Mar 292017
 

Sebuah studi terbaru yang dibuat oleh Infosys, menyusun peringkat setiap negara berdasarkan indeks kematangan AI (Kecerdasan Buatan), memberikan skor persentase koresponden dari masing-masing negara, sebagaimana dilansir dari Telegiz.com

China mendapat skor tertinggi dengan meraih sekitar 56 persen, jelas mencerminkan tumbuhnya reputasi sebagai salah satu kekuatan teknologi paling inovatif di dunia. Dan menjadikannya sebagai pemimpin global dalam bidang robotika dan AI.

Mengikuti di belakangnya adalah India dan Jerman dengan skor masing-masing 55 dan 53 persen. Menariknya adalah bahwa AS yang merupakan rumah dari Silicon Valley dan tempat kelahiran dari World Wide Web, hanya mencetak skor 46 persen, sedangkan Inggris harus puas dengan skor 44 persen.

Menurut Computer Business Review, survei tersebut menyalahkan hasil indeks tersebut pada sistem warisan. Dikatakan bahwa kesenjangan kedewasaan tampaknya semakin tinggi sejak China dan India memiliki sistem warisan dan proses bisnis yang lebih sedikit, sehingga membuat “adopsi AI dan integrasinya menjadi lebih mudah untuk dicapai”.

Indeks kedewasaan seharusnya meningkatkan upaya AI pada negara-negara tersebut, terutama karena ditemukannya hubungan antara pertumbuhan pendapatan dan kematangan AI. Selain itu, laporan juga menunjukkan bahwa suatu organisasi yang melaporkan pertumbuhan lebih cepat dalam pendapatan dari tiga tahun terakhir maka mereka berpeluang lebih maju dalam kedewasaan AI.

Lebih dari tiga perempat (76%) dari responden AI sebagai faktor penting untuk keberhasilan strategi organisasi mereka. Selain itu, lebih dari setengah (64%) berpikir bahwa pertumbuhan masa depan organisasi mereka tergantung pada skala besar adopsi kecerdasan buatan.

“Adopsi Kecerdasan buatan (AI) meningkat dan kami sangat gembira untuk melihat investasi dalam AI, dan bahwa bisnis secara bertahap memperoleh perubahan yang berarti dan kreatif”, kata Sandeep Dadlani, Presiden Infosys.

Dadlani lebih lanjut menambahkan bahwa penelitian mereka mengungkapkan bahwa kedewasaan AI dan perolehan momentum diharapkan untuk lebih meningkatkan minat tentang nilai-nilai inti dan manfaat melalui adopsi AI.

“Pencapaian tersebut sangat luar biasa dan peluang AI memberikan manfaat yang luas”, tambahnya.

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  31 Responses to “China Lampaui Inggris dan Amerika dibidang “Robotika dan Kecerdasan Buatan””

  1. Alamak jannn…kalah lg mamarika dan bu eli sama si sipit.

  2. lah didaratan china udah banyak milyaran2 robot
    kerja pagi sampai malem dgn bayaran kecil
    membunuh empati dan merenggangkan kebersamaan antara manusia
    Hail Mao……

    teriak2 jepang dan indonesia membunuhi warga keturunan china
    sementara mereka membunuhi puluhan juta rakyatnya sendiri dgn kebijakan Great leapt forward dan revolusi budaya.

    • Memasyarakatkan Robot dan Merobotkan Masyarakat.

      • iya juga sih tp hasil dari merobotkan masyarakat, si chintia jd negara adikuasa ketiga.

        sedangkan kita jd negara konsumen tertinggi

        • budaya luhur ribuan tahun mereka yg hancur bung
          anda cuma tau dari bungkusnya dari media2 saja tanpa menghiraukan analisis mendalam

          utk meraih sesuatu harus ada yg dikorbankan
          dan itulah jalan pintas yg dipilih partai komunis china
          mengorbankan budaya luhur mereka dimasa2 dinasti tang,song dan ming

          komplain kita jadi negara konsumen ketiga
          klau mau meminimalisir kebiri budaya sok-sokan kita
          satu hal yg menjadi ancaman pengusaha pengimpor

          • kalau boleh bilang lebih jahat mana dengan pengerukan freeport oleh amer

            sama china yg mengaku yg punya lau china selatan.

            sebenarnya secara tidak langsung dunia juga mengakui bahwa itu laut china selatan.

            coba kalau indonesia menyebutnya laut indonesia utara.

          • somplak
            berarti kalau berdasarkan logika anda samudera hindia adalah milik india

            penamaan nama laut dulu utk mempermudah navigasi
            dan sudah ada hukum internasionalnya
            makanya harus melek sejarah
            http://asiasociety.org/blog/asia/how-historical-humiliation-drives-chinas-maritime-claims

            hidup di dunia
            yg lemah akan selalu ditindas oleh yang kuat
            dan yg tidak tahu menahu akan selalu di kibuli oleh yg lebih tahu.
            makanya kalau gak mau lemah ya harus tahu utk jadi kuat.

  3. jadi inget ….film ..wall-E ( we all Equipment )…

  4. Jepang urutan keberapa nih?

    • Orang sana juga diperrobotkan oleh beban kerja yang superketat sampai2 banyak yang depresi hingga akhirnya

  5. Di Indonesia banyak menciptakan habib* untuk keselamatan dunia dan akhirat…akhirnya perang sendiri*…

  6. Mungkin cuma kita yg dapat imbangi kemampuan robot China,..karena kita sering menang dikontes robot international.

  7. wih ni pagi kok ada si sukro di iswahyudi ya,terbang rendah jg,
    n ni pagi kliatan rame bnget yg terbang

    • arek mana bro.. dari sarangan deket kayaknya. 3 biji itu su27 ato su 30? sering2 saja mampir saja itu si sukhoi. berhenti muter kayaknya rehat sarapan. semoga nanti dilanjutin latihan dogfight sama f16 atau hawk.

  8. masih ada yg ngeyel betapa cepatnya kemajuan cina, yg katanya PLODUK MULAHAN,, hheeee… ayo bangun tong jangan mimpi mulu majukan NKRI, berusaha lebih baik dari pada mencela..

  9. Tdk heran, jumlah SDM yg sangat bnyk, ditambah dgn pemberdayaan manusia yg sangat baik, beda lah dgn disini, Sekolah di jaman dulu susah. Ditambah dgn pemikiran org2 non-kota yg enggan menyekolahkan anaknya (jaman dulu)

  10. Indonesia juga bisa bikin, tapi bukan di aplikasikan seperti model humanoid, cederung ke fungsi robot mekanika, lihat karya mahasiswa2 kita yg selalu menggondol mendali emas di setiap lomba olimpiade internasional…..so….it is not big issue for Indonesia….

  11. produk yg berkualitas itu jika bisa dipakai dg baik dan harganya murah. kemandirian itu memang menguntungkan dalam semua hal karena mempunyai efek deteren, misterius tdk bisa dibaca lawan. bisa menarik investasi jg. lihat raja salman contohnya nilai investasinya beda antara china dan di indo.

  12. Dikita selalu menang kontes robotika bahkan Chip super jg kita menang, tapi tidak diaplikasikan dan dikembangkan sekala industri! Dan negara eropa pembuat kontes secara langsung bisa mendapatkan teknologinya secara cuma2! Pemerintahan kita aja yg kurang peduli atas potensi SDM kita, karena klu Import kan banyak dapat komisi.

  13. Tes lagi

  14. Pihak kemenhan kurang inovatif mengkoordinir generasi muda yg inovatif. Mereka membiarkan generasi inovatif utk jalan sendiri dlm bidang pertahanan. Coba adakan lomba inovasi pertahanan dan pembiayaan produk dibantu dana 50% sehingga merangsang inovasi dlm negeri.

  15. Made in china memang mantap: New Russian anti-sabotage boat with Chinese diesel engines broke down during first test, http://defence-blog.com/news/new-russian-anti-sabotage-boat-with-chinese-diesel-engines-broke-down-during-first-test.html

  16. Ane gak percaya kalo Jepang kalah dari China dlm bidang AI.. teknologi AI mereka sudah sangat maju dan aplikable dlm robot humanoid.

  17. Semua masih kalah sama robot gedek

  18. Hahaha…. sebagai orang yang bekerja di bidang AI terutama yang berhubungan dengan senjata. Saya kok sedikit pesimis. Bukan bermaksud merendahkan, tetapi jika dikatakan China lebih maju dari apa yang telah dicapai oleh US dan konsorsium Eropa dalam hal AI in cutting edge Weaponry. 🙂

    Satu hal yang patut diingat adalah: US dalam pengembangan senjata lebih konservatif terhadap apa apa yang telah dicapai.

    Intinya: US senjata sudah ada, ngomongnya nggak punya.
    Beda dengan China, senjata belum komplit dibilang sudah punya. itu saja. 🙂

    Tabik,

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)