Jul 282019
 

File:North Korea’s ballistic missile – From Wikimedia Commons, the free media repository.

Tokya, Jakartagreater.com  –  Rudal baru Korea Utara memiliki lintasan yang tidak tipikal untuk Rudal balistik konvensional, membuatnya sulit untuk mencegatnya, kata Kementerian Pertahanan Jepang pada hari Sabtu 26-7-2019, seperti dikutip oleh NHK, dirilis Sputniknews.com, Sabtu 27-7-2019.

Rudal Korea Utara yang baru memiliki lintasan yang tidak teratur dan terbang pada ketinggian yang lebih rendah dari pada Rudal balistik konvensional yang membuatnya sulit untuk mencegatnya, kata Kementerian Pertahanan Jepang, seperti dikutip oleh NHK boradcaster.

Dengan itu, para pejabat pertahanan mengakui bahwa jenis Rudal ini dapat mencapai Jepang, berdasarkan temuan militer AS dan Korea Selatan, yang diluncurkan hari Kamis terbang sekitar 600 km (373 mil), tambah laporan itu. Menurut penyiar, Jepang bertekad untuk melakukan tindakan penanggulangan yang tepat dalam kerja sama erat dengan Amerika Serikat.

Pada hari Kamis 25-7-2019 , Korea Utara menembakkan 2 Rudal dari daerah yang dekat dengan kota pesisir Wonsan. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan kemudian mengatakan bahwa peluncuran itu adalah 2 Rudal jarak pendek yang terbang sekitar 267 mil pada ketinggian 31 mil sebelum jatuh ke Laut Jepang.

Pada hari Jumat 26-7-2019, media yang dikelola pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa peluncuran itu merupakan uji coba senjata pemandu taktis baru dan diamati oleh kepala negara itu, Kim Jong-un.

Laporan itu muncul kurang dari sebulan setelah Kim dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Zona Demiliterisasi Korea dan setuju untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi