti nenek manis dengan penglihatan yang buruk.

image

image

image

Robot itu menbakkan pistol lima kali, sehingga menambah nilai dari robot ini. Robot ini awalnya dikembangkan sebagai bagian dari program cyborg untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional. Namun, itu robot ini belum otonom, sehingga seseorang harus mengendalikannya dari jarak jauh selama kunjungan Putin.

Penciptanya berharap untuk mengembangkan lebih lanjut, sehingga tidak bisa hanya mmapu menembakkan senjata api di medan perang, tetapi juga mengelola pertolongan pertama.

image

Meskipun ekspresi kosong Putin dan sikap bosan tertangkap di kamera selama demo, dia mengatakan semua yang dia lihat hari itu menegaskan bahwa militer Rusia berada “di jalan yang benar untuk mencapai tujuan yang diinginkan”. Termasuk membangun tank otonom, kendaraan tak berawak, dan senjata lainnya yang tidak memalukan di abad ke-21.” Dia memuji semua ilmuwan dan insinyur: “Perkembangan canggih terlihat benar-benar menarik,” katanya, “kadang-kadang lebih seperti film sci-fi.” (Russia Today).

17 KOMENTAR

  1. Harus diakui Rusia mengalami keterlambatan untuk perkembangan teknologi otonom/robotika. Meskipun demikian, tampak memiliki potensi dan kemauan yg didukung negara. Perseteruan dengan NATO dan khususnya AS secara tak langsung turut mendorong peningkatan robotika militer. Berbeda dengan Jepang dan Jerman, di mana robotika menjadi bagian dari industri, Rusia dan AS lebih cenderung pada penggunaan militer.
    Di Indonesia bukannya tak ada, banyak malah, tapi masih sebatas hobi dan belum terarah. Meskipun presiden menjadikan drone sebagai isu kampanye, tapi belum tampak perwujudan kebijakannya sampai saat ini. Malahan, diterpa isu cicak vs buaya gara2 partai pendukungnya mulai berulah.
    Semoga, perkembangan robotika nasional tidak lagi tergantung pemerintah. Bisa berkembang sendiri sebagai bagian dari masyarakat. Jika kita melihat bahwa biaya buruh semakin mahal dan pengusaha mulai beralih ke otomatisasi industri.

  2. Begitulaah kalo lembaga udah minta anggaran maksimal tapi hasil minimal..

    Dibanding robot Jepang kalah jauh kyknya, jepang dah bisa bikin robot untuk para pria jomblo..cuaantiik dan seksi lg suaranya..

    Indonesia bisa kalo disuruh bikin robot yg gerak kyk nenek tsb