Rudal Hipersonik Zirkon Jelajah 450 Km dalam 4,5 menit

Jakartagreater.com  –   Sebuah penembakan Rudal jelajah Hipersonik Zirkon telah berhasil mencapai target di Laut Barents, ujar Kementerian Pertahanan Rusia. Militer menekankan bahwa Rudal itu meluncur sejauh 450 kilometer, mencapai kecepatan Mach 8, dirilis Sputniknews.com, Rabu 7-10-2020.

Presiden Rusia Vladimir Putin memuji uji coba Rudal Zirkon yang berhasil, yang menyatakan itu adalah peristiwa penting bagi negara dan berkontribusi pada keamanan negara.

Putin juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam proyek tersebut, juga berterima kasih kepada Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua atas pekerjaan yang telah dilakukan, untuk hasilnya, dan mengungkapkan harapan bahwa di masa depan semua spesialis yang terlibat dalam persenjataan kembali militer Rusia akan (terus) bekerja seefisien dan sekuat yang telah dilakukan hingga saat ini”, “kata Presiden saat video meeting dengan Staf Umum.

“Kemarin, fregat Admiral Gorshkov meluncurkan rudal jelajah Zirkon dari Laut Putih ke sasaran yang terletak di Laut Barents. Tugas berhasil diselesaikan, serangan langsung telah dicatat.

dok. Fregat Admiral Gorshkov Rusia. (@Russian MoD)

Jangkauan penerbangan mencapai 450 kilometer (279 mil), ketinggian maksimum mencapai 28 kilometer, dan durasi penerbangan mencapai 4,5 menit. Rudal tersebut mengembangkan kecepatan lebih dari Mach 8″, kata Jenderal Gerasimov.

Pengujian Zirkon dimulai pada 2015, dengan hampir selusin peluncuran selesai pada 2018. Presiden Putin menyebut Zircon dalam pidatonya di parlemen tahun 2018 sebagai salah satu sistem strategis utama yang mampu menghindari pertahanan Rudal Amerika dan dengan demikian menjamin kemampuan respons Rusia.

Sharing

17 pemikiran pada “Rudal Hipersonik Zirkon Jelajah 450 Km dalam 4,5 menit”

  1. ini adek adek milenia…tapi cara berpikirnya kok masih era jahiliyah sih…!!!
    bela beli….bukan seperti itu dek…cara berpikir nyang benar…!!!
    jual itu baru benar…dan bagai mana kita bisa menjual dan laku dipasaran….itubaru cerdas namanya…kalou negara saja hanya bisa konsuntif apa lagi warganya…coba…???
    tapi saya sih engak heran…karna sudah jadi kebiasaaan sih….!!!
    seperti anjuran dan ajakan agar rakyat nabung…tapi negara sendiri hutang diperbesar…kan ironis jadinya…!!!
    apa lagi kemarenan nya…ajakan makan diwarteg…sedang pejabatnya sendiri alergi makan diwarteg…kalou engak hotel bintang lima ya makan di lestoran francis…kan lucu…!!!
    lucu engak ya…???

    • Maklum bang kan memang militer kita diusahakan patuh pada aturan keseimbangan pertahanan regional yang diatur dalam worldly order, negara yang jumlah dan wilayahnya besar sebisa mungkin peralatan tempurnya dibuat medium tech, sementara negara tetangga yg jumlah dan wilayah kecil sebisa mungkin peralatan militernya number one..kebijakan ini paling ketara anata chile vs argentina ya gambarannya seperti itu, tapi anehnya kita ya manut manut saja dijadiin kucing asia sama western ally

    • Penting rembugan dan eksekusinya harus jelas walau karet gelang dan bakmi Rusia tak masalah, yg jadi masalah kita tak segera kirim komoditas2 tsb dan jual mahal komoditas padahal disini sampai busuk dibuang2 jadi limbah

  2. Beberapa waktu yg lalu pas banyak berita soal LCS saya kebetulan sempat diskusi sama penghobi militer dari amrik, sya bialang kalau kita butuh beli radar, rudal kapal anti air, rudal surface to surface, rudal air to air jarak jauh juga butuh TOT mesin jet mereka rata2 jawab kita suruh tenang aja USA udah numpuk senjata di Jepang dan Taiwan juga di Korsel, Tambahan Singapur sama Ustrali, kita bukan prioritas untuk diijinin beli rudal kelas medium..dan mungkin memang gk akan pernah jadi prioritas selama sumber2 alam kita raw material terutama belum sepenuhnya dihabisi western ally guna alasan kebituhan perang lawan cina..kita ya cuma jadi sapi perah dibawah centeng centeng western ally..krna latar belakang sejarah kita yg pernah agresi ke Malaysia dan Timor timur hehe.

  3. pada dasarnya engak ada satu negara manapun yang mau melihat negara lainya ungul dan mandiri…karna ketergantungan negara lain itulah keuntungan sesunguhnya…tapi karna persaingan baik politik ekonomi maupun militer maka ada celah seperti saaat ini…penjual harus bersaing untuk pembelian…maka banyak yang ditawarkan termasuk tot dan apa lah istilah lainya…!!!
    tingal kita pembeli harus bisa memilih yang terbaik untuk memperbesar kemungkinan keuntungan…termasuk tot tadi…!!!
    tapi semua kan ada harga nya termasuk daya tawar dari negara pembeli…engak sama semua perlakuan pada konsumen alutsista…entah dia sekutu sendiri…atau pembeli kelas raksasa macam arab….dan kelas negara dunia ketiga…!!!
    tingal liat lagi penting tidak nya kita dimata produsen senjata(daya tawar)…!!!

Tinggalkan komentar