Mar 062017
 

Senjata paling sukses di Royal Navy sejak Perang Dunia 2 telah ditembakkan untuk terakhir kalinya. Rudal Sea Skua hampir melenyapkan Angkatan Laut Saddam Hussein sendirian dalam Perang Teluk pertama di tahun 1991, dengan merusak 14 unit kapal musuh.

Helikopter Lynx yang saat itu membawanya, dalam beberapa minggu kedepan akan segera pensiun, rudal itu diluncurkan untuk terakhir kalinya di tengah samudera Atlantik melalui helikopter HMS Portland.

Butuh persiapan sehari untuk menyiapkan helikopter Lynx dan tiga rudal Sea Skua untuk ditembakkan terakhir kalinya. Hanya butuh seorang pelaut yang bertanggung jawab untuk menjaga helikopter atau  mengisi persenjataan sepenuhnya pada sebuah helikopter Lynx itu.

Ketika semuanya selesai, HMS Portland meluncurkan sasaran raksasa “killer tomato’ – biasanya digunakan untuk latihan meriam.

Setelah helikopter terbang pada ketinggian maksimum, dengan bahan bakar yang cukup untuk melakukan sortie selama 70 menit, yang sebagian besar dihabiskan untuk menjelajahi samudera Atlantik dan memastikan tidak ada sedikit pun resiko menghantam kapal dagang yang berlayar disekitar wilayah tersebut, sementara tim operasi yang ada di helikopter HMS Portland memeriksa melalui radar dan sensor untuk memastikan zona udara bebas dari pesawat lain.

Helikopter Lynx HMS Portland meluncurkan rudal SEA SKUA. (© Royal Navy)

Setelah melakukan pencarian 35 menit, kawasan itu dinyatakan aman dan helikopter diperbolehkan untuk menembak. Setelah memastikan semua kelengkapan dan pemeriksaan akhir, Letkol Laura Cambrook menekan tombol merah dan meluncurkan rudal Sea Skua.

Ada keheningan saat sistem melakukan pemeriksaan awal setelah tombol ditekan, sebelum rudal itu terasa meluncur. Keheningan juga terasa saat rudal Sea Skua menyala dan meluncur ke arah sasaran.

“Terdengan suara whoosh sangat keras dari dalam helikopter Lynx sebelum kita melihat rudal muncul ke arah depan helikopter dan terbang menjauh sangat cepat”, kata Letkol Laura Cambrook yang menembakkan 2 (dua) dari 3 (tiga) rudal, sementara Letnan ‘Jack’ Leonard meluncurkan rudal yang ketiga.

Tidak satupun rudal tersebut menyentuh sasaran – sengaja. Rudal-rudal itu diatur untuk melintas diatas target mereka – yang memungkinkan penembak yang ada di helikopter HMS Portland memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka dan menghabisi balon merah besar tersebut.

Helikopter Lynx dengan 3 (tiga) rudal Sea Skua dan para awaknya. (© Royal Navy)

Rudal Sea Skua telah ada dalam pelayanan Ankgkatan Laur Inggris (Royal Navy) sejak pertempuran Falklands pada tahun 1982, ketika rudal itu digunakan untuk melumpuhkan beberapa kapal perang Argentina.

Rudal tu benar-benar membuat tanda pada tahun 1991 dengan mempersenjatai Lynx yang dikirim untuk menghancurkan kapal perang Irak ketika mereka mencoba untuk keluar dari Pulau Babiyan.

Dengan pensiunnya helikopter Lynx dari layanan Royal Navy pada akhir Maret 2017, rudal Sea Skua juga berakhir dari layanan karena tidak kompatibel dengan penerus Lynx, yaitu Wildcat.

Selanjutnya Wildcat akan menerima 2 (dua) pengganti baru untuk rudal Sea Skua, yaitu rudal anti kapal Sea Venom, serta rudal anti kapal Martlett untuk digunakan melawan kapal-kapal kecil.

Navy Recognition