Aug 312018
 

Jet tempur generasi kelima Rusia, Sukhoi Su-57 © Alex Beltyukov – RuSpotters Team via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Turki dan Rusia sudah memiliki kemampuan teknologi dan industri untuk bersama-sama memproduksi jet tempur generasi kelima, menurut Viktor Kladov, direktur dari Departemen Kerjasama Internasional dan Kebijakan Regional di perusahaan pertahanan yang dikelola negara Rusia, Rostec.

Seperti dilansir dari laman Daily Sabah, ketika berbicara kepada Anadolu Agency (AA), Kladov fokus pada kesepakatan S-400 antara Rusia dan Turki, produksi jet tempur bersama serta proyek militer, teknis dan industri lainnya antara kedua negara.

Dia mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk proses konsultasi panjang antara Rusia dan Turki jika mereka bersama-sama menghasilkan jet tempur generasi kelima.

“Untuk proyek besar seperti itu, kedua pihak seharusnya tidak hanya tertarik tetapi juga siap untuk bekerjasama”, tambahnya. “Meskipun itu mungkin keputusan yang ‘serius’, saya yakin bahwa kedua negara mampu melaksanakan proyek semacam itu”, kata Kladov.

Dia juga menyinggung kesepakatan sistem pertahanan udara jarak jauh S-400, menunjukkan bahwa ini adalah langkah penting untuk memperkuat kerjasama militer-teknis antara Turki dan Rusia. Pada bulan Desember, Turki secara resmi menandatangani perjanjian senilai $ 2,5 miliar dengan Rusia untuk pembelian S-400, sistem rudal anti-pesawat jarak jauh tercanggih Rusia.

Dengan langkah tersebut, Turki akan menjadi negara anggota NATO pertama yang memperoleh sistem rudal S-400 Triumf buatan Rusia.

Sebagai negara anggota NATO, keputusan Turki untuk membeli sistem rudal S-400 Rusia telah menimbulkan kekhawatiran diantara negara-negara anggota NATO lainnya. Namun, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengakhiri spekulasi dan mengatakan negara-negara anggota NATO memiliki hak kedaulatan untuk membuat keputusan mengenai pembelian militer mereka.

Sistem pertahanan rudal S-400 adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh buatan Rusia yang paling canggih dan dilengkapi dengan 3 jenis rudal yang mampu untuk menghancurkan target, termasuk rudal balistik dan jelajah.

Sistem S-400  dapat melacak dan melibatkan hingga 300 target sekaligus dan memiliki layanan ketinggian 27 kilometer (17 mil). Dengan pembelian S-400, Ankara bertujuan untuk membangun sistem pertahanan udara dan anti-rudal jarak jauh pertama Turki untuk melindungi negara dari berbagai ancaman di wilayah tersebut.

Selain itu, Turki berusaha membangun sistem pertahanan rudalnya sendiri karena kesepakatan itu juga melibatkan transfer pengetahuan dan teknologi. Sistem S-400, yang diperkenalkan pada tahun 2007, adalah generasi baru sistem rudal Rusia, dan sejauh ini Rusia hanya menjualnya ke China dan India.

Berbagi

  2 Responses to “Rostec Usulkan Produksi Jet Siluman Bersama Turki”

  1.  

    Waahhh…episode perseteruan baru ini nampaknya.

  2.  

    Kalau mereka berteman…wahhh babak baru lagi di gong

 Leave a Reply