Jun 022016
 

India dan Rusia sepakat untuk mengekspor rudal jelajah anti-kapal tercepat di dunia, BrahMos, ke negara ketiga – UAE, Vietnam, Afrika Selatan dan Chile, ujar juru bicara BrahMos Aerospace, Praveen Pathak, kepada kantor berita TASS.

“Beberapa perubahan struktural dibuat dalam kebijakan ekspor pertahanan dan telah membawa hasil. Sejauh ini penjualan rudal BrahMos dibicarakan dengan negara-negara seperti UEA, Chili, Afrika Selatan dan Vietnam yang berada pada tahap serius,” katanya.

“Pembicaraan penjualan rudal ini termasuk ke Filipina, Korea Selatan, Aljazair, Yunani, Malaysia, Thailand, Mesir, Singapura, Venezuela dan Bulgaria yang kini telah masuk ke tingkat berikutnya ,” ujarnya.

“Dalam kasus Vietnam, Cina telah menyatakan keberatannya terhadap kebijakan India untuk memasok senjata ke Vietnam. Di Laut Cina Selatan, Cina dan Vietnam terkunci dalam konflik batas maritim. Kami berharap bahwa negara-negara yang dekat dengan India atau Rusia yang memiliki konflik akan tertarik untuk membeli rudal tersebut, “katanya.

BrahMos dikembangkan bersama oleh DRDO India dan NPOM Rusia, yang pada tahun 1998 mendirikan perusahaan BrahMos Aerospace. Nama BrahMos terbentuk dari nama dua sungai, Brahmaputra di India dan Moskva di Rusia.

Brahmos-missile

BrahMos merupakan rudal supersonik kecepatan Mach 3. Sebuah model upgrade kini mampu mencapai Mach 6 speed dan saat ini sedang diuji. Menurut BrahMos Aerospace, rudal ini memiliki jarak terbang hingga 290 km dengan kecepatan supersonik di semua jalur penerbangannya, yang menyebabkan waktu penerbangan yang lebih pendek, akibatnya memastikan waktu mencapai target lebih cepat, dan kemampuan non-intersepsi oleh berbagai sistem senjata yang kini ada di dunia.

Kekuatan destruktifnya meningkat karena energi kinetik yang besar saat tumbukan dengan sasaran. ketinggian jelajah bisa sampai 15 km dan ketinggian terminal serendah 10 meter. Rudal ini membawa hulu ledak konvensional seberat 200 sampai 300 kg.

Dibandingkan rudal jelajah subsonik yang ada, BrahMos memiliki: velocity 3 kali lebih besar, jangkauan oenerbangan 2,5 sampai 3 kali lebih besar, 3 sampai 4 kali seeker range, 9 kali energy kinetik yang lebih besar. Rudal itu memiliki konfigurasi untuk daratan, platform laut dan sub-laut dan menggunakan Transportasi Launch Canister (TLC) untuk transportasi, penyimpanan dan peluncuran

TASS.ru

Berbagi

  35 Responses to “Rudal BrahMos Dipasarkan Untuk Negara Ketiga”

  1.  

    petromax

  2.  

    minyak tanah….

  3.  

    Indonesia darurat brahmos

  4.  

    Yakhont lebih strooong….

  5.  

    Indonesia patut mempertimbangkan beli, dan modifikasi Si Tukino buat gotong Rudal ini, dijamin gigi si Tukino makin tajam……. whehehe
    #edisibatalbelisukhoi

  6.  

    nah ini dia bagi-bagi spidol sepanjang alur laut dagang tradisional/jalur sutera laut, disitu disebutkan afsel di tanjung harapan, pilipina, vietnam, uni emirat arab… bisa dibayangin kan siapa yang mau dijegal warjager?
    #ketawa jahat

  7.  

    beli yg banyak

  8.  

    Vietnam lagi2… Negaranya paimin yg katanya anggaran militernya terbesar se asia tenggara beli apa…

  9.  

    Indonesia gak termasuk …????

  10.  

    Indonesia pilih versi asli Yakhont Original yang dipakai Rusia.

  11.  

    bela beli..2x konsumtif amat..semua mau d beli…kita tunggu..saja kemandirian.rx550.rx750…yg jangkauan.y 500km…tgl kasi hulu ledak apa ga..bleduk..tu…hihi..

  12.  

    Indonesia gk punya cukup duit buat beli. Yakhont..? emang masih ada sisa ? ….wakakakaka…..sudahlaaah..ama singapura aja militer kita gak ada apa-apanya. Gak ada yang bisa diharapkan kalo kondisi kebijakan politik dan anggaran masih seperti ini.

  13.  

    indnesia darurat serial impor, utaran, ranvi, masyarakat jadi banyak diabuai kesenangan tontonan.
    indonsia darurat gadget, smartpone, masyrktnya konsumtif banget, ya banget sekali. hp lama belumlah rusak sudah ganti,,ganti dan ganti lagi, itu menjadikan produsen jadi kaya =>memperkaya cina => memperkuat eknomi cina => militer jd kuat =>kita terkungkung dan terkepung
    indosia darurat mental lemah, iklan tv produk kosmetik selalu beganti-ganti resep mengandung ini itu, padahal tak ada efek sama sekali dr jaman terong mentah sampai jaman sinianida, kulit kita tetap sama saja
    indonesia darurat pria bengis tapi penakut, niat merkosa ya perkosa aja, itu aja dah kejam kok sampai gagang cangkul masuk juga.

  14.  

    indonesia…beli ap sih….???

  15.  

    mau beli gimana../lawong sdah bisa bikin yg lebih jauh jangkauany

  16.  

    Beli casingnya propelannya diisi sendiri. .wekekekek..edisi refilll

  17.  

    Lah perjanjian terselubung dg rusia, emang ttg membuat amunisi kecil aja? Ga lah yaw…. Makin setrong mas bro. Klo kecil brati canon keatas, klo sedang brati rudal

  18.  

    Iran, Korea Utara, Aljazair, Yunani, Armenia, Kamboja, Laos, Brunei.. daftar wajib pengimport Brahmos..

    untuk INA, Rudal KARTIKA Reedition. Proudly made it self..

  19.  

    Emang Nanggala udah dilengkapi VLS bray?

  20.  

    Indonesia mah pake roket aja lebih murah,soalnya kalaupun tertarik pengen punya barhmos stelah MELIHAT lalu MENIMBANG dan MEMUTUSKAN akhirnya ga jadi beli kaya kasus SU35 karena mahal,klupun beli paling ngeteng 2 biji buat gagah”an parade.

  21.  

    pemerintahan skrg belum ada prestasinya….dalam alutsista apa yg dah di beliii….masih mending yg kemarin sby….muak sma yg skrang….omong doang……………..

  22.  

    Apa ilmuwan indo gak tertarik ngembangin railgun ya…???

  23.  

    @beo ilmuwan kita bukannya ga tertarik mengembangkan suatu teknologi bro,tapi ga ada duit untk penelitian dan pengembangannya di tambah lgi pmerintah tidak begitu peduli,akhirnya mereka hengkang ke luar negri di sana mereka cuma modal otak doang,peralatan lengkap,dana jg mendukung,di gaji besar pula.

  24.  

    Jiah satu lg jemaah goibyah yg berkarat. Ini salah satu penyebab gagalnya jepang di ww2 dmn rakyatnya percaya berlebihan bhw jepang selalu menang perang dan produksi alutsista selalu tersedia sampe akhirnya disadarkan dgn penyerangan di halaman rumah sendiri di pulau iwojima dan bom atom di nagasaki+hiroshima. Sekarang trendnya terbalik bro malah alutsista hrs diumbar sbg efek deterjen, yg rahasia adalah peletakannya dan strategi dlm penggunaannya.

  25.  

    Xixixiixi indonesia tdk terdaftar karena indonesia beli yg orinya,,,,,
    Yakhont lbih bgus kinerjax ktimbang brahmos kw.

  26.  

    Mantap

 Leave a Reply