Roket Pertahanan Indonesia RX-320

45
209
roket-rx-lapan
Roket RX Lapan

Jakarta : Setelah keberhasilan Roket R-Han 122 mengisi alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI, Lapan kembali mencoba mengembangkan roket pertahanan lainnya, dengan daya jelajah 70 hingga 100 km. Untuk roket pertahanan ini, pengembangannya diambil dari roket RX-320 dan RX-450 seperti yang disampaikan Kapusroket Lapan, Dr. Rika Andiarti saat berbincang.

“R-Han tersebut akan dipenuhi oleh RX-320 untuk jangkauan 70 km dan RX-450 untuk jangkauan 100 km,”

RX-320 saat ini sedang dikembangkan oleh tim konsorsium roket yang terdiri dari Kemenristek, Kemenhan, PT DI, PT Dahana dan PT Pindad. Untuk RX-450 masih perlu uji statis kembali, karena saat peluncuran pertama hasilnya hanya ditingkat 75%, belum maksimal.

Sayangnya, rencana memperbanyak roket tidak didukung oleh pemantapan pembuatan pabrik propelan tanah air. Selama ini propelan masih menggunakan bahan baku dari negara lain.

Roket Lapan (photo: Audrey)
Roket Lapan (photo: Audrey)

PT Dahana mengaku sudah berhasil membuat propelan dari bahan baku lokal dengan nilai komponen sebesar 20 persen. Setelah pabrik ada, pengembangan komponen lokal akan dinaikkan. Koordinator Proyek Khusus PT Dahana Yusep Nugraha mengaku pembangunan pabrik ini masih terkendala pada anggaran.

“Kalau merujuk kemandirian dan kebutuhan pertahanan, kita ingin pabrik propelan dibangun mulai tahun 2014, tapi pada akhirnya pemerintah yang akan menentukan kapan anggaran untuk propelan bisa dialokasikan,”.

rx-lapan-3
Roket RX Lapan

Seperti yang kita ketahui, R-Han 122 dibagi menjadi dua versi, yaitu untuk TNI AL dan TNI AD. Untuk TNI AD hasil pengembangan roket RX-1210 berdiameter 120 mm dengan panjang propelan 1 meter. R-Han varian pertama ini memiliki berat 38 kg dan menjangkau sejauh 14 km.

Sedangkan Roket TNI AL atau R-Han 122b ini memiliki ukuran yang lebih panjang dari varian pertama. Selain memiliki panjang yang berbedan daya jangkau lebih jauh, bisa mencapai 25 km. (by Jalo)

45 KOMENTAR

  1. seperti yang kita ketahui, R-Han 122 dibagi menjadi dua versi, yaitu untuk TNI AL dan TNI AD. Untuk TNI AD hasil pengembangan roket RX-1210 berdiameter 120 mm dengan panjang propelan 1 meter. R-Han varian pertama ini memiliki berat 38 kg dan menjangkau sejauh 14 km.

    Sedangkan Roket TNI AL atau R-Han 122b ini memiliki ukuran yang lebih panjang dari varian pertama. Selain memiliki panjang yang berbedan daya jangkau lebih jauh, bisa mencapai 25 km.

    seperti nya sudah ada pembagian buat Komando Gabungan Wilayah dimana TNI AL mendapat jatah mainan Roket R HAN berjangkauan 25km.. dan jika roket ini di ” pajang” semua di pulau BATAM atau NIPAH dan diganti nama menjadi ROKET RHAN USMAN HARUN 122 dibikin 10.000 unit dan diarahkan ke singapura rasanya mantap sekali

  2. Bagaimana ini bung?

    Jakarta – Permintaan pembelian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terpaksa ditolak oleh Menteri Keuangan Chatib Basri. Pemerintah tak punya anggaran sebesar Rp 27 triliun seperti yang diminta.

    Chatib mengakui, dana APBN memang cukup besar dengan mencapai sekitar Rp 1.800 triliun. Namun masih banyak program lain yang harus dilakukan.

    “Fiscal space tidak cukup untuk APBN. Masih banyak hal yang mesti dilakukan, bagaimanapun fiscal space (ruang fiskal) nggak ada,” ujar Chatib di kantornya, Jakarta, Kamis (27/2/2014).

    Pembelian alutsista memang menjadi prioritas dalam program pertahanan dan keamanan negara. Namun, menurut Chatib anggaran untuk pembelian tersebut memang tidak ada.

    “Betul, tapi kalau fiscal space nggak ada, mau apa? Uangnya nggak ada Rp 27 triliun,” sebutnya.

    Chatib menuturkan, alasan tersebut sudah disampaikan kepada Kemenhan dan Komisi I DPR dalam rapat kerja yang berlangsung beberapa waktu lalu. Chatib bahkan menyarankan anggaran tersebut tidak harus langsung sebesar Rp 27 triliun.

    “Nggak tahu Rp 27 triliun, tapi kan seharusnya nggak perlu harus disepakati Rp 27 triliun. Fiscal space nggak ada. Untuk tahun depan nanti tanya Menkeu baru,” imbuhnya.

    • Ada uangnya:

      vivanews.com 27/02/2014:

      Menteri Keuangan Chatib Basri menutup dengan rapat kemungkinan mencairkan anggaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang diajukan Kementerian Pertahanan tahun ini.

      Walau agak ngambek:

      Chatib mengungkapkan, sebenarnya anggaran itu bisa cair jika pembelian alutsista tersebut tidak langsung dilakukan atau secara bertahap, mengingat adanya pelemahan rupiah terhadap dolar.

      “Masih banyak hal yang mesti dilakukan, tapi kan seharusnya tidak perlu langsung,” ungkapnya

      • kabar baik, tp bisa jadi kabar buruk juga yah bung diego,,
        kabar baik buat alutsista, tp kabar buruk buat pertukaran rupiah,, tp mudah2an mentri keuangan dan jajaran nya bisa melakukan yg terbaik utk perekonomian kita, sehingga walaupun dipake duit nya , tp rupiah masih tidak mengalami penurunan yg signifikan,,

      • Bung diego, bisa kasih pencerahan, sebenarnya anggaran belanja alutsista MEF 1 (2010 sd 2014) itu berapa?? yg dari APBN berapa dan dana On Top ( 2010 sd 2014) kira2 berapa??

        Sebenarnya pagu anggaran APBN 2014 Kemhan mendapat jatah 16,7 trilyun, terusn mengajukan tambahan 10,3 trilyun menjadi 27 Trilyun.

        Yang ditolak yaitu 10,3 trilyun krn kementrian keuangan tdk mempunyai dana untuk itu (APBN tdk ada space untuk itu).

        Kontrak pembayaran alutsista jatuh tempo sebesar 1,1 trilyun, itu yg perlu dipikirkan dulu, klo pun nggak dibayar biasanya kena denda pinalty

        Menurut kemhan memang anggaran jadi besar karena pelemahan krus rupiah.

  3. bunga@preman
    seyem bgt id nya..hehe
    jgn gt bung ,msh bnyk cara mgkn bs barter dgn komoditi,
    tp jgn lp apakah bnr anggaran kita ga ada?krn pada dasarnya tdk ada negara yg 100% transparan khususnya menyangkut anggaran militer.(usa dkk sll mlotot )
    sun itu ga bs diterbitkan begitu saja karna sgt komplek efeknya,
    kalau ceroboh dlm sun
    bisa2 generasi kita yg kasihan,karna bunga n pjanjian dr sun tsbt tdklah mudah,apalagi mata uang kita msh tblang tinggi,n kita ga tau kondisi kedepannya(mudah2 sll menguat),n dolar msh menguasai diberbagai aspek,kalau china wajarlah ekonomi dia kuat n skrg sudah mengincar plan market sgala bidang dgn mata uangnya khususnya negara yg dia “bantu” n mitra strategisnya.
    nkri msh didominasi oleh $,iran saja yg mencoba dgn mata uangnya pd minyak krn embargo saja susah…
    bagi saya sun hanyalah merugikan n melemahkan “daya tawar kita”.

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  4. bung @Jalo, rudal yang paling bawah (RXX300 LPN?) rudal apa ya? ada sayapnya. memang guidance sudah ada yang terpasang pada rudal Lapan untuk TNI? atau itu baru mock up?

    Tapi lumayan lah, setaun belakangan ini berita Lapan agak dering terdengar dan progresif. dulu setaun sekalipun beritanya tetap, uji static 😀

    • Kayak roket Vergeltung 1 (V1) jerman era PD2.dulu ngarahinnya pake radio gyroscope sederhana.roket di arahin ke sasaran dan terbang dengan timer.kalau timernya abis roket mematikan mesinnya dan jatuh ke bawah dgn mengandalkan gaya gravitasi seperti bom.cocoknya di tembaki salvo untuk area hancur yg luas dan sasaran yg masif.untuk awal sebelum menggunakan guidance yg lebih maju bisa di tiru nih bom terbang.lumayan nakutin tetangga.

    • Itu mungki RKX-300 yang dikembangkan untuk sistem wahana peluncur bagi uji coba sistem muatan.

      Mungkin pengunaan siripnya untuk posisi sudut angguk dengan metode kendali Linear Quadratic Regulator (LET) dan pole placemen. -IMHO

      Ini untuk teknologi roket kendali…

        • Bung ghi, yuk bener roket kendali eksperimen… Saat ini untuk pengembangan RKX-200 dengan sistem Elektrik Ducted Fan sudah tercapai 72% (info terakhir bulan desember 2013 kemarin)…

          Untuk Guidancenya tim Detekgan Lapan dan beberapa Universitas dalam negeri sedang mengembangkan…

          Tahun 2010 ada kejadian RKX kaliber 100 jatuh di rumah warga.. Kesalahan terjadi karena masalah kecepatan terbang, mudah2an waktu 4 tahun ini sudah diperbaiki kesalahan tersebut…

          RKX-200 EDF pengembangannya saat ini sedang terkendala. Karena masalah anggaran dan SDM, timnya pun sedang fokus pada roket2 tipe2 lainnya seperti RX-550,520,450, dll…

  5. ummm maaf ya berdasarkan pengalaman pribadi kalau berurusan dengan plat merah terkesan lelet banget dan gak jelas perencanannya. saya sudah bandingkan dengan persh swasta besar lebih teratur dan teruji.. tantangan untuk diperbaiki tuh lapan

  6. Kendala lapan cuma satu yaitu dana, sebenarnya kalau bbm dikurangi subsidinya dan kita punya kilang sendiri ,kita bisa hemat devisa cukup besar dan harus ada uu pajak yg tegas bagi para pengemplang pajak.kita sebenarnya lebih dari cukup dana untuk membiyai itu semua,manajemen keuangan kita buruk karena banyak kendala misal kita ingin tegas terhadap perusahaan pengemplang pajak tapi perusahaan tersebut punya beking yg kuat.

  7. bangga jd
    WNI yang memiliki sumber daya yang melimpah, sebagai salah satv cita cita besar melindungi dan menjaga kedaulatan negara, sebaikx lapan perbanyak riset dan jangan pernah takut menciptakan yg baru dan sinergikan dgn pt pal, pt di,pt pindad dan perusahan BUMN terkait brafo lapan maju terus