Sep 262016
 

Peluru Kendali (Guided Missile) SA–75 buatan Soviet tahun 1956, yang menjadi salah satu koleksi jenis rudal yang dimiliki Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta, Minggu (25/9) tampil di hadapan warga dalam acara Kirab Pelangi Budaya Merapi 2016.

Peluru Kendali bersejarah yang pernah dipakai untuk pengamanan daerah ibu kota ini dikirab di tengah masyarakat kabupaten Sleman dengan dikawal 14 personil Muspusdirla berpakaian seragam TNI AU dari masa ke masa.

p1020719

Ribuan pasang mata masyarakat Kabupaten Sleman, DIY berjajar sepanjang 3 km menyaksikan rudal SA-75 dikirab menyusuri jalan Magelang, perampatan beran, jalan parasamya, jalan KRT Pringgodiningrat dan kembali ke lapangan Denggunga.

Menurut Kepala museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Kamuspurdirla), Kolonel Sus Taibur rahman, Peluru kendali SA-75, merupakan senjata pertahanan udara jarak sedang dengan panjang 10,841 m, kecepatan tembakan 1,110 km/detik, jangkauan lontaran sejauh 36 km serta tinggi tembakan 70 km. Kehebatan senjata darat ke udara ini adalah mampu mengakibatka kerusakan pada sasaran tembak dengan radius 600 meter persegi.

“Keikutsertaan peluru kendali SA-75 dalam kirab kali ini, dimaksudkan agar masyarakat mengetahui koleksi Muspusdirla tidak hanya pesawat terbang semata, namun juga memiliki koleksi yang tak kalah penting lainya, yaitu peluru kendali,” tegas Kolonel Sus Taubur Rahman. (marksman/ sumber Pen AU)

Bagikan:
 Posted by on September 26, 2016