Rudal SMART, Game Changer Peperangan Anti-Kapal Selam

Jakartagreater – Supersonic Missile Assisted Release of Torpedo (SMART) berhasil diuji terbang, 5 Oktober 2020 pukul 1145 jam dari Pulau Wheeler di lepas pantai Odisha, India.

Semua tujuan misi termasuk penerbangan Rudal hingga jarak dan ketinggian, pemisahan kerucut hidung, pelepasan Torpedo dan penerapan Mekanisme Pengurangan Kecepatan (VRM) telah terpenuhi dengan sempurna, ujar laman Biro Pers Pemerintah India.

Stasiun pelacakan (Radar, Sistem Elektro Optik) di sepanjang pantai dan stasiun telemetri termasuk kapal jarak jauh memantau semua peristiwa itu.

SMART / Supersonic Missile Assisted Release of Torpedo adalah Rudal bantu dari Sistem Torpedo Anti-Kapal Selam untuk operasi Anti-Submarine Warfare (ASW) yang jauh melampaui jangkauan Torpedo. Peluncuran dan demonstrasi ini penting dalam membangun kemampuan peperangan Anti-Kapal Selam.

Rudal SMART, Game Changer Peperangan Anti-Kapal Selam (@DefenceMinIndia)

Sejumlah laboratorium DRDO termasuk DRDL, RCI Hyderabad, ADRDE Agra, NSTL Visakhapatnam telah mengembangkan teknologi yang dibutuhkan untuk SMART.

Raksha Mantri Shri Rajnath Singh memberi selamat kepada Ilmuwan DRDO atas prestasi penting ini. Sekretaris DD R&D & Ketua DRDO Dr G Satheesh Reddy, mengatakan bahwa SMART adalah demonstrasi teknologi Game-changer dalam Anti-Submarine Warfare.

Rudal ini lepas landas seperti Rudal supersonik biasa saat diluncurkan dari kapal perang atau baterai pantai berbasis truk. Sebagian besar penerbangannya di udara ditutupi pada ketinggian yang lebih rendah dengan tautan data 2 arah dari kapal perang atau sistem deteksi Airborne untuk target kapal selam.

Itu juga diberikan lokasi yang tepat dari kapal selam musuh untuk memperbaiki jalur penerbangan Rudal di tengah jalan. Ketika Rudal mendekati kapal selam yang terendam, Rudal tersebut akan mengeluarkan sistem torpedo ke dalam air dan torpedo akan mulai bergerak menuju targetnya untuk mengenai kapal selam.

Menurut penulis pertahanan Sameer Joshi, mantan pilot Angkatan Udara India, sistem SMART menggabungkan roket bahan bakar padat dengan torpedo ringan (LWT) sebagai hulu ledaknya.

“Ini memperlambat dan melepaskan torpedo ke area target yang ditentukan, setelah itu torpedo beroperasi secara normal dan menggunakan panduan pelacak untuk mencari kapal selam musuh,” jelasnya.

Tinggalkan komentar