Rolls-Royce Pindahkan “Desain Mesin Jet” ke Jerman

JakartaGreater.com – Rolls-Royce Inggris telah secara efektif memindahkan markas untuk desain mesin jet paling terkenalnya ke Jerman untuk menghindari keterlambatan peraturan atau gangguan penjualan setelah Inggris keluar dari Uni Eropa alias Brexit, seperti dilansir dari laman Reuters.

Rolls-Royce, salah satu nama besar dalam industri Inggris, mengatakan bahwa “merelokasi proses persetujuan desain adalah murni langkah teknis” dan langah tersebut tak melibatkan pemindahan pekerjaan.

Langkah itu adalah contoh terbaru dari memindahkan beberapa kegiatan untuk memastikan kelancaran operasi dalam kasus “tidak ada kesepakatan” Brexit ketika Inggris dijadwalkan meninggalkan blok itu pada 29 Maret mendatang.

Para pejabat mengatakan langkah itu akan membuat Rolls-Royce lebih mudah untuk terus menjual mesinnya di luar Eropa setelah Brexit, yang sebaliknya akan sangat tergantung pada kesepakatan peraturan baru kini yang sedang terjadi antara Inggris dan negara-negara dari banyak maskapai penerbangan.

Keamanan pesawat terbang dan proses persetujuan desain adalah beberapa masalah yang belum diselesaikan Inggris dan Uni Eropa.

Rolls-Royce mengatakan pada bulan April bahwa mereka telah mengajukan izin mentransfer proses persetujuan dan dengan itu markas untuk desainnya sejauh menyangkut regulator untuk mesin jet besar ke unit Jerman untuk meringankan dampak dari Brexit.

Badan Keamanan Penerbangan Eropa mengatakan pada 16 Januari dalam pengajuan bahwa sekarang secara resmi menyetujui permintaan Rolls-Royce tersebut. “Rolls-Royce telah menjadi dalam hal konsepsi sebuah organisasi Jerman, jadi itu milik Uni Eropa”, kata seorang pejabat Eropa.

Sertifikat yang akan ditransfer termasuk RB211, mesin tengara tahun 1960-an yang masalah pengembangannya menyebabkan nasionalisasi sementara perusahaan itu pada tahun 1971 tetapi arsitektur dasarnya masih digerakkan mesin jet Trent dari Rolls-Royce saat ini yang dijual di seluruh dunia.

Tinggalkan komentar