Nov 262018
 

KCT-15, rudal anti-kapal yang produksi Vietnam berdasarkan rudal Kh-35E Rusia © Kien Thuc

JakartaGreater.com – Untuk meningkatkan akurasi dari rudal jelajah anti-kapal KCT-15 Vietnam yang akan datang, kabarnya bakal menggunakan sistem pemandu satelit buatan Rusia, GLONASS, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Menurut pimpinan Roskosmos, Yuri Urlichich, bahwa mulai tahun 2023, orbit sistem satelit GLONASS akan menyediakan layanan navigasi dengan presisi tinggi karena ada enam satelit baru ditempatkan pada orbit elips yang tinggi.

“Lintasan grup kompleks luar angkasa GLONASS terdiri dari 6 satelit ruang angkasa, dibagi berpasangan dan terletak pada tiga bidang orbit, yang akan membentuk dua jalur di permukaan bumi. Layanan navigasi presisi mutlak ini akan mulai diberikan mulai 2023”, kata Urlichich.

Saat ini, ada 4 sistem penentuan posisi global melalui satelit yang populer seperti GPS milik AS, Galileo milik Eropa, GLONASS milik Rusia, dan Big Dipper milik China. Dan dalam hal ini mereka menyediakan kanal sipil secara luas dan kanal militer hanya untuk digunakan oleh sekutu dekat saja.

Dalam bidang militer, penentuan posisi satelit memainkan peranan yang sangat penting. Kanal ini adalah acuan utama dari rudal jelajah darat dan merupakan alat penting bagi rudal anti-kapal jarak jauh untuk lebih akurat menjangkau target melengkapi mode inersia.

KCT-15 varian ekspor dari Kh-35 (Uran-E), rudal anti-kapal produksi Vietnam © Soha.vn

Saat ini militer Vietnam telah dilengkapi dengan rudal jelajah anti-kapal 3M-14TE Club-N (varian ekspor dari rudal Kalibr) dan mempersiapkan produksi rudal anti-kapal KCT-15 (varian ekspor dari rudal Kh-35) dengan jangkauan hingga 260 km.

Belum lama ini, Wakil Presiden Rusia, Yevgeny Bushmin, mengatakan bahwa Moskow sangat mendukung untuk menyimpulkan perjanjian antar pemerintah dengan Vietnam mengenai pengembangan dan penggunaan sistem navigasi satelit GLONASS.

Ini membuka jalan bagi Vietnam untuk memiliki akses secara luas ke jaringan layanan navigasi satelit GLONASS Rusia, termasuk aplikasi dalam bidang militer, selain aplikasi sipil tradisional.

Bagikan:

  15 Responses to “Rudal KCT-15 Vietnam Akan Dipandu GLONASS”

  1.  

    Walau memproduksi berdasarkan lisensi dari Rusia, apakah saat ini Vietnam sudah mempunyai hingga 3000 rudal tersebut?

  2.  

    masak iya mode inersia membutuhkan gps, yg menulis bao dat viet ini kayanya masih kurang ngopi 😆
    atau mungkin maksudnya gabungan antara gps dan ins. begituh 😀

  3.  

    kirain buatan sendiri, ternyata lisensi versi ekspor dari rusia.
    bagus bagus
    dapet pengalaman bikin rudal jelajah anti kapal

  4.  

    Boleh jg RI beli lisenci dr Rusia nih, dgn c705 gak jelas.

    •  

      Bisa saja ….
      Tapi yang jadi masalah besar adalah ..
      Apa compatible dengan standard NATO yang kita punya…?
      Kalau Tidak compatible akan jadi masalah besar ..
      Masa sih …harus Beli Kapal2 perang lagi ..hanya Supaya bisa di install missile Russia..?
      Kalau bisa di setting cepat dengan standard NATO yang Ada …masalah nya sudah selesai…

      •  

        Pada dasarnya bisa namun balik lagi kesiapan kita, Enginer ama Insyinur nya juga Fulus…
        dua hal yakin ada namun yang terakhir yang cukup mengganjal karena jika rubah sistem otomatis keluar biaya lagi…
        toh ada tuh Yakhont di Kapal Belanda, KRI 354.

    •  

      selaing tak de jelas C705 konon tuh rudal hanya woleh nembak tupai loncat bro hahahaa…

      tapi seinget ane C.705 / C708 yang sukses membuat farah kapal perang YAtch koalisi SAUDI oleh milisi houti….

  5.  

    a man with no heart

    kirain buatan sendiri, ternyata lisensi versi ekspor dari rusia.
    bagus bagus
    dapet pengalaman bikin rudal jelajah anti kapal
    ===============================================

    So ada apa dengan lisensi?
    Indonesia juga hampir semuanya lisensi kok, bahkan medium tank saja jelas2 buatan Turki jadi made-in Indo

    BTW, dalam hal perencanaan rudal Vietnam jauh lebih matang dari Indonesia. Mereka memikirkan layanan navigasi rudalnya di depan.

    Ga seperti tetangga sebelah, beli rudalnya dulu dan ga mikirin navigasinya, giliran meleset bilang rudalnya jelek wkwkwk

  6.  

    “Indonesia juga hampir semuanya lisensi kok, bahkan medium tank saja jelas2 buatan Turki jadi made-in Indo” …. itu produk hasil kerja sama loh terutama design hasil kerja bareng (karena berdasar pemikiran dan kebutuhan yang sama untuk tank kelas seperti itu)… setahu aku begitu. prototype baru satu emang dibuat di turki dulu. sedangkan turret dan meriam buatan cockeril.

    jadi indonesia berhak mengatakan tank medium itu buatan indonesia kalau diproduksi disini setelah produksi massal.

    jadi bukan lisensi ….

 Leave a Reply