Mar 302018
 

Sistem rudal pertahanan udara Buk-M3 “Viking” buatan Rusia. © RosOboronExport (ROE)

JakartaGreater.com – JSC Rosoboronexport anak Perusahaan Negara Rostec memulai promosinya ke pasar internasional dari sistem rudal pertahanan udara (ADMS) terbaru yang disebut “Viking” (ADMS jenis Buk-M3), seperti dilansir dari situs resmi ROE.

“Itu merupakan kabar baik bagi kami dan mitra asing kami. Sistem Viking yang mempertahankan karakteristik terbaik warisan terkenal dari sistem rudal pertahanan udara Buk dan sebagai tonggak dalam pengembangan ADMS jarak menengah”, tulis ROE dalam situsnya.

Produsen memiliki karakteristik unik untuk itu, yang sejalan dengan kebutuhan saat ini di bidang kekuatan dan perlindungan infrastruktur dari serangan udara masa kini dan masa depan dalam kondisi menangkal radio-elektronik dan serangan.

“Sistem rudal pertahanan udara Viking belum memiliki lawan sejenis saat ini di pasar persenjataan dunia”, kata Wakil Dirjend RosOboronExport, Sergey Ladygin.

Viking adalah Sistem pertahanan udara multi-misil jarak menengah yang sangat mobile, merupakan langkah berikutnya dalam pengembangan lini Kub yaitu ADMS Buk yang terkenal. Dibandingkan dengan ADMS Buk-M2E, jangkauan tembak Buk-M3 Viking ini telah meningkat hampir 1,5 kali lipat menjadi 65 km.

Sistem rudal pertahanan udara Buk-M3 “Viking” buatan Rusia. © RosOboronExport (ROE)

Kendaraan komando sistem rudal pertahanan udara Buk-M3 “Viking” buatan Rusia. © RosOboronExport (ROE)

Kendaraan komando sistem rudal pertahanan udara Buk-M3 “Viking” buatan Rusia. © RosOboronExport (ROE)

Selain itu, jumlah target yang ditembak secara simultan juga meningkat 1,5 kali lipat, yaitu 6 target dari masing-masing peluncur swagerak, sedangkan jumlah rudal hanud yang siap diluncurkan dalam sebuah posisi tembak yang terdiri dari dua unit tempur telah meningkat dari 8 menjadi 18 rudal.

ADMS Buk-M3 Viking telah menerima sejumlah fitur unik, yang sebelumnya itu tidak tersedia dalam sistem rudal pertahanan udara. Misalnya, Buk-M3 Viking telah memiliki kemampuan mengintegrasikan peluncur ADMS Antei-2500, menyediakan kemampuan keterlibatan target pada jarak hingga 130 kilometer serta akan meningkatkan efisiensi seluruh grup pertahanan udara dalam perang melawan pesawat udara musuh.

Viking telah dikembangkan dan dirancang dengan memperhitungkan tren pasar dunia. Karakteristik teknisnya memungkinkan sistem tersebut bisa disesuaikan dengan semua kemungkinan terbesar untuk prioritas pelanggan asing RosOboronExport.

Stasiun komando tempur Viking memiliki kemungkinan integrasi dengan sistem radar organik serta radar lainnya, termasuk radar-radar yang diproduksi di luar Rusia, tetapi memiliki karakteristik yang diperlukan untuk itu.

Selain itu, ADMS memiliki kemampuan penggunaan otonom dari bagian penembakan dan bahkan instalasi peluncur swagerak yang terpisah, yang mampu memperluas total cakupan wilayah yang dipertahankan dan meningkatkan jumlah situs yang dilindungi. Selain itu, Buk-M3 Viking juga membantu meminimalkan biaya untuk set konfigurasi pertahanan udara.

“Sistem Buk-M3 telah digunakan oleh Angkatan Bersenjata Rusia dan versi ekspornya yang disebut sebagai Viking telah membuktikan efisiensi tempur yang sangat tinggi selama penggunaan operasional dan latihan, menurut Sergey Ladygin.

Viking memiliki probabilitas membunuh yang sangat tinggi dalam kaitannya dengan pesawat udara musuh, mampu menyerang elemen amunisi dipandu dengan presisi, serta rudal balistik taktis, termasuk target maritim dan target darat.

Bagikan :

  10 Responses to “RosOboronExport Ungkap Rincian Sistem Rudal Viking”

  1.  

    Mantap, pokoknya beli yg non amerika deh

    😎

  2.  

    walau spek nya sedikit di bawah punya tetangga, tapi BUK Viking perlu dipertimbangkan neh, buat digelar di pulau Batam/Bintan.

  3.  

    Klu diadu kehandalan dgn NASAM mana yg lbh baik ya? TNI boleh jg nih memilikinya.

  4.  

    kyak yang di arab itu ya

  5.  

    Sistem pertahanan mobile seperti ini adalah dambaan… karena akan sulit dideteksi dimana ditempatkan dan bisa dengan mudah dipindahkan…
    Jika saja suatu saat Indonesia memilikinya…

 Leave a Reply