JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 302018
 

Rudal jelajah AV-TM 300 atau MTC-300 buatan Brasil. © Kementerian Pertahanan Brasil via Youtube

JakartaGreater.com – Angkatan Bersenjata Brasil memasuki tahap akhir pengembangan rudal jelajah yang kini sedang dikembangkan oleh Avibras untuk sistem ASTROS 2020, seperti dilansir dari laman Defence Blog.

Rudal jelajah Brasil, MTC-300 atau Matador memiliki jangkauan 300 km dengan akurasi hingga 50 meter, telah memasuki tahap pengembangan akhirnya tahun ini. Pengiriman pertama ke Angkatan Bersenjata Brasil diperkirakan akan dilakukan pada 2020, namun, semua tahap pengembangan diperkirakan akan sepenuhnya selesai pada tahun 2023, menurut laporan dari “O Estado de S.Paulo”.

Rudal MTC-300 Matador atau AV-TM 300 adalah vektor paling canggih dari program pengembangan sistem peluncur roket multi laras generasi keenam “Astros 2020” yang dimulai 35 tahun lalu oleh Avibras, perusahaan pertahanan Brasil.

Misil MTC-300 dirancang untuk menghancurkan target strategis pada jarak menengah dengan akurasi tinggi dan mengurangi dampak kerusakan tambahan. Rudal jelajah ini diluncurkan menggunakan roket berbahan bakar padat sedangkan pada penerbangan jelajah menggunakan mesin turbojet subsonik.

Rudal AV-TM 300 atau MTC-300 dapat menggunakan hulu ledak tunggal 200 kg atau hulu ledak tandan dengan 64 submunisi untuk target anti-personil atau anti-tank.

Avibras juga sedang mengembangkan rudal ini untuk versi Angkatan Laut, yang akan diluncurkan dari kapal perang berlabel X-300, dengan desain sirip yang mirip seperti rudal anti-kapal Exocet.

Sistem peluncur roket Astros 2020 atau Artillery SaTuration ROcket System. © Kementerian Pertahanan Brasil via Wikimedia Commons

ASTROS 2020, sebagai pendorong utama proses transformasi Angkatan Darat Brasil, terdiri dari proyek penelitian dan pengembangan, akuisisi kendaraan dan modernisasi, serta fasilitas baru, membangun sistem pendukung tembakan yang lebih efisien, aman, handal, fleksibel dan digunakan dengan cepat, memungkinkan Angkatan Darat Brasil melaksanakan sejumlah besar misi, termasuk pembebasan ekstra regional.

Bagikan:

  16 Responses to “Rudal Jelajah Brasil Masuk Tahap Akhir Pengembangan”

  1.  

    top markotop tuh barang.bs di psng di tukino kita g ya

  2.  

    Rudal Petir

  3.  

    Cepat Sekali

    defense-studies.blogspot.co.id/2018/03/pesawat-tempur-generasi-45-gantikan.html?m=1

  4.  

    Jgn kalah sama brasil mw mirip excocet,yakhont,mw pun apapun yg penting bisa buat sendiri jdi uang negara hemat

  5.  

    Semakin banyak negara yang mandiri membuat alutistanya semakin pusing kepala paman sam

  6.  

    Ini dia yang akan mengisi astros mk 6 milik tni ad…. Krna dlu tni memilih astros memiliki jrak jangkau sampai 300 km tp roketnya msih dlam pngembangan

  7.  

    Kita jg gk kalah koq, udah ngembangin roket Rhan 122mm,,denger” udah mulai produksi kalo gk salah hehe

  8.  

    RI wajib mandiri sistim peluncur roket/rudal beserta rudal berbagai varian bahkan klu bs ICBM jg.he3.ngareb.com

  9.  

    Indonesia nya kapan ya?

  10.  

    coba anggaran pertahanan Indonesia 10% dari APBN murni (bersumber dari pajak, cukai dan deviden BUMN atau bukan berasal dari pinjaman atau hibah). Pasti ALUTSISTA buatan DN bakalan maju. Saat ini kalo engga salah pendapatan Pajak, Cukai, Deviden BUMN 2017 sekitar Rp.1.339 triliun, cukai Rp.189 triliun, dan Deviden BUMN kira2 Rp.40 triliun. Total Rp.1.568 triliun. Kalo 10% jatah anggaran pertahanan maka ada Rp.156,8 triliun di tahun 2017. Lebih banyak dari anggaran real yang cuma Rp.100 triliun lebih dikit.
    Itu sisanya bisa buat pengembangan dan pembuatan ALUTSISTA dalam negeri.

    Kalo pendapatan nya menurun ya berarti menurun juga anggaran pertahanan.

    •  

      ya ngomong lha ke pak de jokowi, kalo sudah infrastruktur dikebut, jgn lupa utk memotong anggaran dan menghilangkan defisit anggaran.

      saya rasa kebijakan ke arah liberal lebih baik drpd ke arah sosial. saya rasa lho, ini cuma saran.

 Leave a Reply