Rosoboronexport Tuntut Ganti Rugi untuk Rudal S-400 China yang Rusak

Uji peluncuran sistem rudal S-400 Rusia © Kemhan Rusia

Eksportir persenjataan Rosoboronexport menyatakan telah mengajukan gugatan terhadap Baltic Trans-Port LLC karena merusakkan sistem rudal S-400 selama pengirimannya ke China melalui laut, rilis siaran pers Rosoboronexport kepada TASS pada hari Kamis, 21/2/2019.

Rudal S-400 yang dikirimkan untuk China rusak selama pengirimannya melalui laut akibat badai. Satu set resimen sistem rudal pertahanan udara S-400 dimuat ke tiga kapal, salah satunya terkena badai hebat di Selat Inggris dan terpaksa kembali ke pelabuhan awal.

Badai merusak peralatan bantu di atas kapal, kata Kepala Perusahaan Teknologi Tinggi Rusia Rostec Sergei Chemezov pada 18 Februari 2019. Kerusakan tersebut menyebabkan rudal yang rusak harus dihancurkan, dan rudal S-400 yang baru akan dibuat dan dikirim kembali ke China.

“Gugatan telah diajukan dan dokumen-dokumen telah diserahkan setahun setelah insiden (kerusakan rudal S-400 saat badai),” kata perusahaan itu.

Kantor pers Rosoboronexport menolak untuk mengungkapkan rincian file kasus dan mengatakan bahwa semua informasi terbuka tersedia di situs web Pengadilan Arbitrase Moskow.

Pengadilan Arbitrase Moskow sebelumnya melaporkan di situs webnya bahwa mereka telah mendaftarkan dua tuntutan hukum yang diajukan oleh Rosoboronexport terhadap Baltic Trans-Port LLC. File kasus menunjukkan kerugian dalam jumlah dolar AS dan euro untuk mengganti rugi.

File kasus juga mencatat bahwa Rosoboronexport telah meminta agar proses peradilan harus dilakukan secara tertutup “untuk menjaga rahasia perdagangan , bisnis dan rahasia lainnya yang dilindungi oleh Undang-undang.”

Tass

Tinggalkan komentar