Rudal Korut Lintasi Jepang : Trump Ingatkan ‘All Options on Table’

16
Rudal Korea Utara (KCNA)

Washington/Jenewa – Presiden AS Donald Trump mengatakan peluncuran rudal terbaru Korea Utara menandakan “penghinaan” terhadap tetangganya dan PBB.

Trump mengatakan Korea Utara hanya akan meningkatkan isolasi dan “semua pilihan” ada di atas meja / bisa dilakukan (‘all options on table’).

Kantor berita resmi Korea Utara mengatakan bahwa peluncuran tersebut merupakan tanggapan langsung terhadap latihan militer gabungan AS-Korea Selatan.

Menurut KCNA, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut peluncuran tersebut sebagai “pendahuluan yang berarti untuk memasukkan Guam”, sebagai wilayah luar negeri AS yang sebelumnya telah diancam Kim Jong Un.

Kantor berita pemerintah mengatakan bahwa dia telah memerintahkan lebih banyak latihan roket yang menargetkan wilayah tersebut.

Korea Utara pada Selasa 29-8-2017 menuding Amerika Serikat mendorong Semenanjung Korea ke “tingkat ledakan yang ekstrem”, dan menyatakan bahwa hal itu dapat dibenarkan dengan mengambil “tindakan balasan yang tegas”.

Pernyataan yang mengejutkan tersebut datang beberapa jam sesudah Korut menembakkan peluru kendali balistik ke Pulau Hokkaido di wilayah utara Jepang ke laut, dan memantik reaksi tajam dari Jepang, AS, Korea Selatan serta negara-negara lain.

Duta Besar Korut untuk PBB di Jenewa, Han Tae-song, tidak secara eksplisit mengacu pada uji coba terbaru yang dilakukan negaranya. Tetapi Han Tae-song mengatakan “tekanan dan tindakan provokatif AS” hanya akan memberi alasan negaranya untuk mengambil tindakan yang tidak ditentukan.

“Ini adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa AS mendorong situasi Semenanjung Korea menuju tingkat ledakan yang ekstrem dengan menyebarkan peralatan strategis besar-besaran di sekitar semenanjung tersebut, dengan serangkaian latihan perang nuklir dan mempertahankan pembekuan nuklir selama lebih dari setengah abad,” ujar Han pada Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa.

Ketakutan sesudah berkembang atas pengembangan misil dan senjata nuklir Korut sejak rudal balistik antar benua Pyongyang diluncurkan pada Juli 2017. Ketakutan tersebut makin memburuk setelah Trump memperingatkan bahwa Korut akan menghadapi “kemarahan besar” jika misil mengancam AS.

Latihan militer gabungan AS dan Korsel, yang sekarang ini sedang berlangsung di semenanjung, adaah bagian dari “kebijakan berseteru dengan AS yang sudah berlangsung lama” terhadap Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK), demikian Han Tae-song.

“Sekarang AS secara terbuka menyatakan niatnya yang bermusuhan terhadap Republik Rakyat Demokratik Korea, dengan melaksanakan latihan militer gabungan yang agresif meskipun ada peringatan berulang kali dari negara saya. Negara saya mempunyai banyak alasan untuk menanggapi dengan tindakan balasan yang tegas sebagai pelaksanaan haknya untuk mempertahankan diri,” ujar Han Tae-song.

“Dan AS harus sepenuhnya bertanggung jawab atas konsekuensi bencana yang ditimbulkannya,” tegas Han Tae-song.

Duta Besar AS Robert Wood kepada wartawan mengatakan uji coba Korut adalah bentuk provokasi lain dan merupakan perhatian besar untuk didiskusikan oleh Dewan Keamanan PBB di kemudian hari.

“Negara Amerika Serikat dan saya mengetahui beberapa negara lain akan terus menuntut agar Korut mengakhiri tindakan provokatif ini dan menempuh jalan yang berbeda,” ujar Robert Wood kepada forum tersebut.”AS memiliki komitmen yang melekat pada sekutu-sekutunya,” tambah Robert Wood.

Baik Robert Wood maupun Korea Selatan Kim Inchul meminta Pyongyang untuk melanjutkan pembicaraan sewaktu melepaskan senjata nuklirnya.

“Penghapusan penggunaan senjata nuklir adalah satu-satunya jalan maju untuk menjamin keamanan dan kelangsungan ekonomi disamping melanjutkan provokasi yang tidak dapat diterima,” ujar Kim Inchul. Utusan Jepang Nobushige Takamizawa mengecam uji misil dan memperingatkan timbulnya bahaya pada penerbangan dan navigasi.  Antara/Reuters/BBC, 29-8-2017.

33 KOMENTAR

  1. Itu menandakan, jangan ancam Pyongyang, peluncuran rudal antar benua menandakan bahwa jika Pyongyang di serang rame2, tentu akan membalas secara brutal ke negara manapun yang membuat Kim pencet tombol. Korut tidak berdiri sendirian, sekutu Korut pasti juga akan membantu menyerang jika perang itu terjadi, hanya saja Korut memang sengaja tidak terus terang negara mana sekutu mereka, begitu juga pasukan khusus mereka sengaja tidak di publikasikan di media, yg biasa kita lihat di berita itu hanya pasukan non militer reguler saja, bukan sesungguhnya tujuannya untuk menipu media.

          • nah itu kan pendapat anda, dulu faktanya korut hampir menyudutkan korea selatan selama perang korea 1 hasilnya mungkin berbeda dari sekarang jika tidak di bantu oleh sekutu terutama oleh amerika.
            coba lihat perang vietnam, partai komunislah yang memenangkan perang vietnam yang membuat amerika angkat kaki dari vietnam.

          • Maksudnya aneh gmj bung ? ini kan pendapat sy? bayanfkan dong gmn sengsara nya rakyat korut, pemerintahnya sibuk ngurusin rudal dan perang aja, apa yg rakyat nya dptkan dr hasil perang itu! dampak positif nya apa? jgn lah selalu memikirkan perang aja…coba anda jadi warga korut, yg miskin, tertutup dr dunia luar, tanpa internet, apa anda bisa begitu? komunis menempatkan militer diatas segala2nya, mrk hanya punya satu pemimpin, dan yg pst ga beragama…anda suka spt itu? silahkan pindah warga negara jd warga komunis di korut…

      • Orang lapar seperti korea utara lebih menakutkan bung…apalagi dipegangi senjata..walaupun alat tempurnya tergolong lawas…tapi tersistem fungsi kerja war nya…alutsistanya..ibarat dapur..dia kitchen set aja punya…walaupun lawas…

          • Jgn lah dipikiran anda itu perang terus bung…dpt keuntungan apa anda dr perang? berpikirlah kedamaian, ketenangan dan kebaikan…masalah sy ga setuju dgn negara komunis yg menang, krn sy membayangkan bagaimana nti jika kesombongan kim bisa mempengaruhi negara2 lain utk berbuat demikian…alangkah buruknya jika semua negara punya pemimpin spt kim, yg diktator, otoriter dan terutama pemimpin negara komunis…