Nov 152012
 

Rudal S-300 Anti-Udara Jarak Menengah

Iran yang mati-matian mendapatkan rudal anti-udara jarak menengah S-300 Rusia, begitu sulit mendapatkannya. Mereka harus memutar otak dan menggunakan negara ketiga untuk memperoleh S-300 tersebut.  Sementara Indonesia justru sebaliknya.

Dalam Indo Defence 2012 di Jakarta, pihak Rusia menawarkan berbagai jenis rudal anti-udara jarak menengah termasuk S-300. “Apakah militer Indonesia membeli rudal S-300 ini ?, tanya saya ke petugas booth Rusia. “Saya harap begitu”, ujarnya sambil tersenyum.

Itu artinya dari sisi pemerintahan Rusia, tidak ada kendala atas penjualan S-300 untuk Indonesia. Di sisi lain, pihak Arhanud sudah teriak-teriak menginginkan rudal anti-udara jarak menengah untuk memodernisasi strategi pertahanan mereka, seiring berkembangnya kemampuan perang negara-negara kawasan, terutama China.

Rusia telah menawarkan S-300 dan Indonesia juga menyatakan butuh rudal tersebut. Akankah S-300 dibeli militer Indonesia ?.

Yunani gunakan S-300 sejak tahun 2000

Pihak TNI AD sudah berkali kali mengunjungi dan menjajaki kemampuan rudal jarak menengah, baik ke China dan Rusia.  Namun hingga kini belum ada kejelasan apakah rudal  itu akan dibeli atau tidak.

Secara finansial mungkin tidak ada kendala untuk membeli rudal jarak menengah itu. Bagaimana dengan aspek stabilitas kawasan ?.

Jika Indonesia membeli rudal anti-udara jarak menengah, pastinya akan mengubah geopolitik di kawasan Asia Tenggara.  Sudah pasti Malaysia akan bereaksi. Jika Malaysia bereaksi, pastinya Singapura juga tidak akan tinggal diam. Ujung-ujungnya yang tercipta adalah perlombaan senjata. Logika berpikir seperti ini yang tampaknya sedang tertanam di benak Indonesia.

Akan tetapi paradigma militer seperti itu bisa kita ubah. Selama ini Indonesia lebih menahan diri untuk persenjataan dan hal ini akibat terperosoknya ekonomi Indonesia di beberapa dekade yang lalu. Kini ekonomi Indonesia mulai membaik. Apakah Indonesia akan terus berjalan di belakang negara-negara tetangga kita seperti Singapura dan Malaysia. Indonesia cenderung terus menahan diri untuk tidak menciptakan perlombaan senjata.

Umumnya negara negara besar  menjadi panglima militer di kawasan mereka dan negara yang lebih kecil mengikuti dari belakang. Misalnya: AS, Rusia, China, India, Jerman, Iran, Mesir.  Kecuali Israel yang kasusnya memang unik.

Rusia jaga perbatasan negara dengan S-400

Kasus Indonesia justru terbalik. Indonesia justru berada di belakang bayang bayang militer: Singapura, Malaysia dan Australia dan bahkan Vietnam. Negara negara itu merasa lebih kuat secara militer dan Indonesia terkesan menikmatinya.

Sudah waktunya psikologi militer itu dibalik dan dikembalikan seperti sedia kala di era tahun 1960-an. Militer Indonesialah yang menjadi pemimpin di kawasan Asia Tenggara. Jika hal ini bisa tercapai, maka kewibawaan bangsa Indonesia bisa ditegakkan kembali agar roda kehidupan berputar lebih kencang.

Akankah hal itu terjadi ?. Mungkin indikatornya bisa kita ukur, apakah Indonesia akan membeli rudal anti-udara jarak menengah atau tidak.  Jika masih berkutat diurusan rudal anti-udara jarak pendek,  tentu anda sudah tahu jawabannya.

Ayo Indonesia, keluarlah dari Comfort Zone.(JKGR).

  54 Responses to “Rudal Anti-Udara Jarak Menengah”

  1. Walaupun kita belum memiliki radar yg cukupuntuk mengkover seluruh wilayah udara RI, tapi sudah saatnya memasuki era 300 km, TNI AL sudah lebih dulu dengan Rudal YAKHONT, TNI AU mendapat tawaran Rudal BRAHMOS dan sekarang sudah saatnya Arhanud kedatangan S 300 / HQ 16.

    • nyicil dulu beli 2 dulu

    • Kalau bisa yg ada ToT nya bro , biar negara kita bisa maju ke depannya ga perlu mahal tapi banyak seperti pemikiran china dan saya mendukung langkah TNI kita yg dengan cermat memilih alutsista yg gak terlalu lemah tetapi bisa di ajak ToT ,ibarat 1 rudal s 500 tak akan mungkin bisa menyerang secara keseluruhan super tucano yg jumlahnya 100 biji , pembangunan yg bertahap itu yg tni kita harapkan saat ini beda lagi kalo udah dalm darurat perang bisa2 hal2 yg tak terbayangkan bisa terjadi seperti era pak. Karno dulu . Maju TNI ku

  2. betul,.. betul,.. pembelian S-300 pasti akan merubah Konstelasi Politik,… Malon, Singapore,Aussie pasti akan ikut memordenisasi persenjataan,.. baru rencana kan mengakuisi Su-35 aja Amrik udah nawarin Hibah F-16,Aussie nawarin Herky, kita berencana membuat IFX bersama Korsel,.. dan kalo soal Rudal, Indonesia sudah dalam Track yang benar (belajar dari China) harapanya Roket kartika-550 bisa dipasang alat pemandu,.. intinya jika Kita bisa membuat Sendiri mungkin Kawasan tidak begitu terguncang,….

  3. Kalau melihat dana prioritas TNI AD/AU di MEF I, hanya manpads, rudal anti-udara jarak menengah akan datang di MEF II, kecuali ada krisis semacam ambalat. kedatangannya pasti dipercepat.

  4. Indonesia tidak perlu membeli rudal S-300 kalau nantinya menjadi sember perlombaan senjata di asia tenggara, Indonesia jauh lebih baik TOT dengan rudal tersebut bisa didapatkan Indonesia. Indonesia Harus merubah kekuatan militernya dengan kejeniusan made in Indonesia. S 300 Indonesia bisa bikin kalau pemerintah negara ini benar2 ada niat mendapatkannya.

    Indonesia Jauh lebih disegani di dunia ini bila hal itu tercapai.

    Thx —

    • “Indonesia tidak perlu membeli rudal S-300…” trus ” Indonesia jauh lebih baik TOT dengan rudal tersebut…”

      nggak ngerti nih, maksudnya gimana….sopo yg mau ngasih TOT ?

      • Mungkn mksd dia dksh TOT gratis sama Russia…

        #ngimpi.

      • tot … cetakannya dari daun pisang … namanya lemper s 300

        • Saya rasa komentarnya Rambo maksudnya Indonesia lebih baik buat sendiri dari belajar sendiri, kirim saja pelajar Indonesia belajar ke LN, bayarin saja gratis. Banyak kok orang indonesia saat ini yang ahli dalam bidang nanoteknologi, mesin turbin/jet dll yang bisa diberdayakan untuk industri pertahanan dalam negeri. Sayangnya mereka jadi kerja di negara lain atau industri lain karena industri dalam negeri tidak bisa menggunakan kemampuan mereka

  5. Jika Indonesia memiliki S-300 pasti geopolitik kawasan Asia Tenggara akan berubah, setidaknya pasti akan memicu perlombaan senjata untuk mengantisipasi kehadiran S-300.

    Saat ini Indonesia tengah mempersiapkan diri dengan riset teknologi roketnya, suatu saat nanti tidak mustahil Indonesia akan memiliki teknologi Rudal balistik sendiri.

    • UNTUK SOAL SENJATA HARUS NO 1, SEBAB INDONESIA INI NEGARA BESAR JADI PERLU PENGAMANAN YG KUAT DAN DI SEGANI JADI NDAK PERLU ADA KONFLIK ECEK2 MACAM AMBALAT DLL. MAJU INDONESIAKU………..JAYALAH NKRI

  6. S 300 kan untuk pertahanan bukan untuk menyerang, lain halnya dengan Yakhont Missile untuk menyerang sampai 300 km, nyatanya indonesia beli yakhont ga ada yang protes. Jadi gak apa2 dech kalo Arhanud jajan S 300 ke Rusia, lha wong fighter kita ga punya BVR missile (ga tau Sukhoi udah dipasangi BVR missile apa belum), F-16 block 15 kita paling banter hanya punya short range missile sidewinder, ancur dech kalo harus berhadapan dengan AIM 120 di F 16 block 52-nya Singapore, belum kalo harus ngeladeni F-15 SG, Super Hornetnya Aussie, Su 30 MKM-nya Malaysia yg kabarnya juga mau dipasangi brahmos.

    Tanpa S 300 fighter2 musuh akan leluasa masuk sampai ibukota, karena fighter kita dah rontok duluan gara2 gak punya BVR. SAM short range kita macam Mistral dan Starstreak hanya akan jadi makanan empuk buat Fighter2 mereka yg punya maverick atau sejenisnya.

    Bisa2 terulang deh jaman Timtim dulu, Aussie udah menyiagakan F/A 18 dan F-111 nya buat ngebom Jakarta, kalo pemerintah Indonesia menghalangi pasukan PBB, dan hasilnya pemerintah kita ngeper. kalo ada S 300 atau sejenisnya gak bakalan deh Aussie berani begitu lagi.

  7. BUNGKUS S-300 SEKARANG JUGA !!!!!!!!!! Gak usah lagi deh yang namanya berpolemik gini-gono yang hanya akan menunjukkan jika kita ini bangsa yang bermental tahu…lembek dan tidak percaya diri. Wong ini rumah Kita…ya kitalah yang menentukan sendiri mau dijaga pakai apa rumah ini. JENDRAL2 sekarang harus nunjukin dong mental JENDRALNYA!! Jangan terlalu banyak mempertimbangkan “orang lain”. INI DADAKU…mana dadamu?? Lihat tuh Kamboja yang tanpa banyak gini-gono tiba2 beli TANK 100 + 40 APC. Lihat juga Vietnam yang gak banyak bicara tiba2 beli KILO 6 biji+SU 30 37 Biji+MBT diupgrade 800 Biji + Yakhont digelar sepanjag pantai + S-300 dan S-125 di semua alat vitalnya….SO?????? Mau koment apa lagi pak Jendral???? Mau jadi orang terhina terus kita ini??? STOP tipu2…(kata saudara kita dari Papua!).

    • Mantafs gan… Iran aja setengah ngotot nagih s300… sekarang Indonesia setengah mati menolak halus “Belum dianggarkan? : STOP TIPU2 PAK JENDERAL !!!

    • saya setuju yang ini… BUNGKUS S-300 tapi ToT tetap jalan terus, diam2 aja tidak usah terlalu banyak publikasi…
      kalau belum ada anggaran, perlu MEP IV – 2025 tapi rasanya terlalu kok lama ya…

    • klo punyak S-300 ditaruk di batam kan bisa bikin pilot2 F-15SG negara kota nengok kanan dulu yak Pak, klo mo airborne dari paya lebar???

  8. Kok di beberapa website yang saya baca yang ditawarkan pihak Rusia ke RI termasuk ToT adalah BUK M dan Pantsyir S-1 ya? Untuk S-300 apalagi S-400 kok belum baca..admin ada sumber lain selain dari bertemu dengan SPG/M nya?

    • Dalam pameran Indo Defence 2012 itu, Rusia antara lain menawarkan S-300 VM “ANTEY-2500” ADMS…ready for combat operations. Itu salah satu produk unggulan yang mereka tawarkan ke Indonesia. Kalau Indonesia mau tinggal bungkus.

  9. HHMMMM, sepertinya ada strategi dari petinggi TNI untuk pengadaan rudal menengah, kita kan masih punya credit dng rusky yang belum di pergunakan itu yang jadi pertanyaan credit itu untuk apa ya???

  10. Itulah Indonesia, belum mempunyai pabrik kertas yg cukup untuk membungkus S 300.

  11. Ngapain tunggu lama, aku setuju untuk langkah awal. beli 100 unit. bagaimana pak menhan ? DPR ?
    Kehormatan Bangsa ini adalah segala-galanya

  12. dah bungkus….lalu sebagian dijual lagi ke iran…. hasil penjualan rudal s300 ke iran lalu beli KS Typhoon. jayalah indonesia… ada negara yg protes knapa indonesia jual s300 ke iran tinggal tanya wani piro??

  13. vietnam aja punya menurut data vietnam beli 300 juta dollars , kenapa indonesia harus sukan2 he hehe
    sumber :http://www.atimes.com/atimes/Central_Asia/EI05Ag02.html

  14. Bungkus s300 dr Rusia biar malon pd kecing dicelana kalo TNI beli s300.

  15. klo punyak S-300 ditaruk di batam kan bisa bikin pilot2 F-15SG negara kota nengok kanan dulu yah Pak, klo mo airborne dari paya lebar afb.??? terus, 1 batere astrosnya jugak ditaruk di pulau nipah yah Pak biar lebih meriah lagi…

  16. Hehe Indonesia terkenal dengan olitik acak kadutnya, tetapi menyikapi perkembangan dunia secara global dan mulai terjadi pergeseran tentara amrik di dunia ini maka memutuskan INDONESIA WAJIB hukumnya memiliki S300. Biar saja negara tetangga ribut toh benar juga kata teman2 S300 untuk pertahanan udara dan juga untuk menjaga bumi pertiwi dari black fly yang seenak udelnya di udara INDONESIA. Tidak perlu sungkan ada pertarungan senjata, kita harus merubah cara pandang dan cara fikir baru Allah akan merubah gaya kepemimpinan kita dalam kontek nasional, regional dan global. Ingat bung musuh kita bukan malaysia atau singapura, serta australia. tetapi mungkin kamerad kita yang bernama USA. jadi Javelin, Starstreak S300 atau S400 bungkus segera karena kita tidak tahu kapan kita perlu gelar alutsista strategis dalam dunia global yang selalu berputar. ingat SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN. Harga diri serta kehormatan Bangsa adalah UTAMA titik ga pake tawar. Bagaimana para jenderal dan pak presiden harus kah indonesia berpikir saja dengan mengandalkan F16 retrofit + SU 27/30 dengan kemampuan terbatas. silahkan berkaca untuk pertahanan udara dan nasional 5 atau 10 tahun mendatang. tidak rugi kita memiliki S300 yang pasti rakyat akan lebih aman dan nyaman karena negara benar2 siap sedia melindungi warga negara Indonesia ini tanpa takut ada F22 atau F35 nyasar melempar AIM120 atau me ‘lock’ sukhoi kita karena kita ada BACKUP yaitu pertahanan udara S300. MERDEKA

  17. Maaf bos baru lihat sekarang jadi pingin kasi komentar. Artikel yang bagus dan tepat waktunya. Rusia punya SAM (Surface to Air Missile) IAD (integrated Air Defense) sistem S-300/400 yang telah diekspor ke negara lain. Keluarga SAM S-300/400 adalah rudal darat ke udara canggih untuk menghancurkan sasaran udara berupa pesawat udara termasuk pesawat siluman dan rudal jelajah yang terbang rendah maupun tinggi, ataupun rudal balistik. Sistem rudal SAM ini diakui negara Barat setara dengan sistem rudal SAM Patriot PAC-2/3 mereka. Radar SAM S-300 mempunyai kemampuan untuk secara simultan memantau 100 sasaran sementara menyerang sampai dengan 12 sasaran di antaranya. Waktu pergelaran cuma 5 menit. Rudalnya merupakan sealed round dan tidak memerlukan pemeliharaan dengan umur pakai selama 10 tahun. Pengembangan selanjutnya adalah SAM S-400. Jarak jangkaunya 120 – 400 km tergantung dari versinya.
    Negara pengguna di luar Rusia adalah Aljazair, Armenia, Azerbaijan, Belarus, India, Bulgaria, China, Cyprus, Yunani, Korea Utara, Slovakia, Siria, Venezuela dan Vietnam.
    Kilas balik ke tgl 29 Oktober 2007, televisi ABC Australia telah menyiarkan investigative interview tentang keputusan pemerintah Australia membeli pesawat terbang Hornet menggantikan F-111, yang isinya antara lain menyebutkan hipotesa simulasi penyerangan udara terhadap Indonesia ke pusat komunikasi di Cilangkap. Hasil simulasi adalah bila penyerangan dilakukan pada tahun 1999, maka pesawat F-111 akan berhasil menghancurkan sasaran dan kembali dengan selamat. Bila serangan dilakukan pada tahun 2006 menggunakan pesawat Hornet (F-111 sudah dipensiunkan) dilengkapi rudal AGM-158 JASSM yang mempunyai jarak jangkau 370 km, maka 30% Hornet akan dijatuhkan oleh Sukhoi Flanker dan sisanya akan mencebur ke laut kehabisan bahan bakar pada saat kembali karena pesawat tanker mereka ditembak jatuh oleh Flanker. Namun sasaran pusat komunikasi di Cilangkap berhasil dihancurkan. Kalau kita menganalisis lebih lanjut simulasi ini, maka secara logika saja serangan udara akan datang dari arah selatan, menggunakan pesawat Hornet plus tanker udara, atau menggunakan pulau Christmas sebagai pangkalan depan. JASSM akan diluncurkan lepas pantai Pelabuhan Ratu. Seandainya Indonesia punya S-300/400 yang diposisikan sekitar Pelabuhan Ratu, apalagi dikombinasikan dengan Flanker dari Lanud Halim Perdanakusuma atau Husein Sastranegara, maka pasti akan menganulir ancaman serangan udara ini. Meskipun sebentar lagi Australia akan menerima pesawat siluman F-35, maka biarpun Australia menggunakan F-35, maka kombinasi Rudal SAM S-300/400 dan Flanker akan merontokkan F-35 sebelum mencapai sasaran, dan yang lolos akan mencebur lagi ke laut.
    Diusulkan dibeli 3 batere. satu diposisikan untuk pertahanan area pusat pemerintahan DKI Jakarta dan pusat komunikasi Cilangkap dan Jatiluhur, satu lagi untuk pertahanan area Lanal Surabaya dan Lanud Iswahyudi, satu sebagai cadangan merangkap pertahanan Lanud Makasar. Posisi ini adalah murni defensif. Karena mobilitas yang cukup tinggi maka dapat didorong untuk ofensif defensif misalnya diposisikan ke Pulau Bintan, Natuna, Sangata, Palu atau Nusatenggara, sesuai keperluan.
    Kesimpulannya adalah sebagai berikut :
    • Sesuai dengan Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 dan implementasinya Peraturan pemerintah no 37 tahun 2002 kepastian hukum penetapan ALKI menjadi 3 jalur, dan Strategi Pertahanan Berlapis (Layered Defense), serta MEF 2024 Indonesia sebagai prioritas utama harus membeli alutsista SAM IAD sistem S-300/400, dan juga Yakhont versi land based system P-800 Oniks / Bastion-P.
    • Makin galaknya China tentang sengketa kepulauan Spratly pada akhirnya akan mengakibatkan pengkerdilan peranan ASEAN, memaksa Indonesia untuk memposisikan diri menjadi de facto negara terkuat di kawasan, dan menjauhkan diri dari terikat kepada alutsista China.
    • Sebagai gantinya Indonesia harus lebih banyak melihat alutsista Rusia. Risiko embargo alutsista tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan alutsista produk Barat, namun efektivitasnya setara.
    • Kekuatiran negara tetangga dan Barat dapat ditepis dengan diplomasi yang kuat dan pro aktif, karena alutsista yang dibeli adalah murni defensif. Misalnya akan ada pemberitahuan/ nota diplomatik apabila alutsista akan ditempatkan di perbatasan negara.

    • Analisa bagus, hanya sedikit masalah: se-hari2 Flanker tidak berada di Jkt / Bdg. Ketika radar S-300 / S-400 di pantai selatan menangkap gerakan pesawat tempur dari arah laut menuju utara, pada saat itu Su-27/30 baru tinggal landas dari Makasar. Jadi ingat NORAD Combat Operation Center di Cheyenne Mountain, Colorado. Mungkin idealnya pusat komunikasi Cilangkap dipindahkan ke dalam salah satu gunung di sekitar Jakarta, mungkin G. Salak Bogor? (Walaupun bukan gunung granit seperti Cheyenne Mountain, http://www.norad.mil/about/cmoc.html).

  18. admin dan komentator pinter2 ya hmmm.. sedangkan pemimpin kita bloon ngitung2 duit tanpa peduli keamanan negara lihat tuh India semua orang India banggaaa walaupun mereka bekerja di negara lain dia bisa menunjukan Ini loh India negara super power ke 5 di dunia… aku mah iri bung gk tau kalau pikiran para pejabat berkuasa..!

  19. sampai sekarang saya belum pernah tahu kalo inggris menggunakan sistem pertahanan udara rudal jarak menengah, bahkan inggris tidak menggunakan patriot. ada temen2 yang bisa kasih penjelasan? siapa tahu saya kurang informasi kalo mereka sudah menggunakan medium range air defence missile system atau memang bernar mereka tidak menggunakan pertahana rudal jarak menengah? kalau iya ada yang bisa kasih analisa kenapa?

  20. bener tuh buat mas Antonov, sesuai juga dengan analisa saya, memang kita harus memperkuat daerah Pelabuhan Ratu, karena saya analisa sepertinya memang dari sana asal muasal serangan ke RI akan di lakukan. Apalagi jika Pulau Cocos jadi tempat pesawat tak berawak Amerika, pasti jadi pusat pengendali kepentingan Intelejen mereka..

  21. BOSET RUSIA GELAR PARADE HUT ARMY NYA MEJENGIN ROKET S400 DI TV RUSIA ANE LIAT DI PARABOLA TV SATELIT TAPI INDONESIA MEJENGIN ROKET LAPAN 9,7 METER JANGKAUAN 50.000 KM , MANTAP JUGA INDONESIA

  22. SAM Rusia emang yahud, dan udah combat proven, dulu 1 Mei 1960 pesawat spy US U2 aja waktu terbang 70.000 feet diatas Soviet aja bisa ditembak jatuh pake SA-2.

    Pesawat2 US lainnya yg kena SAM Rusia diantaranya :
    4 Desember 1983 A-6 Intruder dan A-7 Corsair II dijatuhkan SA-9 (9K31 Strela-1 ) Syiria, 19 Januari 1991 1 F-15E Strike Eagle dan 2 F-16C Fighting Falcon masing2 tersengat SA-2E, SA-6 dan SA-3 Irak, 21 Januari 1991 F-14A+ Tomcat kena SA-2 Irak, 2 Februari 1991A-10A Thunderbolt II jatuh oleh SA-16 Irak, 15 Februari 2 A-10A Thunderbolt II ditembak jatuh SA-13 Irak, 19 Februari A-10A Thunderbolt II ditembak jatuh SA-9 Irak,

    2 Juni 1995 F-16C shot down by SA-6 Serbia, 27 Maret F-117 Nighthawk kena SA-3 Serbia (yang ini baru hebat soalnya yg kena stealth), 1 Mei 1995 F-16C juga kena SA-3 Serbia.

    Jadi S-300 (SA-10 Grumble) meski belum menembakan 1 missilpun dalam perang yg sesungguhnya, pastinya sangat capable, Israel aja sampe beli F-35 buat mengimbangi seandainya Iran dapat S-300.

    • Jangan ngimpi punya S300/S400, sampai saat ini SAM memang di bonsai hanya short, lihat daftar belanja 2012/2013, sementara negara kecil singapura dari zaman dulu punya SAM medium Hawk & Aster.

    • Kompas hari ini mengutip pernyataan Panglima TNI “Radar hanud dan rudal serang jarak menengah dan jauh juga sangat berpengaruh (terhadap kekuatan hanud)”, pernyataan ini pastinya suatu kesimpulan dari studi internal TNI.

      Artinya rudal hanud jarak menengah dan jauh sudah masuk ‘wish list’, kita tunggu tindak lanjutnya…

    • Untuk F-117 yang hebat lebih kepada operatornya dan intelijennya yang memperhitungkan posisi F-117 sejak lepas landas sampai prediksi berada di zona tembak, radarnya survilancenya sendiri tidak mengendus kehadiran F-117

    • Keberhasilan AD Serbia menembak jatuh F-117 di tahun 1999 tak dapat dipisahkan dari kreativitas pribadi komandan 3rd Battery dari 250th Missile Brigade, kolonel Dani Zoltan (pensiun 2005).
      Lebih spektakuler, rudal yang digunakan tergolong antik.

      Zoltan was an example of how an imaginative and energetic leader can make a big difference. While Zoltan’s peers and superiors were pretty demoralized with the electronic countermeasures NATO (especially American) aircraft used to support their bombing missions, he believed he could still turn his ancient missiles into lethal weapons. The list of measures he took, and the results he got, should be warning to any who believe that superior technology alone will provide a decisive edge in combat. PEOPLE still make a BIG difference.

      Baterai Zoltan dilengkapi search and control radars, TV tracking unit, dan 4 unit quad launchers dari 21 foot long, 880 pound SA-3 missiles. The SA-3 entered service in 1961 and, while it had undergone some upgrades, was considered a minor threat to NATO aircraft.

      Beberapa teknik improvisasi Zoltan:

      >Zoltan knew that his major foe was HARM (anti-radar) missiles and electronic detection systems used by the Americans, as well as smart bombs from aircraft who had spotted him. To get around this, he used landlines for all his communications (no cell phones or radio). This was more of a hassle, often requiring him to use messengers on foot or in cars. But it meant the American intel people overhead were never sure where he was.

      >His radars and missile launchers were moved frequently, meaning that some of his people were always busy looking for new sites to set up in, or setting up or taking down the equipment. His battery traveled over 100,000 kilometers during the 78 day NATO bombing campaign, just to avoid getting hit.

      >The Serbs had spies outside the Italian airbase most of the bombers operated from. When the bombers took off, the information on what aircraft they sent, and how many, quickly made it to Zoltan and the other battery commanders.

      >Zoltan studied all the information he could get on American stealth technology, and the F-117. There was a lot of unclassified data and speculation out there. He developed some ideas on how to beat stealth fighter, based on the fact that the technology didn’t make the F-117 invisible to radar, just very hard to get, and try to keep a good idea of exactly where the aircraft was. Zoltan figured out how to tweak his radars to get a better lock on stealth type targets. This has not been discussed openly.

      >The Serbs also set up a system of human observers, who would report on sightings of bombers entering Serbia, and track their progress.

      >The spies and observers enabled Zoltan to keep his radars on for a minimal amount of time. This made it difficult for the American SEAD (Suppression of Enemy Air Defenses) to use their HARM missiles (that homed in on radar transmissions.) Zoltan never lost a radar to a HARM missile.

      >Zoltan used the human spotters and brief use of radar, with short range shots at American bombers. The SA-3 was guided from the ground, so you had to use surprise to get an accurate shot in before the target used jamming and evasive maneuvers to make the missile miss. The F-117 he shot down was only 13 kilometers away.

      >Zoltan got some help from his enemies. The NATO commanders often sent their bombers in along the same routes, and didn’t make a big effort to find out if hotshots like Zoltan were down there, and do something about it. NEVER underestimate your enemy. (-dari Strategy Page)

      • selain pinternya si soltan.
        keberhasilan intel serbia dalam menelisil f117 take off ..
        selain itu saat iring2an f117 melaju salah satu pintu lemari senjatanya terbuka sehingga rcs nya berubah total hingga dapat dideteksi sama radar sisoltan jadinya jatuh tertembak oleh rudal pecoya

  23. terlepas soal medium range sam, saya mau bagi joke-nya kopral2 satpaska,
    di labinsen (lab induk senjata tni al), kaki jembatan suramadu
    the old lady “strela” uda di edit2 & di marinization, so bisa dibawa anggota kipam/paska
    nyeberang ke pantai deket2 paya lebar ato changi air force base
    kali2 aja ada f35 ato ah64d longbow negara kota yang masih bisa airborne
    setelah changi, paya lebar, sembawang dan tengah afb.
    diratakan dengan astros 2 & caesar tni ad dari batu ampar batam

  24. lagi lagi saat ini pimpinan TNI sdg dalam proses masuk jebakan barat. pembelian rudal dari inggris, hadiah F16 dgn kompensasi biaya upgrade, hercules daru ausie,…semuanya itu cara cara barat menggemboskan anggaran TNI.mereka kawatir TNI menggunakan untuk belanja dari rusia.kalau anggaran habis plg tidak akan tertundanya pembelian senjata dari rusia.perlu ketajaman menganalisa maksud USA dan kroninya yg seolah olah akan bekerjasama lbh erat dgn TNI.memang TNI lbh tepat memilih senjata senjata rusia.Ruisa was TNI friend’s…..ini hal serius!

    • Bisa benar bisa salah, meskipun bukan rahasia umum klo banyak agen barat sudah menyusup hingga ke tulang sendi pemerintahan RI.. Perlu analisis lanjut apa emang F-16 atau hibah lain emang melemahkan pertahanan kita apa tidak, ngomong2 angka dolar untuk hibah total termasuk kecil lho dibanding dengan barang yg akan kita peroleh ( otomatis juga akan menambah kekuatan militer meskipun belum signifikan ). Ntu F-16 lumayan buat patrol juga, ngirit BBM gan jika dibanding Sukro.. Untuk Air superioriti ane jamin akan ada penambahan Sukro lagi ( Su-35BM-kah? Mosok mo ngalah ama Singa n Ousy yg mo beli F-35, ane jamin nggak mungkin kita sebodoh itu mempertaruhkan kedaulatan RI). Sambil nunggu IFX jadi, nggak salah klo kita perlu mimpi basah punya 35BM, secara kita mampu.. Kesimpulannya, ane belum yakin ntu hibah buat melemahkan militer kita, Opa Pur pasti sudah memikirkannya gan, klo nggak salah dulu pernah bilang mo beli 100 Sukro, jadi ane akan pegang kata2 beliau..

  25. Ini ada artikel bagus di majalah angkasa edisi 5 bulan pebruari 2013, dengan judul skadron tempur sergap idaman Kohanudnas. Hal 38.
    Disitu ada berita Kohanudnas akan dilengkapi dengan 4 (empat) Satbak Rudal jarak SEDANG dan 18 Batere Penangkis Serangan Udara jarak Pendek hingga 2014. 4 satbak ditempatkan di Pekanbaru, Jakarta, Biak dan Ranai.
    Saya tunggu komentar dari teman2 semua, rudal jarak Sedang apa yang mau di akusisi oleh TNI AU?
    Jika tidak berhasil mendapatkan S-300P Rusia, apa mungkin HQ-16 atau KY-80? atau yang lainnya?
    Ingat jawaban KSAD waktu ditanya media, kenapa TNI AD tidak mengakusisi rudal pertahanan jarak sedang? Jawabannya rudal jarak sedang masuk daftar list TNI AU.

  26. Moscow, 16 Februari 2013.
    Dirjen Perusahaan “Rosoboronexport” Anatoly Isaikin menyatakan: “Kerja sama Indonesia-Rusia dibidang teknik militer berkembang sudah lama dan terus meningkat’.

    Kepada Koresponden GATRAnews Svet Zakharov, Isaikin menyatakan Indonesia-Rusia telah menandatangani kontrak untuk pasokan enam buah pesawat tempur jenis Sukhoi yaitu SU-30MK2.

    Menurut Atase partahanan Indonesia di Moskow, Kolonel Andi Kustoro dua buah pesawat tempur Sukhoi akan diberangkatkan tanggal 21 Pebruari mendatang, dari pabrik pembuatannya ke Makassar dengan pesawat raksasa Antonov.

    Lebih lanjut, Isaikin menyebutkan tak hanya Sukhoi, Indonesia-Rusia juga mengadakan kerja sama pasokan persenjataan lainnya.”

    http://www.gatra.com/nusantara/nasional/24681-rusia-mengirim-dua-sukhoi-ke-makssar-pekan-depan.html

  27. Mstnya RI udh hrs mempuyai pertahanan udara jarak menengah dan sprtnya kesempatan itu ada pada restra II klo blueprintnya tdk diutak-utik lgi mslhnya klo RI month beli alutista ke rusia bnyk yg tdk rela krn mrk tau klo RI akan dpt kemudahan membeli produk bertehnologi tinggi yg dipunya Rusia klo smp itu dimiliki Tni Negara sekitar mrs tdk akan bs berbuat mcm2 lgi kpd RI utk itu mrk tdk segan2 membyr org dlm yg dpt mmpengarui keputusan dlm belanja alutista tni

  28. APAPUN KOMENTARNYA, APAPUN ALASAN NYA EROPA TIMUR ADALAH JAWABAN NYA…………………….SANGAT SETUJU ………

  29. estelungatus hukumnya fardhu ain
    Iskander M/E hukumnya sunnah muakkad
    tapi kapaaaann ??

  30. bung admin, ikutan nimbrung…. kira-kira andmin punya data atau catatan g ya soal harga ntu S-300/400 atau Bumk-M2 dan pantsir truz dalam satuan nya satu batalyon itu terdiri dari berapa baterai dan dalam satu baterai terdiri dari berapa peluncur?? he..he.. maklum jadul tp pingin tau

 Leave a Reply