Rudal Akash Salip Kerjasama Prancis

61
541
Sistem rudal pertahanan anti serangan udara AKASH, Produksi dalam Negeri India yang digunakan Indian Air Force (IAF)
Sistem rudal pertahanan anti serangan udara AKASH, yang dikembangkan DRDO produksi dalam Negeri India, digunakan Indian Air Force (IAF)

New Delhi 04/08/2014: Kerjasama India- Prancis seharga Rs 30.000 crore untuk membangun rudal pertahanan udara jarak pendek, terancam bubar, setelah Indian Air Forces mengatakan persyaratan yang mereka butuhkan sudah bisa dipenuhi oleh Sistem senjata anti serangan udara Akash, buatan perusahaan dalam negeri, DRDO.

Sebelumnya, Proposal kerjasma itu diajukan oleh DRDO India dan perusahaan rudal MBDA, Prancis yang berencana memangun sistem ‘short-range surface-to-air missile (SR-SAM)’ untuk Indian Air Force, dengan program bernama Maitiri.

Namun seiring berjalannya waktu, sistem rudal Pertahanan anti serangan udara Akash, telah dibangun oleh perusahaan dalam negeri India, DRDO dan ujicoba perkembangan rudal ini sukses dan tuntas dilakukan di Odisha, India.

India's mobile surface-to-air missile defense system 'Akash'
India’s mobile surface-to-air missile defense system ‘Akash’

Permasalahannya, sistem rudal SR-SAM yang diajukan joint venture India-Prancis, memiliki kelas yang sama dengan apa yang telah dilakukan sistem pertahanan udara yang dibuat oleh DRDO,

Angkatan Udara India (IAF) mengatakan ketika produk asli dalam negeri, memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Angkatan Bersenjata, maka tidak dibutuhkan lagi import atau produksi bersama dari sebuah sistem yang sama.

Sementara di dalam kerjasama dengan Prancis yang diajukan Proyek SR-SAM, IAF harus membeli 49 Missile Firing Units (MFUs) dari hasil kerjasama pembangunan rudal tersebut.

Karena industri pertahanan dalam negeri berkembang cepat, IAF justru telah memesan 8 skadron Akash surface-to-air missile dan akan memesan 25 skadron lainnya, untuk memenuhi kebutuhan rudal pertahanan udara India, saat ini.

Perubahan kebijakan yang akan diakukan IAF tersebut, justru bisa banyak menghemat banyak devisa dan membantu pengembangan industri rudal dalam negeri, jika dibeli dalam jumlah yang banyak.

Negosiasi proyek SR-SAM India-Prancis dimulai tahun 2007-2008 dan dibahas secara rinci dalam pembicaraan-pembicaraan antara pemerintah India dan Prancis pada tingkat tertinggi selama kunjungan pejabat senior negara masing-masing.

Selama pembicaraan antara Presiden Prancis Francois Hollande dan Perdana Menteri Manmohan Singh pada Januari 2013, kedua pihak menyatakan kesepakatan dalam negosiasi untuk finalisasi program pembangunan joint venture sistem rudal tersebut.

akash-graphic

Rudal Akash buatan dalam negeri India memiliki jangkauan 27 km dengan daya jangkau ketinggian efektif hingga 15km, dan baru saja diujicoba di Integrated Test Range, Distrik Balasore, Odisha, India.

Sistem senjata anti serangan udara, Akash, didisain, dibangun dan diproduksi oleh perusahaan DRDO India untuk mempertahankan dan melindungi aset aset penting negara India dari ancaman penetrasi serangan udara.

Sistem rudal ini direncanakan untuk digunakan oleh Angkatan Darat dan Angkatan Udara India. Rudal ini dibangun DRDO sebagai bagian terintegrasi dari program pembangunan rudal: Agni, Prithvi, Trishu dan Nag yang sistemnya terus dikembangkan ahli ahli dalam negeri India. (timesofindia.com).

61 KOMENTAR

    • Yag penting, jelas road mapnya (sambil colek BUNG @JALO).Hapus pendekatan proyek. karena saat ini dimana2 mikirnya ada proyek ada fulus (wani piro, aku oleh opo). Proyek selesai masa bodo mau lanjut apa tidak. Bikin proyek baru, fulus lagi. Sungguh tragis kalau juga terjadi dikalangan peneliti, yg notabene adalah masyarakat ilmuwan, yg seharusnya idealis dan bangga dengan temuan2nya. prihatin.com.

  1. India kerjasama ama prancis tp di tikungan india menyalip dari kiri dan hasilnya wow….keren, tp pertanyaan pertama adalah apakah india dan prancis masih melanjutkan kerjasama itu? Harapan saya..klo india dan prancis batal maka ada kesempatan bagi kita untuk melanjutkannya (bukan hanya propelannya saja lho), kedua… apakah kerjasama kita dengan china (TOT c705) akan senasib dengan india (menyalip di tikungan)? Harapan saya .. klo china banyak syarat dan ketentuan tak bisakah kita menjalin kerjasama strategis dengan negara lain semisal india dll.. mohon pencerahan dari kawan kawan dan sesepuh warjager…maaf OTT.

  2. salam greater semua,,saya yakin sekali indonesia dalam waktu sampe 2020 sudah bsa membuat rudal (pengembangan dr varian rx) dari membuat chip kontrol,software,alat pemandu (guidance),propelan,maupun dr sistem hulu ledaknya (tujuan perang),,varian rx bisa dijadikan dasar untuk pembuatan berbagai macam roket dan rudal (strategis militer),,maaf saya hanya bisaa komentar yang gampang2 aja,,,hanya tukang masak d warung,,,

  3. Kalau bijak kita bisa mengkombinasikan teknologi asu,eropa dan rusia,,,jado bisa menganalisa setiap kelebihan dan kekurangannya,,,menambah pengalaman bagi kita,,tapi jangan selalu jd followers,,,jogja banyak pusat penelitian yang saat ini ditujukan untuk kepentingan sipil,,saya pernah d batan,lab ugm,uii,,,sebenarnya potensi SDM kita sangat layak,,,dr penelitian sipil bisa jadi acuan militer,,kita punya banyak tambang logam tanah jarang (Ytrium,titanium,iridium,dll) sebagai bahan untuk pembuatan perangkat elektronik,,banyak penelitan tentang penggunaan BBM alternatif (sebenarnya kita punya cadangan batubara terbesar yang bisa diolah menjadi BBM sepetti saat ini kayak bensin,solar karena susunan hidrokarbon batubara mirip dengan minyak bumi) di afrika selatan sendiri,,mereka tidak mempunyai tambang minyak,,mereka mengolah batubara menjadi bbm…kita harus bisa,,,banyak cadangan energi yag kita punya,,,,dan sekarang yang menjadi bahan bakar pengganti hidrokarbon adalah hidrogen,,,kita terbesar punya cadangan ini,,,hampir 40 petsen cadangan dunia,,,ayolah pemerintah,,,galakkan sdm indonesia menuju kemandirian,,mandiri dalam segala bidang,,,jika maju otomatis militet kita juga maju dengan sendirinya,,,,

  4. Menurut saya potensi sdm indonesia sudah bisa mengembangkan sistim pelindungan serangan udara kalau pemerintah mempunyai political will yang kuat. Selama ini pemerintah terlalu bermain aman di politik contohnya subsidi bbm ditambah para pejabat kita yang bermental uang sehingga akan membuang jauh-jauh project yg tidak memberikan uang mereka lebih suka membeli barang yg bisa di mark up habis-habisan dan bisa mendapatkan marketing fee atas transaksi procurement tsb.

    Bila para pemimpin kita berniat untuk memajukan bangsa ini kedepan mereka harus bisa membuat semua rakyatnya bangga atas negara ini. Kebanggaan rakyat terhadap negara ini adalah kekuatan yang bisa membuat mereka bisa lebih semangat lagi membangun dan berbakti kepada negaranya. Buatlah hal-hal yang bisa membangkitkan kebanggaan mereka dan itu harus dicontoh dari pemimpin kita sendiri juga.

  5. …Kerjasama India- Prancis seharga Rs 30.000 crore untuk membangun rudal pertahanan udara jarak pendek, terancam bubar, setelah Indian Air Forces mengatakan persyaratan yang mereka butuhkan sudah bisa dipenuhi oleh sistem senjata anti serangan udara Akash, buatan perusahaan dalam negeri, DRDO…

    catatan dari kalimat di atas; Akash sendiri rudal jarak menengah, program rudal jarak pendek terancam bubar karena teknologi rudal telah keburu dikuasai.
    kesimpulannya, jika serius ingin meneliti sendiri dengan back up dana yang cukup, hasilnya akan lebih bagus karena mitra kerjasama yang lebih maju ipteknya sepertinya gak pernah tulus…

      • yah kalo india aja menolak ngapa kita harus mau? toh techologinya pasti gak lebig baik dari yg india punya, ya mbok bikin aja sendiri kan kita dah punya tecnologinya, paling tinggal di fokusin dana dan timetable nya, kita yakin kita bisa kog

        • klo beli proyek seken dpt harga murah kenapa nolak?..kan kita mmg gk ada dananya kalau mahal? . yg sy maksud kan TOT rudal perancis mas..kan msh proyek? barangnya blm ada..TNI AL jg beli NR class yg ditolak Brunei mas. malah teknologinya bisa kita bikin canggih..kita kan ngejar waktu utk penguasaan teknologi rudal..kecuali kita yakin dlm 5 th ini kita bisa buat Rudal PSU ya gpp..IMO..peace mas Lamp..

  6. Hari2 ini ane mrasakn kesunyian di kampung JKGR yg bnar2 hampa terasa… sepertinya para sesepuh jkgr lgi pd bertapa di gua hantu. kpn y bliau pd keluar buat mmbabar ajian baru TNI yg lg ditunggu2 hoaxer mania… kangen berat ne… ayo @Bung Nara, Bung PS, Bung NR n Bung EH keluarlah dr pertapaanmu… keluarkn smua ajian kesaktianmu dr hsil bertapamu…!!!

    • Bung@bigbos, sptnya sesepuh sedang mengawal dn mengawasi forum ini..spt juga sedang mengawal transisi MEF to the next RI1..mari kita doakan agar para sesepuh diberi kesehatan dn kelancaran oleh Allah SWT..sehingga bisa come back untuk memberi oleh2 bocoran ngeri2 sedap..
      Aminnnn…
      Salam kenal bung@bigbos
      Nuhun…

      • Salam knal jg bung arumanis, Amin… y rabbal alamien… smg aja dlm wktu dkat kita warga JKGR dpt kembalui mndapat pencerahan terbaru, agar ilmu kita mkin brtambah dg transformasi ilmu dri para sesepuh. mmg terasa hambar diskusi2 tanpa dengerin dalil2 bliau trkait alutsista tni kita. slam hangat buat bung arumanis skeluarga smg kita smua snantiasa dberi ksehatan. dn yg trpenting gejolak politik dpt sgra brakhir agar NKRI dpt mlanjutkan eksistensi sbgai mercusuar dunia.

  7. Di indonesia susah jadi kayak india,misalnya nanti lapan bisa bikin rudal,pasti gak bakal dipakai tni,wong gak ada fulus yg bisa dikorup dari proyek,ditambah pandangan kolonial dari para pengambil kebijakan bahwa barang bikinan bule pasti lebih bagus dibanding bikinan anak bangsa,hayo bener gak?