Rudal RBS 70 NG dan Radar Giraffe 1X AESA di Rantis Komodo

17
11
Rantis Komodo dipasang rudal RBS-70 NG
Rantis Komodo dipasang rudal RBS-70 NG

Seperti banyak negara lainnya, mereka ingin mengembangkan kemampuan manufaktur pertahanan dalam negeri, transfer teknologi dan penawaran offset yang menjadi prioritas utama bagi Indonesia ketika membuat kesepakatan pertahanan dengan mitra internasional.

Salah satu perusahaan Barat yang membantu Indonesia dalam membangun kemampuan dalam negeri tersebut adalah Swedia Saab, yang telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan milik negara PT Pindad untuk fokus pada pertahanan udara darat (GBAD).

Perjanjian ini berpusat pada sistem rudal RBS 70 NG dan radar Giraffe 1X AESA, yang akan diintegrasikan dengan kendaraan Komodo 4×4 Angkatan Darat Indonesia. Contoh itu diperlihatkan di pameran Indo Defence 2016, di Jakarta.

Rantis Pindad dipasang Radar Giraffe 1X AESA
Rantis Pindad dipasang Radar Giraffe 1X AESA

Transfer teknologi direncanakan akan dilakukan, pada pembuatan komponen less-advanced dari kedua sistem. Harapannya bahwa di masa depan, setelah Indonesia memperoleh pengalaman teknis yang memadai, mereka akan dapat memproduksi bagian-bagian yang lebih kompleks dan akhirnya mencapai transfer teknologi penuh.

Salah satu langkah pertama yang akan menjadi program ekstensi seumur hidup untuk rudal RBS 70 Indonesia, ujar Rickard Svensson, direktur bisnis Saab untuk kawasan Asia Pasifik.

Sumber : Shephardmedia.com

17 COMMENTS

  1. INI baru JOSS ,dikasih ilmu bisa memelihara rudal sehingga akan bisa terus di gunakan . Artinya racikan propelannya dikasih tahu sehingga bisa di buat sendiri bila kelak sudah expired .
    Maka ilmu propelan padat bisa di kuasai tinggal propelan cair yang belum bisa di buat .Nunggu tot dari negara mana ya kira kira?

LEAVE A REPLY