Dec 192014
 
Ilustrasi satelit Palapa

Ilustrasi satelit Palapa

JAKARTA — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menargetkan mampu membuat satelit penginderaan jauh nasional pada 2019. Demi mewujudkannya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 4,5 triliun, selain sumber daya manusia yang belajar di negara lain.

”Jangan dianggap boros karena untuk mewujudkan kemandirian bangsa (dalam pengembangan teknologi antariksa),” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin di sela-sela diskusi penyusunan rencana induk keantariksaan oleh Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional di Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Kepala Pusat Kerja Sama Internasional Kementerian Komunikasi dan Informatika Ikhsan Baidirus mengatakan, Indonesia harus menguasai teknologi pembuatan satelit dengan cara apa pun. Sebab, tak akan ada negara yang sukarela berbagi teknologinya kepada negara lain.

Perkiraan kasar kebutuhan dana pembuatan satelit penginderaan jauh (inderaja) itu, kata Thomas, memang sangat besar. Apalagi jika dibandingkan anggaran Lapan sebagai lembaga riset dan rekayasa teknologi dirgantara dan antariksa Indonesia yang Rp 650 miliar setahun.

Jika dibandingkan harga pembelian BRI Sat, satelit milik Bank Rakyat Indonesia, sebesar Rp 2,5 triliun, anggaran itu realistis. Terlebih lagi pembuatan satelit inderaja nasional akan menjadi batu loncatan untuk membuat satelit telekomunikasi sendiri.
Dua satelit

Dana sebesar itu untuk membangun dua satelit yang masing- masing perlu Rp 1,5 triliun. Sisanya untuk pengembangan fasilitas pendukung, seperti sarana uji dan ruang steril.

Satelit tersebut akan diluncurkan menggunakan roket peluncur negara lain, seperti India, Tiongkok, atau Jepang. Lapan memang sedang mengembangkan roket peluncur satelit sendiri, tetapi masih tahap awal serta terkendala laboratorium dan kepakaran.

Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, anggaran riset yang disediakan pemerintah disusun berdasarkan capaian hasil riset, bukan aktivitas riset yang dilakukan. Dana yang dikeluarkan juga akan ditinjau berdasarkan manfaat untuk masyarakat.

Menurut rencana, satelit inderaja digunakan untuk mendukung penyediaan peta dasar tata ruang Indonesia. Selama ini, peta inderaja Indonesia dengan berbagai tingkat resolusi diperoleh menggunakan satelit asing milik Amerika Serikat, Jepang, dan Perancis.

”Program kemaritiman pemerintah pun butuh data satelit inderaja,” kata Thomas.

Selain keperluan tata ruang, pemantauan kapal-kapal, termasuk kapal penangkap ikan di perairan Indonesia, juga bisa menggunakan satelit yang dilengkapi sistem identifikasi otomatis (automatic identification system/ AIS). Sistem itu akan menangkap sinyal yang dipancarkan kapal-kapal dengan bobot lebih dari 300 gros ton.

Kepala Pusat Teknologi Satelit Lapan Suhermanto mengatakan, perangkat AIS sebenarnya sudah ada di pelabuhan. Namun, akibat persoalan lengkung bumi, AIS hanya mampu menangkap sinyal kapal dalam jarak 50 kilometer. ”Jika AIS ditempatkan di satelit bisa menerima sinyal kapal dalam radius 200 km,” katanya.

Satelit Lapan A2 yang menurut rencana diluncurkan Juni-Agustus 2015 akan dilengkapi sistem AIS. (KOMPAS.com)

Bagikan :

  31 Responses to “Rp 4,5 Triliun untuk Kembangkan Satelit Inderaja”

  1.  

    siippp,,lanjutkan lapan

  2.  

    hadir…..

  3.  

    :iloveindonesia

  4.  

    Jaya NKRI ^ petramax + ^ :iloveindonesia

  5.  

    Ternyata biayanya buuaanyaakk..
    Tp gpp lah..
    Jer basuki mawa beyo..
    😀

  6.  

    :2thumbup

  7.  

    ¥¥¥

  8.  

    Good..!! Kalo mo maju harus bisa menguasai antariksa…klo dah nguasain pastilah sudah menguasai roket nye yg pasti…bukan cuman beli trs….maju trs LAPAN…semoga roket indonesia segera mengangkasa ..!!! :iloveindonesia :iloveindonesia :ilo

    veindonesia ..
    …NKRI HARGA MATI…

  9.  

    Selangkah lebih maju negaraku dbanding sonora… Selamat bekerja LAPAN.. !!

  10.  

    Ini baru ane demen…..hajarrr

  11.  

    :thumbup:

  12.  

    Jika sukses hasil yg diperoleh akan jauh lbh besar dr 4,5 t.. semoga terwujud..amin

  13.  

    Semoga

  14.  

    Turut berdoa smoga sukses amin

  15.  

    jangan malu malu, minta sama pak Jokowi pasti di kasih.
    cuman 4,5 triliun itu murah meriah dibandingkan kerugian laut sampai 300T.

    100 Ton baru dr 1 kapal untuk sekali melaut, kalo kita pukul rata 1KG dihargai 50ribu berarti 100T bisa 5 M dan saya yakin kalo dijual ke jepang/hongkong/taiwan mungkin bisa kebih dr itu nilainya karna udang di jepang bisa dihargai 250-400ribu/Kg… luar biasa awalnya saya pikir yg pak jokowi bilang potensi kehilangan 300T/tahun hanya statment yg berlebihan, ternyata 7.000 kapal asing yg ilegal fishing bukan main2 nilainya tinggal dikali aja.

  16.  

    memanglah tiada yang gratis.Yang terpenting itu ke depannya kita bisa mandiri,

  17.  

    Mau 4t, 10 t, 100 t, kalau buat kepentingan rakyat dan negara kenapa tidak??

    Saya optimis, kalau laut, dan darat benar benar di manfaatkan untuk kepentingan negara, dan bangsa (NO KORUPSI) Negara ini menjadi raksasa Dunia dan saya optimis militer kita di urutan 5 besar.

    Sekarang masalahnya kampred kampred yang suka main belakang ini perlu disadarkan!

  18.  

    Selamat malam,…. Seandainya satelit tersebut untuk FIR,… Alangkah lamanya ya,.. Maaf kalau salah. Ijin nyimak aja dari kolong jembatan.

  19.  

    :recsel :recsel :recsel :recsel :tabrakan: :tabrakan: :tabrakan: :tabrakan: :tabrakan: :tabrakan: :tabrakan: :tabrakan:

  20.  

    Lapan, lapan.
    Ok deh, semoga sukses!

  21.  

    itu adalah harga yang belum seberapa bila di bandingkan dengan kedaulatan RI.

    Hasil ikan yg di laut kita yang di curi berlipat lipat nilainya dari harga pembuatan INDERAJA.

    Lanjutkan pak…..!!!!

  22.  

    jngan trllu brlbihan coment nya,nnti d protes sm c mbah…
    kasih dna nya pak jkwi jngan pke trlmbat..
    ga ada kemajuan tanpa tekad,keberanian,dan kesungguhan,dari pucuk pimpinan nya terlebih dahulu..

  23.  

    WUJUDKANLAH walaupun dengan banyak pengorbanan, tetapi supaya jd pelajaran dan ingat JANGAN SAMPAI DIJUAL LAGI……………….!!!

  24.  

    ngga pikir panjang yang mulia presiden Ir Joko widodo, langsung teken aja, buat kemandirian bangsa

  25.  

    inilah yang kusuka dari orang22 negeri ini.apapun yang dibuat sendiri[mandiri] slalu diumumkan ke masyarakat termasuk kebutuhannya..[sebagai bentuk pertanggungjawaban pada rakyat].tapi bila ada alusista yang dibeli..hanya namanya saja yang diumumkan tapi coal jumlah..!!rakyat disuruh menganalisa sendiri..???

    •  

      dari dulu kita selalu di nina bobokan dengan kemampuan ilmuwan kita yang katanya hebat cuma karena masalah dana yang selalu menjadi kendala,,,apakah sekarang setelah dana itu tersedia mereka benar benar mampu menciptakan semua itu? saya mencoba optimis karena tidak alasan lagi untuk tidak menunjukkan hasil karya nyata,,,,4,5T adalah dana yang cukup besar dan itu uang rakyat yang harus di pertanggung jawabkan pada pemiliknya ….

      intermezo dari gudang humor….. :bingung:

      3 PROFESOR 3 PENEMUAN

      3 orang professor masing2 dari AS,Jerman dan Indonesia mengadakan conferensi teknologi di Bali,masing2 mereka menceritakan hasil penelitian terbaru mereka :
      AS : Di negara saya Pesawat terbang udah dapat mencapai ketinggian sama dengan matahari
      Jer & INDO : AH…Masaa..???
      AS : Hee..hee di bawah-bawah itu sedikit..
      Jer & Indo : OOOO…..Gitu..mmmmm
      Jerman : Dinegara saya mobil udah bisa lari dengan kecapatan 100 Km/Mnt
      AS & Indo : Hahh..masa’ ..iya..?????
      Jerman : Hee..di bawah- bawah itu sedikit..
      As & Indo : OOO..hmmmm..Iya..ya.
      Indonesia : Di indonesia seorang wanita dapat melahirkan dari Lobang pusarnya…
      AS & Jer : Hahh..Gile..yang Benar..!!!
      Indonesia : emmm..di bawah – bawah itu sedikit… :tabrakan:

 Leave a Reply