Jan 052019
 

Peluncuran rudal balistik nuklir Sarmat © Kementerian Pertahanan Rusia

JakartaGreater.com – “Avangard” dan “Sarmat” akan menggantikan rudal-rudal Soviet yang sudah usang dan akan membentuk fondasi baru persenjataan nuklir Rusia, seperti dilansir dari laman Russia Beyond.

Rudal balistik antarbenua RS-26 Avangard yang pertama akan ditempatkan pada pinggiran kota Orenburg, sekitar 1.200 km di sebelah timur Moskow pada 2019. Demikian hal tersebut diumumkan Panglima Pasukan Rudal Strategis Rusia (SMT) Sergey Karakaev.

Menurut Karakaev, rudal baru itu akan secara signifikan meningkatkan kekuatan pencegah nuklir Rusia karena lebih unggul daripada sistem pertahanan rudal musuh potensial mana pun saat ini.

Apa Itu Avangard?

Keunggulan utama rudal Avangard dari rudal-rudal lain terletak pada kemampuannya untuk mendaki hingga puluhan kilometer dan terbang menuju sasaran melintasi lapisan atmosfer yang padat, yang tak jauh dari ruang angkasa. RS-26 adalah rudal balistik antar-benua yang mampu menghancurkan target di belahan bumi manapun dengan tingkat presisi tinggi.

“Rudal tersebut melesat menuju sasaran seperti meteorit, tapi dapat dikendalikan sepenuhnya setiap saat”, kata Putin pada Maret lalu terkait rudal tersebut.

Menurut sumber terbuka, satu hulu ledak misil hipersonik Avangard ini memiliki daya ledak 800 – 2.000 kiloton, kira-kira 130 kali lebih besar daripada ledakan di Hiroshima. Meskipun demikian, media Rusia belum mengonfirmasi data ini secara resmi.

Proyektil itu diyakini memiliki panjang 5,4 meter dengan kecepatan tertinggi lebih dari Mach 20 atau hingga 24.000 km/jam.

Monster Nuklir

Selain Avangard, Rusia juga akan dilindungi rudal antar-benua propelan cair RS-28 Sarmat yang berbobot sekitar 100 ton.

Roket itu akan memulai masa bakti bersama Pasukan Rudal Strategis Rusia (SMT) setelah tahun 2020, menggantikan R-20V Voevoda. Dengan bobot 211 ton dan berat lemparan 8,8 ton, R-20V adalah rudal strategis terberat dan paling menakutkan di dunia.

“Roket ini [Sarmat – red] akan berbeda dari pendahulunya, bukan hanya dari segi bobotnya yang jauh lebih ringan, tetapi juga dalam hal jangkauan terbangnya. Sementara jangkauan Satan (kode NATO) mencapai 11.000 km, Sarmat dapat terbang sejauh 17.000 km dan menurut tim desain, bahkan itu melewati Kutub Selatan yang tidak memiliki perisai rudal dan tak akan ada yang menduganya”, kata analis militer Viktor Litovkin kepada Russia Beyond.

Litovkin menambahkan bahwa alih-alih sepuluh hulu ledak nuklir, Sarmat akan membawa tak kurang dari 15 independently targetable reentry vehicle, yaitu muatan peluru kendali balistik yang berisi beberapa hulu ledak nuklir, yang masing-masing mampu menyasar dan mengenai satu atau sekelompok target.

Mereka akan diatur sesuai prinsip “ikatan anggur”, yang masing-masing berkapasitas 150 – 300 kiloton dan dapat memisahkan diri dari “ikatan” dan ditempatkan sesuai dengan target sebagaimana yang telah diprogramkan sebelumnya pada hulu ledak.

jakartagreater.com

  9 Responses to “Rudal Hipersonik Rusia Akan Ditempatkan Pada Pegunungan Ural”

  1.  

    Borong….
    10 buah sudah cukup.

  2.  

    Gak rame kalau perang pakai nuke, tau” semua udah selesai

  3.  

    Avangard adalah sistem rudal balistik antarbenua terbaru Rusia yang strategis yang dilengkapi dengan kendaraan luncur hipersonik yang ditenagai oleh mesin scramjet sehingga mampu meluncur dengan kecepatan hingga 20 mach atau lebih dari 15.000 mph.
    Kendaraan luncur tersebut mampu terbang dengan kecepatan hipersonik di lapisan atmosfer yang padat, bermanuver dalam jalur terbang dan ketinggiannya, serta menembus pertahanan anti-rudal, dan ketika telah mendekati target, glider tersebut mampu melakukan manuver yang tajam untuk melakukan pengelakan dengan kecepatan tinggi dalam penerbangan sehingga membuatnya “benar-benar kebal terhadap sistem pertahanan rudal”.
    Menurut Presiden Rusia Putin, serangan Avangard diibaratkan “seperti meteorit, seperti bola api”, membuat sistem pertahanan rudal AS sama sekali tidak berguna, karena rudal pencegat AS hanya bisa meluncur dengan kecepatan 8 mach (THAAD) hingga 15 mach (Aegis)…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2018/12/avangard-sistem-rudal-balistik.html