Rudal Anti-Tank Hamas, Repotkan Israel

Sersan Oron  Shaul tewas di Gaza 20 Juli dan diumumkan IDF pada 25 Juli (photo IDF)
Sersan Oron Shaul tewas di Gaza 20 Juli dan diumumkan IDF pada 25 Juli (photo IDF)

Jumat 25/07/2014, IDF mengumumkan bahwa Sersan Oron Shaul, tewas di kawasan Shejaiya Gaza dalam pertempuran berdarah di mana enam tentara IDF lainnya juga meninggal. Sebelumnya Sersan Oron Shaul dinyatakan hilang dalam pertempuran dan diklaim oleh Hamas telah mereka culik.

Sisa-sisa tubuh prajurit yang hilang belum ditemukan, tapi komite etik khusus IDF memutuskan, ada cukup bukti untuk menentukan bahwa Sersan Shaul tewas dalam serangan itu.

Kematian Saul (20 Juli, diumumkan 25 juli) bersama dengan kematian Sersan Yair Ashkenazy dan Sersan Guy Levy yang tewas Jumat kemarin, menambah korban tewas di IDF menjadi 35 orang, sejak Operasi Protective Edge dimulai 8 Juli 2014.

Sersan Kepala Guy Levi tewas di Gaza 25 Juli 2014 ( photo IDF)
Sersan Kepala Guy Levi tewas di Gaza 25 Juli 2014 ( photo IDF)

Sersan Guy Levy tewas oleh rudal anti-tank yang ditembakkan dari dekat sekolah PBB, ujar IDF. Mortir dan rudal anti-tank ditembakkan dari bangunan dekat sekolah UNRWA, telah membunuh Levy dan melukai beberapa tentara lainnya.

Kepala IDF Rabbi Brig. Jenderal Rafi Peretz memberitahu keluarga prajurit bahwa Sersan Shaul ditetapkan sebagai prajurit yang gugur “yang tempat pemakamannya tidak diketahui.” Ini berarti pemakaman tidak akan diadakan saat ini. Juru bicara keluarga Sersan Saul, Racheli Gazit, pada Jumat sore mengatakan keluarga mereka “masih mengikuti perkembangan berita” dan tidak menerima pernyataan Kepala IDF. Sampai saat ini, keluarga menganggap Sersan Shaul masih hidup.

Pertempuran di Shejaiya dimulai Sabtu malam hingga Minggu. Selama Minggu dinihari, lapis baja pengangkut personil (APC) model tahun 1970-an, terhenti di salah satu lingkungan jalan sempit, menyebabkan seorang tentara dan seorang perwira keluar dari kendaraan, untuk mencoba memperbaiki masalah, seperti yang dituturkan seorang yang terlibat dalam peristiwa itu, kepada harian Israel, Yedioth Ahronoth. Tak lama kemudian, prajurit Hamas menembakkan rudal anti-tank ke APC tersebut. Kendaraan itu kemudian meledak, menyebabkan kerusakan besar.

Para prajurit lain di daerah itu berjuang untuk mencapai APC dengan tujuan mengamankan atau mengevakuasi rekan-rekan mereka. Channel 10 melaporkan bahwa tentara memanggil drone di daerah tersebut untuk memberikan visual dari atas. Tidak ada anggota Hamas yang terlihat melakukan kontak dengan APC atau salah satu mayat prajurit. Namun Hamas mengaku telah menculik Sersan Shaul, dan merilis sebuah foto ID prajurit yang hilang bersama dengan nomor ID pasukannya.

Laporan berikutnya, di Channel 2, mengatakan ada tentara dalam APC penyelamatan (rescue), yang dikirim untuk membantu kendaraan yang terhenti akibat terkena rudal.

Setelah melalui uji forensik yang cermat, diketahui ada enam tentara yang tewas dalam ledakan APC, tapi laporan awal menunjukkan tidak ada ditemukan jejak Sersan Shaul, prajurit ketujuh.

Pengumuman yang dilansir IDF, Jumat 25/07/2014, menunjukkan informasi yang cukup telah dikumpulkan untuk secara resmi menyatakan Sersan Saul telah meninggal.

Sersan Mayor  Yair Ashkenazy tewas dalam pertempuran di Gaza, 25 Juli 2014. (Photo Keluarga Ashkenazy)
Sersan Mayor Yair Ashkenazy tewas dalam pertempuran di Gaza, 25 Juli 2014. (Photo Keluarga Ashkenazy)

Sebelumnya Jumat, seorang tentara cadangan Israel, Yair Ashkenazy, 36, tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza utara. Ashkenazy meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

IDF sedang menyelidiki kemungkinan Ashkenazy terbunuh akibat salah tembak, ujar laporan Channel 2.

Pada Jumat malam, IDF mengumumkan bahwa prajurit lain, Guy Levy, 21, dari Kfar Vradim, ikut tewas dalam pertempuran di Gaza tengah, saat tanknya dihantam oleh rudal anti-tank.(Times of Israel).

Tinggalkan komentar