Sep 282015
 

pl-15_j-31

Beyond Visual Range Air to Air Missiles (BVRAAM) adalah rudal jarak jauh yang digunakan pesawat tempur modern untuk menghancurkan jet tempur musuh, pembom, pesawat tanker, drone dan pesawat lainnya dari jarak lebih dari 30 km. Pada tanggal 15 September 2015, China berhasil menguji tembak rudal BVRAAM terbaru, PL-15 yang diluncurkan dari pesawat tempur dan berhasil menghancurkan target sebuah pesawat tak berawak.

PL-15 memiliki panjang sekitar empat meter dan diameter 200 mm hampir sama dengan ukuran rudal versi lama PL-12.

PL-15 menggunakan peningkatan propulsi, seperti motor roket canggih dan ramjet mesin untuk mencapai jangkauan yang lebih jauh. Dikembangkan oleh 607 Institut dan dirancang sebagai pengganti rudal PL-12 yang memiliki jangkauan sekitar 100 km.

Dibandingkan dengan PL-12, PL-15 dilengkapi Improved Active Radar Seeker dan Jam-Resistant Datalinks juga motor roket pulse ganda untuk memperluas jangkauannya.

Sebenarnya radar J-11B tidak memiliki jangkauan sejauh rudal PL-15, namun J-11B menerima informasi lokasi pesawat tempur musuh dari pesawat peringatan dini (AEWC) KJ-2000.

Saat rudal PL-15 ditembakkan, radar canggih PL-15 yang akan memandu rudal dengan koreksi dari pesawat AEWC KJ-2000, semua dilakukan tanpa pesawat J-11B menghidupkan radarnya (membuat pesawat tempur aman tanpa terdeteksi).

Bahkan saat masih dalam tahap prototipe, PL-15 sudah menjadi bintang internasional. Berbicara pada konferensi Asosiasi Angkatan Udara 2015 di minggu yang sama saat tes peluncuaran rudal PL-15, Komandan Angkatan Udara AS Jenderal Hawk Carlisle menjadikan rudal PL-15 sebagai alasan agar Kongres mendanai pengembangan rudal baru untuk menggantikan rudal AMRAAM Amerika.

Yang menjadi sorotan utama adalah daya jangkau dan manuver rudal PL-15. Dengan menggabungkan mesin Ramjet, jangkauan PL-15 bisa mencapai 150 – 200 km. Jangkauan yang mengalahkan semua rudal BVRAAM yang dimiliki Amerika, membuat PL-15 bukan hanya ancaman bagi pesawat tempur seperti F-35, tetapi juga untuk pesawat pembom dan pesawat tanker yang sangat penting untuk operasi udara Amerika di Pasifik yang luas. Jendral Carlisle menyebut kemampuan “super” rudal PL-15 akan menjadi perhatian dengan prioritas tinggi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat.

 Posted by on September 28, 2015

  48 Responses to “Rudal Ini Yang Membuat Amerika “Ngeri””

  1.  

    Selamat pagi indonesia

  2.  

    Josss…!!!

    •  

      Numpang lapaknya bang…. ntar untung dibagi dua xixixixixixi…

      MBDA Meteor adalah rudal udara-ke-udara di luar-jarak-pandang, berpandu-radar-aktif atau beyond-visual-range air-to-air missile (BVRAAM) sedang dikembangkan oleh MBDA. Rudal Meteor akan menawarkan kemampuan manuver multi-shot terhadap target jangka panjang dalam lingkungan penanggulangan elektronik (ECM) berat.

      Peluru kendali ini dimaksudkan untuk melengkapi Eurofighter Typhoons dari Royal Air Force (RAF) Inggris, Luftwaffe Jerman, Ejercito del Aire Spanyol dan Aeronautica Militare Italiana Italia, F-35 Inggris dan Italia, Dassault Rafale Perancis, dan Saab JAS 39 Gripen dari Flygvapnet Swedia. Kunci untuk kinerja Meteor adalah throttleable ducted rocket (ramjet) diproduksi oleh Bayern-Chemie dari Jerman.

      Sumber wikipedia

  3.  

    ngopi 😀

  4.  

    lima

  5.  

    Wew…jarak rudalnya…

  6.  

    Semakin CANGGIH aja guide rudal China..btw perkembangan ToT Rudal C 705 gmn y..?

  7.  

    kreen bgt..bsa bkin gmteran pswat msuh…mga bsa psang d sukhoi nkri..

  8.  

    ngomongin amerika apa china

  9.  

    Indonesia jarusnya bisa meniru China………….walau barangnya KW…..Tapi punya efek deternt yang tinggi.

    atu hanya bisanya bikin sinetron yg di Tipi Tipi itu….yang selalu mengumbar keserekahan manusia…..

  10.  

    ketar ketir..
    asu + sekutu meriang lagi..

  11.  

    yang menjadi perhatian saya adalah betapa gigihnya China untuk menguasai dan mengembangkan teknologi bayangkan kolaborasi dari 607 institut …………………… ditambah soal dana untuk urusan militer di China bukan masalah

  12.  

    Hanya sekedar informasi, bahwa PL-15 BVRAAM China ini tidak sehebat yang didengungkan dan digadang media. Karena simple saja, pesawat yang ditembak dengan PL-15 juga bukan pesawat model kuno yang menjadi “sitting duck”.

    Pula, kondisi F-22 dan F-35 stealth skin dan maneuverability masih merupakan faktor penghalang jika pesawat pesawat ini dicoba ditembak dengan PL-15. Artinya, saat PL-15 China ditembakkan ke arah F-22 atau F-35, early warning sudah terlacak ditambah jamming untuk melumpuhkan atau “degrading” guidance bagi PL-15 yang mendekat dari jarak maksimumnya.

    Kedua, saya tidak yakin dengan kemampuan metalurgi China, yang hingga saat ini masih belum dapat membuat bahan komposit yang “heat-resistance”. Ingat mesin dan avionik BVRAAM bagi PL-15 ini memakai sistem Dual pulse motor sehingga secara ilmu fisika dihadapkan pada 2 faktor.
    Jadi walau memiliki kecepatan dengan mesin ramjet, tetapi kurang lincah. Selebihnya, adalah heat tolerance (toleransi panas bagi bahan bahan komposit China yang mampu menahan panas secara stabil hingga lebih dari 100km. Artinya memang PL-15 dapat mencapai 150km tetapi maneuverability-nya sudah berkurang banyak.

    Dengan kata lain, untuk menembak barang statis, slow mover dan slow agility dari jarak sekian seperti yang dikutip TS memang berhasil, tetapi bayangkan jika yang ditembak adalah pesawat dengan sistem stealth yang lincah dan memiliki artikulasi jamming, Saya kira sebelum mencapai 100km PL-15 dengan dibawa meliuk liuk manuver lincah akan menjadi dumb-jet. Alias percuma. 🙂

    Tabik,

    •  

      Yang analisa nomer 2 nya…lalu gimana bisa cina bikin roket keluar angkasa ????

      •  

        @Bung IBIM, lain roket luar angkasa lain Air-to-Air Missiles. Sehingga propulsi untuk dual pulse ram-jet bagi missile, suatu hentakan kecil atau suatu tahanan kecil maupun kelengkungan logam (fatigue) yang sepersekian milimeter akan melencengkan sebuah rudal dari poros “flight-path” nya. Lain dengan Roket antariksa yang dinamikanya serta toleransinya terhadap heat tidak begitu mempengaruhi avionics dan navigasi. Mudah mudahahn paham.

        Tabik,

    •  

      ngeri juga ini misile kalau untuk target air tanker, bomber & AEWC :mrgreen:

    •  

      met aktif lg bung Brotosemedi … komen nya sangat difahami, mungkin Amrik jadikan alasan saja spy bisa dpt budget riset utk misil/rudal yg baru,
      Salam

      •  

        @Den Bdg, terima kasih mas,
        Benar, memang seharusnya tehnologi AMRAAM sudah seharusnya dikaji ulang dan dibuatkan penggantinya. Jangan sampai pesawat ultra canggih tapi masih membawa missile AA jadoel. 🙂

    •  

      cina jg udah bisa melacak f22/f35 tuh.
      karena f22/f35 hanya mengandalkan tembakan dari jarak sangat jauh (dengan harapan lawan tidak dapat mendeteksi keberadaan mereka), makanya dibuatlah rudal jenis ini, gitu loh.
      mengenai kualitas, gw sih lebih percaya kata militer amrik daripada analisis ente hehehe, maap ya.

      •  

        @Radar,
        Lain melacak, lain pula kemampuan menembaknya. Semua sih bisa dilacak. Tidak ada kecuali, tetapi bisa ditembak adalah urusan yang sangat lain. Toh sekarang sudah ada dibuat jenis senjata untuk penangkal AA missile jarak jauh (BVRAAM). Yaitu dengan tehnologi tembakan laser yang sekarang sudah dikembangkan oleh USAF. Jangankan AA missile, sedangkan ICBM berhulu ledak nuklir dari atmosfir pun dapat di tembak kok. Di Amerika namanya project Shiva.

        Silakan anda mau percaya ke lain sumber tidak masalah. Kebetulan ada beberapa petinggi militer Amrik pun sebelum berbicara harus bertanya dengan saya Brotosemedi, karena saya bekerja dibidang yang sama di Lockheed Martin Skunk Works.

        Tabik,

        •  

          Bung Brotosemedi@ mnurut anda, kira2 INDONESIA dlm wktu dkt bs tdk bikin rudal semacam amran?? Klaw ada kendala, kira2 kendalanya apa agar bs cpt mengejar ketertingglan dr negara lain???

        •  

          @Bung BakulAnoa, kalau saya mau jujur, kita masih harus melengkapi infrastruktur prasyaratnya dulu seperti peningkatan nilai tambah output industry metalurgy, kemudian industri pertahanan terpadu, apalagi adalah KONSISTENSI pemerintah dalam membidani terutama dalam riset dan pembiayaan.

          Kalau ditanya berapa lama ketinggalan, wah ini repot mas, karena kita bukan saja cukup signifikan tertinggalnya baik dalam tehnologi maupun dalam pembiayaan risetnya.

          Tabik,

          •  

            Cara pikir Bung Brotosemedi ini adalah mulai segala sesuatu dari dasar dulu .Lha china bikin rudal bikin pesawat potong kompas saja .Contoh dulu karena belum mampu bikin turbojet kecil untuk mentenagai rudal yang mereka buat maka mereka beli mesin turbojet dari eropa ,kemudian mesin itu di kloning dengan dibuat kopiannya secara massal. Toh sekarang berhasil bikin turbojet sendiri untuk rudal walaupun kwalitasnya masih di bawah eropa.Tak masalah soalnya rudal paling lama terbang tak lebih dari sejam dan bersifat sekali pakai.

        •  

          “Kebetulan ada beberapa petinggi militer Amrik pun sebelum berbicara harus bertanya dengan saya Brotosemedi, karena saya bekerja dibidang yang sama di Lockheed Martin Skunk Works”.

          Menarik untuk disimak mas Brotosemedi…:)

  13.  

    assalamualaikum…slamat pagi indonesia….salam NKRI dr ranah seberang ryad saudi arabia…izin gabung para sesepuh warjager….trimakasih.

  14.  

    gile lu ndroo, masa negara sendiri dibilang dungu, lagian masa Indonesia suruh ikut2an spanyol (separo nyolong) ala cina,
    buat admin 4 jempol tampilan barunya, sangat nyaman di android,.

  15.  

    rudalnya dideteksi pake cctv. Trus ditangkal pakai pod laser atau paku payung. Skalian sumber dieliminasi pakai laser atau radiasi matahari. Smoga tak ada perang.

  16.  

    ah,, masih kalah sama rudal PETIR buatan indonesia, bisa merangkap 3 bagian,
    1. kalau di pandang dari jauh bisa dikatanan pespur mini f 16 baby falcon
    2. kalau di pandang dari dekat bisa dikatakan drone UAV
    3. dan yg ketiga bisa di katakan rudal Air to Air,,,,

  17.  

    Mirip seperti rudal buatan Rusia, sangar di atas kertas dengan kemampuan jarak yg jauh dan kecepatan tinggi..tapi apa benar efektif bs berfungsi dengan baik menghancurkan target? Hanya medan pertempuran sesungguhnya yg bisa membuktikan.

  18.  

    Lu uda bisa apa buat negeri ini???

  19.  

    ga boleh begitu bung.
    Technologi itu sangat cepat.
    Ga mungkin nasib bangsa ini dipikul 1 orang.
    Masalahnya bangsa ini yg ga mau belajar. Riset. Ga mau terlibat kerjasama. Untung sendiri.
    Maunya beli. Beli. Beli. Instan. Giliran ga dikasih? Bubar. Merajuk. KFX bukti uang ga bisa beli segalanya

  20.  

    Berdasar artikel diatas,ane narik kesimpulan kalo J11B hanya berfungsi sbgai PELUNCUR RUDAL.fungsi radar dan pemandu rudal dimainin oleh KJ 2000.mk timbul pertanyaan2 sbb:
    1.misalkan Apache,Super tucano,T-50 golden eagle bs ngotong rudal BVRAAM apakah bisa mengantikn J-11B untuk peranan wahana Peluncur Rudal?toh tuk fungsi Radar dan pemandu rudal sudah di handle oleh pesawat AEWC?
    2.radar dan pemandu rudal pake KJ-2000,peluncurnya J-11B.knpa gak skalian aja KJ-2000 gotong terus nembakin rudal PL-15? Bisakah?
    Maaf kalau pertanyaane nyeleneh.mklum Newbie,Mohon pencerahannya dari para senior2 diforum ini.thanx.

  21.  

    Walah komentar2nya..

  22.  

    ngmongin rudai china yg bkin asu ngeri=takut kamsud gtoo bung

  23.  

    to jelal n ember bocor

  24.  

    menanti hasil uji Battle Proven nya..

  25.  

    Wellcome to the jungle BUNG @BROTOSEMEDI
    Wejangannya selalu kurindu
    Salam