Rudal Jelajah Rusia Membuat AS Jengkel

rudal

Brussels – Pemerintah Amerika Serikat jengkal dengan tindakan kapal-kapal perang Rusia yang memberondong rudal jelajah ke Suriah tanpa melakukan pemberitahuan. Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, mengatakan tindakan Rusia itu bisa membahayakan AS dan sekutunya.

”Kami telah melihat perilaku tidak profesional dari pasukan Rusia. Mereka melanggar wilayah udara Turki. Mereka menembak rudal jelajah dari Laut Kaspia tanpa peringatan,” kesal Carter usai pertemuan para pejabat pertahanan negara-negara NTO di Brussels, seperti dikutip Reuters, Jumat (9/10/2015).

Rusia pada hari Rabu lalu mengatakan kapal-kapal perangnya memberondong rudal jelajah pada target-target ISIS di Suriah dari Laut Kaspia. Rudal-rudal itu melesat sejauh sekitar 1.500 km (900 mil) dan melewati wilayah Iran dan Irak.

Washington sendiri menegaskan operasi militer AS dan koalisinya terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak dan Suriah akan terus dilakukan meskipun operasi militer Rusia di Suriah semakin gencar.

Meski sama-sama beradalih memerangi ISIS, AS sampai saat ini masih menolak bekerjasama dengan Rusia. Alasannya, Rusia terus mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sebaliknya, Rusia menuding balik serangan AS dan koalisinya di Suriah tidak sah karena tidak ada persetujuan dari pemilik kedaulatan, yakni rezim Suriah.

Kendati terus berselisih, militer Rusia dan AS terus berkomunikasi. Sebab, AS mengkhawatirkan keselamatan pilot-pilot pesawatnya di Suriah setelah Rusia melakukan serangan besar-besaran.

Sindonews.com

Tinggalkan komentar