Apr 252017
 

Salah satu anak perusahaan Rostec (perusahaan plat merah Rusia), yaitu Tecmash Concern, sedang mempertimbangkan untuk produksi amunisi dibawah lisensi di Indonesia, seperti dilansir dari Defense World.

“Tecmash Concern kini sedang mempertimbangkan memproduksi beberapa jenis amunisi untuk kendaraan lapis baja berat yang dibeli dari Federasi Rusia, khususnya amunisi artileri kaliber 30 mm dan 100 mm”, menurut Sergey Abramov, direktur industri untuk klaster senjata Rostec pada awal April 2017.

Tecmash Concern adalah anak perusahaan Roster State Corporation (perusahaan plat merah Rusia) yang bergerak di bidang kimia khusus dan produksi amunisi.

Tecmash Concern memproduksi berbagai barang untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dan memenuhi tatanan pertahanan negara, menurut pengumuman Rostec hari ini. Selain itu, perusahaan telah secara aktif memperluas kerja sama militer dan teknisnya di luar Rusia.

Pada tahun 2014 Techmash bersama Rosoboronexport telan meneken sebuah kesepakatan yang memberikan lisensi untuk memproduksi “Mango”, amunisi penembus lapis baja untuk menyingkirkan sabot.

Pada tanggal 5 April 2017, Dewan Direksi Rostec State Corporation telah mengadopsi strategi klaster senjata yang mencakup pengembangan perusahaan militer kunci yang dimiliki Rusia.

Komentar Facebook :
Bagikan Artikel:

  128 Responses to “Rostec Kemungkinan Akan Produksi Amunisi Tank di Indonesia”

  1. πŸ™‚

  2. 3

  3. Heheheh berarti pasti banyak donk barang dari rusia…. Sinyal ini…. Wkwkwk

  4. Terdapat 50.000.juta metrik ton uranium di indonesia dan jutaaan metrik ton lainnya bahan mineral berbahaya seperti Zr dan TTl untuk bahan pesawat dan senjata di indonesia yang belum diolah. mineral2 tersebut disebut LTJ.

    Jika perusahaan rusia akam membuat pabrikan di INDONESIA akan mendapatkan Mineral Murah bahan mentah, dan dijual menjadi produk dengan harga milyaran.

  5. amunisi buat bmp-3f tetapi foto yang ditampilkan t-90ms xixixixixi

    berita su-35

    Rostec: Fundamental Solutions for the Sale of Su-35 Indonesia Accepted

    http://defense-studies.blogspot.co.id/2017/04/rostec-fundamental-solutions-for-sale.html

  6. lumayan wow.. kalo bisa langsung lanjut ke 155mm..

  7. Hihihi… AS ngirim USS Michigan Ke Korsel…

  8. Bocoran dari mbak Madoka di defence pk :

    Sedang ada adu argumen antara mau pilih SU-32FN atau Poseidon P-8 untuk pesawat serang maritim TNI AU.

    Kalau saya pilih SU-32FN saja sebab :

    1. Jauh lebih murah dari Poseidon P-8, 1 unit Poseidon USD 256 juta bisa dapat 4 – 7 unit SU-32FN.
    2. SU-32FN bisa multirole juga.
    3. SU-32FN juga bisa dibeli untuk AL kita, jika dana mengijinkan.

    SU-3FN adalah varian ekspor dari Su-34.

    Kerugian pilih SU-32FN :
    1. beli dari orang Rusia yang komunis.
    2. tidak ada TOT, hanya imbal beli saja.

    Bagaimana menurut warjager ?

    • beli dulu, mikirnya nanti aja πŸ˜› wkwkwkw πŸ˜† daripada mikir tapi tak satupun yg dibeli

    • Rusia Sekarang Bukan Komunis Seperti USSR Bung TN… Memang Ada Yg Komunis Tapi Sedikit.. Dan Sekarang Mayoritas Agama Orang Rusia Itu Kristen Ortodok…

    • Harga SU-32/34=60-65Jt USD… Sedangkan P-8 Poseidon=262.5 Jt USD… Dan Jika Di Belikan SU-32/34 Bisa dpt 4 Unit Dan Masih Sisa 22.5 Jt USD…

    • kalau diutamakan anti ks sebaiknya beli p-8 poseidon tetapi kalau untuk serang cvn dan kapur sebaiknya su-32fn. saya pilih su-32fn. anti ks sebaiknya pakai ks atau heli aks.

    • Aq lbh suka SU-32FN bisa jd maenan TNI-AL malahan…

    • @TN, phd

      Lha kalo P-8 diadu sama su-32 itu ketemunya dimana ya…?

      P-8 itu pesawat surveilan yang sekaligus melakukan peran AKS dan ASW dan bisa dipersenjatai, sementara su-32 kan murni pesawat serang maritim yang sepadan dg FB-111…sama sekali ga punya fungsi surveilan

      • Nggak ketemu.
        Yang diadu itu bukan pesawatnya tapi adu argumennya.
        AU ingin Poseidon, Kemenhan ingin Su-32 FN

        • Yg bener untuk TNI AU pesawat Poseidon dan Kemhan ingin SU-32 FN untuk TNI AL bung.

          • Ya itu bung. Dua-duanya dibutuhkan. Tapi untuk saat ini belum mampu beli dua-duanya. Makanya masih adu argumen.
            Saya cenderung ke Su-32 FN. Kalo ingin sebagi negara poros maritim maka pesawat ini penting untuk dimiliki Indonesia.

      • Sedang ada adu argumen antara mau pilih SU-32FN atau Poseidon P-8 untuk pesawat serang maritim TNI AU.

        Yg Di Cari itu Pesawat Serang Maritim Bukan Surveillance… Jadi SU-32/34 Lebih Cocok… πŸ˜›

        • Achh capik deh lo bang jimi…P-8 kan bisa dipersenjatai rudal anti kapalan, torpedo, depth charge dll.

          Bahkan atlantique milik prancis sukses menggotong bom pgm buat gempur isis lhoh

      • Mau pesawat surveillance nggak mesti harus Poseidon, banyak yang lain yang lebih murah.

        Tapi kalau serang maritim yang dicari maka dengan sangat terpaksa saya pilih su-32fn, walau harus beli dari Rusia komunis.

      • Kakau P8 diadu sama Su-32 (tabrakan) ya sama2 jatuh bung.

        Xixixixi

        πŸ˜†

    • kekurangan pd poin 1 aku rasa tak perlu

    • Beli SU 32FN dong…indonesia baru bisa buat bom soalnya..masih banyak untungnya kalo beli pesawat ini…drpd poseidon P-8..menurut ane lho..

    • Bung tukang ngitung,
      bung bilsng kelemahan pembelian su32 adalah tidak ada tot , hanya offset.
      Kebalikannya emang pembelian p8 tot nya apa????

      • ToT dari USA:
        Tips praktis kanibalisasi komponen untuk mengatasi embargo.

      • SU-32FN hanya imbal beli, maintenance berat sudah pasti tidak di sini, ingat Sukhoi dan heli Mi yang harus dioverhaul di luar.

        P8 hanya offset dan maintenance berat kemungkinan besar di sini di GMF.

        Kelebihannya P8 adalah mahalnya, sekali jatuh 3,5 trilyun melayang. P8 bisa diganti pesawat lain yang jauh lebih murah yang bisa dibikin di sini yaitu CN235 MSA.

        Kelebihan Su-32FN adalah murahnya. Bisa multirole : air superiority, patrol, serang darat , permukaan dan asw, serta bisa bvr.

  9. is…. is…… is………
    tot besi karatan terus….
    jadi kapan tot rudal…
    uda ada yg tot rudal,e….. gak taunya delay..
    ibu pertiwi menangis mendengar ini
    is….. ikh….
    bung uned juga yg betul dengan fakta linknya
    yg lain. nnn…. nnnn……….

  10. Syukurlah jika memproduksi peluru disini, dengan adanya perusaahan yg berdiri di indonesia, berarti akan banyak mengambil tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan pasti.

    salah satu janji paman pance yg akan invest di indonesia…

  11. Heheh… Sinyal sinyal… Yang goib2 pada kluar kandang. Walaupun hnya sebagian..karna ketegangan di semenanjung korea..

  12. mau rudal jenis apapun ga akan pernah bisa masuk dan ngancurin rudang udara kita kan ada gue pawangnye gua pantau terus dari kaca benggala boleh beli dari mak lampir wkwkwk…..

  13. AKAN lagi….
    KEMUNGKINAN lagi….
    Lagi-lagi…

  14. Kenapa badak gak pakai meriam 100 mm aja ya… biar nih ammo bisa gotong πŸ˜› hehehe

  15. Mau komunis mau agamis yg penting gak bertingkah dan dari dulu cenderung russia yg bela nkri mempertahankan kedaulatan ngra

  16. mau coment apa si ya..
    semua udah di jabarin di atas,
    aku ga kebagian (tega).
    yo wis, lanjutkan penyerangan, kita ga akan kehabisan peluru, salvo nonstop stahun pull..

  17. hm

  18. 30mm sama 100mm kemungkinan amunisi kendaraan tempur infantri bmp3,bvp 2, helikopter serang mi-35, dan meriam penangkis udara

  19. dibaca yang benar, sedang mempertimbangkan. Jadi belum ada kepastian

  20. Mantaap indonesia..sudah bisa beli alatnya..sekarang coba bikin amunisinya..ibarat sudah punya HP pulsanya dibikin unlimited…

  21. Yaa udah dilanjut ajah … Cling

  22. Waaahhh… Sptnya akan nambah lg nih BMP3F-nya. Sekalian aja diborong utk TNI AD agar ganti Scorpion atau coba T-15 Armata?

  23. Selamat datang T 90, borong yg banyak

  24. Indonesiakan sudah bs membuat amunisi meriam bahkan penembus baja jg sudah, tapi oklah sebagai perpaduan teknologi barat dan timur.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)