Rudal Jarak Sedang Akan Ditempatkan di Natuna

86
71

nasams-2

Natuna – Presiden Joko Widodo menjadikan Pulau Natuna sebagai prioritas wilayah pertahanan yang harus terus dikembangkan. Presiden menyerahkan pembangunan pertahanan perbatasan itu, kepada TNI.

Di Natuna, TNI akan membangun benteng pertahanan terintegrasi tiga matra :darat, udara, dan laut.

Pembangunan telah berlangsung sepuluh persen dan anggaran pembangunan sudah disuntik pada 2016 ini.

Direktur Zeni Angkatan Darat Brigjen Erwin memaparkan rencana pembangunan pertahanan terintegrasi kepada Jokowi di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, (6/10/2016).

Terdapat empat daerah di Natuna yang akan dibangun pertahanan integrasi.

“Pembangunan berlangsung di Ranai, Sepempang, Desa Sungai Ulu, Selat Lampa, Desa Tanjung Payung, dan Desa Tanjung Datuk, bapak,” kata Brigjen Erwin mempersentasikan pembangunan pertahanan Pulau Natuna, kepada Presiden Jokowi.

Di Ranai, Mabes TNI akan membangun Sisdalops TNI terpadu, mess prajurit integratif, hanggar pesawat, dan rumah sakit integratif.

“TNI AU membangun Skuadron UAV, satelit, rudal jarak sedang, perpanjangan runway, pembangunan taxy way, bunker lima pesawat tempur, dan Den Hanud 475 Paskhas,” ujar Brigjen Erwin menjelaskan kepada presiden.

Sementara itu, di Desa Sungai Ulu, TNI AD tengah membangun Baterai Arhanud rudal.

TNI AL juga merencanakan membangun dermaga bunker kapal selam di Tanjung Sekal. Anggaran pembangunan sendiri sudah masuk pada APBN 2016.

Di Selat Lampa akan dibangun dermaga kapal atas air, dermaga beaching, dan fasilitas pangkalan. Luas dermaga ini akan mencapai 7,4 hektar.

“Jadi pembangunannya akan direklamasi. Kemudian dibangun dermaga berbentuk letter L sepanjang 200 meter nantinya. Kapal bisa bersandar di sini dan di depan. Ini untuk angkatan laut,” lanjut Brigjen Erwin.

Dia kembali menjelaskan perihal pembangunan pertahanan di Pulau Natuna. Di Desa Setengar akan dibangun Komplek Komposit Maharlan, gudang amunisi integratif, dan Markas Kizipur.

“Pembangunannya bahkan progresnya sudah enam sampai delapan persen pada pondasi dan bangunannya,” ujarnya.

Kemudian, di Desa Tanjung Payung, Mabes TNI akan membangun radar permukaan dan long range camera.

“Sedangkan untuk Desa Tanjung Datuk, akan dibuat radar permukaan, Radar Weibel, long range camera, dan satu komplek baterai armed mlrs,” pungkasnya.

Sumber : JPNN.com

86 COMMENTS

    • Tapi …..Pesawat Sukhoi 27/30 nya ditambah pak RR … minta sama Bapenas…
      Tentu saja SAM nya juga ….trio SAM Pantsyir BUK & S300/400 …
      Kalau VSHORAD & ArHanUd Ringan.. tidak cukup …Masa harus menunggu Pesawat musuh datang & muncul di depan mata..??

  1. What is the Status of a U.S. or NATO Missile Defense Shield in Asia?
    It is unclear whether or not a NATO missile defense shield will be a reality in Asia or Indonesia. More pressing at the moment are missile defense shields in Europe. NATO has approved the U.S. missile defense shields to go into Poland, and a radar station to be located in the Czech Republic. The problem of why there may not be immediate plans to place a NATO missile defense shield in Asia or Indonesia lies in the lack of understanding in the perceived threats in the Asian region. North Korea has been a major threat for years. They have nuclear weapons, and have threatened countries, including the U.S. with those weapons. An Indonesian or Asian based NATO missile defense shield would provide protection against a North Korean attack. Furthermore, Pakistan, China, and perhaps India all pose some level of danger with how they may intend on using their own nuclear weapons.

  2. Langkah yang baik dari pemerintah lengkapi rudal pertahanan jarak sedang (selama ini yang saya tau hanya ada sistem pertahanan jarak dekat). Perlahan negeri ini seperti memberi sinyal ke negara lain “mungkin dulu kalian boleh anggap negeri kami lemah dari segi alutsista sehingga kalian sering melanggar kedaulatan NKRI, tapi saat ini kami mulai berbenah & kedepannya kami pastikan Anda akan menyesal kalau masih anggap kami lemah & bahkan masih mencari masalah dengan negeri kami”.

  3. Keuntungan pembangunan pangkalan militer besar2an di Natuna
    1.) Menjaga dan mempertahankan Indonesia khususnya Natuna dari serangan sebelah utara.
    2.) Menghentikan ambisi China dan Malaysia atas Lautan sekitar Natuna.
    3.) Menjaga stabilitas wilayah Natuna dan LCS.
    4.) Memberikan kekuatan dan sekaligus legitimasi penguasaan kembali FIR diatas kepulauan Natuna dan Kepri dari Singapura.

  4. Rudal gaban jarak jauh biarin aja tetep di dlm gunung soalnya susah ngeluarin juga hrs bongkar pasang radar. Ngangkutnya ke natuna jg repot truknya, kyk kmrn ngangkut leopard bwt di pamerin hrs nutup jalan di mana mana.
    Lagian rudal jarak jauh mau dilempar dari mana saja bakal sampai tujuan.. namanya sj rudal jarak jauh.

    • Revisi postingan untuk Sdr Rasyid…

      S300 apa tidak terlalu tua bung Rasyid…?
      Yang saya ketahui, Rusia sendiri sudah brralih dari S300 ke S400 dan S500
      Kalau yang di kirim ke Suriah kemarin hanya tryout pengembangan S300

      Trims…

  5. Utk natuna, tarakan, morotai, biak, merauke, kupang, benoa, pangandaran, cilegon, mentawai dan sabang rudal pertahanan udaranya jgn yg kelas teri, krn itu adalah pulau trluar indonesia yg akan menjadi benteng awal pertahanan kita, jadi minimal harus dipasang rudal arhanud swagerak dari russia macem s300 dan s400 triumph minimal 5 baterei di setiap pulau…khusus di jakarta, surabaya, bandung, medan, aceh, makassar, denpasar dan yogyakarta harus dipasang s500 minimal 5 baterei…salam…!!,,

      • Menurut saya jika mengambil tenornya jika seperti “leasing” mungkin brnar apa yang bro tuliskan, akan tetapi jika mengqmbil tenor cicilan seperti “KPR BTN / PERUMNAS” saya rasa masih realistis, itupun jika di tunjang dengan ToT dari S400 atupun S500.
        Dengan range tenor yang panjang, Indonesia akan mempunyai sekema lebih flexibel, contoh : up grade cukai, up grade tax, up grade yang lainnya.
        Resiko yang terbesar adalah gagalnya ekonomi dalam negri.
        Kelebihan lain dengan menggunakan rudal pertahanan S400 ataupun S500 adalah perawatan yang lebih murah dan lebih aman di bandingkan pesawat militer ataupun kapal laut militer dan kapal selam militer.
        Dapat mobile untuk di instal di armada laut (kapal perang dan kapal selam)
        Btw jika ingin aman kita dapat siskamling bersama (gotong royong) maksudnya seperti ini : Dari ketiga matra di kurangi budgednya hanya untuk rudal pertahanan jarak jauh (S400 / S500)
        Alasan tersebut berdasarkan alat pertahanan rudal jarak jauh tersebut (S400 / S500) dapat melindungi dan mengurangi beban kerja dan resiko TNI dan utamanya melindungi wilayah Negara Indonesia.

  6. Nasam ini kan rudal aim120 amraam yang awalnya Air to Air missile, tapi di modif jadi Surface to Air missile. Paling jangkauannya melorot jauh dibanding launcher via pesawat tempur karena diluncurkan dari darat ke langit (melawan gravitasi) paling banter dibawah 50KM.
    Daripada ini, kenapa gak ada yg memikirkan Aster 30 SAMP/T yg merupakan Surface to Air murni. Jangkauan bisa >100KM.
    Kalau S300V4/VM mungkin terlalu mahal ya

  7. Kemungkinan perang dgn sesama negara asean terdekat (Singapore, Malaysia & Phillipine) sangat kecil, begitupun dgn Australia di selatan. Pangkalan Natuna dibangun untuk pertahanan menghadapi agresi dr China yg sdh jelas mengklaim zee laut Natuna (9 Dashed Line Map). Jangan diputar balikan fakta nya, karena RI dgn TNI nya jg sdh tahu.

      • @radian : Negara tetangga tetaplah ancaman negara Indonesia.
        Banyak sikap ataupun kebijakan yang di ambil oleh kepemerintahan negara tetangga merugikan negara Indonesia.
        Masih ingat kejadian Timor Timur (sekarang Timor Leste) negara mana yang ada di belakang dari kejadian tersebut?
        Lalu Sipadan dan Legitan?
        Reklamasi perluasan bandara Changi itu pasirnya dari mana? Dan FIR dikelola oleh negara mana?
        Mengenai Tiongkok, negara kita tidak mempunyai kepentingan di LCS.
        Indonesia hanya mempertahankan wilayahnya yang sebagian lautnya adalah masuk zona menangkap ikan tradisional yang hanya di klaim oleh Tiongkok.
        Latihan perang TNI di Natuna itu hanya simbolis untuk “WARNING” kepada negara tetangga dan negara yang bersengketa di LCS serta negara luar jika tanpa izin masuk ke wilayah Indonesia, baik itu unsur sipil (nelayan) ataupun militer.
        Lalu teguran untuk Australia adalah menggeserkan 4 unit Sukhoi ke pangkalan El Tari.

  8. dipasang rudal jarak sedang karena duitnya juga sedang2 saja itupun dibantu donatur, itu sudah lumayan bagus dari pada prajurit TNI dijadikan umpan peluru karena pertahanan udara punyanya cuma manpad kw3 lagi, kasihan prajurit TNI berlatih dengan sangat keras, ibarat maju perang cuma bawa badan cuma dipersenjatai semangat 45 padahal sekarang tahun 2016, semoga kedepan akan makin lengkap persenjataan TNI supaya tidak disepelekan orang terus negara kita

  9. indonesia terlalau toleran hingga buat akuisisi rudal jarak jauh aja gak tega takut kawasan memanas.. padahal nkri trlalu sering di lecehkn.. harusnya jokowi lugas tegas berani ambil pinsil 300km..sunggh ter..la…lu….

  10. Dalam sistem NASAMS terdiri dari peluncur rudal AIM-120 AMRAAM berpemandu active radar homing, radar Raytheon MPQ-64F1 Sentinel high-resolution, sensor infra red (IR) dan electro optic (EO), dan command post atau FCU (Fire Control Unit). MPQ-64F1 adalah 3D beam surveillance radar yang punya jarak pantau hingga 75 km. Nah, untuk rudal AIM-120 AMRAAM bisa dipilih, Raytheon menyediakan empat opsi, AIM-120 A/B dengan jarak tembak 55- 75 km, AIM-120C (105 km), AIM-120D (180 km), dan AIM-120 ER (Extended Range) dengan jarak tembak 40 – 50 km lebih jauh dari AIM-120D. Namun AIM-120 ER baru akan diproduksi pada tahun 2019.

  11. Selama ini yang digembar-gemborkan adalah NASAMS sebagai arhanud jarak sedang di Natuna.

    Namun bisa jadi 3 atau 4 peluncur NASAMS yg akan dimiliki TNI AU akan ditempatkan di Natuna berdampingan dengan peluncur rudal jarak sedang merek yang lainnya yang akan dimiliki TNI AD.

    Natuna memotong wilayah sebuah negara menjadi dua dan pastilah pertahanan yang kuat di Natuna akan memotong logistik negara tetangga yang sudah terkenal bertindak usil itu.

    Kekuatan di Natuna bisa digerakkan ke barat atau ke timur untuk menggebuk si usil. Kekuatan di Natuna, Tanjung Pinang dan Riau maupun Medan bisa untuk memblokade si upil.

    Kekuatan yang dibangun di Natuna akan jadi pola dari kekuatan yg akan dibangun di setidaknya 10 tempat yang lain di seluruh RI.

    Xixixixixi

  12. tapi ane curiga para pemangku tahta di kerajaan sekarang ubah pola pengadaan sista..kita tau dulu jman bapa alutsista.. dari satiap yg akan di mahar maka sudah rame di babar..h sekarang pola nya gerakan bawah tanah tau tahu ada aja… kaya angkot baruny tni al yg baru dtang ntu…

    • Memangnya kalo beli alutista harus bilang ke loe…!
      Memangnya kalo beli alutista harus di publish…!
      Yang jelas bedanya dulu dan sekarang adalah TANPA MELALUI CALO / PERANTARA seperti yang sudah-sudah…

      Curiga karena loe terlalu menganggap remeh kepada para petinggi pemerintahan dan militer di negara Indonesia.
      Makanya hidup tuh jangan su’udzon…
      Seakan-akan Pemimpin Negara yang sekarang ataupun yang terdahulu hanya 0 besar atau 0 kecil jika di bandingkan figur Pemimpin Negara yang loe tuliskan…
      Gue kasih tau ya bro…, “Setiap manusia baik dia pemimpin atau bukan pastilah memiliki perbedaan (kelebihan dan kekurangan).”
      Semoga lain kali jika berkomentar jangan suka membandingkan para pemimpin kita yang sekiranya arah debat kusir ataupun ke tujuan yang negatif…
      Btw peace….

  13. ini pernyataan laksamana Hutabarat
    β€œUntuk melakukan penindakan juga tidak perlu sampai berada di anjungan kapal negara lain atau ke tengah laut, karena alutsista yang dimiliki TNI AL selama ini sudah bisa menjangkau bahkan hingga jarak 400 kilometer,” tuturnya.

    Namun, Laksma Hutabarat tidak bisa membongkar semua alat kelengkapan alutsista dan jumlah personil yang menjalankan operasi di wilayah itu karena bersifat rahasia dan merupakan strategi pertahanan yang dimiliki Indonesia.

    β€œSejauh ini tidak perlu ada yang dirisaukan oleh publik terkait pengamanan di Natuna. Saya menjamin tak akan ada ancaman serius yang bisa merebut Natuna dari Indonesia,” Laksma Hutabarat.

  14. Gejrot..ujung-ujungnya mangkrak lg spt yg dudah-sudah. Ngga spt pak Beye mskipun bnyak konflik ktka pnengadaan tapi barangnya pada berdatangan. Leo, astros,nexrear,bmp,pkr,changbogo,sukhoi,t50,f16 mski rekondisi,bung tomo class,kcr,cn 235 ptmar,spica class, pengganti dewa ruci, heli aks,apache, dll.susah nyebutnya. Sekarang??? Su 35 8 biji aja blm jelas. Yg pada ribut cm bijinya doang.

  15. Ingat bos sekarang ini TNI seperti anak tiri,lht kenapa panglima TNI sampai berkelu kesa,krn TNI sepertinya tdk perna di hiraukan keluhannya oleh pemerinta,sekarang ini jamanya coklat bkn kacang ijo…klu jaman kacang ijo tdk ada pemotongan anggaran untuk TNI.

  16. anggaran kabupaten perbatasan non otonomi layak dibedakan bisa 1.5-2x lipat dari kabupaten biasa. tujuannya mempercepat pembangunan infrastruktur dan ekonomi. kalo perlu aceh dan natuna dijadikan pusat transit utama pesawat tujuan internasional disamping kualanamu.

LEAVE A REPLY