Dec 172013
 
F-22 Raptor fighter jet (Reuters / U.S. Air Force / Staff Sgt. Christopher Hubenthal / Handout)

F-22 Raptor fighter jet (Reuters / U.S. Air Force / Staff Sgt. Christopher Hubenthal / Handout)

Para produsen pesawat tempur terus berusaha menciptakan pesawat tempur generasi kelima, dimana para pengamat dirgantara menyatakan, “The future is now. There is a new era in military aviation: the F-22 Raptor, the F-35 Lightning II and the T-50 PAk FA– the world’s only 5th Generation Fighters.” Jadi kesimpulannya persaingan utama pesawat tempur generasi kelima sementara ini hanya akan terjadi antara pesawat F-22 dan F-35 buatan Amerika Serikat dengan T-50 PAK FA produksi Rusia.

Pesawat generasi kelima dirancang untuk menggabungkan berbagai kemajuan teknologi di atas jet tempur generasi keempat. Karakteristik yang tepat dari jet tempur generasi kelima yang kontroversial dan hanya samar-samar diketahui detail datanya. Pabrik pesawat Lockheed Martin mendefinisikannya memiliki semua aspek-siluman (stealth) termasuk ketika pesawat itu lengkap dipersenjatai. Dengan kelengkapan teknologi Low Probability of Intercept Radar (LPIR), high-performance air frames, advanced avionics features dan highly integrated computer systems, pesawat akan terintegrasi dalam sebuah sistem yang memudahkan penerbang dalam melaksanakan tugasnya dalam teater pertempuran udara.

Test flight of the fifth generation fighter aircraft T-50 designed by Sukhoi OKB (RIA Novosti/Alexei Druzhinin)

Test flight of the fifth generation fighter aircraft T-50 designed by Sukhoi OKB (RIA Novosti/Alexei Druzhinin)

Kini satu-satunya pesawat generasi kelima saat ini yang sudah siap tempur dan beroperasi adalah F-22 Raptor, yang dipergunakan Angkatan Udara AS (US Air Force) sejak tahun 2005. F-22 Raptor kini adalah unggulan USAF yang oleh Lockheed dikatakan sebagai “advanced stealth, extreme performance, information fusion and advanced sustainment.” Pemerintah AS tidak mengijinkan F-22 dijual kepada negara manapun karena itulah tulang punggung pertahanan udara mereka. Sementara F-35 kini sudah dijual kepada sekutu-sekutunya dan dipersiapkan sebagai fighter bomber canggih yang dipersiapkan akan mampu menyusup hingga kegaris belakang musuh.

Dilain sisi, pesawat tempur generasi kelima Rusia dan Cina diharapkan akan memasuki tahap operasional pada tahun 2017 dimana kini dalam pengembangan lebih lanjut akan sukses bersama-sama dengan kemajuan dari F-35. Bahkan F-35 yang dipergunakan oleh USMC (Marinir AS) kini sudah dikembangkan berkemampuan STOL (Short Take Off and Landing).

Absolute Killer K-77M Missile
Menghadapi persaingan keunggulan di udara, para produsen di Rusia memunculkan design rudal baru dengan kode K-77M, disebutkan oleh Russia Today sebagai “absolute killer.” K-77M mempunyai keunggulan dibandingkan air to air missile lainnya karena implementasi dari “active phased array antenna (APAA),” yang pada dasarnya memecahkan masalah lock-on dengan membahas masalah esensial bidang pandang dari radar. Menurut Rusia Today, K-77M pada dasarnya menerapkan solusi yang mirip dengan sistem rudal SAM (Surface to Air Missile) Patriot buatan Raytheon.

Rudal K-77M pada dasarnya disiapkan untuk melengkapi pesawat tempur Rusia T-50 PAk FA, yang akan membuat pesawat generasi kelima Rusia itu semakin diminati pembeli. K-77M adalah rudal yang paling akurat di kelasnya. Gabungan antara kemampuan “fire-and-forget” dan “single-shot kill.” Sistem ini bertujuan untuk menggagalkan setiap manuver penghindaran pesawat musuh dari ancaman K-77M hingga tidak memungkinkan target dapat melarikan diri.

‘Absolute killer’ air-to-air missile readied for Russian 5G fighter jet

‘Absolute killer’ air-to-air missile readied for Russian 5G fighter jet

Rusia Times mencatat bahwa Mikhail Vershinin, chief engineer dari biro desain Detal, perusahaan negara Rusia yang berbasis di kota Kamensk – Uralsky di Ural berharap akan memulai produksinya pada tahun 2015 setelah didirikannya fasilitas produksi. Dengan dilengkapi K-77M, maka T-50 PAK FA akan menjadi pembunuh yang sulit ditandingi. Para pengamat militer menyebutkan bahwa Amerika Serikat tampaknya saat ini tidak memiliki rudal udara ke udara ataupun yang sedang dalam pembuatan yang dapat bersaing dengan akurasi K-77M tersebut.

Yang menarik, K-77M juga dilaporkan kompatibel untuk dipasang pada pesawat tempur Sukhoi generasi sebelumnya. Sistem rudal canggih sepenuhnya kompatibel dengan sistem komunikasi digital dari jet tempur generasi kelima, tetapi dikatakan K-77M dipastikan bisa digunakan pada jet tempur modern dari generasi sebelumnya. Ini berarti absolute killer dapat dipergunakan untuk melengkapi persenjataan pesawat Sukhoi yang kini dimiliki oleh TNI AU.

Dengan demikian, maka dalam menjaga kedaulatan negara di udara, nampaknya apabila K-77M siap beroperasi dan Sukhoi TNI AU diberi persenjataan ini, maka Sukhoi TNI AU akan menjadi pemangsa udara teratas yang mematikan. Apabila dibandingkan, akan semakin sulit bagi pesawat-pesawat tempur yang dimiliki negara-negara tetangga di Asia Tenggara, termasuk Australia dapat meloloskan diri dari sergapan penerbang-penerbang TNI AU. Hanya dengan satu tembakan rudal diluncurkan, kemudian tinggal pergi, lupakan, pesawat lawan akan runtuh tanpa mampu menghindarinya.

(Tulisan Prayitno Ramelan, dalam Kompasiana/Hankam atau kunjungi www.ramalanintelijen.net)

  48 Responses to “Rudal K-77M Absolute Killer, Sukhoi”

  1. Semua angkatan arahnya memang ke RUSIA SETROONG.. (Kilo,Buk-M,SU-35 BM) 😎

    • Sangat terlalu dilebih-lebihkan, Seperti Seles saja.

      ada yang Ganjil :

      “K-77M pada dasarnya menerapkan solusi yang mirip dengan sistem rudal SAM (Surface to Air Missile) Patriot buatan Raytheon”

      “Para pengamat militer menyebutkan bahwa Amerika Serikat tampaknya saat ini tidak memiliki rudal udara ke udara ataupun yang sedang dalam pembuatan yang dapat bersaing dengan akurasi K-77M tersebut”

      Kedua kalimat itu saling bertolak belakang.

      Saya sejak dulu sangat jengkel dengan “Kompasia”, karena penulisnya sering “Ngawur”

      • tulisan di kompasiana dan jkgr dari dulu memang kurang credible dan tidak berimbang, itu yang benar sepertinya bukan STOL tapi STOVL (short-takeoff and vertical-landing).

      • Mendadak beli kilo & amur adalah bukti yang nyata & diamini hampir semua pihak kecuali sales cbg.. :mrgreen:

        • Belum mas……
          Jangan Takhabur dulu…..nanti di benci Tuhan YME lho ???……
          dulu tahun 1995 TNI-AL sudah pesan Kasel modern dari Jerman udah dikasih nama dan nomer (Bukti kontak sudah ada) dan dan Su-30KI (Bukti pesawat khusus untuk TNI-AU itu sudah ada)

          Tapi nasib menentukan lain, Tahun 1997 Indonesia Klenger oleh Krisis, sehingga batal semuannya

          ……….Sekarang Dolar sudah Rp.12.200,-, status Waspada (Red Alert)
          Kalau sudah datang, dan di tunjukkan ke publik, baru kita boleh Sombong dikit

  2. ngomong” jangkauannya brp ?

  3. sebelum rudal K-77M bisa menjatuhkan F35, pertama F35 itu harus mampu dilacak dulu. Su-30 dipasangi K-77M tidak akan banyak pengaruhnya di lingkungan pesawat generasi 5. kecuali jika TNI menyebar radar darat yg mampu mengendus dan mengunci pesawat siluman serta terkoneksi pada pesawat Su-30, atau sudah ada kepastian akan menggunakan -minimal- Su-35BM sebagai pembawanya

    Alternative lain menghadapi rencana kedatangan F35 di utara dan selatan adalah kembali pada opsi pertahanan udara BUK dan S family

    • Mengikuti tetangga beli senjata barat (F35 dll) jelas tidak mampu atau akan di down-grade, cara menhan adalah benar dengan berpaling ke rusia dan memesan senjata yang ditakuti tetangga yang mengganggu wibawa RI. 😯

    • maksud saya, kita tidak akan bisa memukul sesuatu yg tidak bisa kita lihat. K-77M harus didukung radar yg mampu mengendus pesawat generasi 5 macam F35

    • nah yg kayak bginian saya demen ngbacanya..rusia klo teknologi missile mmg tdk diragukan lg,kawan newyoudont@apa rudal ini mmg di persiapkan utk T50 pak-fa?

      • Ya rudal ini didisain untuk pesawat tempur generasi 5, T50 PAK FA

      • yup. dan bisa juga diinstall di pesawat generasi di bawahnya (Su-35/Su-30), hanya saja menurut saya perlengkapan elektronik Su-30 diragukan cukup mumpuni untuk dihadapkan dgn pesawat siluman, sementara Su-35 secara gampangnya adalah teknologi Pakfa minus fitur stealth.

        K-77M pada Su-30 memang meningkatkan kemampuan jika dihadapkan dgn pesawat selevel, tapi dgn rencana Singapura dan Australia mendatangkan F35 maka TNI setidaknya perlu Su-35 sebagai pembawa rudal K-77M ini. menurut saya keunggulan mesin, kemampuan manuver, radar dan persenjataan Su-35+K-77M sudah cukup menghilangkan niat F35 untuk masuk udara Indonesia tanpa ijin

        di atas kertas, kemampuan manuver Su-35, elektronik dan tenaga mesinnya mampu menghindari serangan rudal2 US (saat ini). Sementara F35 kalah tenaga, maneuverability dan jangkauan radar dibanding Su-35. Ditambah K-77 akan membuat kemungkinan F35 selamat melawan Su-35 semakin kecil. Dr. Kopp menganggap Su-35 akan menyulitkan F35, K-77 hanya akan memperburuk skor perbandingan plus minus Su35 Vs F35. Mengingat US belum mempunyai rudal sekelas K-77 dan tidak sedang melakukan pengembangan rudal dgn level setingkat, maka keunggulan Su-35+K-77 akan bertahan cukup lama sampai Indonesia bisa memperoleh pesawat generasi ke 5 juga.

        • Pertanyaanya adalah :

          DAPATKAH Radar AESA pada Su-35 menangkap RCS hampir Zero pada pesawat Stealth macam F-22 dan F-35 ?

          Misal ………Kalau Radar AESA pada Su-35 aja ngak bisa nangkap, apalagi Radar mungil pada Rudal K77M ???

          Mending pilotnya harus mengusai ilmu dhukun dulu, sebelum terbang

          Silahkan mbah Diego……………..

          • ya, itu memang skenario yang harus diperhitungkan. dari sisi nilai plus Su-35 ada keuntungan dari kemampuan mesin dan manuvernya yg superior dianggap mampu menghindari rudal2 AS yang akan langsung terdeteksi begitu tembakan dilepaskan, sementara jika Su-35 mampu melumpuhkan serangan F35 maka -diatas kertas- kecil kemungkinan F35 bisa selamat. apalagi pasca produksi K-77M nanti maka kemungkinan selamat bagi F35 makin kecil.

            Su-25+K-77M adalah solusi masuk akal bagi TNI menghadapi ancaman kedatangan F35 di kawasan. alternative lain agak terlalu jauh dari jangkauan. Dan ini hanya berlaku bagi skenario Su-35 vs F35, tidak berlaku bagi F22 yang superior terhadap F35 dalam semua bidang. untuk F22 hanya Pak fa yang punya potensi

          • Masih belum terjawab bung @nowyoudont…………
            Kalau jawaban saya : K77M pasti akan “kebingungan” Lost target, karena RCS lawan terlalu kecil untuk ditangkap radar K77M. akibatnya “MANDUL”

            Makanya saya katakan JUDUL di atas terlalu “berlebihan”

            Kemungkinan yang masuk akal, menutup akses masuknya F-35 ke Indonesia dengan Kolaborasi Radar “Kuno” dengan Radar pasif buatan Ceko, sambil membimbing F-16 / Su-27 mencari secara Visual (mungkin dengan batin juga), dengan taktik tertentu, dan menembak dengan R-73 terbaru atau Rudal IR Super Sensitif lainnya.

            memang tidak ada kata lainnya kecuali PAK-FA atau IFX agar berimbang

            Catatan : F-22 meski mengeluarkan panas yang cukup kecil namun cukup untuk ditangkap rudal R-73 versi terbaru, apalagi F-35

          • Apa mau dikata, memang diatas kertas level Su35BM dan F35 berbeda, Su35 di generasi 4++ sedang F35 di gen 5. hanya saja F35 -walau masuk kategori generasi 5- ada di level berbeda dengan F22, banyak downgradenya dan mempunyai design baru yg riskan. fitur siluman F35 juga hanya optimal pada radar X band sementara F22 dirancang mampu ngumpet terhadap semua jenis radar

            Link di bawah ini adalah Congressional Report pada thn 2012 mengenai kekurangan2 F35. cukup banyak juga ternyata
            http://www.phoenixthinktank.org/2012/01/f35-congressional-report-analysis/

            radar APG-81 AESA pada F35 mampu melacak target seukuran 1m² pada jarak 150 km. Sementara radar Irbis-E yg terpasang pada Su-35 mampu menjejak target 1m² pada jarak 260-300 km. Tapi kemudian bacaan RCS F35 hanya 0.1-0.01 1m² sementara Su35 sekitar 1m² .

            Theorinya: F35 akan mampu melihat dan menyerang terlebih dahulu. Su35 -berkat tenaga dan kemampuan manuvernya- mempunyai peluang cukup besar menghindari serangan pertama itu, dan jika berhasil maka situasi berbalik bagi keuntungan Flanker. ada pendapat yg mengatakan rudal BVR konvensional pada dunia nyata hanya mempunyai akurasi paling top 80%, makanya K-77M dengan AESA seeker bisa jadi game changer

            Skenario saya tadi adalah mengingat kecil kemungkinan dalam waktu dekat TNI ngambil F35 dan/atau T-50 Pakfa hingga akan ada gap dalam upaya menyeimbangkan kekuatan mengingat Sing dan Aus akan segera mengoperasikan F35. IMO, Su35 plus K-77M ini adalah pilihan rasional mengingat berbagai faktor, setdaknya sampai TNI mengoperasikan pesawat generasi 5 juga.

          • Berikut obrolan imaginer para pilot Su-35, F-22 dan F-35 (karya WGCDR Chris Mills, AM, BSc, MSc(AFIT), RAAF -Retd; Wing Commander):
            Kesimpulan, F-22 v. Su-35 0-0, F-35 v. Su-35 0-1 (?).

            Imagine an apocryphal story of three fighter pilots meeting in the bar at an air combat conference in Stockholm, in the year 2015. Chuck is a NATO F-22A Raptor pilot based in Germany, Boris an Su-35-1 Flanker E Plus pilot flying from one of the bases protecting Moscow, and Johan, an F-35A Lightning II pilot from the Netherlands. All are masters of their craft and after drinks, “merely to lubricate the vocal chords”, they do what fighter pilots all over the world do – swap stories and make claims about their beloved aircraft.

            Chuck starts. “I’m king of the skies,” he claims. “I supercruise at 52,000 feet and Mach 1.7. Boris, I can see you from ~100 nm, and my AIM-120D launch range at this Mach is 70 nm. You are one dead Flanker.” Boris acknowledges the performance of the APG-77 and the Raptor, but replies, “Your missiles are easy to avoid. When you fire, my OLS-35 will see the flare, and I will turn away to out-run the missile. You need to fire closer than 50 nm – even then at 50,000 feet and Mach 1.2, my Flanker can out-turn your missile. If you are side or rear on I can get a lock-on at ~40 nm and I have a choice of seeker heads, so you might wear an R-77M in the backside.” “No way Boris,” Chuck replies, “I know that game. I’m head on and you can’t see me until about ~15 nm. If I have not killed you at 50 nautical, I’m outa there at the speed of heat.” Boris and Chuck concede that there might be a nil-all draw, with Chuck being untouchable because of the Raptor’s stealth, altitude and speed and the well defended Su-35-1 defeating the Raptor’s missiles.

            Now Boris makes his point. “Comrade Johan, I have something special for you. My IRBIS-E will see you head-on at ~25nm, but I fly my boys very wide and share the paints on our digital network. At side and rear looks, I see you at ~45 nm and my ramjet RVV-AE-PDs can get you at that range.” “No way”, Johan responds, “my APG-81 radar will see you at ~75 nm and I can launch at 50 nm. If you fire, my DAS will see the missile at launch, so I’ll turn away to break lock”. “And my wingman will see you in the turn, computer network will still know where you are, and we will skewer you in the cross-fire” is Boris’s riposte, “and you will run out of missiles before I do, If I duck your AIM-120D shots, I will win easily”. They bicker about the strengths of their own aircraft and weaknesses of the other’s and Johan grudgingly agrees the Flanker might be the winner.

  4. …Bahkan F-35 yang dipergunakan oleh USMC (Marinir AS) KINI sudah dikembangkan berkemampuan STOL (Short Take Off and Landing)…

    Kata ‘kini’ kurang pas, karena sejak tahap konsep telah direncanakan 3 varian (asal nama JSF), 1 diantaranya untuk USMC, yang berkemampuan STOVL.

    http://www.globalsecurity.org/military/systems/aircraft/images/jsf-family-variants.jpg

    The JSF program was designed to replace the United States military F-16, A-10, F/A-18 and AV-8B (milik USMC) tactical fighter aircraft. To keep development, production, and operating costs down, a common design was planned in three variants that share 80 percent of their parts:

  5. gan coba ente liat : “Menurut Rusia Today, K-77M pada dasarnya menerapkan solusi yang mirip dengan sistem rudal SAM (Surface to Air Missile) Patriot buatan Raytheon.”

    jadi bukan new approach
    jagoan menghadapi amreka ? nanti dulu gan

    • Ada sih new approach, K-77M adalah rudal pertama dengan radar AESA di hidungnya.

      Dengan begitu dia bisa membuat klaim pertama: dijamin tak bisa meleset.
      Konon katanya, if a pilot turns quickly in any direction right before a missile hits his plane, he stands a good chance of slipping outside the field of view of the missile’s radar (hingga saat ini masih berupa small mechanical radar antenna), causing it to fly harmlessly away (kata kunci: right before -bagaimana bisa tahunya?). Radar AESA tidak bisa dikecoh seperti itu.

      Satu lagi yang baru;
      Considering the huge advantage an active-array missile has over older munitions, it’s perhaps surprising that Russia is the only country developing one.

    • suatu teknologi memang dibangun berdasarkan teknologi sebelumnya. penggunaan AESA seeker para rudal baru diterapkan pada K-77M ini. Beda dengan AESA seeker pada radar pesawat atau radar SAM, ini adalah aplikasi AESA seeker pada rudal AAM.

      US belum mempunyai senjata sejenis dan tidak sedang dalam pengembangan AAM dgn kemampuan serupa. Bergerak cepatpun tetap saja perlu waktu bertahun tahun dalam R&D untuk menjejalkan AESA seeker ke dalam rudal AAM versi US sampai tahap roduksi, sementara K-77M Russia ini sudah akan masuk produksi di tahun 2015

  6. ini sudah ditranslate 😉

    Berita buruk bagi pilot pesawat tempur AS : Rudal baru pertempuran udara Rusia tidak akan meleset.
    Rudal active-array baru Moskow bisa menjadi yang paling akurat yang pernah ada

    Seberapa akurat? Terbang pada jarak 40 mil atau lebih, K – 77M “mampu mempertahankan penguncian target walau pada target yg paling gesit bermanuver (dalam menghindari rudal)”

    ……………………………….

    Ilmuwan menyarankan, agar mampu bertahan dalam pertempuran udara dengan pesawat lawan yang dipersenjatai K-77M, pesawat tempur Amerika perlu lebih stealthy lagi atau mengembangkan jamming radar yang lebih baik. Mengingat banyak kompromi desain F-35, teknologi siluman AS kemungkinan mencapai puncaknya pada pesawat F-22, yang berakhir produksinya dua tahun lalu. ( artinya: F35 itu produk downgrade)

    https://medium.com/war-is-boring/2a5cd0edf210

  7. klo bgtu kita harus memiliki SU 35,jk perlu T50 PAK-FA..bkn utk menyaingi australia,singapore dgn F35 nya,tp utk mengimbangi saya rasa sebuah keharusan!
    bkn bgtu kawan nowyoudont&kawan diego?

    • memang suatu ironi, untuk menjaga perdamaian dan menghindari perang diperlukan keseimbangan kekuatan milter. Jika negara tetangga pake F35, TNI memang harus menyesuaikan diri untuk tetap menjaga keseimbangan kekuatan. bentuknya bisa Su-35/Pakfa atau S300

      Terima kasih Australia dan Malaysia :mrgreen:

  8. Ngomong2 10 thn ke depankan pertahanan udara kitakan ditaburi KFX/IFX (Doa:amin!), kira2 kira rudal semacam ini bisa dicantolin di IFX juga tidak ya? Ataukah saat itu ilmuan kita sudah bisa buat sendiri berdasarkan pengembangan dari C705? Mohon pencerahan suhu2 dimari. TQ

  9. jangan jadi bangsa yg seperti keledai jika kita mengambil alutsista dari barat giliran di embargo modhaarr kita…
    kilo strooong….
    sukhoi strooong…
    pakde Pur strooong…

  10. Bukan hal yg baru. Sejak thn 70an spec rudal AAM Rusia memang selalu lebih unggul, demikian pula dengan spec radar yg terpasang di pesawat tempurnya. Radar Mig 25 misalnya, sanggup membunuh kelinci pada jarak 300 meter. Belum lagi kecepatan dan ketinggian terbangnya. Kalau cuma F16 saja, jelas akan “lewat” jika berhadapan dgn Mig 25 tidak perlu dgn Mig 29. Coba saja diajak duel, pasti F16 akan cepat menyingkir meninggalkan Mig

  11. sorry,gk bs kawan..soalnya kfx/ifx tu pesawat siluman,saking tinggi teknologi silumannya sampe2 yg buatnya aja ga tau kapan mo mulainya..wuiiih tu luar biasa tinggi teknologi stealthnya bro,senyap,jangan kata radar..mata aja kaga bs ngliat wujudnya!

  12. US$20bn itu diasumsikan penulis peningkatan dari MEF1 yang $15bn, sedangkan saat ini IDR sudah melewati 12.000. Anggaran APBN itu dalam rupiah, walau nantti nominal dalam rupiah meningkat tinggi tapi nilai tukarnya bisa2 malah menurun dibanding MEF1, apalagi jika yang dituju adalah alutsista buatan luar negeri yg harus pake Dollar di saat Rupiah terjun bebas. Anggaran MEF2 sudah akan bagus jika bisa menyentuh US$15bn 🙁

  13. Rudal udara ke udara baru Rusia akan mempunyai akurasi yang hampir sempurna
    Rudal baru ini menghasilkan kemungkinan tidak akan meleset dari targetnya berkat penyelesaian masalah lama dalam teknologi radar

    Pesawat baru Rusia T-50 -varian generasi 5 pesawat tempur (PAK FA)- akan dilengkapi sistem persenjataan rudal udara ke udara yang paling akurat yang pernah digunakan. Sistem baru ini secara khusus menihilkan kemampuan pilot pesawat tempur dalam melakukan manuver menghindar dari kejaran rudal, hal ini bisa terjadi berkat sistem radar yg terpasang dalam moncong rudal baru ini.

    Rudal K-77M digambarkan sebagai “Pembunuh Mutlak”. Hal ini menegaskan teknologi K-77M berbeda dengan rudal pesaingnya berkat implementasi dari “active phased array antenna ( APAA )” yang pada dasarnya memecahkan masalah penguncian rudal AAM sebelumnya dengan memperbaiki “bidang pandang” pada radar.

    Sebelumnya, keterbatasan bidang pandang rudal AAM semacam ini memungkinkan pilot pesawat tempur yang ahli untuk mengelak dari jangkauan pengejaran rudal ketika ketika rudal sudah dekat, yakni dgn cara melakukan manuver mengecoh lingkup pandangan radar rual tersebut.

    Sejauh yang bisa dikonfirmasi , saat ini Amerika Serikat tidak memiliki teknologi rudal udara ke udara yang sudah beroperasi ataupun yang masih dalam pengembangan yg dipandang mampu menyaingi akurasi K-77M.

    Perkembangan K-77M -yang dipandang sebagai rudal yang paling akurat yang pernah dikembangkan di kelasnya ini- bisa membuat PAK FA lebih menarik bagi calon pembeli. K-77M juga dilaporkan kompatibel dengan pesawat tempur Sukhoi generasi sebelumnya.

    Sampai saat ini andalan utama pihak Rusia pada Sukhoi PAK FA adalah biayanya yang rendah dibandingkan dengan F-22 Raptor dan F-35 Lightning II AS. Penambahan rudal berteknologi hiper-akurat menawarkan nilai tambah yang menarik untuk produk teknologi Rusia, setidaknya dalam jangka pendek. Daya tarik dari sebuah rudal udara ke udara yang baik dalam teori dan praktek tidak akan pernah meleset ini mungkin terlalu dasyat untuk ditolak para calon pembeli.

    http://thediplomat.com/2013/12/new-russian-air-to-air-missiles-will-field-almost-perfect-accuracy/

  14. menarik sekali dan layak dicoba bung nowyoudont, tapi tidak ada salahnya utk tidak berharap secara berlebihan. sejauh ini spec rudal aam rusia (dan radar pesawatnya) memang selalu lebih hebat dibanding rudal barat….di atas kertas. semoga yg ini benar2 hebat di pertempuran udara yg sesungguhnya

    • teknologi rudal Russia memang dianggap lebih maju, ini hasil sejarah panjang menutupi kekurangan superioritas pesawat tempur mereka dibandingkan pesawat barat. Hanya saja memang kematangan design Sukhoi dan kemajuan pencapaian teknologi elektroniknya saat ini membuat perbandingannya makin samar dan berimbang.

      Keengganan US untuk sharing teknologi generasi 5 beneran (F22) dan memilih sharing produk downgrade (F35) akan membawa dampak sangat besar ketika nanti T50 Pakfa tersedia bagi export. Negara2 seperti Indonesia dan Vietnam akan mempunyai keunggulan udara dibanding negara2 seperti Singapura dan Australia.

  15. Sejarah membuktikan bahwa Federasi Rusia (dulu USSR-Union of Soviet Socialist Republics) hampir selalu didepan Barat dalam hal inovasi teknologi rudal taktis.
    Pertama kali dalam operasional rudal kapal-ke-kapal ASM lihat disini . Setelah ini Barat buru2 mengembangkan rudal semacam yg akhirnya menjadi Exocet, Harpoon dll.
    Pertama kali dalam mengoperasikan rudal ASM supersonic( Sizzler dll) lihat disini dan disini . Sampai sekarang Barat belum punya rudal yg setara.
    Menghebohkan dunia dalam inovasi maneuver thrust vectoring dan HMS targeting rudal AAM WVR R-73 lihat disini dan disini dan disini . Perlu waktu beberapa tahun sebelum Barat mengembangkan yg setara (AIM-9X, Python, A-Darter dll).
    Dan sekarang sekali lagi bikin dunia heboh dengan inovasi AESA radar seeker AAM BVR K-77M . Dengan inovasi ini, Pk ”(killing probability)” yg dulu semasa perang Irak jilid 2 tenyata kurang dari 50%, bisa meningkat mendekati 100%. Lagi-lagi Barat masih perlu waktu beberapa tahun untuk menyamainya.
    Informasi tentang BVR air combat, silakan lihat disini, , disini, , disini, , disini, , disini , dan disini.
    Mudah2an informasi ini berguna.

    • Kake’en DISINI nya mas………………

      Uni Soviet dan USA selalu berlomba menjadi yang terbaik, ngak bisa seperti yang anda “Tuduhkan itu”, keduanya berimbang. mereka selalu mengirim mata-mata atau spionase
      Contohnya DISINI :
      AIM-9B Sidewinder (1956), dijiplak jadilah AA-2 “Atoll” (1960)
      AIM-54 Phoenix (1974) ditiru jadi AA-9 “Amos” (1981)
      F-15 (1972) ditiru disainnya dan di sempurnakan jadilah Su-27 (1977) Series.
      F-22 (1997) ditiru disainnya dan di sempurnakan jadilah PAK-FA (2010)
      USS Nautilus (SSN-571) tahun 1954, Project 627 “November” tahun 1957

      namun Soviet Union juga mengagetkan AS dengan “Sputnik” nya, DLL…..

      Kalau saya cenderung USA selalu jadi pelopor, sedang Rusia mengemasnya menjadi lebih “Menarik”

      Namun yang perlu diperhatikan adalah Produk AS selalu BATTLE PROVEN, karena mereka suka perang, dan HIGH-QUALITY, hal itulah yang “di Endhus” oleh banyak negara,

      • Biarin aja ga po po Mas Bro, utk pencerahan bagi yg mau, zaman WWW sekarang informasi apa saja dapat diperoleh secara mudah dan cepat kalau nggak malas.

        Saya tidak menuduh apa2 kok, komentar saya usahakan ada data & referensinya.

        Faktanya adalah rudal ASM Styx made in Soviet Rusia ditembakkan oleh Mesir 1967 menenggelamkan destroyer Israel. Ini adalah operasi pertama kali rudal ASM setelah PD II. Menyadarkan Barat sehingga kemudian membuat Exocet dan Harpoon yg terkenal itu. Apa ini bukan meniru paling tidak meniru idenya?

        Selanjutnya Soviet Rusia dan Federasi Rusia penerusnya mengembangkan, mengoperasikan dan mengekspor rudal ASM dgn supersonic terminal velocity. Kalau ini Barat belum dapat meniru (coba cari di internet).

        Rudal AAM R-73 waktu pertama kali dipaparkan menghebohkan dunia Barat, karena inovasi thrust vectoring dan membidik dan menembak pake HMS. Waktu itu revolusioner sekali.Baru beberapa tahun kemudian Barat punya tandingannya (AIM-9X, Python dll). Kalau ini bukan meniru apa ya?

        Sekarang keluar K-77M. Pasti akan ditiru Barat kalau tidak mau kehilangan supremasi di udara.

        Masih banyak contoh alutsista Soviet Rusia dan Federasi Rusia yg ditiru Barat (idenya, konsepnya, ataupun gelondongan/ parsial) misalnya assault rifle AK-47, infantry fighting vehicles IFV seri BMP, multiple rocket launchers, SRBM Scud dll. Referensinya cari sendiri. Mas tahu kalau pesawat siluman pertama Amrik F-117 itu ide/konsep didapat dari makalah ilmiah ilmuwan Rusia?

        Mengenai “battle proven” barangkali istilah yg lebih tepat adalah “combat proven” dan “soldier proof”. Barangkali maksud “battle proven” / “combat proven” adalah digunakan dan tidak mengecewakan terlepas siapa yg menang. Sedangkan “soldier proof” adalah hanya membutuhkan perawatan minim tidak berlebihan. AK-47 dan juga RPG-7 telah terbukti dalam puluhan peperangan. MiG-15 dalam Perang Korea. MiG-17 dan 21, dan SAM SA-2 dalam Perang Vietnam. SU-27 SKM dan SU-30MK2 dalam Pitch Black exercise2012. Referensinya cari sendiri.

        Yang menarik adalah sejarah “combat proven” keberhasilan / efektivitas AAM BVR (kalau mau silakan lihat disini dan disini posting saya terdahulu). Dengan munculnya K-77M maka akan lebih menarik lagi.

        USA tidak selalu jadi pelopor, bahkan kedepan akan cenderung dari proaktif menjadi reaktif.

        Salam.

        • Thrust vectoring sudah digunakan roket V-2 Nazi dalam bentuk 4 sirip/flap grafit yag dipasang di belakang nosel.

          Guidance was by a three-axis gyropilot acting on steerable exhaust vanes and aerodynamic rudders,
          During the initial phase of flight the rocket was controlled by means of these four thrust-vectoring flaps. These were made of pressurised graphite because of it’s heat resistant qualities.

          You can clearly see the exhaust with its directional vanes.
          http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/ef/Antwerp_V-2.jpg

          • Betul Mas Danu, tetapi desain R-73 lebih jauh lagi dengan kombinasi link kontrol aerodinamik (di depan) dan kontrol spoiler/ vane gas buang (di nozel motor), menghasilkan rudal yg sangat manuverable.
            Ini yg saya maksud dengan inovasi.

  16. cakeps…indonesia harus ada dong T50 PAK-FA,second line nya br sukhoi su27/30/35(kaya sepakbola aja)
    Kawan newyoudont@,apa bener jepang naikin anggaran militernya sampe Rp2900 trilyun..klo bener,kapan kita bs kaya gtu yah,sepertiga nya aja dah lmyn!

    • iya. ga tau dalam rupiah berapa tapi sekitar US$9.7 milyar dalam 5 tahun, dan akan berlangsung 2 periode (10 tahun). Dana akan digunakan untuk menambah kapal permukaan, kapal selam dan pesawat tempur. China sudah langsung bereaksi keras terhadap rencana jepang ini

      Link

  17. Wiihhh R77 SERAMMMMM..

    …….

  18. USA selalu punya pamungkas yg luar biasa.. Lihat aja pada jaman perang dunia pertama Dan kedua,,disaat mereka di serang secara brutal,USA membuat senjata mematikan Dan menjadikan smua bangsa mati ketakutan..termasuk Russia yg digembar gemborkan hebat bikin senjata..jujur saja,klo saja USA beri ijin kepada TNI tuk beli F35,TNI pasti milih F35 ketimbang FAKFA..contoh aja sperti F16 yg di upgrade menjdi blok 52,masih di kejar TNI karna telah terbukti kemampuannya..jadi,,jangan kita memuji negara lain secara berlebihan..pujilah para pejuang 45,,dengan gigih berperang tuk memerdekakan negeri INI..

  19. @robin s
    Ngemeng epe kun kie ke leeee….

 Leave a Reply