Oct 162014
 
Rusia sedang dalam proses menciptakan rudal balistik berbahan bakar padat untuk angkatan lautnya di masa mendatang. Sumber: PhotoXPress

Rusia dalam proses menciptakan rudal balistik berbahan bakar padat untuk angkatan lautnya di masa mendatang. Sumber: PhotoXPress

Kapal selam strategis kelas ‘Delfin’ di Armada Utara akan dipersenjatai dengan rudal ‘Layner’. Hal itu memungkinkan barisan APL (Atomnykh Podvodnykh Lodok, kapal selam nuklir) menjaga kesiapan tempur Rusia setidaknya hingga tahun 2025 sampai 2030.

Program uji rudal balistik ‘Layner’ selesai pada Oktober 2011. Peluncuran uji rudal dilakukan dua kali dan keduanya dianggap sukses. Rudal balistik ‘Layner’ yang baru ini diharapkan akan digunakan bersama rudal balistik ‘Sinyeva’ yang telah dimodernisasi sebagai bagian dari sistem persenjataan kapal selam kelas ‘Delfin’.

Rudal ‘Layner’ sendiri merupakan modifikasi dari ‘Sinyeva’. Rudal ‘Layner’ memiliki karakteristik terbang yang sama dengan ‘Sinyeva’, tetapi sistem supresi pertahanan rudalnya lebih modern untuk PRO (Protovo-Raketnaya Oborona) dan memiliki jarak lebih jauh. Rudal ini dapat dipasang hulu ledak gabungan. ‘Layner’ dapat membawa hulu ledak berkapasitas kecil (low yield) sebanyak 9 – 12 buah, yang membuatnya lebih unggul daripada rudal ‘Bulava’. Dalam hal rasio kemampuan muatan berbanding beratnya, rudal ini lebih unggul dibanding semua rudal strategis berbahan bakar padat yang digunakan Inggris, Cina, Rusia, Amerika Serikat dan Prancis. Selain itu, hulu ledaknya dapat dipasang paralel bersama dengan sistem supresi pertahanan rudalnya.

Menurut sumber terbuka, R-29RMU2.1 ‘Layner’ memiliki panjang sekitar 15 meter, diameter 1,9 meter dan berat luncur lebih dari 40 ton metrik. Sistem rudal ‘Layner’ memungkinkan tembakan serentak atau tembakan tunggal ketika bergerak pada kedalaman hingga 55 meter dan kecepatan hingga tujuh knot.

Menurut seorang perwakilan armada, penggunaan ‘Layner’ memang dibutuhkan, sambil menunggu kapal selam proyek 955 generasi baru kelas ‘Borey’ dengan rudal ‘Bulava’ selesai dan bisa digunakan. “Angkatan laut strategis Rusia terus mengikuti perkembangan zaman. Dua kapal selam kelas ‘Borey’ telah mulai digunakan dan yang ketiga masih diuji negara, sementara yang keempat baru dibangun,” kata sang perwakilan armada tersebut.

Ia menambahkan, meski beberapa personel militer, misalnya mantan Kepala RVSN (Raketnye Voyska Stategicheskogo Naznacheniya/Pusat Kekuatan Roket Strategis Vladimir Yesin) berpendapat bahwa ‘Layner’ bersaing langsung dengan ‘Bulava’, anggapan itu tidak tepat. “Sungguh keliru menyamakan keduanya, karena pada dasarnya dua rudal itu dirancang berbeda. ‘Sinyeva’ dan ‘Layner’ adalah roket berbahan bakar cair, sementara ‘Bulava’ menggunakan bahan bakar padat. Selain itu, rudal-rudal ini masuk ke kategori berat yang berbeda. ‘Sinyeva’ lebih berat, setidaknya selisih 4 ton metric dan lebih besar, setidaknya selisih 3 meter,” terang perwakilan armada.

Menurut informasi dari berbagai sumber militer, tidak ada rencana untuk mengembangkan rudal ‘Layner’ ini lebih lanjut, meski memiliki berbagai keunggulan dibanding ‘Bulava’. Rusia sedang dalam proses menciptakan rudal balistik berbahan bakar padat untuk angkatan lautnya di masa mendatang. Meski rudal dimetil hidrazin asimetrik (bahan bakar cair) lebih kuat daripada rudal berbahan bakar padat, rudal tersebut lebih bahaya digunakan, khususnya bagi angkatan laut itu sendiri.

SUMBER: indonesia.rbth.com

*Kiriman Ganar Calibra.

Bagikan :

  42 Responses to “Rudal Balistik Kapal Selam Rusia”

  1.  

    paramexx…

    •  

      Bung@jacky.,.ikut paramexx ya..
      Ukurang rudalnya panjang 15 meter ,diameter 1,9 meter dan berat luncur 40 ton,,kapal selam sebesar apa ya yg bisa meluncurkannya,secara vertikal(VLS) Atau seperti apa dan dari kedalaman 55 meter dpl bisa d luncurkan..? Begitu canggih ya teknologi nya..seperti apa ya masukin data target kalau dri dlam laut..Ada yang bisa beri pencerahan.?
      Salam nkri

  2.  

    tes

  3.  

    wuikk rudal jelajahnya nyampe amrik gak yah?

  4.  

    Beuh…

  5.  

    Indonesia harus punya tuh

  6.  

    kak Rus semakin strooong aja…

  7.  

    Hayo om rus sama om asu duesiap menang hayo .kita nonton aja mau ikut gak cukup modal

  8.  

    Pasti bakaL di Akusisi ma Pemerintahan Baru , Armur n Lada CLass terget berikutnya he he he 🙂

  9.  

    siplah. yg stok lama kirim ke RI aja.

    •  

      betul sekali, daripada ngabisin tempat di gudang n menambah biaya perawatan, kita bangsa Indonesia sebagai sahabat bersedia membantu dan menolong tante rosiya yang kebingungan cari wadah buang rudal jadul 🙂

  10.  

    hanya bisa ngiler

  11.  

    rusia setrooooong

  12.  

    Ri harus bungkus nihh..

  13.  

    semoga rudal seperti gak ditembakkan dan hanya jadi pemanis untuk kemajuan riset. bagaimana jadinya jika rudal-rudalan. yang sengsara adalah rakyat banyak. besar kemungkinan setelah ini ekonomi Rusia akan mengalami perlambatan karena harga minyak turun menjadi 80 usd/barrel akibat permainan USA selain itu mash sanksi ekonomi dari USA dan Eropa akibat konflik Ukraina. semoga aja Rusia punya formula lain agar bisa tetap maju riset biar ada penyeimbang blok barat.

    •  

      Sebetulnya nickname anda menggambarkan isi anda bung Peneliti, tapi soal harga minyak ya tidak segampang itu apa-apa amrik, seakan-akan tu negara super duper pauwer bingitz bisa seenak udelnya ngatur harga, padahal ekonomi morat-marit…

      Justru karena terjadi perlambatan ekonomi baik di US sendiri, di China dan Eropa barat khususnya, maka harga minyak turun karena demandnya juga turun….

      •  

        untuk harga minya jika kita melihat sejarah kejatuhan Uni soviet sekitar tahun 80an juga karena minyak bung MJ. ingat dulu yang awalnya negara arab produksi minyaknya sedikit setelah didatangin oleh US langsung meningkat jadi 9 juta barrel dan perusahaan aramco menjadi new seven sister. harga minya yang dulu 30 usd/barrel lgsg turun jadi 12 usd uni soviet yang menggantungkan hampir 80% ekonomi di minyak langsung kolaps.

        kalau melihat sejarah kan bisa terulang bung saat ini. harga minyak dunia yang dulunya sekitar 110 Usd/barrel , saat ini sudah turun ke 80an lo. dan Rusia skg sudah teriak-teriak karena OPEC sepakat menurunkan harga. OPEC sendiri statementnya nyaman di angka 80an.

        Ekonomi US memang morat-marit tetapi dengan standar penggunaan dollar sebagai mata uang pembayaran internasional tentunya memudahkan dia untuk memulihkan ekonominya. ditambah pengaruhnya yang cukup besar di negara teluk akibat instabilitas yang dia ciptkan sendiri. makanya negara ini masih cukup super power

      •  

        stuju dngan bung peneliti
        AS juga punya andil besar dalam memainkan harga minyak
        kalo mau naikin harga minyak tinggal di kurangin cadangan minyak AS di penampungan minyak dia
        memainkan dolar juga mudah
        saham2 di dunia juga ngekor saham AS yaitu dowjon (apalah namanya yg bner)
        kalo tuh saham turunnya ekstrim mayoritas saham dunia juga turun tp bervariatif

        rusia memang mengandalkan migas tp sekarang lbih mengandalkan gas nya
        tp perku diketahui rusia punya anti dot nya AS yaitu SUN nya AS banyak di beli ama rusia, begitu juga ama china
        jd secara itung2an hutang AS yg nikainya 15T dolar itu ada yg dari china ama rusia
        kalo mau bikin AS kocar kacir rusia tinggal melelang SUN nya AS ke dunia internasional
        selain harga SUN yg jd lebih mahal juga dolar agak turun
        *SUN nya kan pasti ada jatuh tempo dan harus di buy back ama pemerintah
        hehe

        •  

          akur Bung Love INA, kebijakan eksplorasi besar-besaran shale gas Amerika juga menjadikan harga energi dunia menjadi lebih murah. selain alasan efisiensi tentunya ada alasan politik. kebijakan ini membuat harga gas disana jauh lebih murah dibandingkan gas 3kg yang kita beli di Indonesia.

          terimakasih sharingnya atas antidot Rusia ya bung. Indonesia semoga bisa juga gak didikte negara asing. bukan cuma karena alutsistanya namun karena ekonomi, rakyat dan kepandaiannya

  14.  

    Wowwww……. Nyedehno uwong om rus 😀

  15.  

    gambar ngerii

  16.  

    itu rudal kalau jatuh ke tanah bisa berabe

    banyak warga sipil jadi korban

  17.  

    mantap, momentum kebangkitan Rusia…

  18.  

    Pemerintahan yad harus melobi Putin untuk mendapatkan kapal selam seperti ini, yang bisa memuat rudal balistik, dan yakinlah mr.Putin akan merespon dengan baik, ayo indonesia hebat

  19.  

    how is Indonesia?

  20.  

    O, ya, lupa….KAGA MONCER NI BARANG !!!

  21.  

    LION air menyiapkan dana Rp 5triliun..kecipratan ngga tuh bintang2 AU? KPK ayo awasi

  22.  

    Jika peradaban teknologi manusia sudah sedemikian maju, dan bahkan senjata pemusnah massal sudah melampaui kemajuannya bersiaplah jika harus terjadi bencana alam yang menghancurkan segalanya…Hehehe Semoga jangan terjadi.

    •  

      betul bung semakin maju teknologi semakin membuat manusia jauh dengan Tuhan artinya semakin dekat kehancuran zaman dan semakin hebat senjata pemusnah yg diciptakan maka bersiaplah dunia ini akan hancur..manusia menghancurkan juga memperbaiki tapi sayang lebih banyak menghancurkan

  23.  

    Ngen cesss

  24.  

    Secara teori tidak mungkin kita meghadang rudal yang sudah meluncur keluar dari kapal selam peluncur rudal, tapi mungkin masih bisa menghancurkan kapal selam pembawa rudal sebelum mereka meluncurkan rudalnya..

  25.  

    HAP ceboki dulu tu ASU yahudi, tokainya kececeran jangan lupa jilatin silite biar mengkilap.

  26.  

    Kalo tuh rudal ..nembak tahu..? bagamana ya nasibnya
    Si tahu?

  27.  

    frans lihat realita dong, coba kenapa asu bikin bunker perlindungan nuklir? kenapa asu ga berani nyerang suriah yg dibeking rusia? kenapa roket antariksa asu pakai buatan rusia? kenapa asu menekan rusia untuk membatalkan pengiriman s300 ke iran? kalau rudal rusia ga menakutkan ga perlu cemas dong biarin aja tuh s300 dikirm ke iran. kenapa crimea dicaplok asu ga hantam rusia, coba tanya sama orang2 pentagon pendapat mereka tentang rudal2 rusia?

 Leave a Reply